Posts

Memanen Buah di Agrowisata Balai Benih Induk Hortikultura Pekalongan

Balai Benih Induk (BBI) Pekalongan Lampung Timur adalah kawasan yang berpotensi dalam pembangunan budi daya tanaman buah-buahan seperti rambutan, durian, jeruk, kelengkeng, dan mangga di Provinsi Lampung.

Agrowisata adalah aktivitas wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian atau fasilitas terkait (misal silo dan kandang) yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Agrowisata memiliki beragam variasi, seperti labirin jagung, wisata petik buah, memberi makan hewan ternak, hingga restoran di atas laut. Agrowisata merupakan salah satu potensi dalam pengembangan industri wisata di seluruh dunia.

Menuju wisata ini dari kota Metro maka anda cukup menuju arah pasar pekalongan kabupaten lampung timur kurang lebih 13 menit, dan jika anda dari arah kecamatan way jepara anda bisa mengunjungi tempat wisata BBI pekalongan ini dengan perjalanan kurang lebih 45 menit. Anda akan dikenai tarif Rp. 5.000 / kendaraan bermotor jika memasuki kawasan ini.

Di luar area sekitar Pasar Pekalongan juga terdapat sentra penjualan bibit buahan buahan yang cukup lengkap. Bila anda ingin menanam salah satunya dapat singgah di salah satu gerainya. disini juga dilakukan berbagai ujicoba termasuk kultur jaringan dilakukan untuk mendapatkan bibit buah buahan yang unggul.

Agrowisata yang berdiri di atas lahan seluas 64 hektar ini diresmikan oleh Kementerian Pertanian sebagai Balai Benih Induk Holtikulltura sejak tahun 2006. Sebanyak 50% dari lahan digunakan untuk penangkaran, dan 50% sisanya digunakan untuk produksi.

Sumber: .jitunews.com, pariwisatalampung.com

Sumber Foto: jitunews.com

Granit Indah, Potensi Terpendam Lampung Selatan

TANJUNG Bintang di Kabupaten Lampung Selatan, provinsi Lampung, ternyata tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil batu bungur yang sangat dikenal keindahannya. Karena ternyata alam Tanjung Bintang menyimpan pesona yang tak kalah menakjubkan, terutama bagi pecinta wisata geologis dan fotografi.

Salah satu tempat yang sangat memesona itu adalah Taman Batu Granit Indah.Tempat wisata yang sangat ramai di pertengahan tahun 2000-an tersebut, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.
Semak dan tetumbuhan memenuhi areal taman hiburan yang dulunya tiap akhir pekan selalu ramai dikunjungi anak muda dan keluarga untuk liburan.

Karena dulunya areal ini kerap dijadikan sebagai tempat perkemahan dan juga perlombaan motor cross dengan berbagai fasilitas pendukungnya yang tersedia di sini.

Taman batu granit berukuran besar ini terletak di Perkebunan Karet PTPN VII, Purwodadi Dalam, kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Sekitar 30 km dari pusat kota Bandar Lampung denganwaktu tempuh 1,5 jam. Rute: Jl. P. Antasari – Jl. Tirtayasa – Jl. Sutami – Pasar Pal Putih Tanjung Bintang – (belok kanan) menuju desa Purwodadi Dalam.

Bagi anda masyarakat awam yang ingin mengunjungi lokasi ini, sangat disarankan untuk tidak datang sendiri atau berdua karena menurut penuturan warga, lokasi ini lumayan rawan untuk dikunjungi. Hindarilah juga pulang pada malam hari jika tidak ditemani warga sekitar untuk mengurangi resiko perjalanan. Jika anda membawa motor, berhati-hatilah di jalan Ir. Sutami karena kondisi jalan yang rusak parah di beberapa sisi, jangan lupa periksa kondisi kendaraan anda. Berhati-hatilah juga saat memasuki daerah wisata, kondisi jalan terdiri dari pasir yang lumayan licin jika tidak berhati-hati. |sumber: kelilinglampung.wordpress.com, pariwisatalampung.com

Pesona dan Sejarah Taman Dipangga Bandar Lampung

SEJARAH adalah sesuatu yang tidak bisa kita lepaskan begitu saja dari setiap kehidupan yang kita jalani. Karena sejarah memberikan pembelajaran yang sangat berharga untuk kita sendiri dan generasi di masa depan.
Kota Bandar Lampung tercinta juga punya sejarahnya sendiri. Sejarah itut bisa kita jumpai di salah satu sudut Kota, Tepatnya berada di Teluk Betung, yakni Taman Dipangga.

