Posts

Sejarah dan Perkembangan Akuntansi

AKUNTANSI adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah.

Sejarah akuntansi dimulai sejak manusia mengenal hitungan uang dan meng­gunakan catatan. Pada abad XIV perhitungan rugi laba telah dilakukan pedagang-pedagang Genoa dengan cara menghitung harta yang ada pada akhir suatu pelayaran dan dibandingkan pada saat mereka berangkat.

Tonggak sejarah akuntansi dimulai pada tahun 1494 pada saat Lucas Paciolo {Lukas dari Burgos) menerbitkan buku ilmu pasti yang berjudul “Suma de Arilhmalica, Proportioni et Proportionaiita”. Dalam buku itu terdapat satu bab, berjudul ‘Tractatus de Computis et Scriptorio”. yang berisi cara-cara pembukuan menurut catatan berpasangan (double book keepingf).

Perkembangan Akuntansi

Pada akhir abad XV, sejalan dengan menurunnya pengaruh Romawi, pusat per­dagangan bergeser ke Spanyol, Portugis, dan Belanda. Akibatnya, sistem akuntansi yang telah dikembangkan Romawi juga ikut berpindah dan digunakan di negara-negara tersebut. Sejak itu perhitungan rugi laba mulai dibuat secara tahunan yang kemudian mendorong dikembangkannya penyusunan neraca secara rutin pada akhir jangka waktu tertentu.

Pada abad XIX revolusi industri di Eropa mendorong berkembangnya akuntansi biaya dan konsep penyusutan. Pada tahun 1930, New York Slock Exchange dan Ameri­can Institute of Certified Public Accountant membahas dan menetapkan prinsip-prinsip akuntansi bagi perusahaan-perusahaan yang sahamnya terdaftar di bursa saham.

Akuntansi mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 1642. Akan tetapi bukii yang jelas terdapat pada pembukuan Amphioen Societeit yang berdiri di Jakarta sejak 1747. Selanjutnya akuntansi di Indonesia berkembang setelah UU Tanam Paksa dihapuskan pada tahun 1870. Hal ini mengakibatkan munculnya para pengusaha swasta Belanda yang menanamkan modalnya di Indonesia, Mereka menerapkan sistem pembukuan seperti yang diajarkan Lucas Paciólo. Kemudian pada tahun 1907, di Indonesia diperkenalkan sistem pemeriksaan (auditing) untuk menyusun dan mengontrol pembukuan perusahaan.

Tidak banyak pembahan sistem akuntansi di Indonesia pada masa penjajahan Jepang* Setelah kemerdekaan pemerintah RI mempunyai kesempatan mengirimkan putra-putrinya belajar akuntansi ke luar negeri. Sedangkan pendidikan akuntansi di dalam negeri mulai dirintis fiada tahun 1952 oleh Universitas Indonesia yang mem­buka jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonominya. Langkah ini diikuti oleh perguruan tinggi lainnya. Pada tahun 1954 keluarlah UU No. 34 yang mengatur pemberian gelar Akuntan.

Suatu organisasi profesi yang menghimpun para akuntan di Indonesia berdiri pada 23 Desember 1957 dan diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Organisasi ini mendirikan seksi Akuntan Publik tahun 1978 dan seksi Akuntan Pendidik tahun 1986.

UU Penanaman Modal Asing dikeluarkan tahun 1967 dan disusul UU Penanam­an Modal Dalam Negeri tahun 1968. Selanjutnya keduanya merangsang berdirinya perusahaan-perusahaan baru yang mengakibatkan semakin baiknya iklim investasi di Indonesia. Sebagai konsekuensinya, akuntansi di Indonesia mengalami perkem­bangan yang pesat.

Selama ini terjadi dualisme praktek akuntansi di Indonesia. Di satu pihak banyak perusahaan menerapkan sistem akuntansi Belanda. Di pihak lain* sistem akuntansi Amerika semakin banyak digunakan akibat semakin bergesernya kiblat pendidikan akuntansi ke sistem Amerika serta semakin banyaknya perusahaan yang membawa sistem Amerika masuk ke Indonesia.

Dualisme tersebut juga berpengaruh pada dunia pendidikan, terutama di tingkat pendidikan menengah. Akan tetapi, dalam Lokakarya “Pendidikan Akuntansi di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, telah dicapai kesepakatan sistem pendidikan akun­tansi untuk pendidikan menengah dan pendidikan tinggi yang menggunakan sistem Amerika.

|sumber: wikipedia.org dan kutipan dari berbagai sumber

Sejarah dan Perkembangan Computed Tomography Scanner

Computed Tomography Scanner (CT-scan), juga disebut X-ray computed tomography (X-ray CT) atau komputerisasi aksial tomografi scan (CAT scan), adalah sebuah metode penggambaran medis menggunakan tomografi di mana pemrosesan geometri digunakan untuk menghasilkan sebuah gambar tiga dimensi bagian dalam sebuah objek dari satu seri besar gambar sinar-X (X-ray) dua dimensi diambil dalam satu putaran “axis”.

