Posts

Fadhlie Ibrahim, Rahma Elliya dan Teguh Pribadi; Jurnal Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat TB Paru Pada Penderita TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Panaragan Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013

Penyakit TB Paru (Tuberkulosis Paru) merupakan salah satu contoh penyakit infeksi pada saluran pernapasan dan
merupakan menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis.Di Wilayah Kerja Puskesmas Dayamurni, prevalensi penderita TB Paru itahun 2012 sebesar 33 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB parudi Wilayah Kerja Puskesmas Panaragan Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013.

Hal tersebut menjadi dasar Fadhlie Ibrahim, Rahma Elliya dan Teguh Pribadi melakukan sebuah penelitian yang tercantum dalam jurnal yang berjudul “Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat TB Paru Pada Penderita TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Panaragan Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013”.

Berikut selengkapnya jurnal 5-fadhlie_rahma_teguh

Pendapat Rhinaldy: Jauhi Tuberkolosis Serta Hidup Sehat dan Bersih

MAHASISWA Fakultas Kedokteran Jurusan Kedokteran Umum Universitas Malahayati, Rhinaldy Danara Romadhon. Pria ini akrab di sapa Rhinaldy kelahiran Metro, 17 Maret 1993. Mengungkapkan pendapatnya mengenai Tuberkolosis dalam rangka memperingati Hari Tuberkolosis kemarin.

Tuberkulosis (Tuberculosis, disingkat Tbc), atau Tb (singkatan dari “Tubercle bacillus“) merupakan penyakit menular yang umum, dan dalam banyak kasus bersifat mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai strain mikobakteria, umumnya Mycobacterium tuberculosis (disingkat “MTb” atau “MTbc”).

Tuberkulosis biasanya menyerang paru-paru dan dapat berdampak pada bagian tubuh lainnya. Tuberkulosis menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara. Hal ini disebabkan pula karena prilaku yang tidak menjaga kebersihan, tempat tinggal yang kurang mendapatkan sinar matahari hingga tempat tinggal menjadi gelap, lembab serta berdebu.

“Selalu bangun pagi, rutin membersihkan tempat tinggal, membuka jendela agar cahaya matahari dapat masuk kedalam rumah. Berperilaku bersih dan sehat, tidak membuang dahak di sembarang tempat serta berjemur dipagi hari.” kata Rhinaldy.

Gejala klasik infeksi TB aktif yaitu batuk kronis dengan bercak darah sputum atau dahak, demam, berkeringat di malam hari, dan berat badan turun (dahulu TB disebut penyakit “konsumsi” karena orang-orang yang terinfeksi biasanya mengalami kemerosotan berat badan). Infeksi pada organ lain menimbulkan gejala yang bermacam-macam.

“Jika terkena batuk lebih dari 2-3 minggu dan berdarah serta Kelainan lain seperti penurunan badan secara mendadak segeralah konsultasi dan berobat ke dokter dan meminum obat sesuai resep dokter,” tambahnya.

Diharapkan untuk sudah terkena Tuberkolosis, untuk selalu hidup bersih dan sehat. Makan makanan yang bergizi, rutin meminum obat. Karena jika tidak rutin meminum obat dikhawatirkan Tuberkolosis akan kronis dan bakteri menjadi resisten. Jika resisten, pengobatannya akan menjadi lama dan sulit.

Bakteri dalam Tuberkolosis ini berbahaya dan harus segera di tuntaskan karena dikhawatirkan aka akan kambuh kembali dan semakin menyerang organ lain.[]