Posts

Sumpah Dokter Periode ke-45 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

SUMPAH Dokter periode XXXXV Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati.  Acara ini berlangsung di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Kamis, 19 April 2018.

Acara ini mengusung tema “Mengutamakan Keselamatan Pasien (Patien Safety) Guna Meningkatkan Profesionalisme Dokter dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat”. Prosesi sakral ini diikuti sebanyak 126 peserta. Acara ini juga dihadiri wakil Rektor I, Dekan dan Kaprodi Fakultas Kedokteran, serta perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan perwakilan dari Dinas Kesehatan.

“Akhirnya segala perjuangan orang tua kini telah sampai lah hari yang bahagia ini, terimakasih dosen dan para dokter  yang telah membimbing dan mendidik kami dan sampai saat ini kami telah mendapat gelar dokter. Kami bangga dan bahagia telah menjadi sebagian besar keluarga malahayati, tidak sebentar kami berada di lingkungan malahayati dan kami tidak luput dari kesalahan, kami mohon maaf apa bila ada kesalahan tingkah laku kami yang kurang berkenan, ” tutur dr. Fadly Septa Perdana , perwakilan suara lulusan dokter baru Universitas Malahayati dalam sambutannya.

Fadly juga mengucapkan terima kasih untuk kedua orang tua yang telah berjuang dan berdoa untuk keberhasilannya. “Untuk kedua orang tua kami terimakasih berkat doa dan perjuangan kalian semua. Ini semua perjuangan dan doa kalian, baik materi tenaga dan segalanya hingga sampai saat ini kami mendapat gelar dokter. Kami berjuang karena inspirasi dari kalian. Kami sangat mencintai kalian. Hari ini kami telah melakukan sumpah bukan hanya sekedar sumpah tapi benar-benar kita abdikan pada masyarakat. Semoga langkah perjuangkan kita benar-benar berguna untuk masyarakat,”  tambahnya.

Sumpah Dokter adalah sumpah yang diucapkan oleh seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan dibidang kesehatan dan akan menjalani profesi dokter secara resmi. Sumpah Dokter Indonesia didasarkan atas Deklarasi Jenewa tahun 1948 yang isinya menyempurnakan Sumpah Hippokrates (sumpah yang secara tradisional dilakukan oleh para dokter tentang etika yang harus mereka lakukan dalam melakukan praktik profesinya).

[*Lukman.

 

Universitas Malahayati Kembali Menggelar Sumpah Dokter di Periode ke-38

UNIVERSITAS Malahayati kembali menggelar acara pengambilan Sumpah Dokter Baru periode ke-38. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 21 Juli 2016 di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati Bandar Lampung. Prosesi sakral ini diikuti 125 peserta dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati.

Acara sumpah dokter ini mengusung tema “Dengan Revolusi Mental, Mari Kita Tingkatkan Dedikasi Profesi Dokter Melayani Masyarakat Demi untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Bangsa”. Terlihat raut wajah bahagia dari para peserta, karena ini merupakan hari yang mereka nantikan. Acara ini diawali dengan persembahan tari kreasi tradisonal sebagai pembuka.

Sumpah Dokter sendiri adalah sumpah yang diucapkan oleh seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan dibidang kesehatan dan akan menjalani profesi dokter secara resmi. Sumpah Dokter Indonesia didasarkan atas Deklarasi Jenewa tahun 1948 yang isinya menyempurnakan Sumpah Hippokrates (sumpah yang secara tradisional dilakukan oleh para dokter tentang etika yang harus mereka lakukan dalam melakukan praktik profesinya).

