Posts

Inilah Tugas Pokok BAU dan BAA di Universitas Malahayati

BIRO Adminitrasi Akademik (BAA) adalah unsur pelaksana teknis dan administrasi dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di lingkungan Universitas. Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, BAA dibantu oleh Pusat Pelayanan Terpadu (P3T) dengan tugas sebagai berikut:

  1. Pelayanan Administrasi KRS
  2. Pelayanan Administrasi Perkuliahan
  3. Pelayanan Administrasi Pengolahan Nilai
  4. Pelayanan Administrasi Ujuan Sidang, Yudisium, Wisuda
  5. Pelayanan Administrasi Penerbitan Ijazah dan Transkrip
  6. Pelayanan Adminitrasi Akdemik
  7. Pelayanan komunikasi dan konsultasi di lingkungan Universitas Malahayati. Sedangkan

Biro Administrasi Umum (BAU) adalah unsur teknis dan administrasi pealayanan umum di lingkungan universitas. Tugas pokoknya adalah

  1. Pelayanan administrasi umum yang menangani masalah ketatausahaan, pengelolaan kendaraan Dinas dan keamanan
  2. Pelayanan administrasi keuangan yang menyusun dan menata administrasi keuangan serta penyusunan laporan keuangan
  3. Pelayanan administrasi kepegawaian, yang menangani bidang kepegawaian
  4. Pelayanan Logistik, yang menangani bidang pengadaan barang-barang dalam bentuk fisik, perawatan dan instalasi, manajemen aset, dan pelayanan rumah tangga (lingkungan, keamanan, dan fasilitas).[]

Komentar Kepala Bagian Administrasi Umum Tentang Musyawarah Boma

KEPALA Bagian Administrasi Umum (BAU) Universitas Malahayati, Tironsyah hadir sebagai tamu undangan dalam pembukaan musyawarah besar Badan Organisasi Asrama (boma), Senin 16 NOvember 2015 di Malahayati Career Center (MCC). Ia mengatakan sangat mengapresiasi boma yang telah menjadi wadah apresiasi para mahasiswa di asrama. Ia berekspetasi kelak boma bisa menjadi awal yang besar bagi para anggotanya. Menurutnya boma adalah lingkungan rumah tangga yang akan menjadi dasar dari implementasi penghuni asarama dalam berorganisasi.

“Boma ini kan di dalam rumah istilahnya, jadi boma akan membentuk karakter organisasi para penghuninya sebelum ia bergabung di organisasi lain. Ibarat suatu wadah, boma adalah wadah yang menjadi dasar penggodokan mental dan pengetahuan dalam berorganisasi. Dan sama seperti kata Rektor Kadafi, jika solideritas dan ikatan yang terjalin antar anggota boma kuat maka bukan tidak mungkin, boma akan mendominasi di segala sektor kelak,” kata lelaki yang akrab disapa Tiron ini.

Tiron juga mengatakan betapa ruginya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) karena kelak setelah lulus kuliah mereka tidak akan menemukan organisasi yang ada di kampus. Menurut Tiron, organisasi akan melatih kecakapan dan berperan penting dalam membentuk karakter seseorang. Keilmuan itu penting sebagai dasar, tapi menjadi organisator yang baik saat bekerja itu juga wajib hukumnya.

“Ilmu yang saya pelajari di bangku kuliah, tidak semua terpakai di dunia kerja. Hanya sekian persen yang terpakai, sisanya ya bagaimana memanage segala aspek yang berkaitan dengan pekerjaan. Dan ilmu itu bisa nyata kita dapatkan di organisasi. Meski begitu organisastor yang baik adalah orang yang mampu menyeimbangkan porsi keorganisasian dengan keilmuan yang ada di bangku perkuliahan. Jadi intinya organisasi lanjut, IPK naik terus,” ujar Tiron sambil tersenyum.[]