Posts

Latar Belakang dan Sejarah Teknik Industri di Indonesia

REVOLUSI Industri, yang dimulai di Inggris pada abad ke-delapan belas , mengubah secara drastis praktik-praktik manufaktur yang memicu kelahiran dunia ilmiah pada abad berikutnya. Inovasi teknologi bermunculan  mempermudah suatu sistem pabrik untuk memproduksi lebih banyak produk dengan tenaga kerja yang sedikit dan memberikan mekanisasi dari banyak operasi manual tradisional dalam dunia industri tekstil. Inovasi terpenting yang mengawalinya adalah mesin uap yang dikembangkan oleh James Watt pada tahun 1765 yang memberikan pabrik-pabrik sumber energi uap yang murah untuk menghasilkan produk yang melimpah.

Teknik Industri lahir pada akhir abad ke – sembilan belas. Teknik Industri adalah profesi dinamis yang perkembangannya didorong oleh tantangan dan tuntutan dari manufaktur, pemerintah dan layanan organisasi sepanjang abad kedua puluh. Teknik Industri juga merupakan profesi yang masa depannya tidak hanya bergantung pada kemampuan praktisi untuk bereaksi dan memfasilitasi operasional dan perubahan organisasi tapi lebih kepada kemampuan mereka untuk mengantisipasi dan memimpin perubahan itu sendiri.

Dalam berjalannya era industri lahirlah konsep-konsep dari para tokoh pemikir untuk lebih mengefektikan dan mengefisiensikan produktivitas pekerja. Konsep tentang spesialisasi pekerja yang disampaikan Adam Smith, “motion and time” dari charles Babbage, “Interchangeable manufacture” dari Eli Whitney, dan yang paling utama adalah konsep dari Frederick Winslow Taylor mengenai “scientific method” dan beberapa tokoh lainnya seperti Frank Gilbert dan Lillian Gilberth menuntut keahlian teknis yang terlatih yang dapat merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakkan/memimpin operasi-operasi dari sebuah sistem yang besar dan kompleks.

Sejarah Teknik Industri di Indonesia di awali dari kampus Universitas Sumatera Utara (USU) Medan pada tahun 1965 dan dilanjutkan dengan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sementara itu pada sekitar tahun 1963-1964 Bagian Teknik Mesin telah mulai menghasilkan sebagian sarjananya yang berkualifikasi pengetahuan manajemen produksi/teknik produksi. Bidang Teknik Produksi semakin berkembang dengan bertambahnya jenis mata kuliah. Mata kuliah seperti : Teknik Tata Cara, Pengukuran Dimensional, Mesin Perkakas, Pengujian Tak Merusak, Perkakas Pembantu dan Keselamatan Kerja cukup memperkaya pengetahuan mahasiswa Teknik Produksi.

Pada tahun 1966 – 1967, perkuliahan di Teknik Produksi semakin berkembang. Mata kuliah yang berbasis teknik industri mulai banyak diperkenalkan. Sehingga pada tahun 1967, nama Teknik Produksi secara resmi berubah menjadi Teknik Industri dan masih tetap bernaung di bawah Bagian Teknik Mesin ITB. Pada tahun 1968 – 1971, dimulailah upanya untuk membangun Departemen Teknik Industri yang mandiri. Upaya itu terwujud pada tanggal 1 Januari 1971. | dikutip dari berbagai sumber

Sejarah Ilmu Anatomi dan Perkembanganya

ANATOMI adalah (berasal dari bahasa Yunani ἀνατομία anatomia, dari ἀνατέμνειν anatemnein, yang berarti memotong) adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Terdapat juga anatomi hewan atau zootomi dan anatomi tumbuhan atau fitotomi. Beberapa cabang ilmu anatomi adalah anatomi perbandingan, histologi, dan anatomi manusia.

Anatomi manusia atau antropotomi adalah sebuah bidang khusus dalam anatomi yang mempelajari struktur tubuh manusia, sedangkan jaringan dipelajari di histologi dan sel di sitologi.

Sejarah ilmu anatomi dimulai setidaknya pada permulaan tahun 1600 SM, saat dikeluarkannya papirus ilmu anatomi oleh ilmuwan peradaban Mesir kuno. Pada saat itu telah dapat dikenali beberapa organ dan pengetahuan dasar akan pembuluh darah. Penggunaan tubuh mati manusia atau mayat untuk penelitian ilmu anatomi dimulai pada abad ke-4 SM, saat Herophilos dan Erasistratus mempertunjukkan pembedahan mayat di Iskandariyah di bawah bantuan dinasti Ptolemais. Herophilos adalah orang yang pertama kali mengembangkan ilmu anatomi berdasarkan struktur asli tubuh manusia.

Ilmu anatomi berjaya pada abad ke-17 dan 18. Dengan hadirnya perusahaan pencetakan, pertukaran ide dan pendapat dapat dengan mudahnya dilakukan di seluruh Eropa. Sejak ilmu anatomi berkonsentrasi pada penelitian dan penggambaran, ketenaran ahli anatomi pasti sebanding dengan mutu kemampuan menggambarnya, daripada kemampuan bahasa Latin.

Pada abad ke-19, banyak ilmuwan yang memberikan gambaran anatomi lebih mendalam dibandingkan abad sebelumnya. Selain itu, dikembangkan pula ilmu mengenai anatomi mikro yaitu histologi pada manusia dan hewan. Penelitian anatomi berkembang dimana-mana dengan Inggris sebagai pusatnya.