Sekilas, tak ada hal istimewa yang bisa kita temukan disini hanya ada halaman luas, dengan pepohonan yang ada serta adanya pedagang asongan yang menjual makanan dan minuman kepada semua orang yang menimati keindahan taman di pangga. Tetapi, banyak yang tidak tahu bahwa disinilah salah satu saksi bisu perjalanan Sai Bumi Ruwa Jurai sejak musibah melutusnya gunung krakatau yang diikuti gelombang pasang tsunami dari Selat Sunda.

Taman Dipangga didirikan pada 1981 dengan luas areal 800 meter persegi. Di sini terdapat monumen dengan mercusuar atau lampu kapal di atasnya yang dibangun untuk mengenang dahsyatnya letusan Gunung Krakatau 1883. Lampu kapal ini terdampar saat terbawa arus tsunami letusan Krakatau.

Di tengah taman yang di kelilingi patung gajah, beruang, badak, dan juga rumput dan pepohonan nan hijau itu berdiri monumen sederhana yang terbuat dari marmer. Di atas monumen terdapat sebuah pelampung lampu rambu kapal terbuat dari besi yang konon terpental ratusan mil jauhnya dari Selat Sunda hingga Telukbetung

Pada dinding monumen terdapat relief yang menggambarkan aktivitas masyarakat sebelum kejadian dan kepanikan yang tiba-tiba menimpa masyarakat seketika Gunung Krakatau mengeluarkan erupsi berupa debu vulkanik dan membawa gelombang tsunami besertanya. Terdapat juga relief yang menggambarkan masyarakat yang berbondong-bondong mengungsi dengan membawa barang-barang di atas kepala. Ada juga gambar relief Krakatau yang meletus, hingga kehidupan masyarakat di pesisir.

Taman Dipanggaa Monumen Patung GajahMonumen Taman Dipangga

 

||Dari berbagai sumber.[]

Taman Wisata Bumi Kedaton di Bandar Lampung

TAMAN Wisata bumi kedaton merupakan salah satu obyek wisata yang menawarkan nuansa pegunungan yang hijau dan berhawa sejuk. Taman wisata ini berada pada ketinggian 700-900 meter di atas permukaan laut dengan menempati lahan bekas area perkebunan durian. Taman wisata ini menyuguhkan panorama alam yang mempesona mulai dari perjalanan hingga tiba di lokasi.

Taman Wisata ini berlokasi di Jl. Dr. Setia Budi, desa Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung. Taman Wisata ini terletak sekitar 8 km dari Kota Bandar Lampung, memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit berkendara untuk sampai di sana.

Taman ini juga memiliki fasilitas yang cukup memadai. Area parkirnya cukup luas, serta cafe-resto ada di dalam lokasi, sehingga kalau pengunjung lapar tak perlu repot pergi ke luar lokasi untuk mencari makan. Koleksi satwa di Kebun Binatang Bumi Kedaton juga cukup lengkap dari aneka jenis burung, reptil, primata dan mamalia, bahkan harimau pun ada.

Para pengunjung dapat menikmati atraksi ketrampilan gajah, atau mencoba merasakan sensasi menunggang gajah di sini. Bagi yang ingin berkeliling dengan menunggang kuda, atau dokar yang ditarik oleh kuda, tempat wisata ini juga menyediakan.

Dilengkapi juga dengan waterpark di sebrang taman wisata ini di sana pengunjung dapat memuaskan diri berenang dan bermain wahana air yang tersedia.

Taman Wisata Bumi Kedaton berada satu lokasi dengan Resort Bumi Kedaton, jadi para wisatawan dari luar kota tak perlu lagi khawatir mencari penginapan. Suasana pegunungan yang hijau sejuk, dan fasilitas kolam renang siap untuk memanjakan pengunjung. Resort Bumi Kedaton dengan view hijau dan kesegaran pegunungan berudara sejuk dan segar, serta jauh dari kebisingan kota, menjadi alternatif menarik untuk refresing.[]

Taman Purbakala Pugung Raharjo, Lampung Timur

TAMAN Purbakala Pugungraharjo merupakan salah satu tempat di daerah Lampung yang mempunyai arti tersendiri bagi para arkeolog dan peneliti. Situs purbakala yang berlokasi di desa pugungraharjo, Lampung Timur ini banyak dijumpai temuan-temuan yang berasal dari tradisi Megalitik, Klasik dan Islam.

Temuan benda-benda itu berlangsung setelah adanya warga transmigrasi lokal dari desa Batanghari, Sekampung, yang tergabung dalam BRN (Biro Rekonstruksi Nasional) pada tahun 1954 dan jumlah warga transmigrasi pada waktu itu berjumlah 78 KK, yang sedang membuka hutan Pugung untuk tempat tinggal, pertanian, ladang dan sawah.