Perkembangan CT Scan sangat pesat. Dimulai dari generasi I yang hanya memiliki satu detector dan menggunakan berkas Pencil Beam, sampai yang sekarang ini sudah menggunakan Multi Slice Detector (MSCT) dan Dual Source CT (DSCT).

Sejak diperkenalkan pada tahun 1970-an, CT telah menjadi alat penting dalam pencitraan medis untuk melengkapi sinar-X dan ultrasonografi medis. Ini telah baru-baru ini telah digunakan untuk pengobatan pencegahan atau skrining untuk penyakit, misalnya CT colonography untuk orang-orang dengan risiko tinggi kanker usus, atau scan jantung full-motion untuk orang-orang dengan risiko tinggi penyakit jantung. Sejumlah lembaga menawarkan scan seluruh tubuh untuk masyarakat umum.

Pesawat CT Scan pertama kali dirancang bangun pada tahun 1971 atas dasar tindak lanjut ide teori Dr. Hounsfield dengan prinsip kerja pesawat teknik tomografi. Dimana lingkup kerja pesawat CT Scan hanya terbatas pada pengambilan gambar-gambar diagnosa kepala secara scanner, sehingga pesawat CT Scan waktu itu disebut CT Head Scanner.
Ciri-ciri CT Scan generasi pertama diantaranya :

  •  X-ray tube yang digunakan masih menghasilkan pencil beam.
  • Detector yang digunakan single detector untuk mendapatkan gambaran per-slicenya.
  • Pixel yang dihasilkan dalam bentuk pixel recon matrix memiliki ukuran 80 x 80 pixel recon matrix, 13 mm slice thickness 33 mA, 120 KV.
  • Scanning time yang bisa dilakukan pesawat adalah 4 s/d 5 menit.
  • Kerja x-ray tube secara continous radiation.
  • Proyeksi gambar scanning secara paralel untuk tiap kali rotasi.
  • Prinsip kerja pesawat menggunakan prinsip kerja teknik tomografi
  • Secara translation dan rotation yang bergantian dan berlainan arah antara x-ray tube dengan detector.
  • Secara translation dan rotation yang bergantian dan berlainan arah antara x-ray tube dengan detector.
  • Perintis : EMI, London, 1977
  • X-ray : pencil beam
  • Gerakan : translate – rotate
  • Detektor : single detector
  • Rotasi : 180 derajat
  • Waktu : 4,5 – 5,5 menit / scan slice
  • App : head scanner

CT Scan generasi kedua muncul pada tahun 1975, dimana pesawat CT Scan II merupakan evolution CT Scan generasi pertama, pada pesawat CT Scan II mempunyai fasilitas komponen yang lebih lengkap, terutama dalam pemakaian komponen detector. Pada CT Scan II, sistem detector yang dipakai adalah multidetector, sehingga sensitifitas pesawat tersebut terhadap berkas radiasi x-ray yang terpancar dari sumber sinar-x lebih tinggi jika dibandingkan dengan pesawat CT Scan yang menggunakan single detector.

CT Scan generasi kedua juga memiliki ciri-ciri khusus diantaranya :

  • X-ray tube yang digunakan dapat menghasilkan fan beam.
  • Banyaknya detector yang dipakai biasanya lebih dari 30 detector.
  • Lama waktu Scanning ± 20 s/d 90 second.
  • Menghasilkan x-ray secara continous radiation.
  • Sudah bisa digunakan untuk Scan hampir seluruh tubuh.

Berdasarkan hasil rekontruksi gambaran diagnosa yang dihasilkan, CT Scan III mampu menampilkan tampilan gambaran diagnostik suatu objek dengan kemampuan resolusi yang lebih baik daripada gambaran diagnostik yang dihasilkan pada generasi CT Scan sebelumnya. CT Scan III muncul sekitar tahun 1977 setelah CT Scan II muncul. Kemunculan pesawat CT Scan III merupakan imbas dari kemajuan teknologi komputer dalam merekontruksi gambar-gambar medik dengan resolusi citra yang baik. Hal ini ditandai dengan semakin kompleksnya sistem pesawat pada CT Scan III. Sehingga pencitraan medik pada gambaran diagnostik tampak lebih sempurna.

CT Scan III mempunyai ciri-ciri khusus sebagai berikut :

  • Sinar-x yang dihasilkan oleh x-ray tube adalah fan beam geometri.
  • Detector yang digunakan sebagai pendeteksi sinyal radiasi x-ray lebih banyak daripada CT Scan I dan II, yakni jumlahnya sebanyak 380 s/d 768 element.
  • Dapat menghasilkan sinar-x yang bersifat pulsed radiation atau continous radiation (tergantung dari rancangan pesawat tersebut).
  • Sistem pergerakkan kerja rotanx dan detector tidak secara linier, melainkan secara rotasi dengan kecepatan tinggi (high speed).
  • Exposure time yang relatif cepat ± 500 ms (Somatom Plus 4, Siemens) s/d 1,4 second (Somatom DR Siemens).
  • Dapat digunakan untuk mendiagnosa seluruh tubuh.

