Posts

Potret Keunikan UPT-Perpustakaan Malahayati Yang Bernuansa Budaya

Perpustakaan Universitas Malahayati yang terletak di lantai 8 gedung F ini menyuguhkan pengalaman unik. Disini anda akan diajak berkeliling Indonesia ditemani buku-buku referensi yang lengkap. Perpustakaan ini adalah perpustakaan dengan nuansa budaya asli Indonesia yang direfleksikan dengan miniatur 34 rumah sebagai ruang baca dan belajar.

Memasuki pintu perpustakaan, kita akan disambut cahaya lampu yang lembut. Sulur-sulur pohon anggur di sekitar papan yang memuat daftar nama-nama rumah adat dari 34 provinsi di indonesia juga akan menyapa kedatangan kita. Buku-buku yang tersusun rapi di rak-rak kayu, ditingkahi sungai kecil yang berisi ikan warna-warni yang menyejukkan mata. Suasana sejuk yang dihembuskan oleh AC yang berada disudut-sudut ruangan, gemericik air dan pohon buatan yang menaunginya tentunya akan membuat anda rileks dan fokus dalam membaca.

Penasaran bagaimana suasana perpustakaan kebanggaan Universitas Malahayati?

Chek this out:

Perpustakaan Malahayati Jalani Akreditasi Oleh Tim Perpustakaan Nasional

Perpustakaan Universitas Malahayati jalani penilaian oleh tim akreditasi perpustakaan nasional, Selasa 06 Oktober 2015. Tim akreditasi dari Jakarta sengaja datang untuk meninjau pelayanan, sarana-prasarana, koleksi buku dan sumber daya manusia (pustakawan) yang ada di Malahayati. Peninjauan ini adalah rangkaian dari penilaian 10 perpustakaan yang ada di Lampung.

“Sepuluh perpustakaaan itu ditinjau karena rekomendasi dari badan perpustakaan provinsi, ” kata Nia, salah seorang tim penilai.

Tim berkeliling ke seluruh area perpustakaan yang luasnya hampir satu hektar. Mereka melihat ruang baca yang berupa rumah adat dari 33 provinsi. Selain itu tim juga meninjau langsung ruang baca yang diadopsi langsung dari Erasmus University, Belanda. Tanya jawab mengenai instrumen perpustakaan juga menjadi aspek penting penilaian.

Tim penilai mengatakan, Universitas Malahayati sudah cukup maksimal dari segala aspek yang dibutuhkan sebuah perpustakaan Perguruan Tinggi. Hanya tinggal menunggu hasil rapat penilaian akreditasi di pusat.

“Layoutnya bagus, penataan, kenyamanan, keamanan sudah cukup maksimal. Segala aspek mengenai instrumen perpustakaan juga sudah cukup maksimal. Namun, alangkah baiknya jika perpustakaan ini di gedung tersendiri. Mengingat luas Malahayati yang lebih dari 84 hektar,” ujar Nia.

Perpustakaan yang digunakan sejak 2012, ini memang terus berbenah baik dari segi manajemen dan fasilitas. Salah satunya dengan membuat perpustakaan terintegrasi dengan laboratorium, ruang teleconfrence, dan asrama.[]

Andri Arfian: Aktiflah Sebagai Mahasiswa

Andri Arfian.Amd., pria yang akrab disapa dengan Andri ini sudah sejak 2011 bergabung dengan Universitas Malahayati. Ia merupakan Staf UPT Perpustakaan.

Ia memulai pendidikan di SMAN 2 Bandar Lampung dan melanjutkan di DCC Bandar Lampung jurusan bahasa inggris dan ia juga merupakan bagian panitia dari Kesekretariatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).

“Malahayati ini sangat bagus, selalu mencukupi kebutuhan mahasiswa dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang selalu menunjang proses belajar mengajar,” ujar Andri saat di temui di Ruang Sekretariatan PKKMB Selasa, 8 September 2015.

“Mahasiswa agar lebih aktif, gunakan fasilitas yang ada dengan sebaik-baiknya, perpustakaan dengan buku-buku dan koleksi yang sudah sangat komplit, apalagi untuk Universitas Malahayati sendiri memiliki perpustakaan yang megah dan mewah sangat nyaman untuk tempat mencari ilmu,” pesannya kepada mahasiswa/i.