Permintaan akan mayat semakin meningkat. Untuk itu berbagai cara dilakukan, bahkan pembunuhan. Melihat perkembangan yang tidak baik ini, parlemen Inggris mengeluarkan Undang-undang Anatomi 1832, yang memberikan batas-batas hukum untuk penyediaan jenazah. Pembatasan ini membuat dimulainya pengerjaan sebuah buku teks ilmu anatomi yang akhirnya terkenal, Gray’s Anatomy.

Penelitian anatomi pada ratusan tahun lalu banyak membantu perkembangan pemahaman pada ilmu-ilmu baru seperti biologi molekuler. Berbagai perkembangan juga terjadi pada alat-alat canggih untuk memahami tubuh manusia (terutama tubuh hidup), yakni melalui alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan pemindaian computer-assisted translation (CAT).

Pada 1981 pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah Tentang Bedah Mayat Klinis dan Bedah Mayat Anatomis serta Transplantasi Alat dan atau Jaringan Tubuh Manusia. Hal ini dilakukan untuk menjaga dan menghormati jenazah sebagai peninggalan manusia.

Bedah mayat klinis yang dimaksud adalah tindakan otopsi yang dilakukan untuk mengetahui sebab kematian pasien atau dalam kasus kriminal, dan memperoleh pengetahuan yang dianggap perlu. Bedah mayat anatomis adalah bedah mayat dalam rangka pendidikan. |sumber: id.wikipedia.org dan berbagai sumber lainnya

Apa itu PETA?

PADA tahun 1942  pasukan Jepang mendarat di pulau Jawa. Jepang ingin menguasai Indonesia juga. Dengan cara menghasut rakyat Indonesia, Jepang berhasil mendapatkan simpati dari rakyat Indonesia.  Akhirnya Jepang melakukan perlawanan terhadap Belanda. Belanda pun kalah dan memilih mundur.

Pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang yang di wakili oleh Letnan Jendral H. Ter Poorten (Belanda) kepada Letnan Jendral Hitoshi Imamura (Jepang). Sejak saat itu berakhirlah kekuasaan Belanda di Indonesia. Masyarakat Indonesia menyambut Jepang dengan senang  karena telah membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda. Jepang membuat pemerintahan, juga tentara-tentara untuk memperkuat Jepang. Salah satunya Tentara Sukarela Pembela Tanah Air atau PETA.

Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (PETA) atau dalam bahasa Jepang bernama kyōdo bōei giyūgun adalah kesatuan militer yang di bentuk oleh Jepang pada masa kependudukannya di Indonesia. Pada awalnnya pemerintah Jepang di Indonesia, membentuk pemerintahan militer di Pulau Jawa yang bersifat sementara. PETA sendiri di bentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 di Blitar yang di umumkan oleh Panglima Tentara ke-16, Letnan Jendral Kumakichi Harada. PETA dibuat bukan ide yang berasal dari pemerintahan Jepang, melaikan berasal dari pemerintahan Indonesia. Hal ini dibuktikan dari berita yang dimuat pada koran “Asia Raya” pada tanggal 13 September 1943.

Tujuan Jepang membentuk organisasi PETA ialah menarik simpati rakyat Indonesia agar rakyat indonesia memberikan bantuan kepada pasukan Jepang dalam perang Asia Timur Raya. Dan tujuan di bentuknya PETA untuk Indonesia ialah membangkitkan semangat juang para pemuda-pemuda Indonesia untuk para pemuda yang mengikuti organisasi PETA ini mengikuti latihan di kompleks militer Bogor, Jawa Barat yang diberi nama Jawa Bo-ei Giyûgun Kanbu Resentai. PETA merupakan organisasi semi militer dan militer yang bertugas mempertahankan tanah air Indonesia dari serbuan musuh. Jumlah personel PETA ada 66 Batalyon di Jawa, 3 Batalyon di Bali, dan sekitar 20.000 orang di Sumatera Markas Bogor.

PETA membuat beberapa tingkat pangkat dalam organisasi ini:

  1. Daidanco (komandan batalyon) merupakan pegawai pemerintahan, pemimpin agama, pamng praja, politikus dan penegak hukum
  2. Cudanco (komandan kompi) merupakan guru dan juru tulis
  3. Shodanco (komandan peleton) pelajar dari sekolah lanjutan pertama dan atas
  4. Budanco (komanda regu) merupakan pemuda yang pernah bersekolah dasar
  5. Giyuhei (prajurit sukarela) pemuda yang belum pernah bersekolah

Dengan terbentuknya PETA membuat para anggotanya kecewa karena Jepang yang selalu berjanji untuk membuat masa depan yang lebih cerah, tinggi namun hanya membuat rakyat Indonesia hanya menderita. Dengan kondisi ini kemudian terjadi pemberontakan pada 14 februari 1945 dengan di pimpin oleh Supriyadi. Namun pada tanggal 18 agustus 1945, tentara Daidan Jepang untuk menyerah dengan memberikan senjata, dan esoknya Jepang meninggalkan Indonesia. Dengan adanya Sejarah PETA ini membuat perjuangan yang di berikan sangat luar biasa. |Dari berbagai sumber

Sejarah Ilmu Kedokteran Dunia

KEDOKTERAN adalah suatu ilmu, dan seni yang mempelajari tentang penyakit, dan cara-cara penyembuhannya. Ilmu kedokteran adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari tentang cara mempertahankan kesehatan manusia, dan mengembalikan manusia pada keadaan sehat dengan memberikan pengobatan pada penyakit, dan cedera. Ilmu ini meliputi pengetahuan tentang sistem tubuh manusia, dan penyakit serta pengobatannya, dan penerapan dari pengetahuan tersebut.