Pesawat CT Scan generasi IV muncul pada tahun 1977 setelah munulnya CT Scan III. Pesawat CT Scan IV merupakan suatu modifikasi dari CT Scan III. Karena semua cara kerja yang diaplikasikan pada pesawat CT Scan IV adalah dasar prinsip kerja pesawat CT Scan III. Meskipun berdasarkan kedetailan penyampaian informasi secara digital, CT Scan IV sedikit lebih akurat daripada CT Scan III. Hal ini disebabkan karena pada CT Scan IV dimodifikasi dengan stationary detector.

Pengembangan dari generasi III

  • X-ray      :  wide fan beam
  • Gerakan :  stationary-rotate system
  • Detektor :  multi detector (424-2400)
  • Slip ring detector
  • Rotasi    :  360 derajat
  • Waktu    :  <10 detik / scan slice
  • App        :  whole body scanner

CT Scan generasi ini detektornya berbentuk seperti cincin yang dinamakan  ring. Sehingga hanya tabungnya saja yang berputar 360 derajat dan detektornya statis (diam). Waktu yang diperlukan untuk satu kali scanning selama 1 – 5s

CT Scan V muncul tidak layaknya seperti CT Scan generasi sebelumnya. Pada CT Scan generasi I, II, III, dan IV hadir dengan prinsip aplikasi fungsional dan peranan x-ray sebagai media pembentuk gambaran diagnostik. Akan tetapi, pesawat CT Scan V muncul tanpa menggunakan peranan x-ray sebagai media untuk menampilkan tampilan diagnosa.

Pada Electron Beam Technique tidak menggunakan tabung sinar-x, tapi menggunakan electron gun yang memproduksi pancaran electron berkekuatan 130 KV. Pancaran electron difokuskan oleh electro-magnetic coil menuju fokal spot pada ring tungsten. Proses penumbukkan electron pada tungsten menghasilkan energy sinar-x.  Sinar-x akan keluar melewati kolimator yang membentuknya menjadi pancaran fan beam.  Kemudian sinar-x akan mengenai obyek dan hasil atenuasinya akan mengenai solid state detector dan selanjutnya prosesnya sama dengan prinsip kerja CT Scan yang lain.  Perbedaannya hanya pada pembangkit sinar-x nya bukan menggunakan tabung sinar-x tetapi menggunakan electron gun.

Akuisisi data dilakukan dengan meja bergerak sementara tabung sinar-x berputar, sehingga gerakan tabung sinar-x membentuk pola spiral terhadap pasien ketika dilakukan akuisisi data.

Pola spiral ini diterapkan pada konfigurasi rancangan CT generasi ketiga dan keempat.

Pengembangan dari generasi III dan IV

  • X-ray      :  wide fan beam
  • Gerakan :  stationary-rotate system
  • scanning (spiral CT)
  • Detektor :  multi detector (424-2400)
  • slip ring detector
  • Rotasi    :  360 derajat
  • Waktu    :  <10 detik / scan slice
  • App        :  whole body scanner (multi slice, 3D, 4D)

Dengan menggunakan multi array detector, maka apabila kolimator dibuka lebih lebar maka akan dapat diperoleh data proyeksi lebih banyak dan juga diperoleh irisan yang lebih tebal sehingga penggunaan energy sinar-x menjadi lebih efisien.

Dual Source CT (DSCT) menggunakan dua buah tabung sinar-x dan terhubung pada dua buah detector. Masing-masing tabung sinar-x menggunakan tegangan yang berbeda. Yang satu menggunakan tegangan tinggi (biasanya sekitar 140 KV) dan tabung yang lainnya menggunakan tegangan rendah (sekitar 80 KV).  DSCT berguna untuk menentukan jenis bahan atau zat.

Penggunaan CT telah meningkat secara dramatis selama dua dekade terakhir di banyak negara. Diperkirakan 72 juta scan dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 2007. Satu studi memperkirakan bahwa sebanyak 0,4% dari kanker saat ini di Inggris Serikat adalah karena CTs dilakukan di masa lalu dan bahwa ini bisa meningkat sampai setinggi 1,5 sampai 2% dengan tahun 2007 tingkat penggunaan CT. Namun, perkiraan ini diperdebatkan, karena tidak ada konsensus tentang adanya kerusakan dari rendahnya tingkat radiasi. masalah ginjal kadang-kadang terjadi setelah agen kontras intravena digunakan pada beberapa jenis studi.

Dari perkembangan teknologi CT Scan dapat diperoleh indicator perkembangannya bahwa semakin compact/ ringkas komponennya maka semakin kecil tingkat resiko yang ditimbulkan.

||sumber |naskah: en.wikipedia.org dan dikutip dari berbagai sumber |foto: ekopujisetiyantoscience.blogspot.com

Mengenal Payan, Senjata Tradisional Ikon Kabupaten Lampung Utara

TOMBAK atau disebut Payan oleh masyarakat setempat, merupakan senjata tradisional khas Lampung. Masyarakat Lampung percaya bahwa Payan memiliki makna keperkasaan, perjuangan dan kekokohan serta ketajaman. Itulah mengapa Payan atau tombak ini menjadi ikon Kabupaten Lampung Utara.

