Posts

Sambutan Kaprodi Teknik Industri Dalam Musyawarah Besar HMTI

Musyawarah Besar (Mubes) Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) digelar pada Minggu, 08 April 2018. Mubes yang berlangsung di Ruang Perkuliahan 1.24 ini dibuka oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknik Industri Universitas Malahayati, Heri Wibowo. Ia yang sangat berperan dalam proses perkuliahan dan juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan HMTI tak sungkan ia meluangkan waktu dihari libur untuk menghadiri dan memberi sambutan pada acara ini.

“Kepengurusan HMTI ini lebih baik ramping anggotanya tapi efektif dalam menjalankan kegiatan organisasi, dibandingkan banyak tapi pasif”, kata Heri dalam sambutannya.

Ia menjelaskan acara serta kegiatan di HMTI ini harus terus berjalan termasuk Mubes yg merupakan program tahunan. “Modal untuk memajukan HMTI ini adalah ketika bisa bersatu, berbondong-bondong untuk berpartisipasi dalam kegiatan serta dapat mencontoh Generasi sebelumnya dalam mengurus, menjalankan HMTI agar dapat terlaksana serta jadi bahan pembelajaran untuk penerus selanjutnya,” tambahnya.

Di akhir sambutannya Ia berharap untuk kedepannya HMTI terus berkembang. “selain kegiatan akademik yang didapatkan diperkuliahan kegiatan non-akademiknya juga ditingkatkan agar bisa menerapkan ilmu dari perkuliahan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” katanya.

[*Windi.

Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Gelar Musyawarah Besar

Himpunan Mahasiswa Teknik Industri gelar Musyawarah Besar (Mubes) yang merupakan program acara tahunan untuk menjalankan kegiatan organisasi. MUBES HMTI dilaksanakan pada Minggu, 08 April 2018 di ruang perkuliahan 1.24 Universitas Malahayati. Kegiatan yang sekaligus pemilihan dan penetapan calon bupati dan wakil bupati baru ini dimulai pukul 09.00 WIB sampai selesai.

Pembukan Mubes dihadiri oleh kepala Program studi Teknik Industri, Presiden Mahasiswa, DPM U dan Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta Ketua Himpunan Jurusan. Sambutan pertama disampaikan oleh Bupati Teknik Industri selaku panita pelaksana dan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Program Studi Teknik Industri sekaligus membuka acara.

Pembahasan MUBES ini tentang peninjauan dan penetapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) sebagai tempat penyatuan persepsi serta untuk menegaskan kembali strategi perjuangan organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Industri.

Adapun tujuan Mubes HMTI ini untuk memberi pengetahuan baru tentang Musyawarah Besar kepada Mahasiswa Baru, melakukan evaluasi terhadap kepengurusan HMTI sebelumnya serta menjadi forum silahtuhrahmi pengurus HMTI.

 

[*Windi.

Teknik Industri Akan Gelar Musyawarah Besar!

Fakultas Teknik Program Studi Industri akan menggelar Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Teknik Industri. MUBES merupakan agenda rutin HMTI yang akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal : Minggu, 08 April 2018
Waktu              : 08.00 s/d 23.00 WIB
Tempat            : Tax Center Malahayati

Pada acara ini rencananya akan membahas Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD ART) serta untuk mengembangkan HMTI makin maju untuk kedepannya.

Ayo untuk seluruh Mahasiswa Teknik Industri Malahayati jangan lewatkan untuk menghadiri MUBES ini.
Hidup Fakultas Teknik, Teknik Satu Teknik Jaya!

 

|Windi.

Potret Suasana Saat Pengarahan di Ruang Pertemuan

FAKULTAS Teknik Program Studi Industri Universitas Malahayati gelar Kunjungan Industri ke PT. Coca Cola Amatil Bottling, Tanjung Bintang. Acara ini dilaksanakan pada Selasa, 25 Oktober 2016 menaiki sebuah bis Trans Lampung. Terlihat kunjungan ini dihadiri oleh dosen prodi industri serta seluruh mahasiswa/i angkatan 2013 hingga 2015

Sesampainya di PT. Coca Cola, seluruh mahasiswa beserta dosen disambut dengan semangat pagi. Terdapat sambutan oleh dosen pembimbing, Heri Wibowo. Salah satu karyawan di PT ini menjelaskan sejarah serta perkembangan Coca Cola melalui video. Mahasiswa begitu antusias, terlihat dari cara mereka mengajukan beberapa pertanyaan.