Ilmu kedokteran atau pengobatan berbagai penyakit yang ada sekarang,tidak muncul begitu saja. Ilmu ini telah dicari, dipelajari serta dikembangkan sejak ribuan tahun lalu. Pada awalnya, sebagian besar kebudayaan dalam masyarakat awal menggunakan tumbuh-tumbuhan herbal, dan hewan untuk tindakan pengobatan. Ini sesuai dengan kepercayaan magis mereka yakni animisme, sihir, dan dewa-dewi. Masyarakat animisme percaya bahwa benda mati pun memiliki roh atau mempunyai hubungan dengan roh leluhur.

Ilmu kedokteran berangsur-angsur berkembang di berbagai tempat terpisah yakni Mesir kuno, Tiongkok kuno, India kuno, Yunani kuno, Persia, dan lainnya. Sekitar tahun 1400-an terjadi sebuah perubahan besar yakni pendekatan ilmu kedokteran terhadap sains. Hal ini mulai timbul dengan penolakan–karena tidak sesuai dengan fakta yang ada–terhadap berbagai hal yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh pada masa lalu (bandingkan dengan penolakan Copernicus pada teori astronomi Ptolomeus.

Metode pengobatan pada zaman Mesir Kuno

mesir kuno
Sekitar 2.600 SM, di mesir sudah terdapat dokter atau ahli pengobatan. Tercatat dokter pertama yang ada di Mesir pada 2.600 SM bernama Imhotep. Imhotep terkenal akan pengetahuannya dalam ilmu faal dan penyakit. Pada umumnya, dokter-dokter di Mesir menghabiskan waktu beberapa tahun untuk belajar di sekolah yang berupa kuil. Mereka belajar serta berlatih bagaimana bertanya, memeriksa, dan memperlakukan orang sakit. Selain itu, mereka juga terbiasa memberikan resep obat. Resep obat tersebut berisi obat yang sampai sekarang masih digunakan. Menurut catatan sejarah, orang Mesir pada masa lalu telah mengenal dokter gigi sebagai sebuah profesi yang penting.

Ilmu Kedokteran pada masa Cina Kuno

cina

Dokter di Cina percaya bahwa penyakit disebabkan oleh ketidak seimbangan Yin dan Yang yang terdapat di tubuh. Obat dan perawatan ditujukan untuk menyeimbangkan kembali Yin dan Yang tersebut. Sampai saat ini, ratusan obat herbal serta teknik pengobatan Cina masih digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Teknik pengobatan Cina yang sampai kini masih digunakan adalah akupuntur. Pada umumnya, pengobatan Cina didasarkan pada buku kedokteran kuno terkenal yang berjudul Nei Ching. Nei Ching di tulis oleh Kaisar Huang Ti pada tahun 479-300 SM. Dokter Cina sangat pintar mengobati luka, patah tulang, alergi, dan penyakit-penyakit lainnya. Mereka mendiagnosis pasien dengan bertanya tentang gejala yang dirasakan, makanan yang dimakan, serta penyakit yang pernah diderita sebelumnya. Selain itu, mereka juga biasa memeriksa denyut nadi pasien.

Ilmu Kedokteran pada masa Arab Kuno

arab
Pada abad ke-7 M, terdapat banyak ilmuan Arab yang sangat hebat. Ilmuan-ilmuan Arab tersebut menguasai berbagai ilmu pengetahuan, termasuk ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat. Dokter dan ilmuan hebat yang berasal dari dunia Arab, diantaranya adalah Al-Razi. Al-Razi adalah dokter pertama yang dapat mengidentifikasi penyakit cacar dan campak. Pada zamanya, Al-Razi adalah seorang dokter yang paling agung serta sangat produktif menulis buku. Oleh karena itu, kemasyuran Al-Razi tidak hanya di dunia timur, tetapi juga di dunia barat sehingga diberi gelar The Arabic Galen. Buku berjudul al-Hawi merupakan ensiklopedia tentang terapeutik yang di tulis oleh Al-Razi. Buku tersebut sangat tebal, beratnya mencapai 10 kg. Karyanya tersebut sangat berharga dan dijadikan buku rujukan di Eropa.

Ilmu kedokteran yang seperti dipraktikkan pada masa kini berkembang pada akhir abad ke-18, dan awal abad ke-19 di Inggris (oleh William Harvey, abad ke-17), Jerman (Rudolf Virchow), dan Perancis (Jean-Martin Charcot, Claude Bernard). Ilmu kedokteran modern, kedokteran “ilmiah” (di mana semua hasil-hasilnya telah diujicobakan) menggantikan tradisi awal kedokteran Barat, herbalisme, humorlasime Yunani, dan semua teori pra-modern. Pusat perkembangan ilmu kedokteran berganti ke Britania Raya, dan Amerika Serikat pada awal tahun 1900-an (oleh William Osler, Harvey Cushing).

Praktek kedokteran mengombinasikan sains, dan seni. Sains, dan teknologi adalah bukti dasar atas berbagai masalah klinis dalam masyarakat. Seni kedokteran adalah penerapan gabungan antara ilmu kedokteran, intuisi, dan keputusan medis untuk menentukan diagnosis yang tepat, dan perencanaan perawatan untuk masing-masing pasien serta merawat pasien sesuai dengan apa yang diperlukan olehnya.

|sumber: id.wikipedia.org

Mengenal Sosok Pahlawan Nasional Asal Lampung dan Kisah Perjuangannya [part2]

PASUKAN Radin Intan II disebar di tempat-tempat yang cukup tersembunyi dengan tugas melakukan pencegatan terhadap patroli pasukan Belanda yang keluar benteng. Namun akhirnya, Pasukan Belanda berhasil menangkap seorang kemenakan Singaberanta dan 14 orang lainnya di Bendulu. Mereka dipaksa menunjukkan tempat Singaberanta dan menunjukkan jalan menuju Ketimbang. Semuanya mengatakan tidak tahu. Namun, mereka terpaksa menunjukkan tempat Singaberanta menyimpan senjata, antara lain 25 tabung mesiu, 1 pucuk meriam, 4 pucuk lila, dan beberapa pucuk senapan.

