Posts

Bertemu Mahasiswa RB Media Abulyatama, Berbincang Sambil Melepas Rindu

BERTEMU mahasiwa Rusli Bintang Media (RB Media) dari Universitas Abulyatama adalah suatu kesempatan yang begitu bernilai dan berharga bagi saya. Kami bertemu dan berkumpul di lapangan Blang Padang Banda Aceh pada Selasa, 26 Juli 2016. Acara temu ramah ini dihadiri oleh delapan mahasiwa, diantaranya lima mahasiwa dari Universitas Abulyatama, satu mahasiwa dari Malahayati dan dihadiri pula oleh dua mahasiswa Malikussaleh dan satu mahasiswa UIN Ar-Raniry Aceh. Acara temu ramah ini berjalan dengan lancar.

ketika itu kami sedang duduk-duduk menyantap es buah, Silvira Nazzai datang dan lansung menyapa nama saya CMW di tengah keramaian. CMW adalah singkatan nama dari Cut Mutiawati. Begitulah sapaan nama yang begitu rindu didengar dari teman lama yang tidak berjumpa lima tahun lamanya. Saya lansung tertawa dan menggenggam tangannya begitu erat. Silvira Nazzai adalah teman dekat saya di pondok pesantren Misbahul Ulum dulu dan ia sekarang adalah seorang mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama. Kami memanfaatkan kesempatan berumpul ini untuk benbincang-bincang sambil melepas rindu.

Saat arloji menunjukkan pukul 17:00 WIB, semua mahasiwa pun telah berkumpul dan kami masih menunggu kehadiran tamu istimewa yang belum kunjung hadir. Bang Budi dan Bang Riski adalah abang kami yang ingin duduk bersama untuk bersilaturrahmi juga di lapangan Blang Padang pada sore itu. Bang Riski adalah anak kandung dari Ayah Rusli Bintang pemilik Universitas Malahayati dan Universitas Abulyatama. Karena abang kami berhalangan hadir, kami pun lansung melanjutkan perbincangan sambil menyantap jajanan di Blang Padang.

“Ayah Rusli ureung yang dermawan, tingat teu keu goknyan artinya Ayah Rusli adalah sosok yang dermawan, saya rindu akan Ayah Rusli”, ucap saya memulai pembicaraan. Dari pembicaraan awal itulah mengalir pembicaraan yang begitu akrab. Ternyata Rusli Bintang seorang yang ramah dan dermawan dengan siapa saja dan sangat menghormati tamunya. Saya bercerita tentang ayah Rusli yang begitu menyayangi anak yatim. Ayah Rusli rutin mengadakan kegiatan acara anak yatim di danau Universitas Malahayati setiap hari Sabtu. Seperti yang disebutkan dalam hadist Rasulullah SAW :”bahwa siapa saja yang menyayangi anak yatim, maka di surga bersama RAsulullah SAW bagaikan jari telunjuk dan jari tengah”.

Begitulah perbincangan para mahasiswa temu ramah dalam berbincang-bincang sambil melepas rindu kepada Ayah Rusli Bintang. Tak terasa waktu senja pun tiba dan kami pun mengakhiri acara temu ramah ini dengan saling bersalaman. kami berharab semoga acara temu ramah selanjutnya bisa mengumpulkan seluruh mahasiswa dari RB Media Batam, Lampung, dan Jakarta. Selain kami bisa berkumpul untuk bersilaturrahmi, disinilah kami bisa saling berbagi ilmu, cerita dan pengalaman mengenai Rusli Bintang Media.

Salam jurnalis Rusli Bintang Media !!!.[]

Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia

03 Mei ditetapkan sebagai Hari Kebebasan Pers Sedunia. Menurut pakar sejarah massa Orde baru yang dipimpin Presiden Soeharto, hari kebebasan pers terkenal sepanjang sejarah bukanlah massa atau rejim dengan kebebasan pers yang baik dan independen, jadi keputusan itu dinilai oleh banyak pakar terlalu banyak kepentingan politis. Tetapi, disamping banyaknya perdebatan tentang sejarah hari pers di Indonesia, dunia internasional tetap merayakan momentum kebebasan pers sedunia yang jatuh pada 03 Mei 2016.

Hari Kebebasan Pers Sedunia merupakan momentum bagi jurnalis, perusahaan media, pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk merefleksikan kembali praktik kebebasan pers dan independensi media di Indonesia, sebagai prasyarat sebuah negara yang demokratis.

Hari Kebasan Pers Sedunia ditetapkan pada 03 Mei karena beralasan akan disamakan dengan hari lahirnya PWI atau Persatuan Wartawan Indonesia, 09 Februari 1946, padahal PWI sendiri bukan sebagai organisasi wartawan paling pertama di Indonesia. Penetapan 09 Februari sebagai hari pers adalah bermuncul saat adanya beberapa tokoh orde baru, Harmoko, yang waktu itu ia menjabat selaku ketua PWI Pusat. | Sumber: http://www.indoberita.com/2015/05/15396/sejarah-singkat-hari-kebebasan-pers-sedunia-bagi-indonesia/, http://www.tribunnews.com/nasional,

Dua Karya Mahasiswa Kedokteran Ini Masuk Nominasi Foto Terbaik di Kontes “Potret Demokrasi”

Aji Sukma Bayu Saputra, mewakili RB Media Center mengikuti lomba fotografi bertajuk “Potret Demokrasi 2015” yang diadakan oleh KPU Kota Bandar Lampung. Dua karya nya masuk 17 besar dari 200 peserta dengan nominasi karya terbaik dan masuk dalam galeri pameran fotografi di Mall Boemi Kedaton (MBK) Kamis, 17 Desember 2015. Selain karyanya dipajang di khalayak ramai, ia juga mendapat kesempatan untuk foto bareng Roy Genggam, salah satu maestro fotografi Indonesia.

“Saya gak nyangka hasil jepretan saya bisa masuk 17 besar. Ini pertama kali saya ikut kompetisi di Lampung untuk fotografi. Biasanya, saya berkutat di dunia short movie maker. Terima kasih juga buat RB Media yang mempercayai saya untuk mewakili mereka,” kata Bayu saat berbincang dengan malahayati.ac.id, Jumat 18 Desember 2015.

Bayu mengatakan selain mendapat kehormatan di pameran galeri foto demokrasi Lampung dan berfoto dengan Roy Genggam, ia juga memperoleh ilmu tentang fotografi di Exhibition & Workshop bersama Roy Genggam di MBK. Ia berharap even seperti ini bisa terus diadakan untuk menyalurkan bakat-bakat fotografi yang ada di Lampung.

Berikut dua karya Bayu yang menjadi 17 karya terbaik di potret demokrasi photography contest:

32 12