Posts

Astriana, Ratna Dewi Putri dan Herlina Aprilia; Jurnal Pengaruh Lemon Inhalasi Aromatheraphy Terhadap Mual pada Kehamilan di BPS Varia Mega Lestari SST MKes Batu Puru Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan tahun 2015

Astriana bersama Ratna Dewi Putri dan Herlina Aprilia telah menulis sebuah jurnal penelitian dengan judul “Pengaruh Lemon Inhalasi Aromatheraphy Terhadap Mual pada Kehamilan di BPS Varia Mega Lestari SST MKes Batu Puru Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan tahun 2015“.

Jurnal ini membahas mengenai mual dan muntah yang terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% terjadi pada multigravida. Satu diantara seribu kehamilan gejala-gejala lain menjadi berat. Menurut data World Health Organitation (WHO), pada tahun 2012, sebanyak 585.000 perempuan meninggal saat hamil atau persalinan. Sebanyak 99% kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara berkembang. Rasio kematian ibu di negara-negara berkembang merupakan tertinggi dengan 450 kematian ibu per 100 ribu kelahiran bayi hidup jika dibandingkan dengan rasio kematian ibu di 9 negara maju dan 51 negara persemakmuran.

Hasil presurvey yang dilakukan pada tanggal 13 juni 2015 di BPS Varia SST MKes Batu Puru Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan didapat data pada bulan Mei 2015 terdapat 50 orang ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya, dari 17 orang ibu hamil yang disurvei 15 diantaranya mengalami mual muntah.

Tujuan penelitian pengaruh lemon inhalasi aromatherapy terhadap mual pada kehamilan di BPS Varia S.ST.,M.Kes desa Tanjung Sari Kecamatan Natar Kab. Lampung Selatan Tahun 2015.

Baca selengkapnya:

29-92-1-PB

Ratna, Wakaprodi Penyejuk Kebidanan

KACAMATA mungil yang dikenakannya itu bercerita banyak tentang dosen ini. Selain menjadi penambah manis raut wajahnya, juga seolah menggambarkan kecerdasan yang tersimpan di balik kerudungnya.

Dialah Ratna Dewi Putri, SST. Wakaprodi DIII dan DIV Kebidanan Universitas Malahayati ini disenangi mahasiswa. Kehadiran dosen yang lahir di Metro, Lampung, 7 Juli 1987, dianggap menjadi penyejuk.

Ratna, begitu biasa disapa. Ia memang asli Lampung. Sedari kecil sudah merasakan kehidupan Lampung. Mulai dari sekolah dasar dan SMP di Lampung Timur, sedangkan SMA di Metro.

Ratna, mulai memasuki dunia kesehatan sejak ia mengambil DIII Kebidanan Poltekes Menkes, Kemudian melanjutkan ke DIV Kebidanan Universitas Padjadjaran Bandung. Pendidikan terakhirnya adalah Pasca Sarjana Kesehatan Masyarakat di Universitas Malahayati.