Posts

Nur Rohmat Soni Setiawan: Setiap Kesenian itu Memiliki Arti

Nur Rohmat Soni Setiawan, Ketua Bidang Seni (BS) Universitas Malahayati. Pembawaanya yang humble membuat suasana wawancara menjadi hangat. Dengan PDH meranya saat di temui dalam acara Bazar dan Pameran Lukis UKM BS, 28 Maret 2018.

Wawan  yang akrab disapa, menceritakan pengalamannya selama menjadi Ketua Bidang Seni Universitas Malahayati. Wawan yang memiliki nama panggung Beruk pemberian angkatan 03 ini membagikan pengalaman keluh kesahnya selama menjadi Ketua Bidang ini, dan menceritakan pengalamannya dalam menjalankan Program Kerja yang sudah di rancangnya untuk 1 tahun kepemimpinannya.

Pria kelahiran Banten, 07 September 1997, tercatat sebagai mahasiswa program jurusan kesehatan masyarakat ini, menceritakan kalau awal mula ia menjadi Ketua Umum  UKM BS ini masih sangat sedikit anggotanya dibandingkan dengan sekarang. “Jadi dulu pemilihan Ketua Umum itu dilakukan dengan musyawarah, bukan voting. Karna dulu anggota kami masih sangat minim,” ujar Wawan.

Wawan juga menceritakan tentang kegiatan yang sudah di lakukan oleh UKM BS ini, salah satunya adalah Pentas Tabu (Pentas Temu Anggota Baru) tanggal 23 Desember 2017  tahun lalu, dimana ketiga divisi dari UKM BS yaitu divisi teater, divisi musik dan divisi teater menunjukkan kebolehannya.

Sebagai Ketua Umum Wawan juga membagikan kesannya mengenai UKM BS. “UKM BS ini bagi saya adalah keluarga, dan juga merupakan wadah bagi kawan-kawan Universitas Malahayati untuk mengekspresikan pendapat kami, karena setiap kesenian itu memiliki arti,” tambahnya.[]

Nur Rohmat S Setiawan; Juara Lomba Baca Puisi Peksemida 2016

NUR Rohmat Soni Setiawan, akrab disapa Wawan. Ia adalah mahasiswa berprestasi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Malahayati. Ia lahir di Banten, 07 September 1997. Sejak bergabung di Malahayati, ia langsung ikut UKM-BS Unmal, divisi teater.

Wawan juga ikut mengharumkan nama Malahayati di Peksemida Lampung 2016. Ia berhasil menyabet juara III lomba baca puisi yang diadakan di Universitas Lampung, 16 Agustus 2016 lalu. Meski begitu, ia mengatakan ketidakpuasan akan hasil yang ia peroleh, karena ia merasa masih bisa melakukan yang lebih baik lagi.

“saya senang masih bisa kasih tropi buat kampus. Tapi jujur saya belum puas, target saya juara I dan bisa ke Universitas Halu Oleo. Ini pengalaman yang bagus buat saya, kedepannya saya akan mempersiapkan lebih matang lagi dan berlatih lebih keras lagi,” Ujar Wawan.

Meski tak puas, ia tetap bersyukur atas apa yang ia peroleh saat ini. Ia mengatakan bahwa proses tak pernah menghianati hasil, artinya proses yang yang ia jalani selanjutnya harus lebih maksimal dan optimal lagi agar menghasilkan kemenangan yang lebih dari hari ini.[]