Posts

Potret Pulau Cinta di Pantai Dewi Mandapa [part 2]

PULAU Cinta di Pantai Dewi Mandapa. Lokasinya sendiri mudah ditemukan karena masih sejalan dengan pantai sari ringgung maupun pantai klara. Pantai ini kurang lebih berjarak 3km setelah pantai sari ringgung, lalu ada plang yang di sisi kiri dengan tulisan Pantai Dewi Mandapa.

Tak cukup sampai disitu, perjalanan setelah mengikuti petunjuk awal ini masih harus menempuh perjalanan kurang lebih 2km untuk sampai di pantai ini. Pantai kecil yang terletak di kawasan wisata Kabupaten Pesawaran ini masih nampak tenang dan sedikit sepi. Beberapa pengelola nampak tengah membersihkan jembatan penyeberangan yang ditata menuju serimbunan pohon bakau yang berjarak bebeberapa meter saja dari tepian.

Di pulau kecil ini, pengunjung bisa leluasa untuk bermain dengan pasir pantai yang putih, ataupun berenang di sekelilingnya karena kedalamannya yang tidak terlalu. Hanya sekitar seukuran dada orang dewasa. Uniknya di pulau cinta ini ada monumen seperti bunga lily di tengah pondok hati tepat di ujung pulau ini. Adapun pondok jamur, cocok sekali bagi Anda yang ingin duduk bersantai sambil menikmati pemandangan. Semua pondok dan ornamen di pulai ini menyerupai bentuk hati, indah bukan? Penasaran? Yuk berlibur di Lampung.

Berikut potretnya:

IMG_20160731_094449 IMG_1181 IMG_1184 IMG_1186 IMG_1211 IMG_1215 IMG_1216 IMG_1227 IMG_1259 IMG_20160731_093421

Potret Pulau Cinta di Pantai Dewi Mandapa [part 1]

PULAU Cinta di Pantai Dewi Mandapa. Lokasinya sendiri mudah ditemukan karena masih sejalan dengan pantai sari ringgung maupun pantai klara. Pantai ini kurang lebih berjarak 3km setelah pantai sari ringgung, lalu ada plang yang di sisi kiri dengan tulisan Pantai Dewi Mandapa.

Tak cukup sampai disitu, perjalanan setelah mengikuti petunjuk awal ini masih harus menempuh perjalanan kurang lebih 2km untuk sampai di pantai ini. Pantai kecil yang terletak di kawasan wisata Kabupaten Pesawaran ini masih nampak tenang dan sedikit sepi. Beberapa pengelola nampak tengah membersihkan jembatan penyeberangan yang ditata menuju serimbunan pohon bakau yang berjarak bebeberapa meter saja dari tepian.

Di pulau kecil ini, pengunjung bisa leluasa untuk bermain dengan pasir pantai yang putih, ataupun berenang di sekelilingnya karena kedalamannya yang tidak terlalu. Hanya sekitar seukuran dada orang dewasa. Uniknya di pulau cinta ini ada monumen seperti bunga lily di tengah pondok hati tepat di ujung pulau ini. Adapun pondok jamur, cocok sekali bagi Anda yang ingin duduk bersantai sambil menikmati pemandangan. Semua pondok dan ornamen di pulai ini menyerupai bentuk hati, indah bukan? Penasaran? Yuk berlibur di Lampung.

Berikut potretnya:

DSC_0030 DSC_0032

????????????????????????????????????

DSC_0035 DSC_0036 DSC_0037 DSC_0031 DSC_0039

Potret Rute Perjalanan ke Pantai Dewi Mandapa

PULAU Cinta di Pantai Dewi Mandapa. Lokasinya sendiri mudah ditemukan karena masih sejalan dengan pantai sari ringgung maupun pantai klara. Pantai ini kurang lebih berjarak 3km setelah pantai sari ringgung, lalu ada plang yang di sisi kiri dengan tulisan Pantai Dewi Mandapa.

