Posts

Sambutan Wakil Direktur Kemahasiswaan Akademik Keperawatan

PELANTIKAN dan Serah Terima Jabatan ketua dan kepengurusan Keluarga Mahasiswa (KEMA) Akademik Keperawatan bertemakan Optimalisasi Tata Organis yang Administratif Bersinergi dan Berprestasi yang di laksanakan pada Selasa, 2 Februari 2016 di Tax Center Universitas Malahayati. Acara yang dihadiri oleh Direktur dan Wakil Direktur Kemahasiswaan Akademik Keperawatan Universitas Malahayati.

“Saya berharap KEMA Akademik Keperawatan lebih aktif dan kompak dari kepengurusan sebelumnya. Kalian disini mempunyai saudara kandung yakni HIMA PSIK dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Malahayati, Jadi harus saling bekerjasama dalam membuat suatu program kerja ataupun kegiatan,” ujar Muhammad Ricko Gunawan, Wakil Direktur Akademik Keperawatan.

Dalam organisasi KEMA ini diajarkan bagaimana belajar memanaj orang banyak dan memanaj waktu yang dipergunakan untuk perkuliahan dan berorganisasi, karena organisasi ini pun bertujuan untuk mengembangkan Akedemik Keprawatan, Universitas Malahayati ataupun KEMA itu sendiri.

“Carilah kegiatan yang kreatif, lebih bagus dan lebih baik dagi dari sebelumnya. Walaupun dengan keterbatasan anggota, saya berharap lebih kompak dan lebih aktif lagi. Saya juga berpesan agar tidak memutuskan tali silaturahmi antar angkatan,” tambahnya.

 

Ade Maria Ulfa: Akafarma Semakin Meningkat Berkat Universitas Malahayati

BERNAMA lengkap Ade Maria Ulfa M Kes Apt. Ade begitu ia disapa. Ia merupakan Dosen dan juga Wakil Direktur Akademik di Akadmei Analisis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Universitas Malahayati. Wanita ini sudah sejak 2007 bergabung dengan Universitas Malahayati.

“Universitas Malahayati merupakan kampus yang sudah tak asing lagi ditelinga masyarakat luas dan ketika Akafarma Putra Indonesia bergabung dengan Universitas Malahayati, Akafarma semakin meningkat untuk peminatnya,” kata Ade Maria Ulfa M Kes Apt saat di temui di Ruang Dosen jum’at, 16 Oktober 2015.

Ibu dari satu orang anak ini mengawali perkuliahan Diploma III Farmasi poltekes negeri Jakarta dan Strata satu Farmasi di Universitas Indonesia lalu pada tahun 2006 kembali ke kampung halaman dan mengajar di Akafarma Putra Indonesia Lampung pada awal tahun 2007.

Ade melanjutkan Megister Kesehatan di Universitas Malahayati tahun 2010 dan melanjutkan kembali ke Jakarta untuk mengambil porofesi Apoteker selama satu tahun. Ia menjelaskan disela kesibukannya menjadi Dosen di Akafarma, Ia merupakan ibu rumah tangga dan Apoteker di Apotek Bandung Tanjung Karang.

Ia mengaku bangga menjadi bagaian dari Universitas Malahayati.”Universitas Malahayati sudah terkenal di kalangan masyarakat jadi informasi sangat mudah diterima oleh masyarakat sarana prasana juga sangat lengkap dan sangat mendukung,” kata Ade.

Ia mennjelaskan mengenai Kompetensi Akafarma yang sebenarnya tempat kerja yang tepat adalah sebgai analis farmasi seperti di laboratorium dan analis pabrik kosmetik, obat-obatan, bisa di BPOM dan bukan bagian pelayanan.

“Universitas Malahayati juga sudah membuka Strata Satu Farmasi sehingga mereka dapat melanjutkan ke jenjang starta satu dan semoga nantinya bisa lebih baik, sehingga kita bisa membuka kembali untuk profes,” kata Ade.[]

Annisa: Prospek Universitas Malahayati Sangat Bagus

BERNAMA lengkap Annisa Primadiamanti M Sc Apt. Annisa begitu ia disapa merupakan Dosen dan Wakil Direktur Non Akademik di Akademi Analisis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Universitas Malahayati. Wanita kelahiran Surabaya, 21 Juni 1986 ini sangat menyukai dan mengoleksi foto artis korea. Ia sudah sejak 2010 bergabung dengan Akafarma Universitas Malahayati.

“Prospek Universitas Malahayati sangat bagus dibanding yang lain dan juga sarana prasana yang sangat mendukung dan selalu diperhatikan,” kata Annisa saat di temui di Ruang Dosen Jum’at, 16 Oktober 2015.

Dengan menggunakan kacamata dan jilbab berwarna merah muda dosen ini terlihat begitu anggun. Suara halus dan lembut saat berbagi cerita kepada malahayati.ac.id.

Annisa mengawali perkuliahan Diploma III dan Starata satu di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada dan lalu melanjutkan Program Megister Master of Science Clinical Pharmacy: Research Mode) di Ilmu Farmasi di Universitas Sains Malaysia.

Dosen yang juga aktif dalam organisasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Asosiasi Apoteker Indonesia bagian Divisi Pelatihan dan Pendidikan.

Ia juga selalu berpesan kepada mahasiswanya khususnya untuk mahasiswa tingkat akhir agar tidak pernah patah semangat karena nilai yang tidak sesuai dengan keinginan, Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang terganggu seperti laporan hilang atau terdapat masalah lainnya.

“Sebagai mahasiswa harus terus bersemangat, setiap masalah justru jadikan sebagai acuan dan motivasi karena sebenarnya ketika sudah berhadapan dengan dunia luar pasti masalah yang datang lebih besar dari pada itu”.[]