Pengumuman: Gratis Pembuatan Member Perpustakaan Selama Stand Masih Buka!

UNIT Pelayanan Terpadu Perpustakaan Malahayati, juga ikut ambil bagian dalam perayaan Dies Natalis ke-22 Universitas Malahayati. UPT-Perpustakaan membuka stand di depan Halaman Kabara Foodcourt.

Nowo Hadiyanto, Wakil Kepala UPT-erpustakaan mengatakan, Stand UPT-Perpustakaan melayani penjelasan mengenai cara penggunaan fasilitas digital library atau perpustakaan digital. Misalnya:

  • Penelusuran Literatur.
  • Penggunaan Katalog Pustaka Non-Digital.
  • Penggunaan Program Pustaka Digital.
  • Penggunaan Program e_Resources.
  • Dan lain-lain.

Selain itu, bagi setiap Mahasiswa yang ingin registrasi dan mendaftar menjadi anggota perpustakaan tidak dikenakan biaya alias gratis, selama Stand UPT-Perpustakaan masih buka.

Tim Asesor Keliling “Indonesia Mini” di Perpustakaan Malahayati

UPT-Perpustakaan Universitas Malahayati, Bandar Lampung, menjadi salah satu tempat pelayanan akademik mahasiswa yang ingin mendapatkan sumber ilmu, baik manual maupun sumber pengetahuan secara digital.

Uniknya tidak seperti kebanyakan perpustakaan di Indonesia. Perpustakaan ini dirancang dengan menampilkan miniatur rumah adat seluruh Indonesia dengan nuansa nyaman dan sejuk. Berjalan di sini laksana berkeliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke. (Baca: Perpustakaan Malahayati yang Tak Biasa)

Tempat ini juga menjadi salah satu fasilitas yang memberikan kemudahan dan kenyamanan mahasiswa saat membuka jendela ilmu dengan membaca. Senada dengan hal itu kebetulan hari ini, Unimal kedatangan Tim asesor BAN-PT. Mereka adalah guru besar dari berbagai Universitas di Indonesia.

Di antaranya, guru besar dari Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Bambang Guritno, guru besar dari UIN Alauddin Prof Dr Arifuddin Ahmad M.Sc, guru besar dari Universitas Sriwijaya Prof Dr Bernadette Robiani M.Sc, dan guru besar daru Universitas Airlangga Prof Dr dr Indri Safitri Mukono.

Penasaran bagaimana potret saat mereka “Berkeliling Indonesia” di UPT-Perpustakaan Universitas Malahayati ?

Ini momen yang sempat diambil tim malahayati.ac.id pagi tadi, 24 Juli 2015:

Prof Dr Ir Bambang Guritno bersama DR. H Marshal Usman, MM.

Prof Dr Ir Bambang Guritno bersama DR. H Marshal Usman, MM.

Prof Dr Ir Bambang Guritno bersama DR. H Marshal Usman, MM.

Prof Dr Ir Bambang Guritno bersama DR. H Marshal Usman, MM.

Tim Asesor Memasuki UPT-Perpustakaan

Tim Asesor Memasuki UPT-Perpustakaan

Tim asesor memasuki Perpustakaan

Tim asesor memasuki Perpustakaan

Petugas menyambut Prof Dr Arifuddin Ahmad M.Sc

Petugas menyambut Prof Dr Arifuddin Ahmad M.Sc

Prof Dr Ir Bambang Guritno bersama Mahasiswi kebidanan

Prof Dr Ir Bambang Guritno bersama Mahasiswi kebidanan

Prof Dr Ir Bambang Guritno bertanya cara menggunakan sumber digital

Prof Dr Ir Bambang Guritno bertanya cara menggunakan sumber digital

Tim Asesor beristirahat setelah berkeliling indonesia

Tim Asesor beristirahat setelah berkeliling indonesia

Prof Dr dr Indri Safitri Mukono bersama Wakil Rektor III

Prof Dr dr Indri Safitri Mukono bersama Wakil Rektor III

Tim asesor melihat-lihat rumah adat

Tim asesor melihat-lihat rumah adat

Tim asesor melihat-lihat rumah adat

Tim asesor melihat-lihat rumah adat

Tim asesor melihat-lihat rumah adat

Tim asesor melihat-lihat rumah adat

Nowo Hadiyanto, S.Sos; Etos Kerja dan Dedikasi Pustakawan

BERKACAMATA minus, selalu tersenyum, jika bicara terasa akrab dan ramah. Dialah Nowo Hadiyanto S,SOS; Wakil Kepala UPT Perpustakaan Universitas Malahayati.

Nowo, begitu sapaan akrabnya. Ia memang seorang pustakawan. Menimba ilmu seluk beluk perpustakaan di Diploma Tiga (D3) Unila Jurusan Perpustakaan Dokumentasi dan Informasi.

Setelah lulus dia melanjutkan ke jenjang pendidikan di Universitas Saburai untuk Strata Satu (S1) Jurusan Administrasi Negara dengan gelar S.Sos.

Tak mudah bagi Nowo meraih sarjananya itu. “Saya sempat menjadi tukang parkir setelah lulus D3 demi mengumpulkan biaya untuk melanjutkan S1,” Nowo kepada malahayati.ac.id di ruang redaksi malahayati.ac.id di kompleks Kabara, Universitas Malahayati, Bandarlampung, Rabu 27 Mei 2015.

Lalu, Nowo bergabung dengan Universitas Malahayati pada  2009 dan ditempatkan di Perpustakaan sebagai Staff Pengolahan Bahan Pustaka dan di percaya sebagai Kepala UPT Perpustakaan pada tahun 2011-2013 .

Sebagai Waka UPT Perpustakaan Malahayati, Nowo mengemban tugas yang cukup menantang. Ia bertanggungjawab di Bidang Pengembangan, baik dalam pegembangan perpustakan, koleksi, bahan pustaka dan perpustakaan digital.

“Perpustakaan sekarang bukan hanya sebagai penyimpanan buku cetak namun harus di lengkapi dengan komputer sebagai resources digital,” katanya.

Selain mengurus perpustakaan, ia juga terkadang diperbantukan sebagai ketua panitia pengadaan di HPEQ (Health Project Education Quality) pada tahun 2013-2014 dalam pengadaan buku perpustakaan dan alat –alat kesehatan untuk lab.

Nowo memakai batik berwarna coklat cerah saat menerima malahayati.ac.id. Di jari manisnya tersemat cincin batu akik berwarna hijau. Nowo selain kutu buku juga penggemar batu akik.

Sebagai pustakawan dan staff perpustakaan, dia adalah orang yang memegang erat etos kerja di kehidupannya. “Di kantor atau di rumah sama saja. Pikiran saya masih soal bagaimana cara mengembangkan perpustakaan ini, dan itu adalah bentuk dedikasi dan tanggung jawab saya pada pekerjaan yang saya jalani,” katanya. []

Meni Sutarsih Bangga pada Universitas Malahayati

UPT Perpustakaan Universitas Malahayati adalah sarana penunjang akademik yang sangat sentral dalam pengadaan informasi bahan mata kuliah baik dalam bentuk buku konvensional maupun sumber – sumber digital. Siapa sosok di balik itu?

Dialah Meni Sutarsih S.Pd., M.Si, lahir di Banyumas 44 tahun silam. Lulusan Strata dua (S2) Universitas Padjajaran ini adalah kepala UPT Perpustakaan Universitas Malahayati sejak 2013 hingga saat ini.

Meni  bergabung dengan Malahayati sejak  1997. Dia memulai karir nya sebagai panitia PMB Universitas Malahayati sambil melanjutkan strata dua nya. Dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Administrasi Keuangan tahun 2004 – 2012 . Lalu menjadi kepala Bagian Administrasi Umum pada tahun 2012 -2013, kemudian dipercaya sebagai Kepala UPT Perpustakaan Universitas malahayati hingga saat ini.

Keseharian Meni selain mengelola pengembangan perpustakaan, ia juga diperbantukan sebagai sekretaris PMB. Ibu tiga orang anak ini menuturkan kebanggaannya bisa bergabung dan menjadi bagian dari perpustakaan yang begitu megah dan unik ini.

”Hanyaya Malahayati yang memiliki perpustakaan dengan 34 rumah adat sebagai sarana penunjang kegiatan akademik,” katanya kepada malahayati.ac.id.

Saat ditemui malahayati.ac.id di kantornya yang bertempat di Gedung UPT Perpustakaan Universitas Malahayati, Meni menggunakan setelan batik dan hijab  berwarna kuning cerah, dengan nada ramah ia berkata, “bergabung dengan Malahayati adalah suatu kebanggan, di sini saya tak hanya bekerja tapi juga ikut menjadi bagian dari program penyantunan anak yatim yang belum tentu saya dapat temui di tempat lain.”[]

 

Komunikasi dan Informasi di Lingkungan Perpustakaan

Pertama-tama penulis ingin merefleksi pembaca untuk mengingat kembali suatu pemahaman mengenai kepustakaan dan perpustakaan pada masa-masa sebelumnya. Perpustakaan jika di lihat dari aspek sosial dan komunikasi, bisa ditempatkan sebagai salah satu struktur sosial dalam masyarakat, lembaga atau organisasi. Dalam hal ini penulis sependapat dengan salah satu karya yang ditulis oleh Pawit M. Yusuf dalam bukunya yang berjudul Ilmu Informasi, Komunikasi, dan Kepustakaan. Yaitu perpustakaan bisa ditempatkan sebagai suatu subjek bahkan objek sekaligus, yang di dalamnya dapat dimaknai sebagai ilmu, seni, pusat koleksi, pusat pelestarian, unit kerja, ruang, gedung, bahkan pusat pengolahan atau pusat pelayanan. Semua itu tergantung pada cara kita memandang dan memperlakukannya.

Komunikasi dan perjalanan informasi dalam konteks ini sangat kental menyertainya, hampir semua bentuk hasil kegiatan perpustakaan memiliki tujuan untuk dikomunikasikan ke masyarakat pada umumnya. Kita semua dapat mengklasifikasikan bahwa informasi dan sumbernya tidak lain bertujuan untuk kemudahan pemanfaatanya oleh masyarakat luas, bahkan dapat dipastikan dalam aspek kegiatan dan proses kerja di perpustakaan atau pusat informasi tidak melibatkan komunikasi didalamnya.

Jika dilihat dari segi kelembagaannya, perpustakaan dianggap sebagai unit kerja yang bersama-sama dengan unit kerja lainnya dalam lingkungan lembaga induknya, turut serta menunjang pencapaian tujuan dari lembaga induknya itu sendiri. Karena sebagai unit kerja, secara organisasi perpustakaan dapat terbagi dalam unit kerja yang lebih kecil. Dalam hal ini maka informasi yang dikelola pun menyesuaikan secara proporsional, ada informasi untuk administrasi pengadaan, ada untuk informasi data peminjaman, dan ada juga informasi yang diberikan untuk pengguna luas.

Proses komunikasi dalam segala aspeknya terjadi di perpustakaan pada umumnya. Di perpustakaan Universitas Malahayati saat ini. Misalnya, selain dapat memberikan informasi tentang pemahaman ke Bhinekaan serta memberikan nuansa budaya yang di buktikan dengan adanya miniatur rumah-rumah adat sebagai sarana ruang belajar, juga menjadi suatu kebanggaan perpustakaan sendiri maupun semua daerah di seluruh indonesia. Bagian referensi perpustakaan menjadi jalannya proses komunikasi pendidikan bahkan antarpersona sekaligus, di ruang mediapun terjadi komunikasi bermedia, di bagian pelayanan peminjaman koleksi terjadi proses komunikasi antarpersona. Secara umum, perpustakaan juga berfungsi sebagai lembaga layanan jasa penelusuran informasi.

Bukan hanya dapat dilihat sebagai informasi yang terbatas didalam gedung perpustakaan saja. Namun yang terjadi saat ini telah menjadi lembaga layanan publik yang mengelola informasi. Kita semua tahu bahwa informasi yang ada sekarang ini demikian banyak dan relatif tak terbatas. Contohnya, informasi yang berada diinternet menjadi bahan konsumsi publik, dan penyelesaiannya pun memerlukan prinsip-prinsip kebijakan publik. Sebagai lembaga pelayanan, perpustakaan dapat mengelola informasi yang berasal dari media publik, hanya saja bentuk dan orientasi pengelolaan dan layanannya dapat bersifat sosial, komersial, atau untuk kepentingan lain yang lebih bermanfaat.

(Bersambung)