Posts

Potret Rangkaian Gebyar Akreditasi RSPBA

RUMAH Sakit Pertamina-Bintang Amin (RSPBA) mengadakan Gebyar Akreditasi.  Kegiatan yang berlangsung sejak 01 Maret 2016 ini berupa perlombaan Tarian Cuci Tangan dan akan berakhir dengan Jalan Sehat pada 11 Maret 2016. Perlombaan Tarian Cuci Tangan ini berlangsung di Ruang Belajar Koas (Ruang Morning Report), Gedung A lantai dua pada Selasa, 01 Maret 2016. Gebyar Akreditasi versi 2012 yang melombakan tarian 6 langkah cuci tangan ini mengusung tema “Let’s Dance Your Hands”.

Perlombaan yang diikuti seluruh karyawan di unit bagian RSPBA yang terdiri dari tiga puluh satu [31] grup ini berlangsung meriah. Berikut potretnya:

Peserta Lomba Tarian Cuci Tangan

Peserta Lomba Tarian Cuci Tangan

Pembukaan acara

Pembukaan acara

Penampilan Tim Pertama

Penampilan Tim Pertama

Penampilan tim kedua

Penampilan Tim Kedua

Penampilan Tim Ketiga

Penampilan Tim Ketiga

Pengarahan Langsung Tata Cara Cuci Tangan

Pengarahan Langsung Tata Cara Cuci Tangan

Juri Perlombaan

Juri Perlombaan

 

Tari Halibambang Khas Lampung Barat

TARI Tradisional Halibambang merupakan warisan nenek moyang suku Lampung Sekala Brak. Apabila ada perayaan perkawinan biasanya diadakan pesta muli mekhanai yang di sebut Nyambai. Keberadaan Tari Halibambang di daerah Liwa di perkirakan pada abad ke VI pada masa keadatan Lampung Sekala Brak.

Tari Tradisional adalah tari yang telah baku oleh aturan-aturan tertentu. Dalam kurun waktu yang telah disepakati, aturan baku diwariskan secara turun menurun melalui generasi ke generasi.

Tari Halibambang dapat diartikan sebagai Hali: Seperti, Bagaikan sedangkan Bambang: Kupu-kupu. Jadi Tari Halibambang dapat simpulkan sebagai tarian yang menggambarkan kupu-kupu yang sedang beterbangan dengan mengibas-ibas sayapnya di alam yang bebas dan berayun-ayun di bunga

Dahulu Tari Halibambang adalah merupakan tarian keluarga Lampung Sekala Brak yang beradat Sai Batin dan hanya dapat dipentaskan oleh lingkungan keluarga Sekala Brak di tempat yang tertutup,tidak boleh ditarikan oleh sembarangan orang pementasanya pun hanya terbatas pada saat acara Nyambai adat dalam adat Lampung Sekala Brak saja.Personil penarinya puin hanya terbatas pada putri keluarga Lampung Sekala Brak yang funsinya sebagai tari hiburan keluarga.

Namun sekarang fungsi tari halibambang tidak lagi mutlak sebagai tarian keluarga adat Lampung saja,tetapi sudah diperbolehkan tarian ini dipentaskan di tempat terbuka serta tarian ini berfungsi sebagai tarian hiburan lepas atau sebagai tarian penyambut tari Lampung.

Busana tari:

  • Kumbang Gijekh (Kumbang Goyang) sebgai lambang keanggunan dan keindahan.
  • Sanggul (keindahan).
  • Tali Galah(tali leher) yang diberi kumbang tabokh (keindahan).
  • Kipas (properti)lambang sayap kupu-kupu.
  • Gelang Kana (kemakmuran).
  • Gajah Minung atau kalung selembok (kemakmuran)
  • Busung /ikat pinggang (kemakmuran).
  • Kawai/baju beludru (kesucian).
  • Injang bumpek

Musik pengiring Tari Halibambang menggunakan Talo Balak, nada yang dihasilkan dari bunyi tabuhan Talo balak ini dapat disimpulkan pada kunci nada = G ( Sedikit Sumbang ), Gong besar berbunyi nada = 1( do ), Gong Kecil berbunyi nada = 2/ ( ri ), Talo Balak dan Gendang.

