Posts

Protret Reuni Akbar Alumni Teknik Lingkungan Universitas Malahayati

REUNI akbar ikatan alumni Teknik Lingkungan diselenggarakan pada Rabu, 20 Juni 2018 di Kabara Kafe Universitas Malahayati. Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik beserta staf dosen Teknik Lingkungan serta seluruh  alumni Teknik Lingkungan mulai dari angkatan 1994 sampai angkatan 2013. Acara ini berjalan lancar hingga penghujung acara.

Tujuan acara reuni akbar ini adalah untuk memepererat silaturahmi, membentuk kepengurusan ikatan alumni yang baru, sebagai wadah para alumni untuk memberikan manfaat kepada para mahasiswa/i aktif dan kepada prodi Teknik Lingkungan serta masyarakat luas.

Berikut potret reuni akbar alumni teknik lingkungan :

Potret Keseruan Reuni Akbar Ikatan Alumni Teknik Lingkungan Universitas Malahayati

REUNI akbar ikatan alumni Teknik Lingkungan diselenggarakan pada Rabu, 20 Juni 2018 di Kabara Kafe Universitas Malahayati. Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik beserta staf dosen Teknik Lingkungan serta seluruh  alumni Teknik Lingkungan mulai dari angkatan 1994 sampai angkatan 2013. Acara ini berjalan lancar hingga penghujung acara.

Tema acara reuni IKA-TL “Learning To Live Together”  belajar untuk hidup bersamaSesama alumni bisa menghargai, memajukan dan kemampuan untuk hidup rukun sesama manusia sehingga acara ini bisa menjadi jembatan yang muaranya dapat memajukan organisasi, kampus dan masyarakat luas.

Berikut potret keseruan IKA- TL :

Reuni Akbar Ikatan Alumni Teknik Lingkungan Universitas Malahayati

REUNI akbar ikatan alumni Teknik Lingkungan diselenggarakan pada Rabu, 20 Juni 2018 di Kabara Kafe Universitas Malahayati. Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik beserta staf dosen Teknik Lingkungan serta seluruh  alumni Teknik Lingkungan mulai dari angkatan 1994 sampai angkatan 2013. Acara ini berjalan lancar hingga penghujung acara.

Tujuan acara reuni akbar ini adalah untuk memepererat silaturahmi, membentuk kepengurusan ikatan alumni yang baru, sebagai wadah para alumni untuk memberikan manfaat kepada para mahasiswa/i aktif dan kepada prodi Teknik Lingkungan serta masyarakat luas. Adapun agenda yang tersusun dalam acara reuni akbar tersebut adalah :

  1. Silaturahmi
  2. Pembentukan pengurus IKA-TL 2018-2020
  3. Doorprize
  4. Hiburan (live musik)

Tema acara reuni IKA-TL “Learning To Live Together”  belajar untuk hidup bersamaSesama alumni bisa menghargai, memajukan dan kemampuan untuk hidup rukun sesama manusia sehingga acara ini bisa menjadi jembatan yang muaranya dapat memajukan organisasi, kampus dan masyarakat luas.

“Acara reuni akbar ini telah dipersiapkan kurang dari dua bulan, mengingat acara ini baru perdana”, kata Fendi selaku ketua pelaksana dan alumni Teknik Lingkungan.

Harapannya semoga acara reuni akbar IKA-TL terus teselenggara dan bisa menjadi wadah organisasi yang bermanfaat untuk Universitas Malahayati terutama kepada mahasiswa aktif Teknik lingkungan dan bermanfaat untuk masyarakat luas.[]

Potret Temu Alumni Teknik Lingkungan Universitas Malahayati

Acara temu alumni Teknik Lingkungan diadakan pada 30 Maret 2018. Acara ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali IKA alumni Teknik Lingkungan yang telah lama vakum dan mempererat tali silaturahmi sesama alumni. Acara ini berlansung di cafe Wiseman yang berada didaerah Pahoman dan di hadiri oleh perwakilan alumni dari angkatan 1994 sampai angkatan 2013.

Berikut potret temu alumni teknik lingkungan:

 

|Khairan.

Acara Temu Alumni Teknik Lingkungan Malahayati dI Cafe Wiseman Pahoman

ACARA temu alumni Teknik Lingkungan Universitas Malahayati diselenggarakan di Cafe Wiseman Pahoman pada Jum’at, 30 Maret 2018. Acara ini dihadiri oleh beberapa perwakilan alumni teknik lingkungan dari angkatan 1994 sampai angkatan 2013. Silaturrahmi sekaligus rapat reorgansasi IKA (Ikatan Alumni) ini berlansung lancar dari pukul 14.00 – 17.00 WIB.

