Posts

dr Zulhafis: Niat, Kemauan Belajar, Usaha dan Sabar

MENGENAKAN kemeja kotak-kotak saat ditemui di Kabara FoodCourt Universitas Malahayati, Sabtu 19 September 2015. dr Zulhafis Mandala begitu nama lengkapnya, bergabung dengan Universitas Malahayati sejak 2012. Ia menyempatkan diri untuk wawancara dengan wartawan malahayati.ac.id di sela kesibukannya.

Pria yang akrab disapa dr Zulhafis ini adalah wakaprodi non akademik kedokteran umum Malahayati. Ia pun dipercaya sebagai ketua koordinator pelaksanaan Computer Base Test (CBT) Nasional. Ia merupakan sarjana kedokteran Universitas Malahayati pada 2009, dan menyelesaikan pendidikan profesi dokter pada 2011 silam.

Ayah satu anak ini mengaku terkesan dengan Universitas Malahayati. “Kampus yang maju, infrastruktur serta sarana dan prasarana yang mendukung dan kinerja para pekerja di sini yang membuat saya bangga dengan Universitas Malahayati,” ujarnya.

Ia berharap, lulusan Universitas ini mampu berkembang dan diterima oleh masyarakat serta mampu berkompetisi di dunia kerja. “Niat, kemauan belajar, usaha dan sabar itu kunci kesuksesan,” ujar Zulhafis menambahkan.[]

Rahma Elliya; Wakaprodi Bidang Akademik Ilmu Keperawatan

MENGENAKAN pakaian dengan corak tribal hitam putih saat ditemui di halaman Rektorat Universitas Malahayati, Jum’at 18 September 2015. Wanita ini terlihat sibuk di meja prasmanan konsumsi peserta Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) program khusus. Meski demikian ia menyambut antusias saat wawancara dengan wartawan malahayati.ac.id.

Rahma Elliya S Kep M Kes, begitu nama lengkapnya. Wanita yang akrab disapa Rahma ini bergabung dengan Universitas Malahayati sejak 2010. Ia adalah wakil prodi bidang akademik Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) sekaligus tenaga pengajar akademi keperawatan Universitas Malahayati (Unimal) yang mengampu mata kuliah keperawatan jiwa, komunikasi keperawatan dan konsep dasar keperawatan.

Wanita lulusan pascasarjana kesehatan masyarakat Unimal ini mengaku merasa senang selama ia mengabdi di Unimal, baik saat bekerja maupun saat menjadi mahasiswa di sini. “Fasilitas nya oke, sumberdaya manusia yang semakin berkembang, dan hal yang menggembirakan bagi mahasiswa adalah Pusat Pelayanan Pengajaran Terpadu (P3T) yang menggunakan sistem one stop service,” ujar Rahma.

Rahma berharap dengan fasilitas yang memadai, mahasiswa keperawatan yang telah menempuh pendidikan di sini bisa melanjutkan atau mengembangkan ilmu keperawatan yang telah diperoleh.[]

Ricko Gunawan: Badai Pasti Berlalu, Namun Topan Selalu Ada

BERNAMA Lengkap Muhammad Ricko Gunawan, pria yang akrab disapa Ricko ini Dosen Prodi S1 Ilmu Keperawatan (PSIK), Universitas Malahayati. Ia juga Waka Prodi Bidang non akademik PSIK yang diamanahi menjadi Wakil Direktur Bidang non Akademik Akademi Keperawatan Universitas Malahayati.

Saat ditemui tim malahayati.ac.id, Jumat, 4 September 2015 di ruangannya, Ricko menggenakan batik  coklat dengan motif diagonal senada dengan celana dasar berwarna hitam dan sepatu kulit yang juga hitam.

Ricko Lahir di Bandar Lampung 28 tahun lalu, ia mulai mengenyam pendidikan dasar di SDN 1 Kenali, Belalau, Lampung Barat, lalu melanjutkan ke SLTP Negeri 9 Bandar Lampung dan Melanjutkan lagi di SMA Kartika Tama Kota Metro. Setelah tamat SMA ia pun melanjutkan studi Strata Satu ilmu Keperawatan di salah satu Perguruan Tinggi  di Jakarta.