Berawal pada 1983 pabrik Coca Cola di Lampung mulai dibangun diatas lahan seluas 8 Hektar. Hingga sekarang instalasi lini produksi PET dengan sistem coldfill dalam kemasan 425 ml. Berikut potret suasana saat pengarahan di Ruang Pertemuan:

1477407433434 1477407425338 1477407422167 1477406731162 1477406644565 1477406640866 1477406631172 1477406626470 1477406623519 1477406620578 1477406615114

Potret Perjalanan HMTI Menuju PT. Coca Cola

FAKULTAS Teknik Program Studi Industri Universitas Malahayati gelar Kunjungan Industri ke PT. Coca Cola Amatil Bottling, Tanjung Bintang. Acara ini dilaksanakan pada Selasa, 25 Oktober 2016 menaiki sebuah bis Trans Lampung. Terlihat kunjungan ini dihadiri oleh dosen prodi industri serta seluruh mahasiswa/i angkatan 2013 hingga 2015

Dalam rangka memperkenalkan dunia kerja kepada seluruh mahasiswa teknik industri, Himpunan Jurusan Teknik Industri (HMTI) mengadakan kegiatan kunjungan. Sebelumnya HMTI pernah mengadakan kunjungan ke PT. Sosro, Palembang. Kini HMTI memilih untuk mengunjungi PT. Coca Cola yang hanya ditempuh satu jam perjalanan.

Tak ada hambatan selama diperjalanan menuju PT. Mereka pun merasa tak sabar dan mempersiapkan diri untuk menimba banyak ilmu selama kunjungan. Tak hanya ilmu yang didapat, kunjungan ini pun dapat menjadi ajang silaturahmi baik sesama dosen, dosen dan mahasiswa, maupun sesama mahasiswa/i berbagai angakatan.

Berikut potret perjalanan HMTI menuju PT. Coca Cola:

1477404673471 1477404676761 1477404679402 1477404681816 1477404684133 1477404686671 1477404689287 1477404691771 1477404694517 1477404697404 1477404670269

 

HMTI Gelar Kunjungan Industri Ke PT Coca Cola Tanjung Bintang

FAKULTAS Teknik Program Studi Industri Universitas Malahayati gelar Kunjungan Industri ke PT. Coca Cola Amatil Bottling, Tanjung Bintang. Acara ini dilaksanakan pada Selasa, 25 Oktober 2016 menaiki sebuah bis Trans Lampung. Terlihat kunjungan ini dihadiri oleh dosen prodi industri serta seluruh mahasiswa/i angkatan 2013 hingga 2016.

Dalam rangka memperkenalkan dunia kerja kepada seluruh mahasiswa teknik industri, Himpunan Jurusan Teknik Industri (HMTI) mengadakan kegiatan kunjungan. Sebelumnya HMTI pernah mengadakan kunjungan ke PT. Sosro, Palembang. Kini HMTI memilih untuk mengunjungi PT. Coca Cola yang hanya ditempuh satu jam perjalanan.

Sesampainya di PT. Coca Cola, seluruh mahasiswa beserta dosen disambut dengan semangat pagi. Salah satu karyawan di PT ini menjelaskan sejarah serta perkembangan Coca Cola melalui video. Mahasiswa begitu antusias, terlihat dari cara mereka mengajukan beberapa pertanyaan.