Lafal Sumpah Dokter Indonesia pertama kali digunakan pada tahun 1959 dan diberikan kedudukan hukum dengan Peraturan Pemerintah No.69 Tahun 1960. Sumpah dokter mengalami perbaikan pada tahun 1983 dan tahun 1993.[]

Berparas Ayu, Dokter Muda Widhia Meraih IPK 3,95

TERLIHAT anggun dengan tata rias dan busana yang sepadan saat ditemui malahayati.ac.id usai Sumpah Dokter periode ke-37, Selasa 12 April 2016. Prosesi sakral ini diikuti oleh 74 peserta dengan tema “Dengan Revolusi Mental, Mari Kita Tingkatkan Dedikasi Profesi Dokter Melayani Masyarakat Demi untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Bangsa” ini melahirkan dokter muda yang berkualitas. Dialah Dokter N K Widhia Puspitasari, si peraih IPK 3,95.

Widhia begitu ia disapa, lahir di Metro, 06 Januari 1992. Ia menjalani koas di Rumah Sakit umum di Medan. Ia mengaku lega, karena perjuangan yang ia lalui cukup panjang. Mulai dari pendidikan sarjana kedokteran, jalani koas dan ikuti Uji Kompetensi Program Profesi Dokter (UKMPPD) hingga mengambil sumpah dokter.

Menjadi salah satu peraih IPK tertinggi adalah suatu kebanggaan, terlebih berkat motivasi dari orang tua dan orang terdekat. “Tidak menyangka, karena awalnya tak begini, semua ini karena motivasi dari orang tua dan orag-orang terdekat saya sehingga saya terdorong untuk membuktikan bagaimana menjadi peringkat terbaik,” kata Widhia.

Ia pun bangga kuliah di Universitas Malahayati. Menurutnya kuliah di Malahayati menyenangkan. “Siapapun bisa masuk dan menimba ilmu di sini, tapi tak semudah itu untuk keluar dari sini, butuh perjuangan dan kerja keras untuk menjadi lulusan berkualitas di kampus ini,” katanya menambahkan.

Ia juga berpesan kepada adik tingkat yang masih menempuh pendidikan dokter maupun yang sedang koas untuk terus belajar dan menggali keilmuan. Dan jika ingin sukses ingatlah orang tua, ingat dengan mereka akan mempermudah perjuangan diri dan tak ada proses yang akan menghianati hasil. Ia berharap setelah ini ia dapat menjalani internship dengan baik dan dapat melanjutkan sebagai dokter spesialis.

Widhia juga berharap Universitas Malahayati semakin maju, pendidikannya semakin baik, dan program studinya lebih ditingkatkan lagi sehingga dapat melahirkan lulusan baru yang berkualitas lagi. “Untuk teman-teman sejawat selamat atas sumpah dokter ini dan mudah-mudahan bisa jadi dokter yang mengayomi masyarakat dan bekerja dengan hati nuarni,” kata wanita asal Metro itu.[]

Dokter Baru Ini Meraih IPK 3,95

SUMPAH Dokter periode XXXVII Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati berjalan khidmat. Berlangsung di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Selasa 12 April 2016, prosesi sakral ini diikuti oleh 74 peserta. Acara yang mengusung tema “Dengan Revolusi Mental, Mari Kita Tingkatkan Dedikasi Profesi Dokter Melayani Masyarakat Demi untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Bangsa” ini melahirkan dokter baru yang berkualitas. Salah satunya dr Tara Berliyandhi, dokter baru dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95.

Tara begitu ia disapa, lahir di Tulang Bawang Lampung 25 tahun silam. Menurut Tara meraih IPK tertinggi memang suatu hal yang membanggakan, namun semua itu tak luput dari usaha dan doa. Telah mengambil Sumpah Dokter membuat hatinya lega dan bahagia, karena perjuangannya selama ini mengantarkannya menuju impiannya.

“Lega, senang dan bahagia telah melewati masa 6 hingga 7 tahun berjuang, suatu hal yang membanggakan karena kami lulus dengan jalur tes yang murni,” kata Tara.

Tara mengaku bangga kuliah di Universitas Malahayati, karena di sini ia menimba ilmu dengan fasilitas yang memadai hingga menjadi apa yang diimpikan. Tara juga berpesan kepada adik tingkat yang masih menempuh pendidikan dokter maupun yang sedang koas untuk terus belajar dan menggali keilmuan.