Sasaran utama Belanda sebenarnya ialah merebut benteng Ketimbang, sebab di benteng ini Radin Inten II bertahan. Untuk merebut benteng ini, kolonel Welson membagi tiga pasukannya. Satu pasukan bergerak dari Bendulu ke arah selatan dan timur Gunung Rajabasa, pasukan lain bergerak menuju Kalianda dan Way Urang untuk merebut benteng Merambung dan menuju Ketimbang.

Pasukan ketiga bergerak dari Panengahan untuk merebut benteng Salai Tabuhan lLU menuju Ketimbang. Ternyata, pelaksanaannya tidak semudah seperti yang direncanakan. Kesulitan utama ialah Belanda belum mengetahui jalan menuju Ketimbang. Penduduk yang tertangkap tidak mau menunjukkan jalan tersebut. Oleh karena itu, pasukan yang langsung dipimpin Kolonel Welson dan sudah menduduki Hawi Berak, terpaksa kembali ke Bendulu. Pasukan lain yang dipimpin Mayor Van Ostade berhasil mencapai Way Urang yang penduduknya sudah memihak Belanda. Walaupun pasukan ini sempat tertahan di Kelau akibat serangan yang dilancarkan pasukan Radin Inten II, namun akhirnya mereka berhasil juga merebut benteng Merambung.

Sebenarnya, letak benteng Ketimbang tidak jauh dari benteng Merambung. Akan tetapi, Belanda tidak mengetahuinya. Kesulitan untuk mengetahui jalan menuju Ketimbang baru dapat mereka atasi pada tanggal 26 Agustus. Pada hari itu Belanda berhasil menangkap dua orang anak muda. Seorang diantaranya ditembak mati karena berusaha melarikan diri. Yang seorang lagi diancam akan dibunuh bila tidak mau menunjukkan jalan ke Ketimbang. Anak muda itupun terpaksa menuruti kehendak Belanda.

Setelah jalan ke Ketimbang diketahui, Kolonel Welson segera memerintahkan pasukannya untuk melakukan serbuan. Subuh tanggal 27 Agustus mereka mulai bergerak. Ketika tiba di Galah Tanah pukul 10.00 mereka dihadang oleh pasukan Radin Inten II. Pertempuran di tempat ini dimenangi oleh Belanda. Begitu pula pertempuran berikutnya di Pematang Sentok. Sebagian pasukan ditinggalkan di Pematang Sentok dan sebagian lagi meneruskan gerakan ke Ketimbang. Tengah hari pasukan ini sudah tiba di Ketimbang. Sesudah itu datang pula pasukan lain, termasuk pasukan Pangeran Sempurna Jaya Putih. Ternyata, benteng Ketimbang sudah ditinggalkan oleh Radin Inten II dan pasukannya. Dalam benteng ini Belanda menemukan bahan makanan dalam jumlah yang cukup banyak. Benteng Ketimbang sudah jatuh ke tangan Belanda. Akan tetapi, Kolonel Welson kecewa, sebab Radin Inten II tidak tertangkap atau menyerah.

Welson mengirimkan pasukannya ke berbagai tempat untuk mencari Radin Inten II. Sebaliknya, untuk mengacaukan pendapat Belanda, Radin Inten II menyebarkan berita-berita palsu melalui orang-orang kepercayaannya. Beredar berita bahwa ia sudah menyerah di Way Urang. Welson pun segera menuju Way Urang. Ternyata, orang yang dicarinya tidak ada di tempat itu. Seorang perempuan melaporkan pula bahwa Radin Inten II ada di Rindeh dan hanya ditemani oleh beberapa orang pengikutnya. Berita itu pun ternyata berita bohong. Suatu kali, Belanda mengetahui tempat persembuyian Radin Inten II. Tempat itu pun dikepung di bawah pimpinan Kapten Kohler. Akan tetapi, Radin Inten II berhasil meloloskan diri.

Sampai bulan Oktober 1856 sudah dua setengah bulan Belanda melancarkan operasi militer. Satu demi satu benteng pertahanan Radin Inten II berhasil mereka duduki. Namun, Radin Inten II masih belum tertangkap. Sementara itu, Belanda mendapat laporan bahwa Radin Inten II sudah pergi ke bagian utara Lampung, menyeberangi Way Seputih. Berita lain mengabarkan bahwa Singaberanta berada di Pulau Sebesi.

Belanda mengarahkan pasukan untuk memotong jalan Radin Inten II. Pasukan juga dikirim ke Pulau Sebesi untuk mencari Singaberanta. Hasilnya nihil. Baik Radin Inten II maupun Singaberanta tidak mereka temukan. Kolonel Welson hampir putus asa, ia merasa dipermainkan oleh seorang anak muda berumur 22 tahun.

Akhirnya, Waleson menemukan cara lain. Ia berhasil memperalat Radin Ngerapat. Maka pengkhianatan pun terjadi. Radin Ngerapat mengundang Radin Inten II untuk mengadakan pertemuan. Dikatakannya bahwa ia ingin membicarakan bantuan yang diberikannya kepada Radin Inten II. Tanpa curiga, Radin Inten II memenuhi undangan itu. Pertemuan diadakan malam tanggal 5 Oktober 1856 di suatu tempat dekat Kunyanya. Radin Inten II ditemani oleh satu orang pengikutnya. Radin Ngerapat disertai pula oleh beberapa orang. Akan tetapi, di tempat yang cukup tersembunyi, beberapa orang serdadu Belanda sudah disiapkan untuk bertindak bila diperlukan. Radin Ngerapat mempersilahkan Radin Inten II dan pengiringnya memakan makanan yang sengaja dibawanya terlebih dahulu.