Kunjungan kali ini menjelaskan mengenai proses produksi, mulai dari pencucian botol, pencampuran bahan, pengisian, pengemasa, pendistribusian hingga pengolahan limbah cair yang dihasilkan.[]

Ali Menjadi Wisudawan Terbaik di Fakultas Teknik

ACARA Pengukuhan Sarjana Teknik Yudisium tahun 2016 yang ke XIX Fakultas Teknik Universitas Malahayati Bandar Lampung. Acara ini digelar pada Jumat, 19 Agustus 2016 di Malahayati Career Center (MCC). Yudisium kali ini dihadiri oleh Wakil Rektor I dan Wakil rektor II, Dekan Fakultas Teknik, Kaprodi, dosen, dan tamu undangan.

Tak sangka seorang Mahasiswa Teknik Industri angkatan 2012, Nur Ali Anggriawan menjadi wisudawan terbaik saat ini dengan memperoleh predikat cumlaude. Pria yang akrab disapa Ali ini berasal dari Jambi yang memiliki hobi bermain futsal dan berpetualang.

Jelas saja, ia merasa sangat senang dan bangga dapat menjadi wisudawan terbaik di fakultas teknik. Artinya usaha yang ia lakukan akan sejalan dengan hasil yang ia dapatkan. Tetapi semua tidak terlepas dari ridho Allah SWT.

“Tentunya motivasi saya hingga seperti ini adalah orang tua. Karena mereka lah semangat itu ada. Cepat menyelesaikan perkuliahan adalah keinginan orang tua, terlebih bisa menjadi yang terbaik. Selain itu cita-cita juga menjadi motivasi tersendiri,” ujar pria kelahiran Cilacap, 15 Oktober 1994 silam.

Ia bercita-cita menciptakan lowongan pekerjaan bagi masyarakat. Motto dalam kehidupan Ali yakni “Manjadda Wajjada”. Terkadang ia pun memiliki hambatan dalam proses pembelajarannya, dikarenakan antara rencana dan sesungguhnya tidak akan sama. Contoh hambatan seperti malas.

“Harapan tentunya semoga apa yang telah saya dapatkan dapat menjadi batu loncatan untuk menggapai cita-cita. Untuk teman-teman semuanya harus semangat dalam mengerjakan tugas akhir, jangan malas, ingat orang tua menunggu kelulusan kalian. Untuk adik-adik jangan terlena dengan kemalasan, semangat dalam menuntut ilmu, mulailah dari sekarang dan jangan sia-siakan waktu, karena kelak kalian akan merasakan usaha dari adik-adik sekalian,” ujarnya.[]

Heri Wibowo; Jurnal Penjadwalan Mesin Screw Press Stasiun Kempa Pada Produksi CPO (Crude Palm Oil) dan Kernel Dengan Menggunakan Metode Indikator

Heri WibowoST MT adalah Ketua Program Study Teknik Industri Universitas Malahayati. Pria yang bergabung dengan Universitas Malahyati sejak 1999 ini merupakan sosok panutan bagi mahasiswanya. Ia bahkan menjabat sebagai kaprodi selama tiga periode hingga tahun 2017 mendatang.

Heri biasa disapa mengampu mata kuliah pengendalian kualitas, proses produksi, manajemen industri dan akuntansi biaya. Heri kerap menulis jurnal salah satu jurnalnya yang berjudul “Penjadwalan Mesin Screw Press Stasiun Kempa Pada Produksi CPO (Crude Palm Oil) dan Kernel Dengan Menggunakan Metode Indikator”.

Jurnal ini membahas mengenai masalah komplek yang sering dijumpai dalam perusahaan, terutama produksi. Perusahaan harus mampu meingkatkan kemampuan produksi dengan meningkatkan utilitas sumber daya yang ada dan akurasi dalam produksi selesai sesuai tenggang waktu yang sudah ditetapkan oleh penjadwal yang direncanakan dengan baik. Sebagai perusahaan yang memproduksi CPO dan kernel terus sehingga mesin penjadwal screw press harus direncanakan dengan baik sehingga produksi dapat selesai tepat waktu, kerusakan mesin dan lembur dapat dihindari.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jadwal pemanfaatan dan mesin screw press di stasiun, merasa bahwa produksi optimal dapat dicapai dan menentukan penyebab dari waktu keterlambatan produksi yang mengakibatkan lembur. Metode yang di gunakan adalah metode indikator yang dapat diterapkan ke mesin yang sejajar dengan kapasitas yang berbeda.