Uniknya, sama halnya dengan Badik Lampung, Payan bisa dibedakan berdasarkan bentuknya. Payan dapat diklasifikasikan menjadi dua bentuk dinilai dari panjang gagangnya, yaitu:

a. Tombak Payan (Payan Kejang)
b. Tombak Pendek (Payan Buntak atau Linggis)

Klasifikasi bentuk Payan ada dua yaitu tombak panjang dan tombak pendek. Tombak panjang yaitu tombak yang memiliki gagang yang terbuat dari kayu yang berukuran sekitar 150 cm. Sedangkan tombak pendek yaitu tombak yang gagangnya tidak lebih dari 90 cm. Jenis tombak ini termasuk tombak langka, karena biasanya berkualitas sangat tinggi, yang kadang diberi bulu ekor kuda yang disebut tunggul. Namun keduanya memiliki mata tombak berukuran sama dengan jenis tombak pendek yaitu mencapai 34-40 cm.

Tombak Lampung ini dipercaya memiliki kekuaan magis, apalagi jika tombak itu merupakan benda pusaka warisan dari leluhur. Biasanya tombak yang seperti ini dilengkapi dengan wrangka/sakhung atau sarung dalam bahasa setempat untuk mata tombaknya dan disimpan secara khusus. Sedang tombak yang tidak memiliki kekuatan magis, banyak tidak dilengkapi dengan sarung.

Ada juga lho tombak yang didatangkan dari luar daerah Lampung, terutama dari Banten (surosoan). Tombak yang didatangkan dari luar Lampung, biasanya dipandang memiliki kualitas yang lebih baik, ini dapat dimaklumi karena ia dijadikan ikatan lahir batin dalam persahabatan.

Dari bukti bukti arkeologis, fragmen tombak banyak ditemukan di situs-situs purbakala, misalnya ditemukan di situs Pugungraharjo (situs masa pra sejarah dan klasik), situs Benteng sari (situs masa Islam). Dikedua situs itu juga ditemuka lelehan kerak besi dan logam lainnya. Selain itu ditemukan pula wadah pelebur logam. Di situs Bentengsari contohnya.

Dengan begitu kuat dugaan bahwa di kedua situs itu konon terdapat perbengkelan atau pande pembuatan senjata, termasuk pembuatan tombak. Kesimpulan yang dapat kita tarik dari pembuktian tadi berarti di daerah Lampung sejak zaman masa Klasik telah dikenal adanya pembuatan senjata termasuk tombak.

|Sumber: tradisikita.my.id & gpswisataindonesia.blogspot.co.id

Sejarah Mesin Bubut dan Perkembangannya

TEKNIK Mesin adalah ilmu teknik mengenai aplikasi dari prinsip fisika untuk analisis, desain, manufaktur dan pemeliharaan sebuah sistem mekanik. Ilmu ini membutuhkan pengertian mendalam atas konsep utama dari cabang ilmumekanika, kinematika, teknik material, termodinamika dan energi. Adapun yang dipelajari di teknik permesinan yang salah satunya adalah Mesin Bubut.

Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja.

Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan. Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir.

Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke ulir inci.

Jenis-jenis Mesin Bubut

  • Mesin Bubut Universal
  • Mesin Bubut Khusus
  • Mesin Bubut Konvensional
  • Mesin Bubut dengan Komputer (CNC)

Sejarah mesin bubut berawal ketika manusia pertama kali membangun sebuah rangka kaku bantalan untuk mendukung benda kerja yang dapat diputar pada sebuah kumparan dan dipotong menjadi bentuk melingkar dengan alat genggam.

1Metode ini digunakan pertama kali untuk pembuatan mangkuk dangkal pada tahun 1200 SM dan ditemukan di sebuah kuburan di Mycenae yang diyakini telah berubah. Tak terbantahkan lagi contoh paling kuno dari seni pembubutan sejauh ini ditemukan adalah fragmen dari sebuah mangkuk kayu Etruscan, yang dibuat sekitar tahun 700 SM dan ditemukan di Makam Pejuang di Cornetto.

2Pembubut dari Timur awalnya duduk di tanah pada mesin bubut primitif mereka, dengan menggunakan satu tangan untuk memutar kumparan sambil membungkuk sementara tangan lain memegang gagang pahat. Mereka menggunakan satu kaki untuk menjaga kestabilan mesin bubut dan bertindak sebagai alat penumpu, sementara ujung kaki yang lain digunakan untuk memandu titik alat pemotongan. Alat primitif seperti mesin bubut kuno masih dapat kita lihat saat ini dan digunakan di pasar-pasar di Timur Dekat dan Asia.

3Di China, orang duduk di mesin bubut dan menggunakan kakinya untuk membuat gerakan bolak-balik (reciprocating) oleh pedal secara bergantian kaki kiri dan kanan pada papan yang dikaitkan pada tali yang dililitkan pada mesin spindle bubut, sehingga membuat kedua tangan bebas untuk memegang dan mengarahkan pahat pemotong.

