Posts

Mahasiswa Akafarma Ikuti Sidang Karya Tulis Ilmiah

MAHASISWA Fakultas Kedokteran, Akademi Analis Farmasi dan Makanan (AKAFARMA) ikuti sidang Karya Tulis Ilmiah (KTI) di Ruang Sidang lantai tiga Gedung Rektorat Universitas Malahayati, 26 November 2015. Sidang KTI ini berlangsung hingga akhir Desember 2015 mendatang.

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta ini merupakan kegiatan wajib perdana yang dilaksanakan mahasiswa Akafarma angkatan 2012. Seperti dua mahasiswa yang telah usai mengikuti sidang KTI kemarin, Nilam Noviriani dan Sri Pujiati.

“Jujur ini sidang perdana yang dilakukan angkatan 2012, gugup pasti terlebih mengadapi pertanyaan dari setiap pembimbing namun didalam hati selalu mengucap, bisa ini pasti bisa jangan gugup,” kata Nilam.

KTI ini merupakan karya tulis yang disusun mahasiswa dan diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan Program Pendidikan Program Studi Diploma III.[]

Mahasiswa ini Berbagi Cerita Setelah Sidang Komprehensif

KETEGANGAN masih nampak di wajahnya, ia berjalan gontai keluar dari ruang sidang di Lantai 3 Gedung rektorat Universitas Malahayati, Selasa 10 November 2015. Ialah Kemas Zulkifli, mahasiswa Fakultas Ekonomi yang baru saja menyelesaikan sidang komprehensif. Kemas, sapaan akrabnya di uji langsung oleh Lestari Wuryanti SE MM dan Erna Listyaningsih Phd.

Kemas yang sudah datang sejak pukul 10 pagi ini, merasa tidak maksimal hari ini. Terlebih saat berbincang dengan malahayati.ac.id, wajah kurang puas tak bisa ia tutupi meski ia mencoba bersikap tenang.

“Jujur saja saya kurang puas hari ini. Saya memang bisa melewati sidang dengan baik, tapi ‘senjata’ yang saya persiapkan untuk hari ini, tidak saya gunakan. Sehingga apa yang saya ingin sampaikan saat menjawab pertanyaan penguji tidak tersampaikan dengan sempurna,” kata Kemas.

Senjata yang ia maksud adalah catatan-catatan kecil yang menjadi poin-poin penting presentasinya hari ini. Padahal judul yang ia buat cukup menarik, yaitu “Pengaruh Sensual Marketing Sales Promotion Girl”. Terlepas dari itu semua, Kemas tetap merasa bersyukur dan optimis kalau usahanya selama ini untuk meraih gelar sarjana ekonomi tidak pernah sia-sia. Terbukti, saat pengumuman kelulusan sidang, Kemas berhasil lulus meski ada beberapa hal yang masih harus direvisi kembali.

Kemas berharap, IPK nya bisa naik diatas 3.00 karena saat ini ia baru meraih IPK 2.97. Semua itu agar mampu bersaing di dunia kerja nanti katanya.[]

Leni Purnama Sari Melaksanakan Sidang Proposal Tesis

MAHASISWA Megister Fakultas Kesehatan Masyarakat, Leni Purnama Sari, melaksanakan sidang proposal tesis di Ruang Sidang Pascasarjana Universitas Malahayati Rabu, 21 Oktober 2015.

“Lega dan grogi tapi harus selalu semangat dalam menjalankan sesuatu dan lakukan dengan sebaik mungkin,” kata Leni Purnama Sari.

Leni begitu ia disapa. Ia mengangkat proposal Tesis yang berjudul “Analisis faktor yang berhubungan dengan terjadinya BBLR di Kota Metro Provinsi Lampung“. BBLR yang merupakan Bayi Berat Lahir Rendah ini sangat menarik dan analisis yang dilakukan secara langsung di Rumah Sakit.

Mahasiswa yang juga lulusan DIV Kebidanan Universitas Malahayati ini meneruskan program pascasarjana di Universitas Malahayati.”Karena Universitas Malahayati  sudah tidak asing bagi saya dan lagi pula teman pun tidak begitu asing,” kata Leni.

Ia berpesan kepada mahasiswa yang akan menjalankan sidang proposal agar membuat penelitian yang sebaik mungkin, perluas variabel-variabel agar semakin menarik dan gunakan judul yang semenarik mungkin.[]

Agung Istiawan: Lega Sudah Menyelesaikan Sidang Hasil

MAHASISWA Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Melaksanakan sidang hasil di ruang sidang lantai 3 gedung Rektorat Universitas Malahayati. Kamis, 15 Oktober 2015.