Tak cukup sampai disitu, perjalanan setelah mengikuti petunjuk awal ini masih harus menempuh perjalanan kurang lebih 2km untuk sampai di pantai ini. Pantai kecil yang terletak di kawasan wisata Kabupaten Pesawaran ini masih nampak tenang dan sedikit sepi. Beberapa pengelola nampak tengah membersihkan jembatan penyeberangan yang ditata menuju serimbunan pohon bakau yang berjarak bebeberapa meter saja dari tepian.

Di pulau kecil ini, pengunjung bisa leluasa untuk bermain dengan pasir pantai yang putih, ataupun berenang di sekelilingnya karena kedalamannya yang tidak terlalu. Hanya sekitar seukuran dada orang dewasa. Uniknya di pulau cinta ini ada monumen seperti bunga lily di tengah pondok hati tepat di ujung pulau ini. Adapun pondok jamur, cocok sekali bagi Anda yang ingin duduk bersantai sambil menikmati pemandangan. Semua pondok dan ornamen di pulai ini menyerupai bentuk hati, indah bukan? Penasaran? Yuk berlibur di Lampung.

Berikut potretnya:

DSC_0018 DSC_0019 DSC_0021 DSC_0023  DSC_0025 DSC_0027 DSC_0028 DSC_0029 DSC_0030

Pulau Cinta di Pantai Dewi Mandapa

MATAHARI belum terlihat saat malahayati.ac.id menjejakkan kaki di Pantai Dewi Mandapa Minggu, 31 Juli 2016.Lokasinya sendiri mudah ditemukan karena masih sejalan dengan pantai sari ringgung maupun pantai klara. Pantai ini kurang lebih berjarak 3km setelah pantai sari ringgung, lalu ada plang yang di sisi kiri dengan tulisan Pantai Dewi Mandapa.

Tak cukup sampai disitu, perjalanan setelah mengikuti petunjuk awal ini masih harus menempuh perjalanan kurang lebih 2km untuk sampai di pantai ini. Cuaca yang tak bersahabat ini tak mengurungkan niat untuk berlibur di pantai nan tenang ini. Meski sempat diguyur hujan tak mengurangi keindahan pantai ini.

Pantai kecil yang terletak di kawasan wisata Kabupaten Pesawaran ini masih nampak tenang dan sedikit sepi. Beberapa pengelola nampak tengah membersihkan jembatan penyeberangan yang ditata menuju serimbunan pohon bakau yang berjarak bebeberapa meter saja dari tepian.

Untuk memasuki kawasan pantai ini, pengunjung hanya perlu membayar Rp 15 ribu/motor tepat di portal pintu masuk. Pemandangan laut lepas sebenarnya sudah langsung dapat kita nikmati dari area ini. Namun, tidak lengkap rasanya kalau tidak melanjutkan menyeberang mendekati laut lepas. Ada dua spot menarik yang bisa dipilih untuk sekadar selfie ataupun duduk santai sembari memasukkan air ke dalam laut. Tempat pertama adalah tempat bernama Pulau Cinta. Adalah pulau kecil dengan bentuk yang hampir menyerupai bentuk hati bila dilihat dari atas.

Bila ingin memasuki Pulau Cinta ini, pengunjung akan terlebih dahulu melewati jembatan penyeberangan dan semacam gerbang kecil sebagai ‘pintu masuk’ Pulau Cinta. Untuk memasukinya, cukup dengan menambah membayar biaya masuk sebesar Rp 10 ribu/orang. Di pulau kecil ini, pengunjung bisa leluasa untuk bermain dengan pasir pantai yang putih, ataupun berenang di sekelilingnya karena kedalamannya yang tidak terlalu. Hanya sekitar seukuran dada orang dewasa.

Uniknya di pulau cinta ini ada monumen seperti bunga lily di tengah pondok hati tepat di ujung pulau ini. Adapun pondok jamur, cocok sekali bagi Anda yang ingin duduk bersantai sambil menikmati pemandangan. Semua pondok dan ornamen di pulai ini menyerupai bentuk hati, indah bukan? Penasaran? Yuk berlibur di Lampung.[]

Pulau Kelagian Kecil; Pulau Berpasir Putih yang Menawan

JAMBRUD Khatulistiwa, begitulah masyarakat dunia memandang Indonesia. Sebuah negeri yang keindahannya bagai jamrud yang terletak di sabuk bumi, Sang Khatulistiwa. Setiap provinsi di Indonesia mempunyai keindahannya tersendiri, tak terkecuali Lampung, sebuah negeri dengan dua suku, Sai Bumi Ruwa Jurai. Lampung terletak di bagian paling selatan dari Pulau Sumatera, salah satu dari 5 pulau besar di Indonesia. Lampung terkenal dengan kopi dan ladanya serta keindahan alam yang tak ada habisnya. Mulai dari pegunungan, laut, air terjun dan berbagai keindahan lainnya bisa Anda temukan di Lampung.

Ada banyak spot wisata di Lampung ini, salah satunya pulau kelagian kecil. Pulau kelagian kecil adalah pulau kecil berpasir putih, yang menjadi primadona ketika liburan, selain pulau pahawang yang berada tak jauh dari pulau ini.

Pulau kelagian kecil memiliki jarak yang cukup dekat dari kota Bandar Lampung. Untuk mencapainya kalian harus terlebih dahulu menuju Pelabuhan Ketapang, Lampung yang dapat ditempuh sekitar 2 jam perjalanan dari pusat kota Bandar Lampung. Dari dermaga ini kalian dapat menyewa boat untuk langsung menuju Pulau Kelagian Kecil yang jaraknya hanya sekitar 20 menit mengunakan boat.

Pulau kelagian kecil ini biasanya masuk dalam daftar pulau yang dikunjungi dalam paket perjalanan atau paket Open Trip ke pulau pahawang dan sekitarnya. Dengan tarif antara 200-300 ribu pulang pergi yang akan diantar menuju pulau dan kemudian dijemput kembali setelah kita puas bermain-main di pulau. Bagi yang suka snorkeling, mereka menyediakan perahu dengan tarif sedikit lebih mahal sekitar 300-400 ribu seharian dan diantar ke beberapa spot menarik diseputar gugusan pulau-pulau tersebut. Yang tidak membawa perlengkapannya pun bisa menyewa dengan biaya sebesar Rp. 50.000.

Pulau kelagian kecil menjadi salah satu pulau yang wajib dikunjungi di Lampung, karena memiliki keindahan alam pantai yang sangat menakjubkan. Pasirnya yang berwarna putih, halus seperti terigu serta warna perairan laut yang biru membuat siapapun jatuh hati padanya. Landscape yang disuguhkan semakin sempurna dengan bukit serta keberadaan pulau-pulau tak berpenghuni yang mengelilinginya.

Banyak aktivitas yang dapat dilakukan di pulau kelagian kecil, kegiatan yang paling populer adalah snorkeling, memancing atau sekedar berjemur di tepi pantai. Sesuai dengan namanya, pulau ini memang terbagi menjadi dua, yakni Pulau kelagian kecil dan pulau kelagian besar. Namun banyak wisatawan yang lebih memilih untuk berkunjung ke kelagian kecil karena tekstur keindahan alamnya yang lebih indah dan lebih tenang.

Spot snorkeling di pulau kelagian kecil juga memiliki karang yang sangat indah serta terdapat berbagai jenis ikan yang tinggal, sehingga dapat memanjakan mata kalian. Air yang masih sangat jernih membuat kegiatan berenang atau snorkeling di pulau ini menjadi sangat menyenangkan.

