Posts

Marcelly Widya Wardana; Dosen Teknik Universitas Malahayati

Marcelly Widya Wardana, S.T., M.T, dosen Fakultas Teknik Universitas Malahayati. Pria kelahiran Pringsewu 16 Maret 1981 ini bergabung di Universitas Malahayati sejak Oktober 2016. Marcel, begitu sapaan akrabnya. Ia menyelesaikan pendidikannya hingga strata-2 di jurusan Teknik Industri Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Ketertarikannya menjadi dosen bermula saat Ia menempuh pendidikan strata-2. Menurutnya menjadi dosen adalah amal jariyah. “Kita mengajar dengan ikhlas dan akan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi banyak orang maka insyaallah akan menjadi amal jariyah bagi kita,” ujarnya.

Tak hanya itu, Marcel memilih mengabdikan ilmunya di Universitas Malahayati karena menurutnya Malahayati adalah pilihan yang tepat. Selain ia ingin berkerja di kampung halaman, Malahayati juga merupakan salah satu kampus besar yang berada di Lampung.

Dosen yang mengampu mata kuliah analisa kelayakan pabrik, statistik industri, pengantar teknik industri dan pemodelan sistem ini tertarik dengan jurusan teknik industri karena menurutnya teknik industri adalah teknik yang lengkap. “Teknik industri adalah teknik yang mempelajari semua ilmu teknik,” katanya.

Pria yang memiliki hobi membaca dan bermain bridge ini berpesan pada seluruh mahasiswa untuk memperluas wawasan diluar kampus.”Belajar jangan hanya didalam kampus, justru ilmu yang terbesar ada diluar kampus itu sendiri,” katanya.

“Jaya terus Malahayati,” sambungnya sembari mengepalkan tangan keatas saat ditanya pesannya untuk Universitas Malahayati.[]

 

[*Khairan.

Nur Rohmat Soni Setiawan: Setiap Kesenian itu Memiliki Arti

Nur Rohmat Soni Setiawan, Ketua Bidang Seni (BS) Universitas Malahayati. Pembawaanya yang humble membuat suasana wawancara menjadi hangat. Dengan PDH meranya saat di temui dalam acara Bazar dan Pameran Lukis UKM BS, 28 Maret 2018.

Wawan  yang akrab disapa, menceritakan pengalamannya selama menjadi Ketua Bidang Seni Universitas Malahayati. Wawan yang memiliki nama panggung Beruk pemberian angkatan 03 ini membagikan pengalaman keluh kesahnya selama menjadi Ketua Bidang ini, dan menceritakan pengalamannya dalam menjalankan Program Kerja yang sudah di rancangnya untuk 1 tahun kepemimpinannya.

Pria kelahiran Banten, 07 September 1997, tercatat sebagai mahasiswa program jurusan kesehatan masyarakat ini, menceritakan kalau awal mula ia menjadi Ketua Umum  UKM BS ini masih sangat sedikit anggotanya dibandingkan dengan sekarang. “Jadi dulu pemilihan Ketua Umum itu dilakukan dengan musyawarah, bukan voting. Karna dulu anggota kami masih sangat minim,” ujar Wawan.

Wawan juga menceritakan tentang kegiatan yang sudah di lakukan oleh UKM BS ini, salah satunya adalah Pentas Tabu (Pentas Temu Anggota Baru) tanggal 23 Desember 2017  tahun lalu, dimana ketiga divisi dari UKM BS yaitu divisi teater, divisi musik dan divisi teater menunjukkan kebolehannya.

Sebagai Ketua Umum Wawan juga membagikan kesannya mengenai UKM BS. “UKM BS ini bagi saya adalah keluarga, dan juga merupakan wadah bagi kawan-kawan Universitas Malahayati untuk mengekspresikan pendapat kami, karena setiap kesenian itu memiliki arti,” tambahnya.[]

Rizal Sanjaya; Ketua Umum Viking Malahayati periode 2016-2017

VIKING Malahayati merupakan komunitas yang dibentuk oleh mahasiswa Universitas Malahayati asal Jawa Barat. Yang didominasi oleh suporter tim Sepak Bola Persib Bandung. Perkembangan komunitas ini tak terlepas dari peran seorang pemimpin.