Terlihat senyum kebanggaan terlontar dari raut wajah Agung Istiawan yang telah menyelesaikan Sidang hasilnya. “Lega sudah sidang hasil” Ujar Agung, akrab disapa. Dengan judul skripsi “hubungan pemberian susu formula dengan kejadian Dermatitis Atopik pada anak usia 0-12 tahun di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo”  Agung menyelesaikan sidang hasilnya dengan baik.

Penelitian oleh Pria kelahiran 11 Agustus 1993 ini, bertujuan untuk mengetahui apakah efek samping dari susu formula. Dari Penelitian yang dilakukan Agung, susu formula bisa mengakibatkan Dermatitis Atopik atau peradangan pada kulit yang bersifat kemerahan dan terasa panas pada kulit apabila anak tersebut memiliki riwayat alergi.

Sidang hasil merupakan tahapan yang harus dilalui oleh mahasiswa dan selanjutnya dapat menjalani tahap Sidang Komprehensif.

Pria asal Kalimantan Timur ini juga memberikan tips agar tidak memunda setiap pekerjaan atau tugas yang diberikan dan juga jangan pernah patah semangat. []

 

Sidang Skripsi? Ini Persiapannya!

Sidang Skripsi? Ini persiapannya. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Malahayati angkatan 2011 sedang disibukkan dengan sidang skripsi. Seperti Nelly Agustin, saat ditemui ia sedang sibuk membuat slide presentasi skripsinya.

Nelly, begitu ia akrab disapa. Mahasiswi asal Tulangbawang ini berbagi persiapannya kepada wartawan malahayati.ac.id di kediamannya, Sabtu 12 September 2015. “Sebelum sidang sebaiknya melengkapi syarat untuk sidang dan mempersiapkan diri sendri,” ujarnya.

Di PSIK sendiri syarat untuk sidang ini berupa:
  • Fotocopy surat izin penelitian dari pihak kampus
  • Fotocopy surat izin penelitian dari instansi terkait
  • Fotocopy surat keterangan telah selesai penelitian dari instansi terkait
  • Fotocopy lembar pengesahan ujian sidang akhir skripsi dari pembimbing
  • Fotocopy transkrip nilai (dengan syarat tanpa nilai D)
  • Fotocopy kartu ujian
  • Fotocopy bebas Pusat Pelayanan Pengajaran Terpadu (P3T) meliputi bebas biaya, administrasi akademik dan keuangan
  • Fotocopy bebas perpustakaan
  • Saat mendaftar membawa fotocopy berkas ujian (skripsi) *3 rangkap
Nelly menambahkan, setelah syarat lengkap, konsultasikan dengan dosen pembimbing untuk mengatur jadwal sidang. Setelah itu konfirmasikan ruang sidang dengan pihak P3T. Perlengkapan sidang seperti LCD proyektor dapat dipersiapkan 15 menit sebelum sidang.

Potret Usai Sidang Karya Tulis Ilmiah Keperawatan

Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan karya tulis yang disusun mahasiswa dan diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan Program Pendidikan Program Studi Diploma III Keperawatan. Seperti yang di rasakan Pipit Puspita Sari, yang sudah menyelesaikan sidang KTI.

Berikut potret yang tertangkap malahayati.ac.id, usai Sidang KTI:

Pipit: Universitas Malahayati It’s Amazing

MAHASISWA tingkat akhir DIII Keperawatan Malahayati sedang disibukkan dengan sidang Karya Tulis Ilmiah (KTI) di ruangan sidang Lantai 3 Gedung Rektorat, Kamis 3 September 2015.

Salah satu di antaranya adalah  Pipit Puspita Sari. “Lega, meski tegang saat sidang berlangsung namun masukan dari para penguji sangat bermanfaat,” ujarnya usai mengikuti sidang kepada malahayati.ac.id.

Mahasiswi yang akrab disapa pipit ini mengangkat judul KTI cukup menarik yaitu, Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. S Khususnya Tn. S Dengan Kasus Hipertensi di Kelurahan Sumber Sari Batul, Metro.

