Posts

Bertemunya Dua Sahabat Karib; Rektor Kadafi dan Bupati Dendi

DUA-duanya masih sangat muda. Dua-duanya juga sukses di bidangnya masing-masing. Satunya sukses di bidang pendidikan dan kesehatan, dialah Dr Muhammad Kadafi SH MH, yang saat ini adalah Rektor Universitas Malahayati, Bandar Lampung, ia juga adalah  Direktur RS Pertamina-Bintang Amin.

Satunya lagi, H Dendi Ramadhona ST, sukses dalam bisnis konstruksi dan juga moncer berkarier politik. Dendi telah dua periode menjadi anggota DPR Provinsi Lampung, dan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Psawaran terpilih menjadi Bupati di sana.

Mereka berdua ini sudah bersahabat karib sejak masa-masa remaja di SMA. Sama-sama menyukai sepeda motor, dan setiap hari jalan-jalan bersama berkeliling Lampung. Dendi, pada Rabu 16 Maret 2016, mengunjungi temannya Kadafi ke kampus Universitas Malahayati. “Kami bersilaturahmi,” katanya.

Kini setelah sukses di dunianya masing-masing, mereka tetap saling memberi masukan dan pendapat untuk saling mendukung. Tetap saling bertelepon untuk sekedar berdiskusi.

Lalu apa kata Kadafi tentang sahabatnya itu? “Dendi adalah orang yang sangat dekat dengan masyarakat. Dia unsur pemerintah yang benar peduli pada masyarakat. Terbukti dia terpilih dua periode di DPR Provinsi, dan kemudian terpilih sebagai bupati, sangat berpengalaman melihat kebutuhan masyarakat,” kata Kadafi.

Kadafi berkeyakinan, Dendi akan membawa pembahuran untuk masyarakat Pesawaran. “Kalau bicara pelayanan publik dia akan totalitas, dia sangat konsen ke pendidikan dan kesehatan, sebab itu unsur mendasar yang menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Menurut Kadafi, kemungkinan akan ada jalinan kerjasama antara Universitas Malahayati, RS Pertamina-Bintang Amin, dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran. “Kita akan membuat desa pembinaan di sana, akan meningkatkan pelayanan rumah sakit di Pesawaran. Apalagi secara geografis, RS Pertamina-Bintang Amin sangat berdekatan dengan Pesawaran,” katanya. []

Potret Kegiatan Koas di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin

Koas atau ko-asisten adalah seorang mahasiswa yang masih dalam tahap pendidikan dalam memenuhi kompetensi sebelum dinyatakan sebagai seorang dokter. Rumah sakit pendidikan adalah rumah sakit umum yang digunakan fakultas kedokteran dalam memenuhi sebagian atau seluruh kurikulumnya dalam membantu pencapaian sebagai seorang dokter.

Mereka yang Melaksanakan Koas sebelumnya telah melakukan 2 tahap yaitu kuliah umum atau wajib lalu Tahap kedua adalah masa preklinik atau perkuliahan biomedik dasar. Biasanya masa pendidikan ini berlangsung selama 2,5 sampai 4 tahun sebelum akhirnya di nyatakan lulus sebagai Sarjana kedokteran.

Koas hakekatnya adalah untuk belajar. Ketika peserta koas dihadapkan dengan seorang pasien, mereka memang melakukan tindakan seperti yang dilakukan dokter. Namun, pada dasarnya seorang dokterlah yang tetap menjadi penanggung jawab pasien itu.

Penasaran bagaimana potret kegiatan Koas di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin.

 

Ini Pendapat Pasien Terhadap RS Pertamina-Bintang Amin

RUMAH Sakit Pertamina-Bintang Amin rupanya cukup diminati oleh pasien. Terlihat setiap harinya RS yang berada dalam kompleks Kampus Universitas Malahayati, Jalan Pramuka No. 27, Kemiling, Bandar Lampung, ini tak pernah sepi pasien.

Dengan memiliki fasilitas yang memadai, keberadaan dokter yang berkompeten dan perawat yang sigap ikut mempengaruhi minat masyarakat berobat ke RS Pertamina-Bintang Amin. Selain itu, rumah sakit ini juga bisa melayani pasien BPJS kesehatan.