Pada saat Radin Inten menyantap makanan tersebut, secara tiba-tiba ia diserang oleh Radin Ngerapat dan anak buahnya. Perkelahian yang tidak seimbang pun terjadi. Serdadu Belanda keluar dari tempat persembunyiannya dan ikut mengeroyok Radin Inten II. Radin Inten II tewas dalam perkelahian itu. Malam itu juga mayatnya yang masih berlumuran darah diperlihatkan kepada Kolonel Welson.

Raden Inten II tewas karena pengkhianatan yang dilakukan oleh orang sebangsanya dalam usia sangat muda, 22 tahun. Pada tahun 1986 Pemerintah Republik Indonesia menganugerahinya gelar pahlawan nasional (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 082 Tahun 1986 tanggal 23 Oktober 1986).

|sumber: id.wikipedia.ord dan tokohindonesia.com

Inilah Sejarah Pesawat Tanpa Awak Drone

PESAWAT tanpa awak atau Pesawat nirawak adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri, menggunakan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya, bisa digunakan kembali dan mampu membawa muatan baik senjata maupun muatan lainnya . Penggunaan terbesar dari pesawat tanpa awak ini adalah dibidang militer. Rudal walaupun mempunyai kesamaan tapi tetap dianggap berbeda dengan pesawat tanpa awak karena rudal tidak bisa digunakan kembali dan rudal adalah senjata itu sendiri.

Sejak awal abad 19, sebelum Perang Dunia I. Wikipedia yang merujuk makalah dari Centre for Telecommunications and Information Engineering (CTIE) Monash University menyebut bahkan konsep pesawat tanpa awak ini pertama kali digunakan 22 Agustus 1849.

Abraham Karem, insinyur Israel yang kemudian bermigrasi ke AS ini awalnya membuat pesawat nirawak dari garasi rumahnya di Irvine, California yang dinamakan Albatros. Prototipe pesawat nirawak buatan Karem berhasil dilirik Badan Proyek Riset Pertahanan AS (Defense Advanced Research Projects Agency/DARPA) yang kemudian mendanai penelitian lanjutan dari prototipe yang dikembangkan Karem. Mulai saat itu, riset drone di AS berkembang hingga terciptalah drone bernama Predator yang fenomenal itu.

Badan Intelijen AS (CIA) juga mengembangkan drone ini secara rahasia hingga tahun 4 Februari 2002, CIA menggunakan drone Predator itu untuk melakukan serangan di dekat Kota Khost, Afghanistan. Sasarannya, Osama Bin Laden yang telah menjadi tertuduh pasca peristiwa 9/11 dan di bawah pemerintahan Presiden AS Barack Obama, aksi penyerangan AS yang dilakukan drone sudah menewaskan setidaknya lebih dari 3 ribu orang, 500 di antaranya warga sipil. Fakta ini membuat drone dipandang sebagai robot pembunuh

Selain dinilai sebagai ‘robot pembunuh’, penggunaan drone untuk tujuan non-militer masih berlangsung. Bahkan di Australia, drone ini dipakai untuk mengatasi kebakaran hutan. Warga sipil juga ada yang ikut menyalahgunakan drone seperti yang terjadi di Kota Melbourne, Maret 2014 lalu di mana pesawat tanpa awak itu digunakan untuk menyelundupkan narkoba ke penjara.

Di Indonesia, lembaga riset seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), kemudian beberapa kampus riset seperti ITB dan Universitas Surya dengan TNI AD juga sudah membuat prototipe dari pesawat drone.

|Sumber: mediasatu24.com

Lampung Utara; Ragem Tunas Lampung

KABUPATEN Lampung Utara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Kabupaten ini dulunya adalah kabupaten terluas/terbesar di Provinsi Lampung yang sekarang meliputi Kabupaten Lampung Utara sendiri, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Lampung Barat (yang melahirkan Kabupaten Pesisir Barat), dan Kabupaten Tulang Bawang (yang melahirkan Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Kabupaten Mesuji).

Kabupaten Lampung Utara ini menyandang moto Ragem Tunas Lampung. Yang artinya nasyarakat adat Lampung Utara menerima keanekaragaman/perbedaan sebagai modal untuk kemajuan bersama serta keramah tamahan yang dilandasi niat baik untuk menjalin hubungan persaudaraan.

Pada awal masa kemerdekaan, berdasarkan UU RI Nomor 1 Tahun 1945, Lampung Utara merupakan wilayah administratif di bawah Karesidenan Lampung yang terbagi atas beberapa kawedanan, kecamatan dan marga.

Pemerintahan marga dihapuskan dengan Peraturan Residen 3 Desember 1952 Nomor 153/1952 dan dibentuklah “Negeri” yang menggantikan status marga dengan pemberian hak otonomi sepenuhnya berkedudukan di bawah kecamatan. Dengan terjadinya pemekaran beberapa kecamatan, terjadilah suatu negeri di bawah beberapa kecamatan, sehingga dalam tugas pemerintahan sering terjadi benturan. Status pemerintahan negeri dan kawedanan juga dihapuskan dengan berlakunya UU RI Nomor 18 Tahun 1965.