Pipit mengaku saat penyuluhan ia mengalami sedikit kendala, karena kurang pedulinya keluarga terhadap kondisi kesehatan Tn.S. Namun ia dapat menyelesaikannya dengan baik, terlihat dari rona wajah bahagianya usai menjalani sidang ini.

“Saran untuk teman-teman yang ingin sidang KTI, sebaiknya penguasaan materi yang baik dan persiapan matang untuk bahan materi dan lain-lain,” ujar Pipit menambahkan.

Mahasiswi kelahiran 1 Januari 1993 ini mengatakan Universitas Malahayati it’s Amazing.[]

Begini Suasana Sidang Karya Tulis Ilmiah Mahasiswi Akademi Keperawatan

Berada di lantai tiga Gedung Rektorat Universitas Malahayati, suasana ruang sidang Karya Tulis Mahasiswa (KTI) untuk Akademi Keperawatan Malahayati, tampak sunyi. Di dalamnya seorang mahasiswi bernama Pipit Puspita Sari tampak berwajah  tegang dan gugup. Sesekali ia menunjukkan senyuman tipis manisnya.

“Materi atau bahan yang di dapat harus terpercaya, akurat dan memang sudah terbukti,” ujar Rahma Elliya, S.Kep,.M.Kes salah satu penguji KTI kepada malahayati.ac.id, Kamis 3 September 2015.

Pipit menguasai materinya dengan baik, terbukti ia mampu menjawab dengan lancar semua pertanyaan dari pembimbing dan penguji. Pembimbing I dan II yaitu, Ricko Gunawan, S.Kep dan Wahid Tri Wahyudi, S.Kep, Ns dan untuk penguji, Rahma Elliya, S.Kep,.M.Kes.

Judul KTI yang ia buat cukup menarik yaitu, Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. S Khususnya Tn. S Dengan Kasus Hipertensi di Desa Sumber Sari Batul, Metro. Dengan judul yang menarik dan pembawaan materi yang cukup baik, ia menyelesaikan sidang KTI dengan lancar, namun mendapat catatan agar laporan kasusnya di perbaiki dahulu. []

Hamim; Senang Walaupun Ada Perbaikan

Hamim Rahman Shaleh, Mahasiswa tingkat akhir dari DIII Keperawatan ini sudah menjalankan Sidang Karya Tulis (KTI), Selasa 1 September 2015. KTI yang disusun mahasiswa bertujuan untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan Program Pendidikan Diploma III Keperawatan.

Mahasiswa asal Lampung Tengah ini mengambil judul KTI, Sistem Neurologi Stroke Non Hemoragik (SNH). KTI ini bertujuan agar masyarakat mengetahui sebab akibat terjadinya stroke. Ia mengatakan, saya melihat lingkungan sekitar yang kebanyakan menderita stroke, Lampung sendiri mendapat urutan nomer tiga untuk penyakit stroke. Jadi saya mengambil tema tentang stroke, penyebab mengapa stroke di Lampung ini tinggi.

Kelahiran Sumber Agung, 4 juli 1994 ini mengaku, banyak kendala untuk menyelesaikan KTI ini karena data harus didapat dari sumber yang benar dan tepat, mengambil data pun langsung ke departemen kesehatan Lampung.

“Intinya saya sangat bersyukur, senang dan bahagia sudah menyelesaikan KTI, walaupun masih ada yang perlu diperbaiki kembali,” ujarnya.

Fina; Mahasiswa Keperawatan yang Sudah Menyelesaikan Sidang KTI

Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan karya tulis yang disusun mahasiswa dan diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan Program Pendidikan Program Studi Diploma III Keperawatan. Fina Seftia Amd Kep, mahasiswi angakatan 2012 ini sudah menjalankan sidang KTI nya, Senin 31 Agustus 2015.

Fina begitu panggilannya, saat ditemui tim malahayati.ac.id usai sidang KTI ini, ia terlihat  asik berfoto dengan raut wajah yang berbinar-binaryang terpancar usai menyelesaikan sidang KTI. Mahasiswi asal Liwa, Lampung Barat ini mengatakan, “saya sangat senang, sedih, terharu semua jadi satu karena sudah menyelesaikan KTI yang cukup menguras energi, pikiran bahkan materi.”

“Banyak kendala yang saya alami, seperti melakukan revisi, mencari buku untuk menambah bahan-bahan materi. Intinya saya sangat bersyukur karena sudah meneyelesaikan KTI,” ujarnya.

Berikut kebahagiaan yang tertangkap malahayati.ac.id: