Posts

Soal Kabut Asap, Ini Tips Kesehatan Dosen Universitas Malahayati

RINGGO Alfarisi dr M Kes adalah Pakar kesehatan Universitas Malahayati. Ia sangat perihatin terhadap bencana kabut asap yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan.

Kabut asap merupakan hal yang sangat serius. Kejadian kebakaran di sejumlah titik di daerah Sumatera dan Kalimantan. Apalagi kekeringan juga melanda bumi ini. Bencana kabut asap yang terjadi di Jambi, Riau, Palembang dan Kalimantan ini setidaknya sudah menewaskan lima orang. Bencana ini sudah terjadi sejak Agustus namun sampai saat ini kabut asap masih menyelimuti sejumlah daerah.

“Asap merupakan partikel hasil dari pembakaran sesuatu benda atau bahan terdapat 3 jenis pembakaran yang dapat menghasilkan asap saperti pembakaran bensin, senyawa karbon dan senyawa karbon alami,” kata Ringgo Alfarisi dr M Kes saat ditemui malahayati.ac.id di Ruang Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Kamis, 8 Oktober 2015.

Ringgo menjelaskan senyawa karbon dapat menimbulkan efek yang sangat buruk bagi kesehatan apalagi di hirup terus menerus sangat berbahaya terutama jangka panjang dan dapat menimbulkan penyakit.

“Kandungan asap bermacam-macam, asap merupakan salah satu zat yang mengandung bahan karsinogen (pemicu kanker), jika terpapar dalam jangka panjang maka resiko terkena kanker akan semakin tinggi kemudian efek dalam jangka pendeknya adalah timbul penyakit-penyakit lokal seperti ISPA (infeksi saluran pernafasan atas) apalagi kalau dihisap oleh bayi atau balita yang daya tahan tubuhnya sangat rentan penyakit akan menimbulkan efek yang buruk,” kata Ringgo Alfarisi dr M Kes.

Ia juga menyampaikan tips untuk mencegah paparan dan asap pakailah masker medis, hindari terlalu sering keluar ruangan, meningkatkan daya tahan tubuh bila perlu asupan vitamin dan bagi penderita asma lebih baik mengungsi untuk menghindari penyempitan saluran pernafasan akibat bencana asap ini.

“Organ tubuh yang paling berbahaya terkena efek asap bisa dikatakan sistemik karena seluruh tubuh bisa terkena efeknya, sedangkan kalau lokal ada 2 organ tubuh yang bisa terasa efeknya yaitu efek saluran pernafasan dan organ penglihatan,” kata Ringgo.

Ia menjelaskan didalam saluran nafas terdapat sel epitel bersilia sebagai pertahanan tubuh yang dapat rusak akibat asap yang nantinya menimbulkan efek batuk dan sesak.

“Organ penglihatan akan menimbulkan efek pedih pada mata karena asap bersifat asam sehingga dapat menimbulkan inflamasi (peradangan) pada mata dan konjungtiva kemudian pada efek sistemik asap bisa menyebabkan asidosis respiratorik metabolik (gangguan keseimbangan ph darah) sehingga tubuh cenderung asam dan efeknya bisa lebih parah lagi bagi tubuh,”katanya.[]