Berdasarkan UU RI Nomor 4 (Darurat) Tahun 1965, juncto UU RI Nomor 28 Tahun 1959, tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-Kabupaten dalam Lingkungan Sumatera Selatan, terbentuklah Kabupaten Lampung Utara di bawah Provinsi Sumatera Selatan. Dengan terbentuknya Provinsi Lampung berdasarkan UU RI Nomor 14 Tahun 1964, maka Kabupaten Lampung Utara masuk sebagai bagian dari Provinsi Lampung.

Kabupaten Lampung Utara telah mengalami tiga kali pemekaran sehingga wilayah yang semula seluas 19.368,50 km² kini tinggal 2.765,63 km². Pemekaran wilayah pertama terjadi dengan terbentuknya Kabupaten Lampung Barat berdasarkan UU RI Nomor 6 Tahun 1991, sehingga Wilayah Lampung Utara berkurang 6 kecamatan yaitu: Sumber Jaya, Balik Bukit, Belalau, Pesisir Tengah, Pesisir Selatan dan Pesisir Utara.

Hingga berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2006 tanggal 15 Agustus 2006 telah dimekarkan kembali 7 kecamatan yang baru dan saat ini di lampung Utara menjadi 23 kecamatan.
|sumber: id.wikipedia.org

pict. kotabumi-lampura.blogspot.com

Alba Amicorum, ‘Media Sosial’ Abad Ke-16

JIKA kita berpikir bahwa media sosial seperti Facebook adalah hasil dari kecanggihan internet di zaman modern saat ini, maka kita salah besar. Karena ternyata manusia sudah mengenal media sosial sejak ratusan tahun lalu tepatnya pada abad ke-16. Pada abad ke-16 ada sebuah buku yang disebut “Alba Amicorum” dalam bahasa latin yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti “buku teman”.

Penasaran seperti apa rupa media sosial zaman dulu? Mari kita cari tahu lewat tujuh fakta Alba Amicorum berikut ini.

1.’Share’ pengalaman pribadi

Isi buku teman umumnya adalah berbagi pengalaman pribadi bisa berupa puisi, musik, curhatan atau mungkin pendapat tentang hal tertentu. Makin terlihat mirip sesuatu atau beberapa hal sejenis di masa kini bukan?

2. Wadah remaja untuk bersosialisasi

Sophie Reinders, peneliti asal Belanda, belum lama ini mendalami tentang bagaimana buku teman zaman dahulu itu berkembang dan berfungsi sebagai media sosial di zaman modern. Menurut Sophie, Alba Amicorum digunakan untuk membangun dan memperkuat hubungan pribadi kaum remaja bangsawan di Eropa Utara pada awal 1560.

3. ‘Comment’ pengalaman teman

Selain itu, buku teman juga bisa meminta komentar atau tanggapan teman tentang sharing yang telah dibuat. Pemilik buku itu bisa kita anggap seperti akun profil media sosial kita saat ini. Bedanya, kalau zaman dulu, pemilik buku menunjukkan kepada teman dan menawarkan apakah ia ingin memberi komentar atau tidak.

4. Bermula dari universitas

Sama seperti Facebook, buku teman Alba Amicorum dimulai dari universitas. Pada abad ke-16, bangsawan muda Belanda, Jerman dan Perancis bepergian dalam rangka tur pendidikan keliling Eropa untuk mendapat pelajaran dari berbagai tempat. Untuk merekam perjalanan mereka, tiap anak muda itu mempunyai satu buku. Buku tersebut kemudian dipakai untuk mencatat pengalaman dan juga kesan pesan dari orang-orang yang mereka temui. Mulai dari akademisi, filsuf, ilmuwan, seniman dan pastinya sesama murid.

5. Siapa yang membuat gambar indah di buku teman?

Kalau kita lihat beberapa gambar yang direkam untuk penelitian Sophie, tampak kalau buku teman berisikan gambar-gambar indah. Siapa yang membuat gambar tersebut? Apakah sang pemilik buku? Ternyata yang membuat gambar indah tersebut adalah para seniman ternama abad tersebut. Tidak heran kalau hanya para bangsawan saja yang mempunyai Alba Amicorum.

6. Buku teman pria lebih mirip LinkedIn

Alba Amicorum di masa itu digunakan para bangsawan muda pria untuk memberi gambaran profesional dirinya. Sehingga, buku itu akan jadi referensi tentang pengalaman pentingnya di dunia pendidikan maupun kerja. Dan juga untuk menambah koneksi dengan orang-orang lain. Mirip seperti LinkedIn, media sosial yang digunakan sebagai referensi dan koneksi.

7. Buku teman wanita lebih mirip Facebook

Wanita pada zaman itu tidak terlalu dibebaskan untuk berkeliling dunia. Walau demikian, mereka tetap mempunyai Alba dengan fungsi yang sedikit berbeda. Alba yang digunakan para bangsawan wanita mirip Facebook seperti membangun dan memperkuat persahabatan, bertukar gosip, bersenda gurau, dan juga kode tentang pria idaman.

|Sumber: kawankumagz.com, Intisari-Online.com

Kisah Gajah Mada, Cikal Bakal Nasionalisme Indonesia

PATIH Gajah Mada hampir begitu terkenal di Indonesia. Ia merupakan tokoh sejarah yang menginspirasi penyatuan Nusantara (Indonesia) hingga seperti sekarang ini. Banyak masyarakat Indonesia masa sekarang yang menganggapnya sebagai pahlawan dan simbol nasionalisme Indonesia dan persatuan Nusantara. Gajah Mada adalah seorang panglima perang dan tokoh yang sangat berpengaruh pada zaman kerajaan Majapahit. Menurut berbagai sumber mitologi, kitab, dan prasasti dari zaman Jawa Kuno, ia memulai kariernya tahun 1313, dan semakin menanjak setelah peristiwa pemberontakan Ra Kuti pada masa pemerintahan Sri Jayanagara, yang mengangkatnya sebagai Patih. Ia menjadi Mahapatih (Menteri Besar) pada masa Ratu Tribhuwanatunggadewi, dan kemudian sebagai Amangkubhumi (Perdana Menteri) yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya.