Dengan bermodalkan Seni Tari Halibambang sebagai tari tradisional Daerah Lampung merupakan salah satu langkah menuju cita-cita dan jati diri yang utuh bagi pembentukan manusia Indonesia yang akhirnya citra budaya bangsa Indonesia dapat tercermin melalui pelestarian budaya yang di pelihara Bangsa Indonesia yang mewarnai dan menjaga keutuhan leluhurnya. |sumber naskah: yulianasenitari.wordpress.com |foto:

Tarian yang Terinspirasi dari Lingkungan khas Lampung Barat

TARI-tarian yang sesuai dengan kondisi alam yang terdiri dari daerah perhutanan dan lautan, Kabupaten Lampung Barat memiliki aneka ragam tarian dengan inspirasi dari lingkungan. Keberadaan margasatwa banyak mengilhami gerakan tari-tarian di daerah Lampung Barat. Di daerah Balik Bukit terdapat Tari Kenui dan Tari Batin, dua jenis tarian yang gerakannya meniru burung elang.

Tari Kenui biasanya digunakan sebagai hiburan dalam berbagai kesenian yang ditampilkan pada daerah Lampung itu sendiri. Tarian ini dimainkan oleh lima orangyang dinilai sebagai tarian yang bisa membawa kegembiraan.

Sedangkan tari Batin biasanya dilakukan dalam rangka menyambut tamu-tamu penting. Acara ini dilaksanakan secara rutin menyambut HUT Kabupaten Lampung Barat.

Selain itu Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung mempersiapkan sejumlah pertunjukan seperti tari “batin” guna menyambut ratusan turis dari luar negeri yang akan mengunjungi Gedung Dalom/Keraton kerajaan itu.

Tarian itu merupakan pusaka lama milik Kerajaan Sekala Brak kuno yang dilestarikan hingga saat ini, sebuah tarian yang biasa digelar untuk menyambut tamu-tamu kehormatan Saibatin Peniakan Dalom Beliau (SPDB).

Untuk diketahui, Sekala Brak adalah sebuah kerajaan yang terletak di dataran tinggi Sekala Brak di kaki Gunung Pesagi yang merupakan gunung tertinggi di Lampung atau di sebelah selatan Danau Ranau yang secara administratif berada di Kabupaten Lampung Barat.

|sumber: antaranews.com, ujiansma.com, id.wikipedia.org

sumber gambar: antaranews.com

Tari Nyambai; Tarian Khas Lampung Barat

TARI Nyambai diperkirakan lahir bersamaan dengan kebiasaan masyarakat untuk meresmikan gelar adat, pelaksanaanya diselenggarakan bersamaan dengan upacara perkawinan. Nama Nyambai diambil dari kata Cambai dalam bahasa Lampung berarti sirih. Sirih menjadi simbol keakraban bagi masyarakat Lampung pada umumnya. Oleh karena itu, sirih digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan upacara adat, yang memiliki makna berbeda-beda tergantung penempatanya.

Nyambai adalah acara pertemuan khusus diselenggarakan untuk Meghanai (bujang) dan Muli (gadis) sebagai ajang silaturahmi, berkenalan, dengan menunjukan kemampuannya dalam menari. Di lain pihak, kehadiran tari Nyambai digunakan sebagai salah satu sarana komunikasi dan media untuk mencari jodoh antara Muli dan Meghanai. Selain itu, tari Nyambai juga merupakan sarana untuk mempererat kekerabatan adat Saibatin

Tari Nyambai tergolong sebagai tari klasik, penampilan tari Nyambai diikuti dan dihadiri oleh kalangan bangsawan, yang diselenggarakandi Lamban Gedung. Lamban Gedung merupakan tempat tinggal Ketua Adat sekaligus istana yang digunakan untuk musyawarah adat.

Konon tari Nyambai sudah dipertunjukan sebelum Indonesia merdeka namun tidak diketahui secara pasti awal kemunculannya. Tari Nyambai adalah salah satu bentuk seni pertunjukan dalam konteks upacara perkawinan yang ditarikan oleh putra dan putri dari para para ketua adat. Tari ini dijadikan salah satu sarana untuk tetap mempertahankan daerah kebangsawan adat Saibatin. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwasanya tari Nyambai bagi adat Saibatin menunjukan adanya sebuah pretise dan legitimasi seorang Ketua Adat.