Ricko bergabung di Universitas Malahayati sejak tahun 2012, disini ia mengajar dasar-dasar ilmu keperawatan seperti Patologi, Pato Fisiologi, Anatomi Fisiologi dan Manajemen Keperawatan. Selain mengajar, pria ini juga hobi menulis dan fotografi. Ia menyalurkan hobi menulisnya di infolampung.com dan malahayati.ac.id. Ia juga di amanahi sebagai tim dokumentasi Universitas, yang bertanggung jawab mengabadikan momen penting yang terjadi di Universitas Malahayati seperti Yudisium, Wisuda, dan lain-lain.

Untuk Organisasi, sejak di bangku SMA ia sempat menjadi Paskibraka Kota Metro pada tahun 2004, Pradana Pramuka di Sekolahnya, Kapten Karate dan masih banyak lagi. Sekarang, selain aktif menjadi anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ia juga menjadi Pengurus Purna Paskibra Indonesia Provinsi Lampung periode 2014-2019. Ia mengatakan, selain pendidikan formal, organisasi juga berperan sangat penting dalam membentuk karakter dan cara berfikirnya. Dengan organisasi, ia belajar arti memimpin, manajemen, publik speaking dan banyak hal positif lainnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh civitas Universitas Malahayati untuk terus semangat dan melakukan yang terbaik bagi Universitas Malahayati, sekecil apapun perannya.

“Kita yang harus menghidupi Malahayati, meskipun kita juga hidup dari Malahayati. Kita punya tanggung jawb besar untuk memajukan kampus ini, sekecil apapun peran kita pasti akan berdampak baik jika dilakukan dengan sepenuh hati,” ujar Ricko.

“Badai pasti berlalu, namun topan selalu ada.”

Itu filosofi yang ia katakan, jadi ia berpesan kepada mahasiswa dan alumni untuk terus menjaga nama baik almamater, terus belajar dan mempersiapkan diri untuk tantangan di masa depan. Jadi jangan pernah malas apalagi berhenti untuk belajar, meski kalian sudah lulus dari Malahayati.[]

Dokter Dalfian; Dosen Sederhana Sahabat Mahasiswa

NAMANYA pendek saja; Dalfian. Ia seorang dokter juga sudah menunaikan ibadah haji. Jadi namanya jika ditulis menjadi dr. H. Dalfian. Di Universitas Malahayati, jabatannya adalah Wakil Ketua Prodi Pendidikan Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran.

Tentang keseharian Dalfian, jika bertanya kepada para mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, maka jawabannya nyaris seragam. Seperti apa? Ia adalah sosok yang sederhana, berpembawaan kalem, berdiskusi dengannya dinilai enak. Mahasiswa nyaman dengan gayanya yang sangat bersahabat.

Lahir di Kerinci 5 Agustus 1965, Dalfian adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas padang pada 1992. Kariernya sebagai dokter dimulai dengan bertugas sebagai PTT angkatan 3 di Puskesmas Hiang, Kerinci.

Selesai PTT, Dalfian bekerja di BPPK Pertamina Jakarta sebagai dokter pelayanan medis untuk pengekspor minyak (opsor) wilayah laut Jawa. Kemudian pada 1996, ia diterima sebagai dokter di RS Islam as-syifa Lampung Tengah. Ini adalah rumah sakit tertua di Lampung Tengah.

Kemudian pada 2002, Dalfian diangkat menjadi Direktur Rumah Sakit As-Syifa Lampung Tengah. Selama menjabat sebagai tampuk pimpinan hingga 2011, Dalfian berhasil mengubah kondisi rumah sakit yang semula seadanya menjadi berkembang lengkap berbagai sarana dan prasarananya. Bahkan mampu meningkatkan kesejahteraan karyawannya dan pendapatan rumah sakit.

Lalu pada 2012, ia bergabung menjadi dosen FK Malahayati, sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua Prodi Kedokteran Umum FK Malahayati. Saat ini, ayah dua anak ini sedang menempuh pasca sarjana kesehatan masyarakat jurusan pendidikan manajemen administrasi rumah sakit (MARS) semester 3.

Apa motto kehidupan Dalfian? “Bekerja ikhlas, antusias, dan sepenuh hati. Dan semua pekerjaan itu adalah ibadah,” kata Dalfian.