Tidak ada informasi dalam sumber sejarah yang tersedia saat pada awal kehidupannya, kecuali bahwa ia dilahirkan sebagai seorang biasa yang naik dalam awal kariernya menjadi Begelen atau setingkat kepala pasukan Bhayangkara pada Raja Jayanagara (1309-1328) terdapat sumber yang mengatakan bahwa Gajah Mada bernama lahir Mada sedangkan nama Gajah Mada kemungkinan merupakan nama sejak menjabat sebagai patih.

Menurut Pararaton, Gajah Mada sebagai komandan pasukan khusus Bhayangkara berhasil memadamkan Pemberontakan Ra Kuti, dan menyelamatkan Prabu Jayanagara (1309-1328) putra Raden Wijaya dari Dara Petak. Selanjutnya pada tahun 1319 ia diangkat sebagai Patih Kahuripan, dan dua tahun kemudian ia diangkat sebagai Patih Kediri.

Pada tahun 1329, Patih Majapahit yakni Arya Tadah (Mpu Krewes) ingin mengundurkan diri dari jabatannya. Dan menunjuk Patih Gajah Mada dari Kediri sebagai penggantinya. Patih Gajah Mada sendiri tak langsung menyetujui, tetapi ia ingin membuat jasa dahulu pada Majapahit dengan menaklukkan Keta dan Sadeng yang saat itu sedang memberontak terhadap Majapahit. Keta dan Sadeng pun akhirnya dapat ditaklukan. Akhirnya, pada tahun 1334, Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih secara resmi oleh Ratu Tribhuwanatunggadewi (1328-1351) yang waktu itu telah memerintah Majapahit setelah terbunuhnya Jayanagara.

Dalam pupuh Désawarnana atau Nāgarakṛtāgama karya Prapanca yang ditemukan saat penyerangan Istana Tjakranagara di Pulau Lombok pada tahun 1894 terdapat informasi bahwa Gajah Mada merupakan patih dari Kerajaan Daha dan kemudian menjadi patih dari Kerajaan Daha dan Kerajaan Janggala yang membuatnya kemudian masuk kedalam strata sosial elitis pada saat itu. Gajah Mada digambarkan pula sebagai “seorang yang mengesankan, berbicara dengan tajam atau tegas, jujur dan tulus ikhlas serta berpikiran sehat”.

Gajah Mada terkenal dengan sumpahnya, yaitu Sumpah Palapa, yang tercatat di dalam Pararaton. Ia menyatakan tidak akan memakan palapa (rempah-rempah) sebelum berhasil menyatukan Nusantara. Meskipun ia adalah salah satu tokoh sentral saat itu, sangat sedikit catatan-catatan sejarah yang ditemukan mengenai dirinya. Wajah sesungguhnya dari tokoh Gajah Mada, saat ini masih kontroversial.

Sumpah Palapa

Ketika pengangkatannya sebagai patih Amangkubhumi pada tahun 1258 Saka (1336 M), Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang berisi bahwa ia akan menikmati palapa atau rempah-rempah (yang diartikan kenikmatan duniawi) bila telah berhasil menaklukkan Nusantara. Sebagaimana tercatat dalam kitab Pararaton dalam teks Jawa Pertengahan yang berbunyi sebagai berikut:

“Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tañjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompu, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa ”
bila dialih-bahasakan mempunyai arti :

“Ia, Gajah Mada sebagai patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa, Gajah Mada berkata bahwa bila telah mengalahkan (menguasai) Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa, bila telah mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa.

Walaupun ada sejumlah pendapat yang meragukan sumpahnya, Gajah Mada memang hampir berhasil menaklukkan Nusantara. Dimulai dengan penaklukan ke daerah Swarnnabhumi (Sumatera) tahun 1339, pulau Bintan, Tumasik (sekarang Singapura), Semenanjung Malaya, kemudian pada tahun 1343 bersama dengan Arya Damar menaklukan Bedahulu (di Bali) dan kemudian penaklukan Lombok, dan sejumlah negeri di Kalimantan seperti Kapuas, Katingan, Sampit, Kotalingga (Tanjunglingga), Kotawaringin, Sambas, Lawai, Kendawangan, Landak, Samadang, Tirem, Sedu, Brunei, Kalka, Saludung, Sulu, Pasir, Barito, Sawaku, Tabalung, Tanjungkutei, dan Malano.

Pada zaman pemerintahan Prabu Hayam Wuruk (1350-1389) yang menggantikan Tribhuwanatunggadewi, Gajah Mada terus melakukan penaklukan ke wilayah timur seperti Logajah, Gurun, Sukun, Taliwung, Sapi, Gunungapi, Seram, Hutankadali, Sasak, Bantayan, Luwu, Buton, Banggai, Kunir, Galiyan, Salayar, Sumba, Muar (Saparua), Solor, Bima, Wandan (Banda), Ambon, Wanin, Seran, Timor, dan Dompo.
Dilema

Terdapat dua wilayah di Pulau Jawa yang terbebas dari invasi Majapahit yakni Pulau Madura dan Kerajaan Sunda karena kedua wilayah ini mempunyai keterkaitan erat dengan Narrya Sanggramawijaya atau secara umum disebut dengan Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit (Lihat: Prasasti Kudadu 1294  dan Pararaton Lempengan VIII, Lempengan X s.d. Lempengan XII dan Invasi Yuan-Mongol ke Jawa pada tahun 1293) sebagaimana diriwayatkan pula dalam Kidung Panji Wijayakrama.