“Untuk yang koas dapat memberikan keseimbangan pada teori dan prakteknya dan tetap tingkatkan belajar, mulailah membaca soal-soal ukmppd, sambil koas sambil cicil belajar agar siap menghadapi ujian yang akan datang,” kata dokter baru asal Rawajitu, Tulang Bawang itu.

Ia berharap setelah ini para dokter baru diberi jalan yang lurus untuk menjadi dokter yang pintar, memiliki aturan, amanah, menjadi kebanggaan dan barguna bagi nusa dan bangsa serta memiliki ikatan alumni yang kuat. “Untuk Universitas Malahayati semoga menjadi kampus yang lebih maju lagi, lebih hebat lagi sehingga mampu menjadi juara satu di tingkat nasional maupun internasional,” kata Tara menambahkan.[]

Restu Ayu Noviyanti; Peraih IPK 3,95

SUMPAH Dokter periode XXXVII Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati berjalan khidmat. Berlangsung di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Selasa 12 April 2016, prosesi sakral ini diikuti oleh 74 peserta. Acara yang mengusung tema “Dengan Revolusi Mental, Mari Kita Tingkatkan Dedikasi Profesi Dokter Melayani Masyarakat Demi untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Bangsa” ini melahirkan dokter baru yang berkualitas. Salah satunya dr Restu Ayu Noviyanti, dokter baru dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95.

Restu begitu ia disapa, lahir di Tanggerang, 09 November 1992. Ia menjalani koas di berbagai Rumah Sakit di Medan. Dan meraih IPK tertinggi memang suatu hal yang membuatnya bangga dan bahagia.

Restu mengaku lega dan bahagia telah mengambil sumpah dokter, dan ini menjadi moment yang tak terlupakan baginya. Ia pun bangga kuliah di Universitas Malahayati. Menurutnya Malahayati semakin bagus, dari yang belum dipandang orang hingga sekarang menjadi kampus yang terpandang. Terlebih lulusan Uji Kompetensi Program Profesi Dokter (UKMPPD) Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati menduduki peringkat ke 39 di tingkat Nasional.

Ia juga berpesan kepada adik tingkat yang masih menempuh pendidikan dokter maupun yang sedang koas untuk terus belajar dan menggali keilmuan. Dan berharap setelah ini persaudaraan antar teman sejawat tak sampai disini tetapi tetap terus jalin silahturahmi. Ia juga berharap Universitas Malahayati semakin maju dan semakin melahirkan lulusan-lulusan yang berkualitas.[]

Potret Paduan Suara Sumpah Dokter ke 37 Universitas Malahayati

MEMBAHAS soal suksesnya prosesi sumpah dokter ke 37 di Graha Bintang, Selasa 12 April 2016, tak lengkap rasanya bila tidak menyinggung soal pengisi acara. Karena mereka merupakan kunci penting yang menjaga keseimbangan kesakralan acara namun tetap tidak membosankan. Salah satunya adalah paduan suara, mereka motor pembangun suasana sakral dengan lantunan-lantunan lagu yang mengiringi setiap prosesi.

Paduan suara kali ini adalah para calon dokter yang tergabung dalam grub paduan suara Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Mereka adalah gabungan dari mahasiswa angkatan 12-15. Mereka memang senagaja disipakan untuk acara-acara besar Universitas Malahayati sebagai pengiring prosesi acara.

Berikut potret aksi tim paduan suara Fakultas Kedokteran saat sumpah dokter ke 37:

Potret Prosesi Sumpah dokter ke 37 Universitas Malahayati [part3]

SUMPAH Dokter periode 37 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati berjalan khidmat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Selasa 12 April 2016. Prosesi sakral ini diikuti oleh 74 peserta. Nampak pula perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perwakilan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Bandar Lampung serta Dikrektur Rumah Sakit umum Abdul Moelok dan Direktur Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA) Lampung serta orang tua mahasiswa memenuhi kursi Undangan.

