Posts

Nihonium; Unsur Kimia Pertama Yang Ditemukan di Benua Asia

BAGI kalian yang belajar Ilmu Kimia pasti tahu tabel periodik unsur-unsur kimia kan? Ada 118 unsur dalam tabel itu. Namun, beberapa unsur masih belum disahkan ditabel itu, karena Unsur kimia ini tak ada di alam melainkan hasil sintesis. Unsur itu salah satunya nomor 113, unsur ditemukan di laboratorium pada 2004 oleh ilmuwan Jepang.

Ilmuwan dari RIKEN Nishina Center for Accelerator-Based Science, yang menemukan unsur itu, memberi nama unsur kimia nomor 113 sebagai Nihonium. Nama Nihonium berasal dari penyebutan nama negara itu dalam bahasa Jepang. Nah, menariknya, Nihonium adalah unsur kimia pertama yang berasal dari Asia loh. Penemuan bersejarah unsur kimia bernomor 113 itu dipimpin oleh profesor dari Universitas Kyusu, Morita Kosuke.

“Penemuan satu dari hanya 118 unsur atom memberikan arti yang besar bagi kami,” kata Kosuke Morita, ilmuwan yang memimpin penelitian dari RIKEN Nishina Center for Accelerator-Based Science, itu seperti dilansir Reuters, Kamis (9/6).

Nihonium adalah unsur satu-satunya yang ditemukan di luar Amerika Serikat dan Eropa. “(Sebelum ini) Belum ada satu pun unsur atom yang ditemukan di Asia, Oceania, atau Afrika,” kata Morita.

Penemuan elemen ini sudah diakui oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) pada Desember 2015. Namun nama Nihonium akan jadi permanen mulai Juni ini.

|Sumber: nationalgeographic.co.id & student.cnnindonesia.com

Benjamin Franklin; Presiden Amerika Penemu Lensa Kacamata

KACAMATA kini semakin berkembang dari yang semula fungsional hingga sebagai trend fashion. Kacamata awalnya terbuat dari kuarsa, kini lensa kaca bahkan ada yang plastik. Zaman semakin berkembang, kacamata juga mulai berkembang pesat dari bentuk dan frame yang digunakan.

Tapi siapa sebenarnya penemu lensa kacamata?

Ialah Benjamin Franklin, seorang ilmuwan, penemu, pengarang dan diplomat, ia juga merupakan Presiden Amerika Serikat pada waktu itu. Ia berhasil menemukan kacamata bifokus, dengan lensa cembung dan lensa cekung dalam satu bingkai pada tahun 1784. Pada tahun 1884, Benjamin masih menghasilkan lensa bifokus yang terbuat dari beberapa potongan, meski sudah direkatkan. Pada tahun 1908 dan 1910, lensa cembung dan lensa cekung sudah menyatu dalam satu lensa, penemuan tersebut berkat eksperimen yang terus dilakukan oleh Benjamin.

Benjamin lahir di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, pada 17 Januari 1706. Benjamin menikah dengan Deborah Read pada tahun 1730, ia dikaruniai dua anak dari pernikahannya itu. Salah satunya bernama Sarah Franklin yang lahir pada tahun 1743.

Benjamin sempat menjabat sebagai Presiden Dewan Eksekutif Pennsylvania, tindakan publik terakhir yang dilakukannya adalah menulis sebuah risalah anti perbudakan pada tahun 1789. Benjamin meninggal dunia pada 17 April 1790, pada usia 84 tahun dan dimakamkan di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Baca Selengkapnya

|Sumber: penemu.co

Al Khawarizmi; Tokoh Islam Penemu Aljabar

Al-Khawarizmi seorang tokoh Islam yang terkenal pandai dan ahli dalam berbagai bidang syariat dan keilmuan seperti bidang falsafah, logika, aritmatika, geometri, musik, ilmu hitung, sejarah Islam dan kimia. Bernama lengkap Muhammad Ibn Musa al-khawarizmi atau biasa dikenal dengan nama al-Cowarizmi, al-Ahawizmi, al-Karismi, al-Goritmi, al-Gorismi tergantung aksen negara yang mengenalnya. Ia adalah seorang penulis Ensiklopedia dalam berbagai disiplin, bahkan ia diyakini adalah seorang tokoh yang pertama kali memperkenalkan aljabar dan hisab. Ia juga telah menciptakan pemakaian Secans dan Tangen dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi.
Saat masih berusia muda, ia sudah bekerja di bawah pemerintahan Khalifah al-Ma’mun, bekerja di Bayt al-Hikmah di Baghdad. Ia bekerja dalam sebuah observatory yaitu tempat belajar matematika dan astronomi. Ia bahkan dipercaya untuk memimpin perpustakaan khalifah. Semasa hidupnya, ia pernah memperkenalkan angka-angka India dan cara-cara perhitungan India pada dunia Islam. Banyak lagi ilmu pengetahuan yang ia pelajari dalam bidang matematika dan menghasilkan konsep-konsep matematika yang begitu populer yang masih digunakan sampai sekarang.

Sebagai seorang tokoh dan manusia berilmu pengetahuan luas, beberapa karyanya dikenal hingga saat ini seperti:

  • Al-Jabr wa’l Muqabalah mencipta pemakaian secans dan tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi.
  • Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah Beliau telah mengajukan contoh-contoh persoalan matematika dan mengemukakan 800 buah masalah yang sebagian besar merupakan persoalan yang dikemukakan oleh Neo. Babylian dalam bentuk dugaan yang telah dibuktikan kebenarannya oleh al-Khawarizmi.
  • Sistem Nomor : Beliau telah memperkenalkan konsep sifat dan ia penting dalam sistem Nomor pada zaman sekarang. Karyanya yang satu ini memuat Cos, Sin dan Tan dalam penyelesaian persamaan trigonometri, teorema segitiga sama kaki dan perhitungan luas segitiga, segi empat dan lingkaran dalam geometri.
    Karyanya di bidang astronomi juga membuat al-Khawarizmi terkenal. Astronomi dapat diartikan sebagai ilmu falaq pengetahuan tentang bintang-bintang yang melibatkan kajian tentang kedudukan, pergerakan, dan pemikiran serta tafsiran yang berkaitan dengan bintang.

Kepribadian al-Khawarizmi telah diakui oleh orang Islam maupun dunia Barat. G.Sarton mengatakan bahwa Al Khawarizmi pencapaian-pencapaian yang tertinggi telah diperoleh oleh orang-orang Timur. Tokoh lain, Wiedmann berkata Al-Khawarizmi mempunyai kepribadian yang teguh dan seorang yang mengabdikan hidupnya untuk dunia sains.

Beberapa cabang ilmu dalam Matematika yang diperkenalkan oleh al-Khawarizmi seperti: geometri, aljabar, aritmatika dan lain-lain. Geometri merupakan cabang kedua dalam matematika. Isi kandungan yang diperbincangkan dalam cabang kedua ini ialah asal-usul geometri dan rujukan utamanya ialah Kitab al-Ustugusat (The Elements) hasil karya Euklid.

Algebra/aljabar merupakan nadi matematika adalah karya Al-Khawarizmi telah diterjemahkan oleh Gerhard of Gremano dan Robert of Chaster ke dalam bahasa Eropa pada abad ke-12. Sebelum munculnya karya yang berjudul ‘Hisab al-Jibra wa al Muqabalah yang ditulis oleh al-Khawarizmi pada tahun 820M. Sebelum ini tak pernah ada istilah aljabar.[]