Perang Bubat

Dalam Kidung Sunda diceritakan bahwa Perang Bubat (1357) bermula saat Prabu Hayam Wuruk mulai melakukan langkah-langkah diplomasi dengan hendak menikahi Dyah Pitaloka Citraresmi putri Sunda sebagai permaisuri. Lamaran Prabu Hayam Wuruk diterima pihak Kerajaan Sunda, dan rombongan besar Kerajaan Sunda datang ke Majapahit untuk melangsungkan pernikahan agung itu. Gajah Mada yang menginginkan Sunda takluk, memaksa menginginkan Dyah Pitaloka sebagai persembahan pengakuan kekuasaan Majapahit. Akibat penolakan pihak Sunda mengenai hal ini, terjadilah pertempuran tidak seimbang antara pasukan Majapahit dan rombongan Sunda di Bubat; yang saat itu menjadi tempat penginapan rombongan Sunda. Dyah Pitaloka bunuh diri setelah ayah dan seluruh rombongannya gugur dalam pertempuran. Akibat peristiwa itu langkah-langkah diplomasi Hayam Wuruk gagal dan Gajah Mada dinonaktifkan dari jabatannya karena dipandang lebih menginginkan pencapaiannya dengan jalan melakukan invasi militer padahal hal ini tidak boleh dilakukan.

Dalam Nagarakretagama diceritakan hal yang sedikit berbeda. Dikatakan bahwa Hayam Wuruk sangat menghargai Gajah Mada sebagai Mahamantri Agung yang wira, bijaksana, serta setia berbakti kepada negara. Sang raja menganugerahkan dukuh “Madakaripura” yang berpemandangan indah di Tongas, Probolinggo, kepada Gajah Mada. Terdapat pendapat yang menyatakan bahwa pada 1359, Gajah Mada diangkat kembali sebagai patih; hanya saja ia memerintah dari Madakaripura.

Akhir hidup

Disebutkan dalam Kakawin Nagarakretagama bahwa sekembalinya Hayam Wuruk dari upacara keagamaan di Simping, ia menjumpai bahwa Gajah Mada telah sakit. Gajah Mada disebutkan meninggal dunia pada tahun 1286 Saka atau 1364 Masehi.

Raja Hayam Wuruk kehilangan orang yang sangat diandalkan dalam memerintah kerajaan. Raja Hayam Wuruk pun mengadakan sidang Dewan Sapta Prabu untuk memutuskan pengganti Gajah Mada. Namun tidak ada satu pun yang sanggup menggantikan Patih Gajah Mada. Hayam Wuruk kemudian memilih empat Mahamantri Agung dibawah pimpinan Punala Tanding untuk selanjutnya membantunya dalam menyelenggarakan segala urusan negara. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Mereka pun digantikan oleh dua orang mentri yaitu Gajah Enggon dan Gajah Manguri. Akhirnya Hayam Wuruk memutuskan untuk mengangkat Gajah Enggon sebagai Patih Mangkubumi menggantikan posisi Gajah Mada.

Bandar Lampung, Kota Tapis Berseri

Kota Bandar Lampung adalah ibu kota provinsi Lampung. Kota ini memiliki luas wilayah daratan 169,21 km² dan terbagi ke dalam 20 Kecamatan dan 126 Kelurahan dengan populasi penduduk 1.167.101 jiwa (berdasarkan data tahun 2014. Menurut jumlah penduduk Bandar Lampung merupakan kota terbesar ketiga di Pulau Sumatera setelah Medan dan Palembang. Secara geografis, kota ini menjadi pintu gerbang utama pulau Sumatera, tepatnya kurang lebih 165 km sebelah barat laut Jakarta.

Pada zaman kolonial Hindi Belanda, wilayah kota Bandar Lampung termasuk wilayah Onder Afdeling Telokbetong. Ibukota Onder Afdeling Telokbetong adalah Tanjungkarang, sementara Kota Telokbetong sendiri berkedudukan sebagai Ibukota Keresidenan Lampung. Kedua kota tersebut tidak termasuk ke dalam Marga Verband, melainkan berdiri sendiri dan dikepalai oleh seorang Asisten Demang yang tunduk kepada Hoof Van Plaatsleyk Bestuur selaku Kepala Onder Afdeling Telokbetong. Pada zaman pendudukan Jepang, kota Tanjungkarang-Telokbetong dijadikan shi (Kota) dibawah pimpinan seorang shichō (bangsa Jepang) dan dibantu oleh seorang fukushichō (bangsa Indonesia).

Tapis merupakan kerajinan khas Lampung yang juga kebanggaan masyarakat Lampung. Tapis adalah bentuk kain wanita yang berupa sarung yang terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan dari benang emas atau perak dengan cara membuatnya menggunakan sulam.

Dengan slogan yang terpampang di atas gapura di Bandar lampung yang berbunyi “Bandar Lampung Tapis Berseri” (Tertib, Aman, Patuh, Iman, Sejahtera, dan bersih, sehat , Rapih dan Indah) membawa nama kota ini menjadi kota besar terbersih.  Hal ini dibuktikan dengan penghargaan adipura kencana yang menobatkan kota bandar lampung menjadi kota besar terbersih pada tahun 1995 dan tahun 2009.

Selain itu banyak tempat wisata yang wajib dikunjungi apabila segang berada di kota Bandar Lampung, seperti Bumi Kedaton Resort, Lembah Hijau, Wira garden dan lain-lain.