4Orang Barat, lebih memilih untuk berdiri di mesin bubut. Mereka mengembangkan mesin bubut tiang dimana hanya satu kaki yang dibutuhkan untuk gerakan bolak-balik. Ilustrasi pertama yang diketahui dari mesin bubut tiang muncul pada abad ke-13 di jendela kaca patri di Chartres yang diberikan oleh pembubut gilda setempat untuk menghormati pelindung mereka, Saint Julien.

Perkembangan berikutnya, terlihat di sini dalam sebuah ilustrasi dari Mendelsches Bruderbuch 1395, menunjukkan bingkai bubut dan eretan yang terbuat dari kayu-kayu yang berat untuk meningkatkan kekakuan.

5

Kesulitan memegang alat pemotong dengan kuat ketika memotong material yang keras melahirkan penemuan eretan utama di mana alat ini berpegang kuat dan maju dipotong oleh sebuah slide di bawah kendali sebuah sekrup. Ini ilustrasi dari Mittelalterliche Hausbuch dari 1480 menunjukkan bentuk yang sangat awal.

6Pemanfaatan putaran roda memiliki keuntungan luar biasa karena menghasilkan kecepatan konstan dan dengan demikian meningkatkan kontrol atas alat potong. Ilustrasi ini juga yang pertama menunjukkan Drive antara dua bantalan dari headstock dan sebuah tailstock dengan penyesuaian untuk memutar sekrup benda kerja panjang yang berbeda antara pusat-pusat.

7Leonardo, pengganti Jacques Besson sebagai insinyur di Pengadilan Perancis, juga tertarik pada pengembangan mesin bubut dan membawa beberapa ide menjadi realitas praktis dengan membangun sebuah sekrup-pemotongan dan dua mesin bubut hias berputar.

8Pada tahun 1615 Salomon de Caus dari Wales menggambarkan sebuah mesin bubut eksentrik (Eccentric Lathe) untuk mengubah benda oval. Untuk pertama kalinya mesin bubut spindle yang dapat diubah di bawah kendali eksentrik Camsterhadap tekanan tegangan tali. Ini merupakan ilustrasi awal prinsip mesin bubut.

9Pada tahun 1797, Henry Mauldslay (1771-1831) mendesain dan membuat mesin bubut yang disebut sebagai screw cutting lathe, salah satu karyanya yang berkembang di Negara bagian New England. Waktu itu, Amerika Serikat masih mengalami hambatan yang sangat ketat dengan undang-undang negeri Inggris yang melarang ekspor mesin-mesin ke luar negeri.

Sementara undang-undang ini merupakan penghambat untuk sementara waktu tapi tidak memakan waktu terlalu lama bagi bangsa Amerika yang bersifat revolusioner untuk memberikan modal pada perkembangan mesin bubut Maudslay. Dan dibuatlah mesin-mesin bubut yang serupa dengan bed-bed mesin dari kayu dan alurnya terbuat dari besi. |sumber: id.wikipedia.org dan dikutip dari berbagai sumber

Lahirnya Teknik Lingkungan di Indonesia

PERKEMBANGAN ilmu pengetahuan sangat cepat oleh manusia ternyata diiringi dengan semakin kompleksnya masalah lingkungan. Kondisi lingkungan manusia pada hari ini tidak bisa dipungkiri semakin memprihatinkan dan semakin mengancam eksistensi manusia. Kebutuhan air yang semakin meningkat justru diiringi dengan penemaran air dan sebagainya. Untuk memjawab berbagai tantangan lingkungan yang munccul pada saat inilah maka lahirlah Jurusan Teknik Lingkungan.

Teknik lingkungan pada awalnya bernama ‘Teknik Penyehatan”. Pada tanggal 10 Oktober 1962, lahirlah Departemen Teknik Penyehatan ITB di bawah naungan Fakultas Teknis Sipil dan Perencanaan. Sebagai yang pertama di Indonesia, lahirnya Departemen Teknik Penyehatan ITB tahun 1962 ini merupakan tonggak resmi berdirinya pendidikan tinggi Teknik Lingkungan (TL) pertama di Indonesia.

Bidang teknik lingkungan menerapkan pemikiran dan teknik serta manajemen untuk memelihara dan melindungi kesehatan dan keselamatan manusia, serta lingkungan secara keseluruhan. Ruang lingkup bidang ini adalah konservasi sumber daya air, pengelolaan lingkungan, pengelolaan kesehatan lingkungan, upaya pengendalian pencemaran, penyaluran limbah dan buangan, pengendalian pencemaran akibat limbah cair, gas dan lumpur (sludge) dan pengelolaan kualitas perairan, tanah, dan atmosfer, serta pengendalian dan pengelolaan dampak lingkungan.

Teknik Lingkungan adalah sebuah program studi yang berusaha untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan dengan pendekatan teknologi.