Selang beberapa tahun sejak ditemukan, tepatnya pada tahun 1968, dilakukanlah penelitian awal oleh Lembaga Purbakala yang dipimpin oleh Drs. Buchori. Pada tahun 1973, Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional bekerjasama dengan Pennsylvania Museum University melakukan pencatatan dan pendokumentasian kepurbakalaan Pugungraharjo yang hasilnya dituangkan dalam Laporan Penelitian Sumatera. Penelitian terus berlanjut dan pada tahun 1980 dilakukan ekskavasi, yang menghasilkan kesimpulan bahwa kompleks megalitik Pugungraharjo memiliki luas sekitar 25 ha.

Pada tahun 1977/1978 hingga tahun 1983/1984 dilakukan pemugaran di situs Pugungraharjo oleh Direktorat Jenderal Perlindungan dan Pembinaan Sejarah dan Purbakala melalui Proyek Pembinaan dan Pemeliharaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Lampung.

Ditinjau dari sisi kronologi, artefak, maupun fiturnya, situs Taman Purbakala Pugungraharjo sangatlah unik, menarik, dan variatif. Tinggalan di situs ini secara kronologi begitu lengkap, mulai dari masa prasejarah, klasik (Hindu – Budha), hingga masa Islam. Artefak yang ditemukan di situs ini antara lain keramik asing dari berbagai dinasti, keramik lokal, manik-manik, dolmen, menhir, pisau, mata tombak, batu berlubang, batu asahan, batu pipisan, kapak batu, batu trap punden, gelang perunggu, dan batu bergores.

Taman Purbakala Pugungraharjo terletak di desa Pugungraharjo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur , Provinsi Lampung . Kompleks Taman Purbakala ini berada didaerah yang datar diketinggian 80 meter di atas permukaan air laut, tanahnya sangat subur , sejuk dan nyaman banyak dijumpai tanaman seperti kakao, lada, kopi, kelapa dan cabe jamu. Kompleks ini dikelilingi oleh sungai kecil yang bersumber dari mata air yang sangat jernih. Sehingga taman ini cukup sejuk, damai dan indah. Adapun route jalan yang dapat ditempuh untuk ke Situs Taman Purbakala Pugungraharjo dapat ditempuh melalui:

Route Bandar Lampung – Pugungraharjo: 50 Km
Route Bandar Lampung melalui Kota Metro ± 88 Km.

Taman Kupu-kupu di Bandar Lampung

TAMAN kupu-kupu Gita Persada. Terletak di Jalan Wan Abdurahman Tanjung Gedong Kemiling, Bandar Lampung. Dapat ditempuh selama 30 menit perjalanan dari pusat kota.

Dengan biaya masuk Rp 10 ribu perorang, mengunjung dapat menikmati suasana sejuk dari rindangnya berbagai pohon dan tanaman bunga yang indah. Serta takjub melihat berbagai kupu kupu beragam warna berterbangan di sekitar anda.

Tidak jauh dari gerbang pintu masuk Taman Kupu Kupu Gita Persada, terdapat rumah besar yang terbuat dari kayu. Rumah ini disebut museum kupu kupu, dimana pengunjung dapat melihat ratusan kupu kupu yang telah diawetkan sejak 2002 dan dilengkapi informasi nama jenisnya. Selain itu dipajang lukisan kupu-kupu, serta ornamen meja, kursi dan patung yang terbuat dari kayu semakin menambah kesan klasik. Berbagai aksesoris seperti kalung, cincin, gelang, gantungan, dan lainnya yang berbentuk kupu-kupu tersedia serta dapat dibeli untuk menambah koleksi pengunjung.

Ditaman ini juga pengunjung dapat memanfaatkan fasilitas yang ada seperti pendopo, rumah pohon, wc umum, penangkaran kupu-kupu, dan sarana bermain anak tanpa tambahan biaya. Terdapat juga Tea House bagi Anda yang ingin menikmati minuman atau makanan yang disediakan dengan harga menu yang berkisar Rp 5-10ribu. Dan untuk Anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang kupu-kupu bisa masuk ke area penangkaran.

Taman kupu-kupu Gita Persada ini juga dikenal sebagai Wisata Edukatif. Karena disini Anda bisa mengetahui mengenai metamorfosis kupu-kupu serta dapat melihat telur, ulat, kempong, dan kupu-kupu dari berbagai jenis, bahkan dapat menyentuhnya langsung.