Acara temu alumni ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali organisasi IKA (Ikatan Alumni Teknik Lingkungan) yang telah lama vakum dan untuk mempererat tali silaturrahmi sesama alumni. Acara ini membahas tentang reorganisasi dan peninjauan opsi untuk pelaksaan temu alumni  yang akan dilaksanakan pada 01 Mei 2018 atau 20 Juni 2018. Persetujuan jadwal dan tempat akan divoting dari suara alumni terbanyak melalui whatshap. “Alumni memiliki peran penting bagi perkembangan jurusan Teknik Lingkungan ke depannya jadi harus tetap berkonstribusi untuk kampus”, kata Natalina selaku dosen serta alumni Teknik Lingkungan.

Harapan Natalina, “Semoga organisasi IKA ini terus berkonstribusi untuk kelancaran dan perkembangan jurusan Teknik Lingkungan Universitas Malahayati”.[]

Potret Suasana Liburan Nezla Ke Kota Tua

SEORANG Mahasiswi Teknik Lingkungan asal Banten, Nezla Anisa Ningrum ingin menceritakan pengalaman liburan panjang semester genapnya ke Kota Tua, Jakarta. Kali ini aku berangkat bersama teman ku, destinasi yang kita ambil adalah Kota Tua dan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Namun yang akan dibahas kali ini adalah destinasi Kota Tua. Sebuah Peninggalan Belanda yakni Kota tua atau Oud Batavia adalah kawasan kecil yang memiliki luas 1300 m2, melintasi utara dan barat Jakarta, yang sarat dengan peninggalan penjajahan Belanda. Gedung-gedung tua dimanfaatkan sebagai museum dan resto.

Kita berangkat dimulai dari Merak, Banten pukul 10.30. Kita melewati jalan tol menuju Jakarta memerlukan sekitar dua setengah jam untuk sampai ke tujuan. Tidak ada hambatan macet saat perjalanan.  Memasuki wilayah kota tua, pemandangan eksotis mulai terasa dari bangunan-bangunan tua nan kokoh peninggalan Belanda yang dibangun sekitar abad ke-19 dan 20. Kita memasuki Museum Sejarah Jakarta. Bangunan besar bergaya Barok ini lebih dikenal dengan sebutan Museum Fatahillah. Banyak koleksi pameran yang tidak boleh disentuh, apalagi diduduki atau ditiduri. Di dalamnya terdapat perabotan tua, lukisan, patung, batu-batu. Setelah lelah berkeliling lalu kita ke taman belakang. Tak lupa juga kita pun berkeliling di halaman Museum Sejarah Jakarta menggunakan sepedah.

Berikut Potret saat berlibur ke destinasi Kota Tua Jakarta:

IMG_20160714_133440 IMG_20160714_140347 IMG_20160714_144127IMG_20160714_134529 (1)IMG_20160714_145542IMG_20160714_143307IMG_20160714_143127

Potret Saat Berkunjung Ke Kota Tua Jakarta

SEORANG Mahasiswi Teknik Lingkungan asal Banten, Nezla Anisa Ningrum ingin menceritakan pengalaman liburan panjang semester genapnya ke Kota Tua, Jakarta. Kali ini aku berangkat bersama teman ku, destinasi yang kita ambil adalah Kota Tua dan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Namun yang akan dibahas kali ini adalah destinasi Kota Tua. Sebuah Peninggalan Belanda yakni Kota tua atau Oud Batavia adalah kawasan kecil yang memiliki luas 1300 m2, melintasi utara dan barat Jakarta, yang sarat dengan peninggalan penjajahan Belanda. Gedung-gedung tua dimanfaatkan sebagai museum dan resto.