Teknik Lingkungan dijabarkan sebagai pemikiran keteknikan dan keterampilan dalam memecahkan masalah pengendalian lingkungan yang menyangkut penyediaan air minum; sistem pembuangan dan pendaurulangan buangan cair, padat, dan gas; sistem drainase perkotaan dan desa serta sanitasi lingkungan; pengendalian pencemar dan pengelolaan kualitas air, tanah, dan udara; serta pengendalian dan pengelolaan dampak lingkungan.

|dikutip dari berbagai sumber

Sejarah dan Perkembangan Teknik Mesin di Dunia

TEKNIK Mesin atau Teknik mekanik adalah ilmu teknik mengenai aplikasi dari prinsip fisika untuk analisis, desain, manufaktur dan pemeliharaan sebuah sistem mekanik. Ilmu ini membutuhkan pengertian mendalam atas konsep utama dari cabang ilmumekanika, kinematika, teknik material, termodinamika dan energi.

Ahli atau pakar dari teknik mesin biasanya disebut sebagai insinyur (teknik mesin), yang memanfaatkan pengertian atas ilmu teknik ini dalam mendesain dan menganalisis pembuatan kendaraan, pesawat, pabrik industri, peralatan dan mesin industri dan lain sebagainya.

Aplikasi ilmu mekanika ditemukan dalam catatan masyarakat kuno dan abad pertengahan di seluruh dunia. Di Yunani kuno, karya-karya Archimedes (287 SM-212 SM) sangat dipengaruhi mekanika dalam tradisi Barat dan Heron dari Alexandria (c. 10-70 M) menciptakan mesin uap pertama. Di Cina, Zhang Heng (78. -139 M) merombak jam air dan menemukan seismometer, dan Ma Jun (200-265 M) menciptakan sebuah kereta dengan roda gigi diferensial.

Para horologist Cina abad pertengahan dan insinyur Su Song (1020-1101 M) dimasukkan sebuah mekanisme pelarian di menara jam astronomi dua abad sebelum rilis apapun dapat ditemukan pada jam abad pertengahan di Eropa, dan dunia mengetahui rantai transmisi listrik dengan daya tak berujung pertama.

Selama tahun dari 7 sampai abad ke-15, zaman yang disebut Zaman Keemasan Islam, tercatat kontribusi yang luar biasa dari penemu muslim di bidang teknologi mekanik. Al-Jazari, yang menulis Kitab yang terkenal “Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices” pada tahun 1206, dan membuat banyak desain mekanik.

Dia juga dianggap sebagai penemu perangkat mekanis seperti yang sekarang membentuk mekanisme yang sangat dasar, seperti crankshaft dan camshaft. Al-Jaziri juga disebut sebagai pencetus ilmu robotika dengan membuat perahu yang bergerak otomatis dengan memanfaatkan mekanisme pergerakan fluida.

Terobosan penting dalam dasar-dasar ilmu teknik mesin terjadi di Inggris selama abad ke-17 ketika Sir Isaac Newton merumuskan hukum baik tiga Hukum Newton tentang gerak dan Kalkulus yang dikembangkan. Pada awalnya, Newton enggan untuk mempublikasikan metode dan hukum-hukumnya selama bertahun-tahun, tapi ia akhirnya dibujuk oleh rekan-rekannya, seperti Sir Edmund Halley. Penemuan Newton merupakan penemuan besar dan memberikan banyak manfaat bagi seluruh umat manusia bahkan penemuannya masih relevan untuk diaplikasikan pada saat ini.

Selama awal abad ke 19 di Inggris, Jerman dan Skotlandia, perkembangan peralatan mesin membuat ilmu teknik mesin untuk berkembang sebagai bidang yang terpisah dari ilmu keteknikan atau rekayasa, penyediaan mesin-mesin manufaktur dan engine-engine membantu perkembangan tersebut. Lembaga masyarakat profesional insinyur teknik mesin pertama Inggris dibentuk pada tahun 1847 bernama Institutions of Mechanical Engineers, tiga puluh tahun setelah para insinyur sipil membentuk lembaga masyarakat pertama bernama Institutions of Civil Engineers. Di benua Eropa., Johann Von Zimmermann (1820-1901) mendirikan pabrik pertama untuk mesin penggilingan diChemnitz (Jerman) pada tahun 1848.

Di Amerika Serikat, American Society of Mechanical Engineers (ASME) dibentuk pada tahun 1880 dan menjadi organisasi profesional teknik ketiga setelah American Society of Civil Engineers (1852) danAmerican Institute of Mining Engineers (1871). Sekolah pertama di Amerika Serikat yang menawarkan pendidikan teknik adalah Akademi Militer Amerika Serikat pada 1817, lembaga yang sekarang dikenal sebagai Norwich University di tahun 1819, dan Rensselaer Polytechnic Institute di 1825. Pendidikan di teknik mesin secara historis didasarkan pada fondasi yang kuat dalam matematika dan ilmu pengetahuan.

Teknik mesin mulai berkembang sebagai suatu ilmu setelah adanya revolusi industri di Eropa pada abad ke-18. Kemudian pada abad ke-19 semakin berkembang lagi mengikuti perkembangan ilmu fisika. Ilmu teknik mesin pun semakin canggih, dan para insinyurnya sekarang mengembangkan diri di bagian komposit, mekatronika, dan nanoteknologi. Ilmu ini juga mempunyai hubungan dengan teknik penerbangan, teknik sipil, teknik listrik, teknik perminyakan, dan teknik kimia.

|Sumber: id.wikipedia.org dan dikutip dari berbagai sumber

Sejarah Mesin Ultrasonography

ULTRA-sonography (USG) adalah sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. Sonografi obstetrik biasa digunakan ketika masa kehamilan.