Dikarenakan pulau ini tak berpenghuni, bagi kalian yang ingin bermalam sebaiknya membawa tenda serta perbekalan yang cukup. Untuk mendirikan tenda kalian harus membayar biaya, namun harganya masih sangat terjangkau.

Tips Berkunjung Ke Pulau Kelagian Kecil

  • Bawa dan pakailah sunblock, karena panas matahari akan begitu menyengat disini.
  • Tidak ada yang berjualan di Pulau kelagian Kecil, jadi sebaiknya kalian membawa bekal sendiri jika ingin makan siang disini.
  • Tidak ada penginapan di Pulau Kelagian Kecil. Jika kalian ingin bermalam di pulau ini, sebaiknya membawa tenda. Karena pulaunya sendiri begitu sepi, jadi akan sangat menyenangkan untuk memasang tenda dan bermalam disini.
  • Hanya ada satu kamar mandi untuk berganti pakaian, namun tidak ada air didalamnya. Perhitungkan untuk membawa air bersih dalam jumlah yang cukup, jika ingin berlama-lama di Pulau Kelagian Kecil ini.
  • Bawa alat Snorkeling jika kalian ingin mencoba snorkeling di sekeliling pulau.

|sumber: liburmulu.com dan dikutip dari berbagai sumber |foto: dananwahyu.com

Indahnya Sunset di Pulau Umang-umang

INDONESIA dianugerahi lebih dari 13 ribu pulau besar dan kecil. Letaknya yang berada tak jauh dari khatulistiwa membuat tiap pulau memiliki spot-spot menarik untuk melihat sunrise dan sunset. Setiap daerah pun identik dengan tempat-tempat indah untuk menyaksikan matahari terbit dan tenggelam, seperti sunrise Bromo di Jawa Timur atau sunset di Kuta Bali.

Nah, Provinsi Lampung yang terletak di ujung selatan Pulau Sumatera dan bagian barat kepulauan di Indonesia pun memiliki beberapa spot sunset yang menarik, salah satunya di Pulau Umang-umang.

Nama Pulau Umang-umang memang tak setenar beberapa pulau kecil lainnya yang sudah lebih dulu terkenal sebagai destinasi tropis di Indonesia, namun pulau kecil ini memiliki spot sunset yang cukup cantik.

Pulau yang luasnya hanya sekitar dua kali lapangan bola ini terletak di Kecamatan Lampung Selatan, bisa diakses dari Pelabuhan Canti dengan waktu penyeberangan kurang lebih satu sampai satu setengah jam.

Letak Pulau Umang-umang berdekatan dengan Pulau Sebesi. Pulau ini menawarkan pemandangan mempesona dengan karakteristik pantai berpasir putih. Karena ukurannya yang tak terlalu luas, Pulau Umang-umang cocok untuk aktivitas island hopping, terutama di bagian timur dengan pantai berpasir putih yang landai, serta bagian barat dengan bebatuan granit berwarna gelap khas kawasan barat Indonesia.

Sisi barat pulau yang terdiri dari bebatuan granit dan sedikit vegetasi bakau inilah yang menjadi spot sunset terbaik di Pulau Umang-umang. Posisinya yang langsung menghadap ke arah matahari tenggelam, dengan latar belakang Gunung Sebesi di seberang pulau, menjadikan suasana senja makin indah untuk dinikmati.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke pulau ini adalah pada awal dan akhir musim kemarau, sekitar bulan April dan Oktober. Pada periode ini cuaca cukup cerah dan ombak laut relatif tak terlalu besar sehingga tidak menghalangi akses penyeberangan ke pulau mungil ini.

Pulau Umang-umang tidak berpenduduk, juga tidak ada penginapan maupun penjual makanan di sini. Fasilitas tersebut bisa Anda dapatkan di Pulau Sebesi, yang letaknya hanya sekitar 15 menit menyeberang dari Pulau Umang-umang.