057895600_1458186808-20160317-Bersepeda-di-Kota-Tua-Fatahillah-Jakarta-FRS1IMG_20160714_133307IMG_20160714_133313

Kita memasuki Museum Sejarah Jakarta. Bangunan besar bergaya Barok ini lebih dikenal dengan sebutan Museum Fatahillah. Banyak koleksi pameran yang tidak boleh disentuh, apalagi diduduki atau ditiduri. Di dalamnya terdapat perabotan tua, lukisan, patung, batu-batu.

sejarah-makassar-di-gedung-bergaya-eropa-005-yacob-billioctaOLYMPUS DIGITAL CAMERAIMG_20160714_135927IMG_20160714_135948IMG_20160714_140025IMG_20160714_135031IMG_20160714_134702IMG_20160714_134442musuem-fatahillah-01_large

Setelah lelah berkeliling lalu kita ke taman belakang. Di sana kita dapat melihat penjara tua bawah tanah tempat di mana Pangeran Diponegoro pernah ditahan. Kita pun dapat duduk santai di bawah pohon rimbun, menikmati patung dewa Hermes yang merupakan lambang keberuntungan bagi kaum pedagang, sekaligus Dewa Pengirim Berita. Patung ini adalah tanda terima kasih atas kesempatan untuk berdagang di Hindia Belanda masa dahulu.

IMG_20160714_140214IMG_20160714_140216100_4442

 

Pengalaman Berlibur Nezla Sekaligus Mengenal Sejarah

JUMPA lagi di pengalaman Nezla selanjutnya, Nezla Anisa Ningrum Mahasiswa Teknik Lingkungan asal Banten akan menceritakan pengalaman liburan panjang semester genapnya ke Kota Tua, Jakarta. Kali ini aku berangkat bersama teman ku, destinasi yang kita ambil adalah Kota Tua dan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Namun yang akan dibahas kali ini adalah destinasi Kota Tua. Sebuah Peninggalan Belanda yakni Kota tua atau Oud Batavia adalah kawasan kecil yang memiliki luas 1300 m2, melintasi utara dan barat Jakarta, yang sarat dengan peninggalan penjajahan Belanda. Gedung-gedung tua dimanfaatkan sebagai museum dan resto.

Kita berangkat dimulai dari Merak, Banten pukul 10.30. Kita melewati jalan tol menuju Jakarta memerlukan sekitar dua setengah jam untuk sampai ke tujuan. Tidak ada hambatan macet saat perjalanan.  Memasuki wilayah kota tua, pemandangan eksotis mulai terasa dari bangunan-bangunan tua nan kokoh peninggalan Belanda yang dibangun sekitar abad ke-19 dan 20. Taman Fatahillah, taman ini dikelilingi oleh bangunan-bangunan tua yang sekarang digunakan sebagai Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, juga Kantor Pos Indonesia. Berdiri juga sebuah restoran, Café Batavia, yang menjadi favorit untuk melepas penat setelah menjelajah kota tua.

Kita memasuki Museum Sejarah Jakarta. Bangunan besar bergaya Barok ini lebih dikenal dengan sebutan Museum Fatahillah. Banyak koleksi pameran yang tidak boleh disentuh, apalagi diduduki atau ditiduri. Di dalamnya terdapat perabotan tua, lukisan, patung, batu-batu. Setelah lelah berkeliling lalu kita ke taman belakang. Di sana kita dapat melihat penjara tua bawah tanah tempat di mana Pangeran Diponegoro pernah ditahan. Kita pun dapat duduk santai di bawah pohon rimbun, menikmati patung dewa Hermes yang merupakan lambang keberuntungan bagi kaum pedagang, sekaligus Dewa Pengirim Berita. Patung ini adalah tanda terima kasih atas kesempatan untuk berdagang di Hindia Belanda masa dahulu.

Disepanjang liburan hari raya sekaligus liburan semester genap, Taman Fatahillah tidak hanya dipadati pengunjung, tetapi juga penjaja makanan dan minuman ringan, tempat penyewaan sepeda ontel, serta para seniman yang mempertunjukkan atraksi. Kalian dapat menyewa sepeda untuk dapat berkeliling disekitaran kota tua.[]

Destinasi Kampung Lamteuba Sebagai Tempat Wisata Aceh

KEINDAHAN tiada dua, bagaikan lukisan dari Sang Maharaja begitulah destinasi kampung Lamteuba. Paparan sawah bak ambal yang tergerai lepas di alam bebas. Suasana pengunungan dan alam yang masih asri menambah keindahan tempat ini. Suara air yang mengalir di sungai Lamteuba membuat perasaan tenang dan makin terhanyut untuk menikmati keindahan kampung ini. Air yang begitu jernih serta segar siap menghapus dahaga dan penat sehari-hari para pendatang yang berkunjung ke kampung Lamteuba.