Tepat pada Minggu, 03 April 2016 Viking Malahayati menggelar pemilihan sekaligus Serah Terima Jabatan (Sertijab) antara ketua umum periode 2015-2016 dan ketua umum terpilih. Rizal Sanjaya, mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum angkatan 2014 ini dipercaya teman-temannya mengemban amanah sebagai ketua umum Viking. Ini merupakan tahun ketiga ia bergabung dengan Viking sejak 2014 sebelum pada akhirnya ia dilantik menjadi ketua umum.

Menurut mahasiswa asal Tasikmalaya ini organisasi yang ia pimpin ini merupakan sebuah tantangan dalam hidupnya. Tak hanya dalam membagi waktu kuliahnya dengan organisasi, namun diorganisasi ini juga ia belajar akan kepemimpinan dan bagaimana mengatur orang lain dengan sifat yang berbeda-beda dan tentunya dengan cara yang berbeda pula. Pengalamannya dalam dunia organisasi tak perlu diragukan lagi, ia pernah bergabung dalam organisasi olahraga Voli di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai ketua.

Ketertarikannya dengan Viking karena inin merupakan wadah silahturahmi mahasiswa asal Jawa Barat. Selain itu, Ia mengaku kesan pertama bergabung dengan Viking Malahayati ini dari segi kekeluargaannya. Dan motivasinya menjabat sebagai ketua umum ingin menjadikan Viking lebih kompak dan lebih maju. “Saya berharap Viking Malahayati akan terus maju seiring dengan program kerja yang akan saya realisasikan,”  kata Rizal saat diwawancarai malahayati.ac.id via pesan elektronik, Selasa 05 April 2016.

Sebagai mahasiswa ia juga berbagi kesannya mengenai Universitas Malahayati. “Universitas Malahayati mengutamakan sisi keagamaannya, khususnya islam. Dan saya berharap kedepannya kampus ini lebih meningkatkan kualitasnya,” kata anak ketiga dari tiga bersaudara itu.

Anisa Faradilla; Lulusan Terbaik Yudisium Periode Maret 2016

ANISA Faradilla, gadis manis kelahiran Aceh 22 tahun silam ini terpilih menjadi lulusan terbaik Fakultas Kedokteran Umum (FKU) pada yudisium periode 10 Maret 2016 di ruang 1.22. Ia adalah mahasiswi angkatan 2011 yang akhirnya menjadi dokter muda setelah melewati asam manisnya bangku perkuliahan. Semua itu ia lewati dengan sepenuh hati demi menggapai cita-citanya, menjadi dokter dan menolong banyak orang.

Menggunakan jas dokter berwarna putih dipadukan dengan hijab putih polos, ia nampak begitu ayu. Kulitnya yang putih bersih, hidungnya yang mancung, alis hitam tebal membuat setiap mata betah memandangnya. Tutur kata lembut namun lugas menambah nilai plus anak ketiga dari empat bersaudara ini.

Anis, begitu ia akrab disapa, memilih Universitas Malahayati setelah lulus dari SMAN 1 Pandeglang, Banten. Ia yang memang memiliki passion di bidang kesehatan. Ia memilih Fakultas Kedokteran Malahayati untuk mewujudkan mimpinya dulu. Meski awalnya agak takut, dan minder karena masih ragu dengan pilihannya. Ia mencoba memantabkan diri untuk tetap melanjutkan apa yang sudah ia mulai.

“Awalnya saya minder, takut, apa mungkin saya bisa jadi dokter?. Tapi saya jalani saja, toh ini pilihan dan cita-cita saya dari kecil. Ternyata setelah saya jalani, semua di Malahayati membantu saya dengan baik, dosen, rekan sejawat, dan semua yang ada disini,” kata Anis.

Hal yang paling berkesan bagi dirinya adalah ketika pertama kali melihat Cadaver di ruang anatomi. Karena selama ini ia hanya bisa menerka dan membayangkan bagaimana bentuk Cadaver, akhirnya bisa juga melihat meskipun awalnya agak deg-deg an katanya. Satu lagi hal yang tidak bisa ia lupakan adalah ia sempat kecelakaan sesaat sebelum sidang hasil, untungnya ia masih bisa melanjutkan dan sukses melewatinya.