Untuk mencapai destinasi ini, Anda harus menyeberang dengan perahu motor selama kurang lebih satu sampai satu setengah jam dari Pelabuhan Canti, Rajabasa, Lampung Selatan. Satu perahu motor bisa muat 20 sampai 25 orang. Pelabuhan Canti bisa diakses dari Bandar Lampung sekitar satu jam perjalanan normal. Sementara untuk menuju Bandar Lampung sendiri aksesnya cukup mudah, yakni dengan rute Merak – Bakaheuni dari ibu kota Jakarta.

Sumber |naskah: dari berbagai sumber |foto: hipwee.com

Diasingkan dari Sumatera, Kini Pulau Ini Memberi Kejutan bagi Indonesia

“Diasingkan” dari Sumatera oleh proses geologi, Pulau Enggano yang terletak di Provinsi Bengkulu kini memberi kejutan bagi Indonesia. Ekspedisi penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkap flora serta fauna khas dan belum dikenal sebelumnya.

Jenis baru flora bahkan dijumpai pada bangsa tanaman yang sudah dikenal luas. Jahe misalnya. Peneliti LIPI menemukan jahe yang tidak seperti jahe umumnya yang dibuat wedang. Jahe yang dinamai Zingiber engganoensis itu berbeda dengan jahe lain dari daunnya yang lebih tipis serta bunganya yang khas.

Jahe baru dari Enggano (Zingiber engganoensis) dan kerabat terdekatnya, Zingiber spectabile

Amir Hamidy, koordinator ekspedisi Enggano, mengungkapkan bahwa kebaruan spesies jahe itu telah dikonfirmasi dengan analisis DNA. “Bulan depan mungkin sudah akan terbit publikasi spesies baru ini,” ungkapnya dalam konferensi pers di LIPI, Kamis (5/11/2015).

Salak hutan yang dikoleksi di Pulau Enggano lewat Ekspedisi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. lain dengan salak biasanya, jenis ini memiliki buah yang tersusun menjuntai.

Selain jahe, peneliti juga meyakini bahwa jenis salak yang ditemukan di Enggano merupakan jenis baru. Salak itu sekarang dideskripsikan sebagai asam kelubi (Eleiodoxa conferta). Namun, penampakannya mirip dengan salak umumnya, Sallaca affinis. Peneliti menduga, salak itu khas Enggano.

Ninox sp dan Alcedo sp, burung hantu dan burung raja udang yang diyakini jenis baru dari Enggano.

Dari golongan fauna, peneliti LIPI meyakini ada dua jenis burung baru. Salah satu jenis burung baru adalah burung hantu, Ninoxspp. Jenis lain adalah raja udang, Alcedo spp. Raja udang di Enggano berbeda signifikan dengan jenis yang sama di Pagai dan Mentawai.

katak-enggano-dan-bahasanya
Dari golongan katak, Amir sebagai peneliti amfibi meyakini ada dua jenis baru. Ia mengatakan, setiap katak memiliki bahasa yang berbeda untuk menarik pasangan. “Bahasa antara katak di Bengkulu dengan di Enggano berbeda. Kalau sudah bahasanya berbeda, berarti jenisnya juga berbeda,” ujarnya.

Dari spesies-spesies yang telah didata, peneliti memperkirakan ada 14 spesies yang diyakini pasti baru. “Satu tumbuhan, 2 katak sudah yakin baru karena analisis genetiknya sudah keluar, 2 kelelawar, 1 jenis ikan, 2 jenis udang, 2 jenis capung, dan 4 jenis kupu-kupu,” urai Amir.

Ular tikus Enggano (Coelognathus enganensis)

Enggano tidak hanya memberi kejutan karena jenis-jenisnya baru, tetapi juga karena adanya jenis yang tak diduga bisa ditemukan. Salah satunya adalah ular Coelognathus enganensis. Selama 80 tahun, ular itu menghilang. Ekspedisi Enggano pada April-Mei 2015 lalu berhasil menemukannya kembali.