Gerakan tari Nyambai merupakan perpaduan dari dua bentuk pertunjukan yaitu tari Dibingi dan tari Kipas. Gerak dalam tari Nyambai terdiri dari tiga ragam yaitu, kekindai, Ngesesayak, dan Mampang kapas. Tiga ragam gerak ini dilakukan oleh Muli dan Meghanai secara berulang-ulang. Ragam gerak memiliki keunikan pada gerak yang dilakukan pada level rendah (jongkok).

Musik yang untuk mengiringi tari Nyambai, menggunakan dua alat musik yaitu Rebana dan Kulintang, berbeda dengan kulintang yang dikenal umum, yang bila dilihat secara fisik merupakan instrument yang terbuat dari bilah-bilah bambu. Kulintang Lampung bentuknya hampir sama dengan beberapa instrument yang tersebar di seluruh nusantara, misalnya Totobuang (Maluku), Talempong (Sumatra Barat) atau Bonang dalam karawitan Jawa. Selain kedua alat musik tersebut, tari Nyambai juga diiringi oleh alunan pantun yang disebut nga’ududang.

|sumber: tutorial-lampung.blogspot.co.id, id.wikipedia.org

sumber gambar: polpplampungbarat.com

Tradisi Sekura, Kemeriahan Hari Raya di Balik Pesta Topeng khas Lampung

TOPENG merupakan salah satu ragam kesenian yang tidak dapat dipisahkan dari khazanah budaya tradisional Lampung. Seni topeng asli Lampung telah berkembang sejak provinsi paling timur di Pulau Sumatera ini berada di bawah Kesultanan Banten. Secara garis besar, ada beberapa jenis seni topeng yang berkembang di Lampung. Salah satunya adalah tradisi sekura yang berasal dari daerah pesisir barat Lampung.

Sekura merupakan bahasa Lampung yang digunakan untuk menyebut topeng yang digunakan dalam perhelatan pesta sekura. Seseorang dapat disebut ber-sekura ketika sebagian atau seluruh wajahnya tertutup. Penutup wajah dapat berupa topeng dari kayu, kacamata, kain, atau hanya polesan warna. Untuk menambah kemeriahan acara, sekura bisa dipadukan dengan berbagai busana dengan warna-warna meriah atau mencolok.

Pesta sekura merupakan perhelatan rutin yang diadakan oleh masyarakat Kabupaten Lampung Barat. Pesta rakyat ini selalu diadakan ketika menyambut Hari Raya Idul Fitri. Dalam acara ini, peserta acara diwajibkan mengenakan topeng dengan berbagai karakter dan ekspresi. Pesta sekura merupakan wujud ungkapan rasa syukur dan suka cita menyambut hari yang suci.

Dalam pesta sekura, berbagai kalangan ikut terlibat aktif dan berbaur menjalin kebersamaan. Setiap peserta dapat membawa berbagai makanan yang didapat dari hasil silaturahmi berkeliling dari rumah ke rumah. Makanan ini kemudian disantap secara bersama-sama dengan para peserta lainnya dalam suasana yang hangat. Pesta sekura menjadi ajang silaturahim dan menjalin keakraban antartetangga. Tradisi sekura lahir sekitar abad ke-9 Masehi. Tradisi yang masih hidup hingga saat ini itu merupakan bagian sejarah masuknya ajaran dan agama Islam di Lampung.

Saat itu terjadi perang antara penganut animisme pimpinan Ratu Sekerumong melawan penganut Islam pimpinan Maulana Penggalang Paksi Bersama empat putranya, Maulana Nyerupa, Maulana Lapah Liwai, Maulana Pernong, dan Maulana Belunguh. Mereka berperang menggunakan sekura untuk menutupi wajah mereka karena mereka akan berperang melawan kerabat mereka sendiri.

Kendati perang telah lama berakhir, tradisi sekura masih tetap hidup. Anton mengatakan, sekura selalu digelar setelah umat Islam berpuasa selama 1 bulan penuh. Saat puasa itulah, umat Muslim di Lampung Barat juga berperang. Mereka melawan rasa haus dan lapar serta berjuang mengalahkan hawa nafsu selama bulan puasa.

Ada dua jenis sekura yang biasa dikenakan, yakni sekura kamak dan sekura betik.