Ia berharap Universitas Malahayati semakin baik lagi dalam segala aspek. Mampu mengembangkan potensi yang dimiliki sekarang. “Semua sudah baik dan terintegritas, alangkah baiknya menjadi semakin baik lagi agar menjadi yang terbaik,” ujar Anis.[]

Tubagus Muhammad Nasarudin; Dosen Fakultas Hukum Yang penuh Motivasi

“Jadilah mahasiswa yang mandiri, mandiri dalam berfikir, bertindak, dan melakukan sesuatu. Serta mampu memimpin diri sendiri menjadi sosok yang disiplin”.

Motivasi itu disampaikan Dosen Fakultas Hukum Universitas Malahayati Untuk memotivasi mahasiswanya. Tubagus Muhammad Nasarudin, SH MH begitu nama lengkap dosen dari Fakultas Hukum ini. Pria kelahiran Serang, 20 April 1987 ini bergabung dengan Malahayati sejak 2014 Sebagai Dosen Luar Biasa pada Prodi Keperawatan DIII Universitas Malahayati, Bandar Lampung. Saat itu dia belum menjadi dosen tetap, barulah pada 01 Februari 2016 dia resmi menjadi dosen tetap pengajar Fakultas Hukum Universitas Malahayati, Bandar Lampung.

Ia adalah sarjana Fakultas Hukum, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta tahun 2010 dan melanjutkan Magister Ilmu Hukum, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta tahun 2012.  Ia juga pernah menjadi santri di MTS’ MU Pon-Pes Asshiddiqiyah, Tangerang 2002, dan santri di MAK’MU Pon-Pes Asshiddiqiyah, Jakarta tahun 2005. Sebagai mantan santri, maka tidak heran jika begitu fasih melantunkan ayat suci Al-Qur’an yang ia bacakan saat wisuda periode ke-18 tahun 2016 kemarin. Dengan kemahirannya ini, ia pernah memperoleh penghargaan juara 3 MTQ DKI Jakarta dan juara 1 Syarhil Qur’an sepondok Pesantren.

Selain pandai bertilawah, Tubagus juga sangat aktif mengikuti berbagai organisasi semasa ia kuliah dulu. Seperti Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Cabang Yogyakarta) sebagai Kepala Biro Keorganisasian dan Pengembangan Hukum Bahkan. Ia juga sempat tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Serang sebagai Kepala Bidang Keagamaan dan PJS Sekretaris Umum, dan dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Komisariat UAD sebagai Sekretaris Jendral sebagai Badan Eksekutif Mahasiswa UAD Divisi Advokasi.

Oleh karena itu Tubagus ingin mahasiswa Malahayati mampu menjadi mahasiswa yang tidak hanya aktif dalam perkuliahan, tetapi aktif juga dalam organisasi. Menurutnya dengan organisasi mahasiswa saling mengenal, melatih disiplin dan kepemimpinan. Apalagi dengan fasilitas yang sangat menunjang di Universitas malahayati.
“Berjuanglah selama masih diberi kesempatan untuk belajar karena di luar sana belum tentu mereka memiliki kesempatan yang sama. Jadi jangan pernah sia-siakan kesempatan untuk belajar, karena belajar tak pernah memiliki ending. lalu berpikirlah secara terbuka,” Kata Tubagus.

 

Ketua Hima PSIK: Utamakan Kebersamaan Untuk Mencapai Tujuan

Mukhbit Agung Wibowo adalah mahasiswa Program Study Ilmu Keperawatan (PSIK) semester kedelapan yang diamanahkan menjadi ketua Himpunan Mahasiswa PSIK (Hima PSIK). Mukhbit panggilan akrabnya menjabat sebagai ketua umum sejak 2014.

Bungsu dari dua bersaudara ini awalnya ingin meningkatkan pengembangan diri “Walnya yang pasti ingin meningkatkan pengembangan diri dalam segala bidang selain bidang akademin dengan memperluas wawasan” ujar Mukhbit kepada malahayati.ac.id via telpon Senin, 29 Februari 2016.

Menurut Mukhbit Akademik dan organisasi sangatlah penting. Oleh karena itu terpilihnya ia menjadi ketua Hima PSIK merupakan kesempatan yang harus ia manfaat. “Ilmu yang sangat bermanfaat bagi saya, selain tanggung jawab, juga diharuskan untuk lebih bisa manajemen terutama manajemen waktu” ujar Mukhbit. Ia juga menambahkan bahwa ini semacam meningkatkan eksistesi dirinya. “Menurut saya, selayaknya seseorang jika telah memiliki eksistensi yang cukup tinggi akan mudah dalam urusannya” ujar Mukhbit menambahkan.