Kejutan lain adalah udang jenis Macrobrachium bariense dan M placidulum. Biasanya, dua jenis udang tersebut dijumpai di timur garius Wallacea atau secara umum di timur Sulawesi. Namun, untuk pertama kalinya, dua jenis itu dijumpai di bagian barat Indonesia.

Dua jenis udang itu dijumpai dalam ukuran yang lebih kecil. Bila di timur garis Wallace ukurannya antara 20-30 sentimeter, di Enggano ukurannya hanya 10-15 sentimeter. Karena itu, para peneliti LIPI meyakini bahwa dua udang tersebut merupakan jenis baru.

Beragam kejutan berupa keanekaragaman hayati bisa dijumpai di Enggano karena pulau tersebut terpisah dari Sumatera. “Karena mengalami isolasi, perkembangan evolusi biotanya juga berbeda. Jadi, biota di Enggano sangat khas dan endemisitasnya tinggi,” kata Amir.

|sumber: kompas.com, kaskus.co.id

Kemolekan Pantai Kelagian yang Menawan

TEPAT di Desa Ketapang yang masuk wilayah Kabupaten Pesawaran, Lampung. Pantai dengan pasir sehalus tepung ini membentuk garis pantai. Melengkung mengitari pulau dengan perpaduan tepian pantai yang tidak berombak bergradasi biru dan hijau tosca.

“Selamat Datang di Pulau Kelagian” begitu gapura selamat datang di pantai ini. Pantai Kelagian ini bisa ditempuh dengan menyeberang dari Pantai Klara atau Dermaga Ketapang, Padang cermin, Pesawaran Lampung Timur. Menempuh jarak sekitar 30 KM selama kurang lebih 30 menit kami berangkat dari Tanjung Karang menuju pelabuhan Ketapang, sampai disana tersedia tempat parkir mobil dan beberapa orang yang akan menawari kita jasa mengantar ke pulau.

Dengan tarif antara 200-300 ribu pulang pergi yang akan diantar menuju pulau dan kemudian dijemput kembali setelah kita puas bermain-main di pulau. Bagi yang suka snorkling, mereka menyediakan perahu dengan tarif sedikit lebih mahal sekitar 300-400 ribu seharian dan diantar ke beberapa spot menarik diseputar gugusan pulau-pulau tersebut. Yang tidak membawa perlengkapannya pun bisa menyewa dengan biaya sebesar Rp. 50.000.

Pulau Kelagian ini sudah dikelola dengan cukup baik, penjaga pulau yang bersahabat mengenakan kami tarif sebesar 3000 rupiah per orang dan untuk sewa pondok kecil di pinggir pantai dikenakan sewa sebesar 20.000 rupiah.

Semua pesona dan keindahan alam itu, akan membuat pengunjung tergerak untuk kembali ke pulau ini. Pulau Kelagian sebagai salah satu destinasi wisata yang sangat indah. Sungguh, begitu indah Indonesiaku! Lampungku!

 

552c5c196ea834bd768b4569 6od_00046668a images IMG_0601

Wisata Alam Pulau Mengkudu di Lampung Selatan

JALANAN berliku dengan view perbukitan, punggung Gunung Rajabasa ini menjadi pemandangan menarik saat akan menuju salah satu spot jalur wisata yang ada di Lampung Selatan.  Salah satunya adalah pulau mengkudu di Kecamatan Rajabasa yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Ibukota Kabupaten Kalianda. Dan dibutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk tiba di bibir pantai desa belebuk Kecamatan Bakauheni.

Pantai belebuk merupakan lokasi paling strategis untuk menuju pulau mengkudu. Di pantai ini sejumlah perahu nelayan siap mengantarkan pengunjung ke pulau mengkudu yang hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Adapun jalan darat untuk sampai ke pulau mengkudu, namun jalan yang licin dan curam tidak dianjurkan bagi  pengunjung untuk menggunakan rute ini.