Sekura kamak biasa dipakai pria dewasa. Sekura ini biasanya terbuat dari kayu yang dipahat atau pelepah pohon pinang. Sebagai aksesori, kadang mereka menambahkan daun-daunan sulur yang menjuntai. Pakaian mereka compang-camping dan kotor. Mereka berpenampilan kotor karena sesuai namanya, kamak, berarti buruk atau kotor.

Adapun sekura betik biasa dipakai laki-laki remaja. Topeng mereka terbuat dari kain. Kacamata hitam biasa melengkapi dandanan mereka untuk menutup wajah. Dalam bahasa Lampung, ”betik” berarti bersih.

|sumber: nationalgeographic.co.id, indonesiakaya.com

Potret Tarian Sigeh Pengunten Warnai Yudisium dan Sumpah Tenaga Teknis Kefarmasian

ADA yang unik dengan prosesi Yudisium dan Sumpah Tenaga Teknis Kefarmasian kali ini. Acara yang berlangsung khidmat di Ruang Malahayati Career Center, 06 Januari 2016 ini diwarnai tarian sigeh pengunten khas Lampung sebagai pembukaan. Kegiatan ini diikuti oleh 45 orang peserta yudisium beserta orang tua mereka. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor III Universitas Malahayati, Direktur Akafarma Putra Indonesia dan Perwakilan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI).

Tari sigeh pengunten (siger penguntin) merupakan salah satu tari kreasi baru dari daerah Lampung. Tari ini merupakan pengembangan dari tari sembah yang merupakan tari tradisi asli masyarakat Lampung. Melalui Peraturan Daerah, tari sigeh pengunten diresmikan sebagai tarian Lampung dalam penyambutan tamu penting. Koreografi tari ini juga mengambil unsur dari berbagai tari tradisional Lampung untuk merepresentasikan budaya Lampung yang beragam.

Berikut potretnya:

Sigeh Pengunten1 Sigeh Pengunten2 Sigeh Pengunten3 Sigeh Pengunten5 Sigeh Pengunten

Sejarah Tarian Bedana Khas Lampung

TARIAN Bedana. Tarian ini merupakan tarian asal Lampung bagi pemuda-pemudi daerah Lampung. Tari ini biasanya dibawakan oleh anak-anak muda di dalam acara adat yang ada di daerah lampung dan acara tidak resmi lainnya sebagai suatu ungkapan rasa kegembiraan. Selain tari cangget yang berasal dari Lampung, baik suku Pepadun maupun juga Lampung Sebatin. Masing-masing juga memiliki ciri khas, baik dari segi alat musik yang dipakai maupun gerak tariannya.

Berdasarkan informasi yang telah ada, Tarian Bedana di masyarakat Lampung khususnya Pepadun mempunyai warna musik dan juga gerakan yang lebih beragam.

Hal ini dikarenakan watak atau perilaku khas dari masyarakat ini lebih menerima perubahan atau terbuka dan juga berani dibandingkan dengan masyarakat suku Lampung Sebatin. Masyarakat ini juga dikenal lebih halus sikap atau perangainya, dan cenderung lebih membatasi dirinya. Tetapi pada umumnya masyarakan sebatin ini, mereka semua ramah dan juga sangat baik hati.

Tarian Bedana ini merupakan suatu perwujudan suatu luapan sukacita yang dilakukan dengan gerak badan untuk menggapai suatu ekstase, dalam batas tertentu dan saat menari ini juga diiringi music gamelan khas, jiwa yang melihat dan mendengarnya seperti mengembarai suatu lembah yang hijau di bawah kaki suatu Gunung di Lampung dan semuanya berubah menjadi indah dan Riang.

Estetik dari tarian bedana ini membuat perasaan serasa selalu muda dan Penuh antusias. Di kesempatan lainnya, ketika melihat secara langsung tarian bedana yang dipertunjukkan dengan sunggingan senyuman manis dari muli-mekhanai atau pemuda pemudi Lampung, penonton akan serasa diguyur air dari pegunungan yang segar. Dan secara otomatis akan terpancing dan akan larut di dalam tarian ini.