Muhkbit juga mengatakan bahwa menjadi seorang aktivis sangat bermanfaat dan hampir tidak menemukan kerugian.

tak lupa ia juga turut mengucapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh anggota Hima PSIK yang sudah membantu san selalu berpartisipasi dalam mensukseskan setiap kegiatan-kegiatan. “Tanpa adanya anggota yang solid Hima PSIK tidak akan bisa menjalankan tugas dan kewajibannya,” ujar Mukhbit.

Selain itu ia juga memotivasi rekan-rekannya agar tetap semangat dalam belajar. “Terus kreatif, terus berinovatif, jangan pernah menyerah untuk belajar dan jaga motto Hima PSIK yang selalu utamakan kebersamaan untuk mencapai tujuan” ujar Mukhbit mengakhiri.

Video Dokumentasi SAR Medis Universitas Malahayati

UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) SAR Medis Universitas Malahayati adalah UKM tingkat universitas yang ada di Universitas Malahayati Bandar Lampung yang berdiri pada tanggal 04 April 2011 dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Malahayati Bandar Lampung nomor 0772.13.107.04.11 tentang Pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa Medical Search And Rescue (UKM SAR Medis) Universitas Malahayati. Dalam kegiatannya SAR Medis telah melaksanakan beberapa kegiatan seperti:

  • Tim Kesehatan Seleksi Pramugari CAT 2011
  • Bakti Sosial di lingkungan Yonif-7 Marinir
  • Bakti Sosial di Pulau Legundi bersama Yonif-7 Marinir
  • Bakti Sosial di Lanud Astra Ksetra TNI Angkatan Udara
  • Seminar dan Workshop Nasional Emergency bersama BASARNAS
  • Pelatihan Pertolongan Pertama di SMAN 1 Seputih Banyak
  • Simulasi Kebakaran dalam rangka GERNAS K3 di PT. Pelindo
  • Simulasi Water Rescue di pantai selaki dengan PT. Bukit Asam

Dan melaksanakan beberapa tugas kemanusiaan :

  • Evakuasi kapal tenggelam di perairan selat sunda bersama BASARNAS
  • Pencarian dan evakuasi orang hanyut disungai Kali Balok bersama BASARNAS, BPBD, RAPI dan beberapa instansi pemerintah terkait.
  • Posko Siaga Tahun baru bersama BASARNAS di pos wilayah pantai mutun.
  • Ikut serta dalam Pemadaman Api di Kebakaran di jalan pagar alam dekat kampus Umitra, di daerah Campang, di daerah Tarahan, di Pasar Tengah Bandar Lampung bersama DAMKAR Kota Bandar Lamung, BPBD dan Tim Fire Rescue dari K3 PT. Bukit Asam

 

 

Gedung Rektorat Lt. 3. Jln. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung.

|sumber: youtube.com & laporan Rahmanisya Oktinurani

Video Profil Universitas Malahayati

MEMASUKI pintu gerbang Universitas Malahayati anda akan disuguhkan dengan pemandangan dan perasaan yang berbeda dari kampus lainnya. Anda akan seolah merasa sedang berada di puncak Bogor, karena rindangnya pepohonan yang membuat udara menjadi sejuk. Dengan luas sekitar 84 hektar, lahan berkontur berbukit itu disulap menjadi bagunan nan megah beserta fasilitas yang menunjang kegiatan pembelajaran 6ribu Mahasiswa/i menggali ilmu pengetahuan.

Fasilitas yang Lengkap dan staff pengajar yang berkompeten dengan dedikasi dan integritas tinggi akan memudahkan mahasiswa menyerap ilmu yang diajarkan

Berikut Video Profil Universitas Malahayati:

Rika Yulendasari; Dosen Ayu Dari PSIK

RIKA yulenda sari SKep Ns MKes, lahir di Palembang 27 tahun silam. Ia merupakan salah satu alumni yang kini menjadi dosen Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati. Ajeng, begitu biasa ia disapa, terlihat ayu dengan Hijab berwarna biru dipadukan batik yang beraksen biru pula Saat berbincang dengan malahayati.ac.id seusai yudisium mahasiswa akper dan PSIK di MCC, 04 Februari 2016.

