Posts

Lulusan Keperawatan Malahayati Cepat Dapat Kerja

PROGRAM Studi (Prodi) Keperawatan Universitas Malahayati (Unimal) menjadi salah satuprodi ilmu kesehatan di Bandarlampung yang terus menunjukkan kiprahnya sejak tahun 2005. Hal ini terbukti 80 persen lulusannya langsung diterima kerja usai wisuda.

Kepala Prodi Keperawatan Andoko, S.Kep, Ns, M.Kep mengatakan, pencapaian ini tak lepas dari peran prodi yang mampu menghasilkan lulusan berkemampuan global yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia menuju terwujudnya masyarakat utama.

“Hal itu dilaksanakan dengan menjalin kerja sama dengan beberapa mitra, seperti, RS pertamina Bintang Amin, RSUD Abdul Moeloek Bandarlampung, RSUD Ahmad Yani Metro, RSUD jiwa Provinsi Lampung, RSJ Marzuki Mahdi Bogor jabar, UPTD PSLU Tresna Werdha Natar, RSUD A. DADI Tjokrodipo Bandarlampung, RS DKT Bandarlampung,” kata dia.

Apa yang telah diupayakan tentunya berimbas pada kesuksesan lulusannya. Alumni keperawatan malahayati telah menyebar di hampir seluruh penjuru di Lampung bahkan beberapa diantaranya berada di luar Pulau Sumatera.
“Sebagian besar lulusan kami sudah bekerja di rumah sakit daerah, kelinik kesehatan, menjadi PNS, dan wirausaha,” kata dia.

Hal yang sangat membanggakan adalah 20 % di antara mahasiswa keperawatan malahayati mendapatkan pekerjaan sebelum diwisuda yakni dengan menyertakan Surat Keterangan Lulus ketika melamar kerja.
“Dengan Kepercayaan masyarakat terhadap keperawatan malahayati, membuat kami lebih serius lagi untuk menjaga kualitas prodi Kualitas nomer satu, “ pungkasnya.

Cara Keperawatan Malahayati Hadapi MEA

DENGAN adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Prodi keperawatan Universitas Malahayati memiliki manufer agar lulusannya mampu bersaing di pasar asean. Sebab nantinya seluruh perawat negara yang tergabung dalam mea akan dengan mudah masuk ke indonesia, termasuk Lampung.

Menurut Kepala Prodi Keperawatan Andoko, S.Kep, Ns, M.Kep, salah satu persiapan yang dilakukan seperti melengkapi fasilitas laboratorium, perpustakaan dan lainnya sehingga lulusan siap menghadapi MEA, tahun 2015.
Dengan meningkatkan keterampilan ataupun skill untuk mempersiapkan adanya kompetisi keperawatan asing.

Meningkatkan keahlian-keahlian kompetensi dengan mengadakan pelatihan-pelatihan ketrampilan. Melaksanakan study banding kerumah sakit internasional ataupun nasional, sehingga perawat Malahayati menjadi terpapar terhadap skill dan ilmu keperawatan. Bimbingan uji kompetensi yang intens sehinnga kelulusan semaik meningkat.

“Dengan cara-cara tersebut diharapkan kompetisi pada MEA akan terjawab dengan mudah dan perawat malahayati akan siap menyongsong dan menjalankan MEA. Para Ners (perawat) yang telah lulus diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi MEA,” kata dia.

Menurutnya, kunci dalam menghadapi MEA adalah daya saing dan untuk itu pendidikan dikeperawatan Malahayati siap mengantarkan para Ners menjadi tenaga kesehatan yang profesional.

“Ciri tersebut yang akan menjadi daya jual atau daya saing prodi keperawatan yang membedakan dengan lulusan sekolah kesehatan lainnya,” ujarnya.

Banyak para alumni Keperawatan Malahayati mengembangkan karirnya, ada yang mengambil S1 dan tidak sedikit pula mengembangkan ilmunya dengan bekerja di rumah-rumah sakit, klinik dan lainnya yang ada di Lampung.
Akan tetapi untuk menyambut dan menanggapi MEA prodi Keperewatan malahayati mempunyai manufer-manufer tertentu guna mempersiapkan mahasiswanya agar mampu bersaing di regional asia tengara.[]