Berikut Selengkapnya:

Jurnal Heri Wibowo

Surat Tanda Terima Jurnal Edisi April 2016

Video Kunjungan Teknik Industri Malahayati ke PT Sinar Sosro Palembang

Video berdurasi 8 menit 31 detik ini berisi tentang kumpulan momen saat mahasiswa teknik industri Universitas Malahayati angkatan 2011-2015 melakukan fieldtrip ke PT Sinar Sosro Palembang bersama para dosen.

|Sumber: dokumentasi Rio Yuri Aldino/youtube

Latar Belakang dan Sejarah Teknik Industri di Indonesia

REVOLUSI Industri, yang dimulai di Inggris pada abad ke-delapan belas , mengubah secara drastis praktik-praktik manufaktur yang memicu kelahiran dunia ilmiah pada abad berikutnya. Inovasi teknologi bermunculan  mempermudah suatu sistem pabrik untuk memproduksi lebih banyak produk dengan tenaga kerja yang sedikit dan memberikan mekanisasi dari banyak operasi manual tradisional dalam dunia industri tekstil. Inovasi terpenting yang mengawalinya adalah mesin uap yang dikembangkan oleh James Watt pada tahun 1765 yang memberikan pabrik-pabrik sumber energi uap yang murah untuk menghasilkan produk yang melimpah.

Teknik Industri lahir pada akhir abad ke – sembilan belas. Teknik Industri adalah profesi dinamis yang perkembangannya didorong oleh tantangan dan tuntutan dari manufaktur, pemerintah dan layanan organisasi sepanjang abad kedua puluh. Teknik Industri juga merupakan profesi yang masa depannya tidak hanya bergantung pada kemampuan praktisi untuk bereaksi dan memfasilitasi operasional dan perubahan organisasi tapi lebih kepada kemampuan mereka untuk mengantisipasi dan memimpin perubahan itu sendiri.

Dalam berjalannya era industri lahirlah konsep-konsep dari para tokoh pemikir untuk lebih mengefektikan dan mengefisiensikan produktivitas pekerja. Konsep tentang spesialisasi pekerja yang disampaikan Adam Smith, “motion and time” dari charles Babbage, “Interchangeable manufacture” dari Eli Whitney, dan yang paling utama adalah konsep dari Frederick Winslow Taylor mengenai “scientific method” dan beberapa tokoh lainnya seperti Frank Gilbert dan Lillian Gilberth menuntut keahlian teknis yang terlatih yang dapat merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakkan/memimpin operasi-operasi dari sebuah sistem yang besar dan kompleks.

Sejarah Teknik Industri di Indonesia di awali dari kampus Universitas Sumatera Utara (USU) Medan pada tahun 1965 dan dilanjutkan dengan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sementara itu pada sekitar tahun 1963-1964 Bagian Teknik Mesin telah mulai menghasilkan sebagian sarjananya yang berkualifikasi pengetahuan manajemen produksi/teknik produksi. Bidang Teknik Produksi semakin berkembang dengan bertambahnya jenis mata kuliah. Mata kuliah seperti : Teknik Tata Cara, Pengukuran Dimensional, Mesin Perkakas, Pengujian Tak Merusak, Perkakas Pembantu dan Keselamatan Kerja cukup memperkaya pengetahuan mahasiswa Teknik Produksi.

Pada tahun 1966 – 1967, perkuliahan di Teknik Produksi semakin berkembang. Mata kuliah yang berbasis teknik industri mulai banyak diperkenalkan. Sehingga pada tahun 1967, nama Teknik Produksi secara resmi berubah menjadi Teknik Industri dan masih tetap bernaung di bawah Bagian Teknik Mesin ITB. Pada tahun 1968 – 1971, dimulailah upanya untuk membangun Departemen Teknik Industri yang mandiri. Upaya itu terwujud pada tanggal 1 Januari 1971. | dikutip dari berbagai sumber