Keindahan alam nan memesona sudah tersaji dan bisa dinikmati telanjang mata di sepanjang perjalanan menuju pulau mengkudu. Hamparan pepohonan hijau seakan tersusun rapi dan berjajar di tepi pantai dan pulau yang dilewati.

Pulau mengkudu tidak terpisah langsung dengan daratan  melainkan dihubungkan dengan hamparan pasir putih seluas 10 meter dengan panjang sekitar 200 meter. Pasir  putih penghubung pulau mengkudu membelah laut membuat areal pantai di sekitarnya tampak begitu berbeda dengan wisata lain.

Air laut disekitarnya begitu jernih biru dan tenang, pasir putih berkarang dan berbatu terhampar memanjang. Pulau Mengkudu ini menjadi lokasi yang sangat unik dan menjadi lokasi tepat untuk menenangkan diri karena jauh dari hiruk pikuk. Cocok untuk mencari keheningan dan mensyukuri keindahan yang telah diberikan Pencipta di alam Indonesia khususnya di Lampung Selatan. Selain itu , terdapat juga pesona pantai batu berlapis.

Bersantai Menikmati Indahnya Alam Pulau Pisang

BERJALAN menyusuri pantai nan sunyi dengan segala keramahan yang disuguhkan alam kepada kita adalah sensasi yang sulit dilupakan, kawanan lumba-lumba hidung botol terlihat melompat bebas di permukaan laut sambil bercengkrama dengan kelompoknya adalah suatu atraksi yang membuat decak kagum setiap mata yang melihatnya. Keramahan warga setempat serta rumah adat dengan ornamen dan arsitektur tradisional adalah hal menarik yang disuguhkan oleh pulau kecil ini.

Pulau pisang begitu warga sekitar menyebutnya, terletak di Kecamatan Pulau Pisang, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Dengan luas sekitar 150 Hektar memang terlihat seperti buah pisang jika diperhatikan dari atas.

Tempat wisata ini memang lain dari yang lain, jika biasanya anda disuguhkan segala macam sensasi aktifitas ekstrem dan kegiatan wisata laut pada umumnya, justru kelebihan tempat ini adalah anda tidak perlu melakukan apapun, cukup menikmati suasana alam pulau yang begitu tenang dan alami sambil bersantai menikmati waktu tanpa aktifitas apapun.

Bersantai dan menikmati minuman dingin di tepi pantai sambil mendengar nyanyian alam. Deburan ombak yang kembali ke pantai, suara angin yang membisik ke telinga, ditambah lagi kicauan burung dan tarian nyiur akan membuat hati dan pikiran anda melayang, tenang terbawa hembusan angin pantai nan sejuk.

Bersantai memang hal terbaik yang di suguhkan tempat ini, namun anda tetap bisa menikmati berbagai keindahan panorama laut sambil memancing, snorkling, bahkan surfing.

Tempat ini juga spot yang indah untuk mengabadikan foto, tak perlu kamera atau skill yang hebat, tempat ini akan selalu bagus terlihat hasilnya di layar kamera anda.

Bagi anda yang ingin menikmati indahnya Pulau Pisang, anda bisa memulai perjalanan dari Dermaga Krui atau Dermaga Tembakak, sekitar 45 menit perjalanan ke Pulau Pisang menggunakan kapal motor yang bisa disewa di dermaga. Perlu diketahui, di Pulau Pisang belum tersedia listrik dan penginapan, hanya ada homestay dan menggunakan genset sebagai sumber listrik.

Berikut ini adalah panorama keindahan Pulau Pisang dikutip dari berbagai sumber:

Dermaga Pulau pisang

Pasir putih nan lembut

Panorama alam pul;au pisang

kapal yang terbengkalai di Pulau pisang menambah keunikan tempat ini