Menurut penuturan seorang pasien yang juga anggota BPJS Kesehatan, Rohani Jamil, dirinya lebih memilih pelayanan di RS Pertamina-Bintang Amin, ketimbang rumah sakit  lainya. Selain fasilitas, pelayanan terhadap pasien sangat kurang, sehingga ketika ingin berobat atau menebus obat harus menganteri lama.

“Dibanding dengan rumah sakit lainnya, fasilitas yang ditawarkan RS Pertamina-Bintang Amin jauh lebih nyaman dan lebih bersahabat. Saya sering berobat kesini, bahkan pernah di rawat disini,” terangnya saat di wawancarai malahayati.ac.id, beberapa waktu lalu.

Hal senada juga diakui Mahmud yang juga menjadi salah satu pasien rawat inap disini, telah beberapa hari di rawat di RS Pertamina-Bintang Amin. menurutnya rumah sakit ini memiliki peralatan kesehatan yang lengkap, dan obatnya pun berkualitas.

“Prosedur pelayanan dan penangnanan disini sangat baik, saya sudah 3 kali pernah dirawat disini. tempatnya sangat nyaman sekali,” katanya.[]

 

Jasa Raharja Kepincut Pelayanan RS Pertamina-Bintang Amin

MESKIPUN baru pertama kali menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit PertaminaBintang Amin, perusahaan ansuransi plat merah Jasa Raharja Cabang Bandar Lampung langsung kepincut pelayanannya.

Menurut Kepala Cabang Jasa Raharja Bandar Lampung, Drs. Triyugara, MM., AAAIK, pelayanan yang diberikan RS Pertamina-Bintang Amin pada para pasien korban kecelakaan yang pernah di rawat di sini tidak ada masalah, semuanya berjalan sesuai dengan prosedur. Bahkan sebelum melakukan MoU, pihak rumah sakitpun ikut membantu mengurus santunan Jasa Raharja untuk korban kecelakaan yang dirawat.

“Sebelum Mou, beberapa kali kami juga sempat membayar santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas yang dirawat di RS Pertamina-Bintang Amin, hal ini juga menjadi dasar kita untuk melakukan kerjasama dengan pihak rumah sakit, ” kata dia.

Ketika ditanya kesan kunjungan pertama ke RS Pertamina Bintang Amin,  ia mengatakan pelayanan yang diberikanrumah sakit terhadap pasien cukup bagus, seluruh ruangan nampak bersih sekali, bahkan kamar mandipun tidak jorok. “Kesan pertama saya melihat rumah sakit ini cukup bagus, dan bersih,” kata dia.

Ia  kagum dengan laboratorium kesehatan yang dimiliki RS Pertamina-Bintang Amin ini. Sebab rumah sakit swasta di Bandar Lampung ini sudah memiliki alat CT Scan 128 slice, dan pertama di lampung yang memiliki alat canggih ini. “Setahu saya CT scan semacam ini baru ada di jakrta, ternyata Rs Pertamina Bintang Amin sudah memilikinya,”pungkas dia

Perlu diketahui, MSCT 128 merupakan generasi terbaru CT Scan yang mampu menghasilkan informasi dan memberikan gambaran diagnostik yang lebih baik, terutama untuk pemeriksaan organ bergerak termasuk jantung, dengan kecepatan pemeriksaan yang cukup singkat, dan menghasilkan gambaran lebih akurat serta resulusi yang lebih baik.

Selain itu, alat itu dapat memiliki pemotongan gambar organ tubuh lebih tipis sebanyak 128 buah, sehingga lebih teliti untuk mencari kelainan tubuh. Karena itu, memungkinkan hasil rekonstruksi untuik dijadikan gambar tiga dimensi yang berwarna. Tingkat radiasi lebih sedikit dan aman bagi tubuh.[]

Tak Perlu Repot Mengurus, RS Pertamina-Bintang Amin Terkoneksi Langsung dengan Jasa Raharja

UNTUK mendapatkan biaya asuransi dari Jasa Raharja, korban kecelakaan selama ini harus melakukan cara manual, mengontak rumah sakit ataupun melalui kepolisian. Namun prosedur yang jauh lebih ringkas dan mudah kini bisa didapatkan di Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin, Bandar Lampung.