Pilihan frekuensi menentukan resolusi gambar dan penembusan ke dalam tubuh pasien. Diagnostik sonografi umumnya beroperasi pada frekuensi dari 2 sampai 13 megahertz.

Sedangkan dalam fisika istilah “suara ultra” termasuk ke seluruh energi akustik dengan sebuah frekuensi di atas pendengaran manusia (20.000 Hertz), penggunaan umumnya dalam penggambaran medis melibatkan sekelompok frekuensi yang ratusan kali lebih tinggi.

USG digunakan luas dalam medis. Pelaksanaan prosedur diagnosis atau terapi dapat dilakukan dengan bantuan ultrasonografi (misalnya untuk biopsi atau pengeluaran cairan). Biasanya menggunakan probe yang digenggam yang diletakkan di atas pasien dan digerakkan: gel berair memastikan penyerasian antara pasien dan probe.

Dalam kasus kehamilan, Ultrasonografi (USG) digunakan oleh dokter spesialis kandungan (DSOG) untuk memperkirakan usia kandungan dan memperkirakan hari persalinan. Dalam dunia kedokteran secara luas, alat USG digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan diagnosa atas bagian tubuh yang terbangun dari cairan.

Sejarah Mesin USG

Penggunaan Aplikasi mesin USG di dunia medis dimulai ketika manusia mulai mengukur jarak menggunakan gelombang suara bawah air. SONAR sebenarnya singkatan dari Sound Navigation and Ranging (Navigasi Suara dan Jangkauan). Sonar Medis juga dianggap sebagai scanner USG. Pada tahun 1826, Dr Jean-Daniel Colladon dari Swiss berhasil menggunakan sebuah lonceng bawah air untuk mengetahui kecepatan suara di Danau Jenewa.

Selama akhir tahun 1800-an, fisikawan mulai mengidentifikasi fisik fundamental dari gelombang suara, refraksi, propagasi dan transmisi. Lord Rayleigh dari Inggris, menerbitkan “The Theory of Sound” (Teori Suara) pada tahun 1877. Lazzaro Spallanzani dari Italia dianggap berjasa karena menemukan USG pada tahun 1794 ketika ia menunjukkan bagaimana kelelawar secara akurat dapat terbang dalam gelap menggunakan echo refleksi dari suara tak terdengar di frekuensi tinggi. Francis Galton menciptakan getaran suara frekuensi sangat tinggi pada tahun 1876, yang mampu didengar telinga manusia, melalui Whistle Galton.

Pada tahun 1880, Pierre Curie dan Jacques Curie dari Perancis menemukan efek piezo-listrik. Mereka menemukan bahwa USG bisa menghasilkan dan diterima dalam frekuensi megahertz. Sistem deteksi sonar pertama kali diciptakan untuk eksplorasi bawah air dan navigasi. Penemuan dioda dan trioda di tahun 1900-an juga mendorong perkembangan USG.

Paul Langevin dan Constantin Chilowsky dari Perancis mengembangkan sebuah perangkat suara-echo frekuensi tinggi yang dihasilkan oleh USG. Lahirlah hidrofon, dengan menggunakan transduser dan menggunakan kristal kuarsa yang ditemukan oleh Curie bersaudara. Dr Ian Donald menyarankan agar sonar dapat digunakan untuk diagnosis medis. Praktik ini dimulai setelah USG digunakan secara terbatas setelah Perang Dunia II.

Pada tanggal 21 Juli 1955, beliau mulai bekerja pada eksperimen yang melibatkan detektor logam cacat ultrasonik industri. USG kemudian dirasakan sangat berguna dalam mendeteksi dan membedakan fibroid, Glossary Link tumor perut dan Glossary Link kista. Dr Karl Theodore Dussik dari Austria menyelidiki USG transmisi di Glossary Link otak pada tahun 1942 dan menerbitkan beberapa karya ultrasonik medis.

Dr Ian Donald bersama rekan lain dari Glasgow telah berjasa melakukan banyak hal dalam pengembangan aplikasi dan teknologi praktis. Karya-karya mereka telah menyebabkan penggunaan teknologi yang lebih luas dalam praktik medis ini. Lebih banyak lagi tersedia sistem yang lebih komersial, seperti gambar greyscale dan bistable. Glossary Link Doppler USG juga dikembangkan dengan mengkombinasikan pindai Duplex dan pindai berwarna. Bahkan sekarang aliran darah melalui pembuluh tubuh dapat dilihat. Pencitraan 3D dan 4D juga sekarang tersedia, yang dimuali dengan penciptaan microchip pada tahun 1970.

