Posts

Kajian Rutin Unit Kegiatan Mahasiswa Keagamaan Universitas Malahayati

MATAHARI sore masuk dari jendela dan menyinari ruangan Masjid Universitas Malahayati. Masjid yang indah dengan arsitektur bangunannya ditambah lagi dengan indahnya wajah wajah berseri dari akhwat dan ikhwan yang telah meringankan langkahnya untuk mengikuti acara kajian islami kampus Universitas Malahayati kamis 3 Desember 2015.

Masjid itu terletak di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin, yang jaraknya bisa di tempuh dengan berjalan kaki dari Asrama dan Kampus Universitas Malahayati. Berjalan sambil menikmati indahnya pemandangan di sekitar masjid ditambah lagi dengan sejuknya alam dan hamparan hijau dari lebatnya perpohonan.

Kajian religi yang bertemakan “Mana teman,mana lawan” diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan menjadi pembuka acara kajian islami yang dihadiri 25 peserta dari QLC, Rohima, Formasi FT, Formasi FE, dan Karim.

Kajian islami ini bertujuan untuk menambah pahala, ilmu, teman dan bukti cinta kepada Allah dan kepada diri sendiri. Peserta kajian menyambut dan bersenyum sapa saat berkumpul bersama sodara rohani kampus seakan mereka adalah satu keluarga yang tak bisa dipisahkan. Begitu indahnya ukhuwah Islam sesama umat muslim.

Peserta kajian mendengar dakwah Ustaz Hafizudun lc dengan sangat seksama. Siraman rohani yang disampaikan dengan semangat meramaikan keheningan dalam masjid. Keheningan yang membuat peserta memperoleh ketenangan jiwa.

Kajian rutin ini belum berhenti sampai disini. Para calon-calon dai islam dari setiap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tidak berhenti sampai disini untuk menyelengarakan acara kajian islami ini. UKM rohani akan terus mengundang Dai-dai dari luar kampus untuk berbagi ilmu dengan para mahasiwa di Universitas Malahayati agar terus menjadi mahasiswa yang bertaqwa. “Taqwa Dalam Islam Itu Mulia”, begitulah ustadz Hafizudun berpesan.[]

Serunya Debat Kandidat Calon Ketua BOMA yang Baru

ACARA debat kandidat ketua Badan Organisasi Mahasiswa Boma (BOMA) Jumat, 20 November 2015  di Kabara Prasmanan. Acara ini dihadiri oleh Kepala Greendormitory, ketua BOMA serta jajarannya, 3 calon kandidat ketua BOMA, dan Mahasiswa Asrama.

Acara yang bertujuan untuk memperkenalkan kandidat ketua BOMA, sekaligus berkampanye dan unjuk diri kepada Mahasiswa Asrama.

Adapun kandidat yang dicalonkan 1. Ardiansyah 2. Zihan Aulia 3.Prada Arra dan 4. Faturrahmman. Walaupun salah satu dari mereka berhalangan tidak hadir, tetapi acara  terus berjalan sesuai dengan yang diagendakan.

Dengan segala keterbatasan baik mawaktu maupun kendala teknis tidak mematahkan semangat para peserta  debat kandidat valon ketua BOMA kali ini.

Mereka satu persatu membacakan Visi dan Misi serta Program Kerja jika mereka terpilih sebagai ketua Boma yang baru.

Banyak sekali pertanyaan yang diajukan dari berbagai pihak. Panitia, peserta, serta senior yang mengajukan beberapa pertanyaan untuk meyakinkan siapakah yang layak serta pantas menduduki posisi Ketua BOMA menggantikan Ramdhani Subrata.[]

Komentar Kepala Bagian Administrasi Umum Tentang Musyawarah Boma

KEPALA Bagian Administrasi Umum (BAU) Universitas Malahayati, Tironsyah hadir sebagai tamu undangan dalam pembukaan musyawarah besar Badan Organisasi Asrama (boma), Senin 16 NOvember 2015 di Malahayati Career Center (MCC). Ia mengatakan sangat mengapresiasi boma yang telah menjadi wadah apresiasi para mahasiswa di asrama. Ia berekspetasi kelak boma bisa menjadi awal yang besar bagi para anggotanya. Menurutnya boma adalah lingkungan rumah tangga yang akan menjadi dasar dari implementasi penghuni asarama dalam berorganisasi.

“Boma ini kan di dalam rumah istilahnya, jadi boma akan membentuk karakter organisasi para penghuninya sebelum ia bergabung di organisasi lain. Ibarat suatu wadah, boma adalah wadah yang menjadi dasar penggodokan mental dan pengetahuan dalam berorganisasi. Dan sama seperti kata Rektor Kadafi, jika solideritas dan ikatan yang terjalin antar anggota boma kuat maka bukan tidak mungkin, boma akan mendominasi di segala sektor kelak,” kata lelaki yang akrab disapa Tiron ini.

Tiron juga mengatakan betapa ruginya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) karena kelak setelah lulus kuliah mereka tidak akan menemukan organisasi yang ada di kampus. Menurut Tiron, organisasi akan melatih kecakapan dan berperan penting dalam membentuk karakter seseorang. Keilmuan itu penting sebagai dasar, tapi menjadi organisator yang baik saat bekerja itu juga wajib hukumnya.

“Ilmu yang saya pelajari di bangku kuliah, tidak semua terpakai di dunia kerja. Hanya sekian persen yang terpakai, sisanya ya bagaimana memanage segala aspek yang berkaitan dengan pekerjaan. Dan ilmu itu bisa nyata kita dapatkan di organisasi. Meski begitu organisastor yang baik adalah orang yang mampu menyeimbangkan porsi keorganisasian dengan keilmuan yang ada di bangku perkuliahan. Jadi intinya organisasi lanjut, IPK naik terus,” ujar Tiron sambil tersenyum.[]

Ini Kenapa Universitas Malahayati Rindang oleh Pohon Sengon

Universitas Malahayati yang berada di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung memiliki pemandangan elok. Kontur tanah berbukit-bukit dan dipenuhi hutan aneka tanaman menambah keasrian dan keteduhan lingkungan kampus. Ribuan pohon sengon berusia sekitar 3-4 tahun berdiri kokoh di atas lereng dan tebing miring menahan laju air.

Selain rindang, pohon sengon dipilih karena sifa- sifat istimewa yang dimilikinya.”Pohon sengon tidak membutuhkan waktu lama untuk pertumbuhannya,”  kata Dr Suharyono pakar lingkungan dari Universitas Malahayati, Selasa, 06 Oktober 2015.

Maka pohon sengon cocok ditanam pada tanah pegunungan. Karena pohon sengon relatif mampu hidup di semua jenis tanah. “Pohon sengon juga mampu menjaga struktur tanah di areal Kampus Universitas Malahayati dan menjaga keseimbangan air dengan baik,” katanya.

Secara ekonomi, pohon sengon saat berusia tiga hingga empat tahun  bisa dipanen untuk industri kertas, meubel dan kayu lapis. Saat ini, kampus seluas 84 hekter ini memang dipenuhi hutan sengon selain tanaman asli di lahan berbukit itu. “Jadi ada aspek perbaikan lingkungan juga aspek keuntungan ekonomi,” katanya. []