Tari bedana adalah suatu tarian daerah yang dipercayai bernapaskan ajaran agama Islam dan merupakan tarian daerah atau tradisional dan mengambarkan tata kehidupan dan budaya masyarakat di Lampung yang ramah dan juga terbuka. ini menyimbolkan persahabatan dan pergaulan. dalam tarian ini tercerminkan nilai gabungan antara tata cara hidup dan pranata sosio-kebudayaan adat persahabatan muda mudi Lampung dengan berkomitmen kepada agama.

Menutut sejarah di dalam masyarakat, Tari Bedana telah hidup dan juga berkembang di masyarakat Lampung seiring juga dengan telah masuknya ajaran agama Islam. Pada awal mulanya Tarian Bedana dilakukan oleh laki-laki saja secara berpasangan atau berkelompok dan hanya bisa dilihat oleh keluarga masing-masing saja. Tarian Bedana ini ditarikan ketika seorang anggota keluarga ada yang khatam Al-Qur’an. Dengan berkembangnya zaman sekarang ini Tari bedana juga dapat dilakukan oleh laki-laki dan juga perempuan secara berpasangan atau berkelompok dan juga dapat ditonton oleh masyarakat pada umum.

Tari Bedana adalah tarian tradisional rakyat Lampung yang menggambarkan tata kehidupan di masyarakat Lampung. Ini sebagai perwujudan simbol dari adat istiadat dan etika serta agama yang telah bersatu di dalam kehidupan bermasyarakat di Lampung. ||Dari berbagai sumber.[]

Tari Melinting, Budaya Khas Lampung

TARI Melinting merupakan tarian tradisional dari peninggalan Ratu Melinting yang berada di Labuhan Meringgai Lampung Timur Indonesia. Tarian ini sudah mengalami perjalanan sejarah yang cukup lama, yaitu sejak masuknnya Islam ke Indonesia. Tari ini juga merupakan salah satu kesenian tari yang menggambarkan Keperkasaan dan Keagungan Keratuan Melinting dan merupakan Tarian Adat Tradisional Keagungan Keratuan Melinting yang diciptakan oleh Ratu Melinting.

Tari Melinting sebelum mengalami perkembangan penyempurnaan pada tahun 1958, adalah mutlak sebagai tarian keluarga Ratu Melinting yang pementasanya hanya pada saat Gawi Adat (Keagungan Keratuan Melinting) saja. Dimana para penarinya hanya sebatas putera dan puteri Ratu Melinting yang di pentaskan di Balai Adat.

Iringan musik pada tari Melinting berasal dari alat musik eksternal, diantara nama perangkat instrument yang digunakan adalah kalo bala (kelittang). Fungsi musik pada seni tari ini ada tiga, yaitu sebagai pengiring, pemberi suasana, dan ilustrasi. Selain itu elemen yang ada pada seni Tari Melinting ini adalah elemen tata rias. Tata rias adalah seni yang menggunakan bahan-bahan kosmetik untuk mewujudkan wajah peranan. Fungsi rias adalah memberikan bantuan dengan jalan memberikan dandanan atau perubahan pada pemain hingga berbentuk suasana yang cocok dan wajar.

Pada awal keberadaannya, Tari Melinting merupakan tari yang di pentaskan di lingkungan keluarga pada acara Upacara Gawi Adat saja. Namun dalam perkembangannya, tari ini kemudian juga dipentaskan di lapangan terbuka dan di pentaskan untuk umum. Selain itu Tari Melinting banyak mendapat kesempatan untuk dipentaskan dalam upacara-upacara penting di Indonesia.

Tari Melinting kini juga mengalami pergeseran fungsi, dimana kini seni tari tersebut telah menjadi tarian hiburan lepas atau sebagai tari penyambutan tamu Agung yang datang ke daerah Lampung. Selain itu diantara fungsi-fungsi Tari Melinting adalah sebagai pergaulan yang merupakan ungkapan rasa kegembiraan bagi pasangan muda-mudi, penampilannya di dominasi oleh gerak yang dinamis dari penari pria, sedangkan penari wanitanya lebih halus sesuai dengan sifat kewanitaannya.

Sebagai sebuah kesenian daerah, Tari Melinting memiliki corak dan ragam berbagai variasi yang merupakan kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya. Oleh karenanya kesenian ini perlu mendapatkan perhatian secara terus-menerus, teratur, dan terarah sesuai dengan perkembangan sehingga dapat memperkaya kebudayaan Indonesia.

tari melintingSumber : http://alampedia.blogspot.co.id/