Ada beberapa jenis USG yang tersedia pada saat ini, yang penggunaan masing-masing USG tergantung pada kondisi pasien dan organ tubuh yang perlu diperiksa. Semua relatif aman, nyaman dan terjangkau untuk digunakan. Semuanya juga memiliki risiko yang sangat rendah dan tidak memerlukan persiapan apapun oleh pasien. Prosedurnya juga non-invasif dan tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga seseorang dapat segera melanjutkan kegiatan normal setelah pengujian. Ada kemungkinan diperlukan lebih dari satu kali pemindaian, tergantung pada kejelasan gambar. |sumber: en.wikipedia.org, doktermu.com dan sumber lainnya

Apa Itu Koperasi? Dan Sejarah Terbentuknya

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Di Indonesia sendiri telah dibuat Undang Undang no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Menurut Undang-undang koperasi didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Pada abad ke-20 Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Hal ini lantas mendorong Beberapa orang mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama.

Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi) pada tahun  1896. Ia mendirikan Bank tersebut dengan tujuan untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi.

Cita-cita Patih tersebut dikembangkan oleh seorang asisten residen Belanda De Wolffvan Westerrode. Ia menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa dan menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi.

Pemerintah Belanda tidak menjadikan Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa menjadi Koperasi tetapi, membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Pada tahun 1908, Dr. Sutomo mendirikan Budi Utomo yang berperanan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve. Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.

Pada tahun 1933 Usaha Koperasi mati untuk yang kedua kalinya setelah dikeluarkan UU yang mirip UU no. 431. Pada masa kedudukan Jepang, Jepang mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya kopersi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berganti dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.

Pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. | Sember: id.wikipedia.org

The History Of The Founding Of Malahayati University

Malahayati University is a private university founded by Alih Teknologi FoundationBandar Lampung on August 27, 1993 which officially became the anniversary of the University Malahayati. Malahayati start operating after it is passed by the Minister of Education and Culture No.02 / D / 0/1994 on January 28, 1994. At first Malahayati located in Jalan Kartini Bandar Lampung since 1994. Then moved to Jalan Pramuka No. 27 Bandar Lampung. (Baca juga: Ini Sejarah berdirinya Universitas Malahayati)

Malahayati begin with consisted of the Medicine Faculty, Engineering Faculty, Economics Faculty and Nursing Academy. Then in 2002, the Faculty of Public Health (FKM) was officially established. In 2005 Nursing study program (PSIK) opened, and then in 2006 Program D-III and D-IV Midwifery opened. In 2009, FKM open the Public Health Study Program Megister. In 2015, the Faculty of Medicine opened courses such as Psychology and Pharmacy degree program. Law Faculty is also formally legally on December 7, 2015.

Malahayati’s name is taken from the name of a warlord woman from Aceh, namely Laksamana Malahayati. Malahayati is a figure of a woman in Aceh who are intelligent, have high morale, brave, resolute, tenacious, resilient, and responsible, which is always based on the light of faith and devotion in accordance with the teachings of Islam. Laksamana Malahayati on her heroism it was awarded as National Hero. To honor and continue the fighting spirit Malahayati the College is named University Malahayati are resolute to participate significantly in national development together. Along and in line with other universities were earlier present in Lampung Province.

Ini Sejarah Berdirinya Universitas Malahayati

UNIVERSITAS Malahayati merupakan Universitas Swasta yang didirikan oleh Yayasan Alih Teknologi Bandar Lampung pada tanggal 27 Agustus 1993 yang secara resmi menjadi hari jadi Universitas Malahayati. Malahayati mulai beroperasi setelah disahkan berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.02/D/0/1994 pada tanggal 28 Januari 1994. Pada mulanya Malahayati berkedudukan di Jalan Kartini Bandar Lampung sejak tahun 1994. Lalu pindah ke Jalan Pramuka Nomor 27 Bandar Lampung.

Awal berdirinya Malahayati terdiri dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Akademi Perawat. Lalu pada tahun 2002, barulah Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) resmi berdiri. Pada tahun 2005 Program sarjana Ilmu Keperawatan dibuka, lalu pada tahun 2006 Program D-III dan D-IV Kebidanan dibuka. Pada tahun 2009, FKM membuka Program Studi Pasca Sarjana Magister Kesehatan. Pada tahun 2015 Fakultas Kedokteran membuka program studi seperti Psikologi dan Program sarjana Farmasi. Fakultas Hukum juga resmi disahkan pada 7 Desember 2015.

Nama Malahayati diambil dari nama seorang panglima perang wanita berasal dari Aceh, yaitu Laksamana Malahayati. Malahayati merupakan figur seorang wanita Aceh yang cerdas, memiliki semangat juang tinggi, berani, tegas, ulet, tangguh, dan bertanggung jawab, yang senantiasa dilandasi oleh sinar keimanan dan ketaqwaan sesuai dengan ajaran Islam. Atas keperwiraannya itu Laksamana Malahayati dianugrahi gelar sebagai Pahlawan Nasional. Untuk menghormati dan melanjutkan semangat juang Malahayati itu Perguruan Tinggi ini diberi nama Universitas Malahayati yang bertekat bulat untuk ikut serta secara nyata dalam pembangunan nasional bersama-sama. Seiring dan sejalan dengan perguruan tinggi lain yang lebih awal hadir di Provinsi Lampung.[]

|Sumber: Statuta Universitas Malahayati & wikipedia.org