Kemudahan ini didapat setelah pimpinan RS Pertamina-Bintang Amin menandatangani nota kesepahaman dengan Jasa Raharja di aula rumah sakit, Rabu (10/6). Penandatanganan MoU yang dilakukan Direktur RS Pertamina-Bintang Amin, dr Yuliani,  Kepala Cabang Jasa Raharja Bandar Lampung, Drs Triyugara MM AAAIK dan Direkrorat Lalu Lintas Polda Lampung yang diwakili Kasubag Anev Kompol Hidayat.

Di dalam kesepakatan itu ada empat point penting, yaitu pertama menjadi landasan meningkatkan kerjasama dalam rangka meningkatkan kecepatan penanganan korban yang mengalami kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan.

Kemudian, untuk meningkatkan kemudahan proses pendataan korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan dan penyelesaian santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan melalui pemanfaatan sistem online data.

Selanjutnya, memberikan pelayanan kepada korban kecelakaan lalu lintas untuk mendapatkan pertolongan, pengobatan dan perawatan serta santunan sesuai yang diterima oleh korban.

Terakhir adalah memberikan laporan yang cepat kepada Jasa Raharja untuk direspon dan ditindaklanjuti serta menentukan korban tersebut di jamin dan tidak dijaminnya akibat peristiwa terjadinya kecelakaan tersebut.

Triyugara mengatakan jika ada korban kecelakaan masuk IGD RS Pertamina-Bintang Amin, maka pihak rumah sakit akan langsung melakukan pencatatan yang terkoneksi ke Jasa Raharja. Kemudian pihak Jasa Raharja akan datang ke lokasi untuk memproses lebih lanjut. Korban kecelakaan atau dari pihak keluarganya tak perlu lagi repot mengurus secara manual.

“Dengan begitu rumah sakit bisa cepat menangani korban kecelakaan, sehingga tak perlu lagi menunggu keluarga atau penangung jawab korban. Sebab seluruh biaya ditanggung Jasa Raharja  dengan besaran santunan Rp10-Rp25 juta,” kata dia.[]

Mengapa Jasa Raharja Rangkul RS Pertamina-Bintang Amin?

DALAM rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya korban kecelakaan lalu lintas. Jasa Raharja Perwakilan Lampung merangkul RS Pertamina Bintang Amin, untuk bekerjasama dalam percepatan penanganan korban kelakaan lalu lintas.

“Kita buat kesepakatan dengan RS Pertamina Bintang Amin untuk penyelesaian korban kecelakaan secara terpadu,” ujar Kepala Cabang Jasa Raharja Lampung, Drs. Triyugara, MM., AAAIK dalam acara penandatanganan kesepakatan bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung, Direktur RS Pertamina Bintang Amin, hari ini.

Menurutnya, kesepakatan tersebut bertujuan mempermudah korban kecelakaan lalu lintas dalam pengurusan santunan Jasa Raharja.

“MoU ini intinya menolong korban kecelakaan. Kalau sudah ada MoU pihak rumah sakit tidak lagi menagih biaya pengobatan ke korban. Asalkan ada laporan kepolisian, Jasa Raharja yang membayar pengobatannya. Diperlukan kecepatan kepolisian dalam membuat BAP nya,” katanya.

Ia menjelaskan setiap kecelakaan lalu lintas harus dibuatkan laporan kepolisian sehingga bisa diberikan santunan. “Besaran santunan yang diberikan mulai dari Rp10-Rp25 juta,” ungkapnya. []

MoU Pertamina-Bintang Amin dengan Dirlantas dan Jasaraharja

RUMAH Sakit Pertamina-Bintang Amin akan menandatangani kerjasama leyanan kesehatan dengan Dirlantas Polda Lamung dan PT. Jasaraharja Cabang Bandar Lampung. Penandatangan naskah kesepakatan kerjasama ini akan berlangsung di Aula Medical Chek Up Lantai I Gedung A Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin.

[Galery] Kedatangan Perawat dari Malaysia ke Malahayati

Kedatangan perawat asal Malaysia dalam rangka pelatihan di RS Pertamina Bintang Amin

 

1

2

3

4

5

6