Posts

Pembekalan Kebidanan Dinas Ke-4

DIPLOMA III dan IV Kebidanan Universitas Malahayati sedang disibukkan dengan Praktik Klinik (Dinas) yang menjadi salah satu kegiatan wajib mereka.

Sebelum dinas dilaksanakan para dosen pembimbing memberi pembekalan guna mempersiapkan diri mahasiswa yang akan dinas. Kegiatan ini berlangsung di Ruang 1.23, Gedung Rektorat pada senin 7 September 2015.

“Pembekalan ini berupa gambaran tempat dinas dan tugas-tugas yang akan dilakukan selama dinas serta pendanaan yang diperlukan,” ujar Eka Nurjanah, salah satu mahasiswa kebidanan.

Kegiatan dinas ini akan dilakukan di Rumah Bidan selama 2 bulan dan ini merupakan dinas yang keempat bagi angkatan 2013.

Berikut potret kegiatan pembekalan dinas yang tertangkap kamera tim malahayati.ac.id:

 

Sutriani: Utamakan Disiplin dan Etika

MAHASISWA Diploma III dan IV Kebidanan Universitas Malahayati sedang disibukkan dengan praktik klinik (dinas) yang menjadi salah satu kegiatan wajib mereka.

Sutriani, mahasiswi asal Mesuji ini menggunakan seragam kebidanan saat berbagi pengalaman dengan wartawan malahayati.ac.id di Ruang RB Media, Kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung Senin 7 September 2015.

Tria, begitu ia akrab disapa. IA menjalankan dinas di Rumah Sakit DKT Bandar Lampung, lebih tepatnya ia ditempatkan di bagian ruang operasi.

“Di Rumah Sakit DKT sangat disiplin. Pengalaman di sini sangat berkesan, saya memiliki kesempatan melihat kegiatan operasi berlangsung,” ujarnya.

Selain itu, Tria juga dikenalkan dengan alat-alat Sectio Caisaria (SC) dan cara membersihkannya serta cara menstrilkannya.

Tria menjelaskan, praktik di rumah sakit tentara tak hanya menguasai ilmu kesehatan, tetapi juga ada Peraturan Baris Berbaris (PBB) dasar . “Ini rumah sakit tentara yang melayani pasien dinas (dari kesatuan dibawah Korem 043) serta pasien Umum termasuk pasien BPJS,” katanya.

Ia juga berbagi tips untuk adik tingkatnya yang akan terjun untuk berdinas.  “Buatlah laporan pendahuluan, mengenal ruangan tempat dinas dan alat-alat di sana serta kegunaannya,” ujar Tria.

Tria Menambahkan, “penguasaan materi serta persiapan mental itu perlu tetapi utamakan Etika dan Disiplin dan jaga nama baik kampus karena ketika kita beretika maka kita akan dihargai.”

Gadis kelahiran 1 Maret 1992 ini adalah mahasiswi Diploma III Kebidanan Universitas Malahayati.Ia mengaku bangga kuliah di sini. “Asrama dan fasilitasnya sangat memadai dan nyaman. Dosen-dosen yang berkompeten sangat baik dalam membimbing kami,” ujar Tria menambahkan.[]

Artikel Lampung Post tentang Mahasiswa Kebidanan Unimal

Mahasiswa D-4 Kebidanan Unimal diharapkan mampu menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan kebidanan terkini berdasar bukti ilmiah, serta mengaplikasikan kemampuan tersebut dalam praktik klinik kebidanan. [Rudiyansyah]

Universitas Malahayati (Unimal) Lampung membekali mahasiswa diploma empat (D-4) kebidanan dengan kemampuan tenaga bidan berstandar internasional. Para mahasiswa melakukan Praktik Klinik Kebidanan (PKK) di Rumah Sakit Nasional University Hospital (NUH), Singapura, pada 9-10 April lalu.

RS Internasional unggul dalam penanganan ibu hamil dan melahirkan (women care) yang menjadi rujukan beberapa negara. Selain itu, mereka juga melakukan studi langsung ke RS Budi Kemuliaan, Batam, pusat rujukan HIV/AIDS di Indonesia, pada 23-25 April lalu.

Melalui kegiatan tersebut, 42 mahasiswa D-4 kebidanan Unimal diharapkan mampu menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan kebidanan terkini berdasar bukti ilmiah (Evidence based), serta mengaplikasikan kemampuan tersebut dalam praktik klinik kebidanan dengan memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan terkini seputar kebidanan.

“Ini merupakan salah satu upaya kami untuk menerapkan evidence based kepada para mahasiswa kebidanan sehingga mereka akan memiliki kemampuan memformulasikan masalah secara prosedural melalui identifikasi dan penatalaksanaan kasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatal sesuai dengan kewenangannya,” kata ketua Program Studi Kebidanan Unimal, Dainty Maternity, Rabu (29/4).

RS di Batam hingga Singapura, menurut dainty, dipilih sesuai dengan keunggulan masing-masing. Dainty mengatakan mahasiswanya akan kembali melakukan PKK ke Hospital University Kebangsaan Malaysia (HUKM) di Malaysia.

Didampingi Ketua Prodi D-3 Kebidanan Unimal Ratna Dewi Putri dan Dosen Kebidanan Yuli Yantina, Dainty menyebut selama studi di Singapura, 42 mahasiswanya secara langsung belajar bagaimana menangani kasus-kasus persalinan ibu hamil hingga perawatan sesudah melahirkan.

“Di sana hampir 0% sectio caesar, dan 100% ibu melahirkan dibantu oleh bidan dengan normal melalui berbagai penanganan dan kami mencoba mempelajarinya. Serta banyak riset yang dikembangkan untuk mengurangi rasa nyeri setiap ibu yang melahirkan sehingga kami bisa merujuk pada penanganan tersebut nantinya,” kata dia.

(Lampung Post, 2 Mei 2015)