Wajah-wajah tegang berangsur berubah menjadi ceria selama prosesi berlangsung. Bahkan dengan suara lantang dan penuh keyakinan mereka bersumpah di depan saksi, akan menjalankan profesi sebaik-baiknya.

Penasaran bagaiamana suasana saat sumpah dokter berlangsung?

Chek this out:

Galeri Foto Prosesi Sumpah Dokter ke 37 Universitas Malahayati [part2]

SUMPAH Dokter periode 37 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati berjalan khidmat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Selasa 12 April 2016. Prosesi sakral ini diikuti oleh 74 peserta. Nampak pula perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perwakilan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Bandar Lampung serta Dikrektur Rumah Sakit umum Abdul Moelok dan Direktur Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA) Lampung serta orang tua mahasiswa memenuhi kursi Undangan.

Wajah-wajah tegang berangsur berubah menjadi ceria selama prosesi berlangsung. Bahkan dengan suara lantang dan penuh keyakinan mereka bersumpah di depan saksi, akan menjalankan profesi sebaik-baiknya.

Penasaran bagaiamana suasana saat sumpah dokter berlangsung?

Chek this out:

Galeri Foto Prosesi Sumpah Dokter ke 37 Universitas Malahayati [part1]

SUMPAH Dokter periode 37 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati berjalan khidmat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Selasa 12 April 2016. Prosesi sakral ini diikuti oleh 74 peserta. Nampak pula perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perwakilan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Bandar Lampung serta Dikrektur Rumah Sakit umum Abdul Moelok dan Direktur Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA) Lampung serta orang tua mahasiswa memenuhi kursi Undangan.

Wajah-wajah tegang berangsur berubah menjadi ceria selama prosesi berlangsung. Bahkan dengan suara lantang dan penuh keyakinan mereka bersumpah di depan saksi, akan menjalankan profesi sebaik-baiknya.

Penasaran bagaiamana suasana saat sumpah dokter berlangsung?

Chek this out:

Sambutan dr Tony Dalam Sumpah Dokter ke-37 Universitas Malahayati

SUMPAH Dokter periode XXXVII Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati berjalan khidmat. Berlangsung di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Selasa 12 April 2016, prosesi sakral ini diikuti oleh 74 peserta. Juga dihadiri perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perwakilan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Bandar Lampung serta Dikrektur Rumah Sakit umum Abdul Moelok dan Direktur Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA) Lampung.

Kegiatan yang juga dihadiri Rektor, Dekan dan Kaprodi Fakultas Kedokteran ini mengusung tema “Dengan Revolusi Mental, Mari Kita Tingkatkan Dedikasi Profesi Dokter Melayani Masyarakat Demi untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Bangsa”. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, dr Tony Prasetya berkesempatan memberikan sambutan dalam prosesi sakral ini. “Selamat bagi para peserta sumpah dokter yang telah sampai pada puncak perjuangan dalam 6-7 tahun mengikuti semua kegiatan akademik sampai pada akhirnya mengikuti Ujian Nasional yang lalu,” katanya.

dr Tony juga menyampaikan kepada orang tau atau wali peserta bahwa ini adalah satu keberhasilan dokter baru, suatu keberhasilan terbaik yang telah dicapai. Namun tak sampai di sini, karena perjalanan masih panjang. “Ini adalah awal perjuangan sebagai dokter, impian yang diimpikan telah terwujud, sekarang perjuangan sebagai dokter dimulai,” katanya.

Tony juga mengatakan, setelah dokter baru menjalani sumpah dokter, adapun Internship yang akan dilalui selama satu tahun. Setelah internship ini para dokter akan ditawarkan opsi selanjutnya, apakah sebagai dokter spesialis atau sebagai dokter pelayanan primer, bisa juga membuka praktek sendiri.

“Sekali lagi saya ucapkan selamat, semoga berhasil. Selamat berjuang, selamat berkarya, selamat untuk mengembangkan diri,” kata dr Tony menutup sambutannya.[]