Kampung Lamteuba merupakan salah satu kampung yang terletak di kecamatan Seulimeum Aceh Besar. Berdasarkan cerita dari tetua kampung ini mulanya adalah sebuah danau besar yang terletak dikaki gunung Seulawah Agam, danau tersebut kemudian dibelah menjadi dua bagian oleh ulama Aceh Putromerehom. Belahan pertama dari danau itu diberi nama Kuta cot puteng dan belahan danau yang kedua ini kemudian dibuat sebuah lubang (sumur) dengan Lam Tabai oleh Tuan Ta Hasan bersama ulama Aceh lainnya.  kemudian danau tersebut mengering dan menjadi sebuah kampung Lamteuba.

Sedangkan sumur tersebut sampai saat ini masih ada dan di jadikan sebagai tempat wisata yang dikenal dengan nama Mon Tuan Ta Hasan. Mon Tuan Ta Hasan merupakan tempat pemandian bagi kaum perempuan di kampung lamteuba. Selain Mon Tuan Ta Hasan, kampung ini juga memiliki banyak wisata alam diantaranya pemandian air panas, sungai dengan lumpur hitam dan keindahan gunung Selawah dengan panorama alam yang tiada habisnya.

555f3e720423bd1f158b456a

Wisata air panas lamteuba

Pemandian air panas di kampung lamteuba ini adalah pilihan yang sangat tepat untuk berlibur dan merelaksasi tubuh dari keletihan dan air panas ini juga berfungsi sebagai obat. Disinilah anda bisa berendam sambil menikmati pemandangan alam yang begitu indah.

Selain itu, bagi Anda yang senang dunia fotografi atau hobi berfoto, disinilah salah satu tempat yang cocok bagi Anda. Panorama dan pemandangan ini berkonfigurasi pengunungan, persawahan dan sungai. Anda juga bisa camping fun bersama teman dan keluarga di gunung Selawah. Anda juga bisa melihat keunikan dari rumah panggung/ rumah adat Aceh yang dijadikan sebagai tempat tinggal oleh beberapa penduduk kampung lamteuba. Rumah ini didesain berbentuk panggung agar mudah saat ingin pindah rumah.

Berikut beberapa potret tempat wisata dan keindahan kampung lamteuba :

Kolam_Air_Panas_3

Kolam Pemandian air panas Lamteuba

gambar-4-rawa-gambut-indonesia-sumber-840x420

Hutan lamteuba yang begitu asri

pemandian-air-panas-ie-suum-aceh-besar_2

Pemandangan alam dari kolam pemandian air panas Lamteuba

Sungai dengan lumpur hitam

Wisata Sungai lumpur hitam, lumpur yang diyakini bermanfaat sebagai obat

Beginilah destinasi kampung Lamteuba di Aceh Besar sebagai tempat wisata alam yang sangat cocok untuk dikunjungi. |Sumber: wikipedia.com dan dikutip dari berbagai sumber

Kesan Menantang Deska Saat Perjalanan Pulang Ke Jambi

KINI jadwal perkuliahan telah usai, waktunya untuk menghadapi liburan panjang semester genap. Seorang mahasiwa Teknik Lingkungan Universitas Malahayati angkatan 2013, Deska Saputra. Pria yang familiar disapa deska, asal Kerinci, Provinsi Jambi yang juga ingin berbagi pengalaman nya saat mudik.

Deska memulai perjalananya pada Kamis, 30 Juni 2016. Menaiki sebuah travel. Panas terik menyengat hingga dingin merasuk saat sampai di kota Jambi pada Jumat pukul 05 pagi. Menurut deska terdapat sesuatu hal yang menantang dalam perjalanannya yakni melewati lintas Sumatra yang jalannya termasuk ekstrem karena melewati hutan dan perbukitan.

Ternyata sesampainya di kota Jambi, tidak ada mobil dengan jadwal keberangkatan pagi. Terpaksa deska harus menunggu jadwal keberangkatan malam dengan beristirahat di kediaman salah seorang teman. Pengalaman dari kota Jambi ke kerinci memang tidak banyak, terlebih karena perjalanan malam yang hanya terlihat hanyalah langit nan gelap gulita ditemani oleh sepi yang membeku.

Sesampainya dirumah pada Sabtu, 02 Juli 2016 pukul 05 pagi. Lelah dan capek seketika hilang saat sudah berada di rumah. Senang rasanya sudah bertemu sanak keluarga dan bersyukur dapat sampai dengan selamat.

“Siapapun yang ingin melalukan perjalanan mudik, diharapkan untuk menjaga barang-barang berharga. Siapkan makanan dan minuman, karena kita tidak tau kondisi dijalan akan seperti apa,” ujar Deska.[]