Posts

Puisi “Ruang Kosong” Karya Mahasiswa Ekonomi

Ruang Kosong

Karya R Bara Pratama

 

Aku adalah ruang kosong
Sunyi tak berpenghuni
Aku adalah tumpukan bata merah
Terpaksa merekat dalam kehidupan yang pekat

Aku hanyalah seonggok daging
Menggumpal gempal tanpa makna
Lorong kosong tanpa arah
Berjalan memaksa tak berdaya

Aku berbeda
Aku bukan engkau atau dia
Ini wajah ku..bukan topengmu
Bukan pula fatamorgana penjilat dunia

Aku ya aku
Rangkaian tulang rapuh
Dengan segala kekuranganku
Tapi ini aku bukan engkau atau dia

Echa Soleha; Mahasiswi Berbakat FKM, Juara Naskah Peksemida Lampung 2016

ECHA Soleha, Mahasisiwi berprestasi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati. Siapa sangka, gadis periang berhijab ini ternyata memiliki kemampuan menulis puisi yang luar biasa. Tak heran jika ia mampu meraih juara III lomba naskah puisi di Pekan Seni Mahasiswa Daerah Lampung 2016.

Gadis kelahiran Krui, 18 Juli 1995 ini bercerita bahwa kecintaannya terhadap puisi memang sudah ada sejak kecil. Puisi adalah luapan perasaan dan emosinya yang terkadang hanya bisa diungkapkan melalui tulisan. Tak disangka, bakatnya ini membawa ia menjadi salah satu pemenang lomba naskah puisi.

“Ini merupakan pengalaman pertama saya menjadi bagian dari Peksemida. Sampai sekarang masih tidak menyangka kalau ternyata puisi yang saya tulis mengantarkan saya menjadi juara tiga di tangkai lomba penulisan puisi pada ajang seni mahasiswa daerah ini. Semoga kelak saya akan lebih baik dari ini untuk membanggakan almamater saya,” ujar Echa saat berbincang dengan malahayati.ac.id

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Universitas Malahayati karena telah memberikan ia kesempatan untuk berpartisipasi di Peksemida 2016.

“Terimakasih atas segala dukungan dan motivasi dari keluarga, sahabat, teman-teman peserta, para dosen Universitas Malahayati. Kepada seluruh panitia pelaksana dan dewan juri Peksemida 2016 saya ucapkan terimakasih. Semoga acara seperti ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terus berkarya,” kata Echa menutup pembicaraan.[]

Potret Pemberian Tropi Kepada Pemenang Lomba Peksemida Lampung 2016

PEKAN Seni Mahasiswa Daerah (Peksemida) Lampung, tangkai lomba seni suara dilaksanakan di Graha Bintang Universitas Malahayati hari ini, Senin 22 Agustus 2016. Diikuti oleh 35 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi dan Universitas di Lampung. Acara ini merupakan kegiatan rutin dua tahunan, sekaligus seleksi peserta untuk Pekseminas yang akan diadakan di Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara Oktober nanti.

Berikut ini potret pembagian tropi kepada Juara semua tangkai lomba:

 

 

Puisi Berjudul “Nona Manis” Karya R Bara Pratama

Nona Manis

Karya R Bara Pratama

 

Nona manis berlesung pipit
Rambut diikat membuatku terpikat
Menyendiri di bangku taman
Wajah muram mengapa gerangan?

Boleh kah aku mendekatimu?
Menghapus suram, mencoba menghiburmu
Aku ingin memberi senyum di sudut bibir mu
Membuat nanar di mata indahmu

Biarkan tubuh hangatku mendekapmu
Mengganti cinta yang meninggalkanmu
Memberi keindahan yang coba kau lupakan
Menggores kenangan baru dalam hidupmu

Aku bukan malaikatmu
Kaulah malaikatku!
Denganmu aku mampu mengerti indahnya penantian
Denganmu aku paham tegarnya ketulusan
Denganmu….
Aku mampu menjadi yang terbaik