Ia bercerita, mengenal Malahayati sejak 2007, saat ia menjadi mahasiswa baru di kampus ini. Empat tahun menempuh pendidikan, hingga meraih gelar Sarjana Keperawatan dan Ners ditahun 2012, ia akhirnya bergabung dengan Malahayati sambil melanjutkan studi pasca sarjananya di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Di Malahayati sendiri ia biasa mengampu mata kuliah Anatomi Fisiologi, dan Neurologi.

Wanita yang menikah ditahun 2015 ini mengatakan awalnya agak terasa kikuk saat bergabung dengan Malahayati sebagai pendidik, karena rekan kerjanya sekarang adalah dosen-dosennya saat kuliah dulu. Namun, ternyata di Prodi Keperawatan, ia disambut dan dirangkul dengan baik oleh para seniornya. Sehingga tidak ada kesenjangan diantara dosen senior dan dosen baru, mereka membaur menjadi satu kesatuan yang dinamis.

“Agak terasa aneh awalnya bila rekan kerja kita adalah dosen kita sendiri. Bayangan tentang kesenjangan dan senioritas pasti ada dibenak saya. Tapi kenyataannya justru sebaliknya, di PSIK saya disambut dengan baik. Saya bersyukur para dosen senior malah merangkul dan membimbing saya. Sehingga tidak ada kesenjangan diantara kami, bahkan menjadi sebuah sinergi yang mengalir dinamis,” kata Ajeng.

Sebagai alumni, ia berharap para alumni Malahayati bisa menghidupkan ikatan Alumni yang ada. Jalinan komunikasi harus terus berkelanjutan, sehingga informasi dunia kerja bagi fresh graduate lebih cepat tersebar. Ia mengatakan, Ikatan alumni yang kuat, akan sangat berpengaruh kepada keberhasilan efektifitas penyerapan lulusan di dunia kerja.[]

Abdul Halim; MC, Asisten Dosen, Sekaligus Koordinator Laboratorium Farmakologi Malahayati

WAJAH nya sudah tak asing lagi menghiasi setiap acara besar di Universitas Malahayati akhir-akhir ini. Ialah Abdul Halim, akrab disapa Obi merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran yang kerap menjadi Master of Ceremony (MC) baik di acara Yudisium FKU, wisuda maupun sumpah dokter. Ia mengatakan memang diminta langsung oleh panitia acara untuk menjadi MC di Graha Bintang.

“Saya kebetulan diminta oleh panitia untuk menjadi MC di setiap acara kedokteran, mungkin karena saya sedang mendalami hal itu. Saya mulai menjadi MC sejak Dekan Cup 2015, alhamdulilah masih diberi kesempatan hingga sekarang,” kata Obi saat berbincang dengan malahayati.ac.id di Graha Bintang 26 November 2015.

Obi juga selain aktif menjadi MC, ia tergabung dalam paduan suara Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Tak hanya itu, sebagai penyeimbang hobinya ia juga mengikuti LDF-Karim untuk belajar mengenai islam bersama rekan sejawatnya.

Selain aktif di kegiatan non akademik, sisi akademik Obi juga cukup cemerlang. Ia dipercaya menjadi asisten dosen Laboratorium Farmakologi sekaligus menjadi koordinator Laboratorium Farmakologi. Di waktu luangnya, ia juga menyempatkan diri mengajar juniornya mengenai farmakologi baik klinis maupun pre-klinis.

Sebagai mahasiswa asrama, Obi juga sangat senang dengan tempat yang ia tinggali selama tiga tahun lebih ini.

“Asrama di kampus ini yang membuat saya betah. Suasananya asyik dan nyaman. Fasilitasnya juga cukup lengkap, semua yang saya butuhkan ada disini,” kata Obi.

Selain itu ia juga salut terhadap para dosen dan pembimbing yang telaten mengajar dan tidak melepas mereka begitu saja. Hanya saja segi administrasi di Malahayati sepertinya harus lebih di sosialisasikan lebih merinci lagi kepada setiap mahasiswa. Agar informasi lebih terinci dan transparan lagi katanya.[]