Kinilah saatnya menghapus jarak antara kita
Aku tunjukkan Cinta Sejati itu apa!
Jika kau merasa akulah orangnya
Biarkan aku bersamamu selamanya

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan. Kontak saya di:

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr

Puisi “Kisah Cinta Musim Semi” Karya R Bara Pratama

Kisah Cinta Musim Semi

Karya R Bara Pratama

Semilir angin di musim semi
Cerita Dedaunan dengan kisah musim dinginnya
Para Kolibri nampak asyik muncucup nektar kesuakaannya

Aku masih ditemani secangkir kopi hangat
Melongok keluar jendela
Mengintip para jangkrik yang sedang memadu cinta
Benak ku melayang pada sosok mu yang begitu kurindukan
Engkau yang kini mungkin damai bahagia disana
Bersama sang pencinta…

Aku sangat merindukanmu
Begitu merindukan senyummu…
Masih ingatkah dengan ku sayang?
Lihat aku kini, aku dan kesuksesanku
Dengan segala yang kumiliki, aku masih merindukanmu
Merindukan cerita kita
Kisah tentang cinta dan keabadian

Diwaktu ini aku tak bisa bersamamu
Menemani malam dinginmu
Berada disampingmu..
Tapi kau ada disini, terpatri kokoh di relung hati
Hanya kasih dan doa tulus caraku mengenangmu
Mengenang kisah musim semi kita,
Kisah Cinta, asa dan keabadian rasa

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan. Kontak saya di:

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr

Puisi “Mencintaimu” Karya R Bara Pratama

Mencintaimu

Karya R Bara Pratama

Kuyakin cintaku bukanlah cinta yang paling sempurna
Hanya sebatas hati yang ingin memberi dan memiliki
Karena mencintaimu adalah keindahan dilangit biru
Kan kulakukan meski sulit bagi ragaku
Kesempurnaan..kebahagiaan..
Bukan apa dan siapa
Cukup ada “kita” semua akan terasa indah dan sempurna

Aku mencintaimu
Seperti bunga mencintai keharumannya
Seperti hujan mencintai tetasan airnya
Seperti bulan mencintai cahayanya malamnya
Seperti mentari yang mencintai kehangatannya

Aku mencintaimu bukan karena aku ingin memiliki apa yang ada didirimu
Hanya ingin manis senyum mu
Melukis rasa bahagia disetiap titian hidupmu

Mungkin jantung ini takan pernah berdetak selamanya
Tapi jika Tuhan mengizinkan
Selama jantungku berdetak
Ragaku mampu bergerak
Ijinkan kucintai mu dalam ketulusan

Tentang Penulis

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan. Kontak saya di:

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr

Puisi Berjudul “Metamorf Perjuangan” Karya R Bara Pratama

Metamorf Perjuangan

Karya R Bara Pratama

Berawal dari sebuah cerita kehidupan
Memaknai arti hidup dan keinginan untuk terus berjuang
Berjuang untuk hal yang dicintai
Berkorban untuk cinta yang kadang menyakiti

Tak salah jikalau aku berjuang terlalu keras
Bukankah hidup adalah tentang perjuangan?
Perjuangan soal hati, perjuangan soal kebenaran
Meski lelah akan tetap kuperjuangkan

Hidup tanpa perjuangan adalah hidup yang tak layak dihidupi
Lelah itu biasa, kesal, dongkol itu hanya bumbunya
Percayalah…semua selalu ada waktunya
Selalu ada waktu yang tepat untuk hal yang tepat

Tak ada sebuah sukses dari kemalasan
Lihat mereka!
Keringat darah yang bercucur deras
Darah yang luput dari matamu
Darah yang kini berganti emas
Bukti nyata metamorf perjuangan

Berjalan lah terus kedepan…
Berlarilah sekencang-kencangnya
Nikmati perjuangan ini dengan semilir angin kehidupan
Ukir ceritamu dengan metamorf perjuangan

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan. Kontak saya di:

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr

Puisi Berjudul “Bersyukur Atas Kehidupan” Karya R Bara Pratama

Bersyukur Atas Kehidupan

Karya R Bara Pratama

Hidup memang tak seindah cerita buaian
Kisahnya tak selalu berakhir indah bak cerita dongeng
Terkadang manis, Dalam Tragedi
Kadang pahit Dalam Percintaan

Hidup selalu digambarkan seperti roda…
Berputar dan terus berputar…
Dan kita hanyalah aktor sebuah skenario kehidupan
Yang sudah tertulis tak bisa terhindarkan

Lalu pantaskah kau menghujat Tuhanmu?
Yang telah baik mengukir kisah di hidupmu!
Memberi segala nikmat yang kau rasa hingga saat ini
Yang mencintaimu melebihi ciptaan lainnya

Manusia kadang lupa dari mana ia berasal
Bagaimana ia bisa hidup
Hingga berani mencaci sang pencipta hanya
Karena kerikil kecil yang menjegalnya

Haruskah kau melihat Tuhanmu dulu baru mengerti?
Atau menunggu terbelenggu oleh tipu daya kemunafikan
Sadarlah saudaraku..
Bersyukur adalah cara terbaik menikmati hidup
Tanpa hal itu, apa yang kau miliki saat ini hanya angin lalu..kosong..dan menyakiti

Puisi Berjudul “Kemenangan Kehidupan” Karya Syamsul Bakhri

Kemenangan Kehidupan

Karya Syamsul Bakhri

Hidup adalah perjuangan
Hidup adalah rintangan
Hidup tak segampang kita pikirkan
Hidup adalah perjuangan yang harus dimenangkan
Melawan rintangan yang mesti dihadapi

Meski kadang terombang -ambing tetap harus dijalani
Dengan penuh keihkhlasan hati
Itu anugrah yang harus disyukuri

Jika kau ingin menjadi seseorang
kau inginkan sesuatu
Berjuanglah dengan hatimu
Namun…

Saat hatimu seolah membisu
Tutup matamu..lihat dan bayangkan mereka yang mengasihimu
Yang menantikan keberhasilanmu

Disitulah kau akan menemui kunci kemenangan dalam hidup
Dan kemenangan akan menjadi milikmu
Hanya milik mu….

 

Syamsul Bakhri akrab disapa “Sam”, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Pemain Futsal Fakultas Ekonomi. Mencintai budaya Melayu, Lahir dan Tumbuh di Bengkalis, Riau. Kini sedang berjuang untuk meraih gelar sarjana melalui jalur beasiswa di Malahayati.

 

Puisi “Domba Bodoh Penyendiri” Karya R Bara Pratama

Domba Bodoh Penyendiri

Karya R Bara Pratama

Aku adalah domba bodoh penyendiri
Kurus, kering, layu, lemah tak berdaya
Lidahku mampu berkata dan meminta
Namun tak pernah didengar oleh mereka
Kawananku tuli! buta!
Apa hanya aku yang merasa lapar?
Atau mereka yang terlalu kenyang menelan tipuan?

Bunga Edelweis tumbuh indah di sungai duka
Burung Kolibri bercinta dibalik padang ilalang
Dan Aku hanya bisa terdiam, seolah pasrah untuk dijajah

Aku berteriak pada kawananku
Hancurkan pagar bambu yang melukai itu
Biarkan anak kita makan dari petani yang tamak itu

Mereka yang tega memerah susu domba tanpa henti
Mereka yang tak berkeringat, hanya berkoar memeras sana sini
Habisi saja mereka!

Apa daya kawananku masih tuli!
Mereka tuli, pengecut, ingin rasanya kumaki
Ingat lah kau orang tamak
Aku akan menjadi sang soliter
Aku akan terus merasa lapar
Lapar akan keadilan dan kebenaran

Kini akulah sang serigala keji
Kan kucabik jiwa tamakmu hingga mati

Tentang Penulis

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan. Kontak saya di:

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr