Posts

Granit Indah, Potensi Terpendam Lampung Selatan

TANJUNG Bintang di Kabupaten Lampung Selatan, provinsi Lampung, ternyata tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil batu bungur yang sangat dikenal keindahannya. Karena ternyata alam Tanjung Bintang menyimpan pesona yang tak kalah menakjubkan, terutama bagi pecinta wisata geologis dan fotografi.

Salah satu tempat yang sangat memesona itu adalah Taman Batu Granit Indah.Tempat wisata yang sangat ramai di pertengahan tahun 2000-an tersebut, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.
Semak dan tetumbuhan memenuhi areal taman hiburan yang dulunya tiap akhir pekan selalu ramai dikunjungi anak muda dan keluarga untuk liburan.

Karena dulunya areal ini kerap dijadikan sebagai tempat perkemahan dan juga perlombaan motor cross dengan berbagai fasilitas pendukungnya yang tersedia di sini.

Taman batu granit berukuran besar ini terletak di Perkebunan Karet PTPN VII, Purwodadi Dalam, kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Sekitar 30 km dari pusat kota Bandar Lampung denganwaktu tempuh 1,5 jam. Rute: Jl. P. Antasari – Jl. Tirtayasa – Jl. Sutami – Pasar Pal Putih Tanjung Bintang – (belok kanan) menuju desa Purwodadi Dalam.

Bagi anda masyarakat awam yang ingin mengunjungi lokasi ini, sangat disarankan untuk tidak datang sendiri atau berdua karena menurut penuturan warga, lokasi ini lumayan rawan untuk dikunjungi. Hindarilah juga pulang pada malam hari jika tidak ditemani warga sekitar untuk mengurangi resiko perjalanan. Jika anda membawa motor, berhati-hatilah di jalan Ir. Sutami karena kondisi jalan yang rusak parah di beberapa sisi, jangan lupa periksa kondisi kendaraan anda. Berhati-hatilah juga saat memasuki daerah wisata, kondisi jalan terdiri dari pasir yang lumayan licin jika tidak berhati-hati. |sumber: kelilinglampung.wordpress.com, pariwisatalampung.com

Pesona Curup Gangsa, Air Terjun di Kabupaten Way Kanan

KABUPATEN Way Kanan merupakan salah satu dari kabupaten di Provinsi Lampung yang letaknya paling utara dari kabupaten lainnya,  berbatasan langsung dengan Kabupaten Oku Timur Provinsi Sumatra Selatan. Mungkin banyak yang tidak tahu, bahwa di bumi petani ini banyak sekali objek wisata yang belum tergarap dengan maksimal. Mulai dari wisata alam hingga wisata budaya seperti kampung-kampung tua yang masih tetap eksis dengan keragaman budayanya.

curup gangsa(rumah)

 Rumah Panggung khas Suku Semendo

Perjalanan ke Curup Gangsa merupakan perjalanan panjang untuk menemukan “surga” yang tersembunyi di pedalaman Lampung. Jalanan yang lumayan terjal saat memasuki kawasan kasui hingga desa Kotaway sempat saya rasakan. Sepanjang perjalanan rimbunnya pepohonan tersembul di berbagai sisi. Kebun kopi, lada dan aneka tanaman perkebunan juga banyak ditemukan disini.

Sesekali perkampungan khas pedesaan yang kondisinya masih sepi tampak bergerombol di beberapa titik. Jejeran rumah panggung suku Semendo juga sempat saya lihat di beberapa kampung. Semua berpadu, menjadi bagian yang tak terpisahkan menuju kawasan wisata Curup Gangsa.

Perjalanan dari Bandar Lampung menuju Baradatu yang menjadi sentra ekonomi di Way Kanan membutuhkan waktu sekitar 4 jam perjalanan. Dari Baradatu kita melanjutkan perjalanan menuju desa Kota Way di Kecamatan Kasui, dimana tempat air terjun Curup Gangsa berada. Hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam kita akan sampai di objek wisata Air Terjun Curup Gangsa. Jalanan dari desa Kota Way menuju Curup Gangsa mulus dan tak banyak tikungan.

Air terjun Curup Gangsa bersumber dari patahan sungai Way Tangkas yang mengalir dari Bukit Punggur melalui beberapa desa di Kasui seperti Tanjung Kurung dan Lebak Peniangan. Tepatnya berada di bawah kaki bukit Dusun Tanjung Raya.

curup gangsa (pemandangan sisi kiri)

Pemandangan Alam berupa Sawah berundak-undak di sisi sebelah kiri Curup Gangsa

Air terjun Curup Gangsa terletak di  dusun Tanjung Raya, Kampung Kota Way Kecamatan Kasui Kabupaten Way Kanan berjarak sekitar 10 km dari Kecamatan Kasui. Kasui sendiri bisa disebut sebagai transit area. Aneka kebutuhan hidup bisa didapat dengan mudh disini sebelum memasuki kawasan objek wisata Curup Gangsa. Anda juga bisa memesan aneka makanan dan kudapan disini.

Sementara didalam kawasan wisata susah ditemukan tempat berjualan. Namun, jika Anda ingin berbelanja snack, banyak warung-warung kecil yang bisa kita jumpai di Kota Way. Sementara dari Blambangan Umpu, Ibukota kabupaten Way Kanan, menuju Curup Gangsa berjarak sekitar 40 km.  Obyek Wisata ini dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda empat atau dua. Namun, sepertinya kendaraan roda dua lebih menantang dan menyenangkan.

Pemandangan yang sungguh luar biasa, air terjun yang berpadu dengan hijaunya hutan di lereng pegunungan. Untuk menikmati debur sungai dan derasnya curup gangsa kita harus menuruni anak tangga yang berjumlah sekitar 67 anak tunggu. Ketinggian air terjun ini mencapai ± 50 m dengan lebar pematang air sekitar 20 meter, disisi lain ada juga air terjun kecil yang terpisah tetapi masih dalam satu kawasan. Pemandangan yang benar-benar menakjubkan jika kita lihat air terjun ini dari aliran sungai.

Lebar sungai Gangsa ini kurang lebih 20 meter. Banyak sekali batu-batu besar yang bertebaran di sepanjang sungai. Pemdangan air terjun secara keseluruhan tampak jelas dari sungai ini. Letaknya yang berada di daerah perbukitan sangat cocok untuk wisata adventure, memancing, berrenang ataupun aktivitas air lainnya.

Konon, nama ‘Gangsa’ berasal dari legenda masyarakat setempat yang artinya suara gemerincing air terjun ini bagaikan suara seruling Gangsa. Seruling Gangsa sendiri merupakan seruling bambu yang biasa digunakan oleh masyarakat pada masa lalu. Nah, dari suara inilah nama Curup Gangsa kemudian disematkan pada air terjun yang masih alami ini.

curup gangsa curup gangsa (alam sekitar) curup gangsa (pesona

|sumber: lampungtreveller.blogspot.com, jayanjayan.com

Ekowisata, Kunci Efektif Pelestarian Alam

Indonesia menjadi rumah bagi hutan hujan tropis, lahan gambut dan hutan bakau yang mengandung stok karbon tinggi. Hutan-hutan ini juga merupakan sumber keanekaragaman hayati bagi berbagai spesies penting. Kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang melimpah  merupakan harta yang tak ternilai bagi Indonesia.

Dengan modal alam tersebut, Indonesia berpotensi besar untuk mengembangkan sektor pariwisata berbasis ekologis (ekowisata). Ekowisata merupakan konsep pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dengan tujuan mendukung pelestarian alam dan budaya serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat lokal.

Ekowisata memberikan keuntungan ganda karena mengedepankan aspek konservasi lingkungan, edukasi serta pemberdayaan sosial. Itulah sebabnya, Lestari, sebuah program yang bernaung di bawah USAID mengusung ekowisata sebagai salah satu upaya untuk melestarikan alam Indonesia dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Ekowisata jadi kunci yang efektif bagi konservasi,” ujar Chief of Party Lestari, Reed Merrill seusai Seminar Nasional Ekowisata, Kamis (28/1).“Ekowisata juga menjadi pintu masuk bagi perekonomian masyarakat setempat,” imbuhnya.

Di Indonesia, ada beberapa kawasan yang telah berhasil dikembangkan menjadi destinasi ekowisata. Salah satunya ialah Ekowisata Mangrove Karangsong yang berada di pesisir Karangsong, Indramayu, Jawa Barat. Bermula dari penanaman mangrove yang dilakukan oleh Pertamina bersama kelompok masyarakat setempat, kawasan hijau di pesisir Karangsong dikembangkan menjadi ekowisata untuk menyokong ekonomi masyarakat di sekitarnya. Ketika masyarakat setempat telah menerima manfaat ekonomi dari keberadaan ekowisata, dengan sendirinya mereka akan berusaha menjaga dan melestarikan daerah tersebut.

Melalui ekowisata, wisatawan diajak untuk berwisata dengan cara-cara yang ramah lingkungan. Wisatawan juga diedukasi untuk turut bertanggung jawab terhadap kelestarian alam dan keanekaragaman hayati.

Proses pengembangan sebuah kawasan menjadi ekowisata memang tidak mudah. Diperlukan pengelolaan kolaboratif dan berkesinambungan yang melibatkan pemerintah, masyarakat setempat serta pihak-pihak terkait lainnya. | sumber: nationalgeographic.co.id

Kampoeng Wisata Tabek Indah Menyuguhkan Berbagai Arena Menarik

Kampoeng Wisata Tabek Indah beradaJl. Raya Natar Pemanggilan, Lampung. Wisata ini memiliki fasilitas arena permainan yang menarik seperti waterboom, outbound, flying fox, cottages, kolam pemancingan dengan berbagai fasilitas lengkap yang dibutuhkan pengunjungnya. Selai itu ada pula beberapa arena petualangan yang mengasyikan di antaranya, Paint Ball, sepeda air, dan skuter matic.

Tempat ini merupakan pilihan yang tepat apabila anda ingiin mengadakan acara dengan jumlah orang yang banyak, family gathering atau team building cocok sekali diselenggarakan di tempat ini. Selain memiliki arena yang menarik, pemandangan di tempat wisata ini juga tak kalah indah.

Tak butuh biaya yang banyak untuk menikmati wahana di tempat wisata ini cukup dengan lima ribu Rupiah anda sudah dapat menikmati fasilitas yang ada di Kampoeng Wisata Tabek Indah. namun apabila ingin menikmati wahana seperti flying fox, waterboom dan lain-lain anda dikenakan biaya tambahan.

Masalah kuliner jangan sedih, karena Kampoeng Wisata Tabek Indah ini memiliki Café, Bar & Resto seperti Bougenville Resto & café, Arai Resto serta Pool Bar yang menyajikan aneka masakan Indonesia dan internasional yang dapat memanjakan lidah.

Tersedia pula fasilitas penginapan berupa 18 Cottages yang nyaman, dengan sentuhan arsitektur tradisional Indonesia serta suasana yang alami dengan latar pemandangan landscape pepohonan yang rindang tentu menambah eksotisme wisata ini.

Wisata Alam di Desa Pekon Hujung Lampung Barat

Objek Wisata Pekon Hujung berada di Kecamatan Belalau, Lampung Barat. Terdapat pula Gunung Pesagi yang merupakan gunung tertinggi di Lampung Barat dengan ketinggan ± 2000 m dpl. Gunung ini dijadikan sebagai wahana wisata atau wisata alam. Pekon Hujung menyatu dengan bagian kaki Gunung Pesagi.

Selain petualangan yang asyik dengan melakukan pendakian kita dapat melihat keindahan alam dan bahari Lampung Barat dari ketinggian Gunung. Hamparan dedaunan hijau terlihat menyegarkan mata bahkan kita dapat meniknati pemandangan langit yang menyejukkan. Dihiasi dengan bangunan ciri khas Lampung Barat semakin menambah eksotisme wisata ini. Suku budaya dan arsitektur pada wisata ini juga turut menyempurnakan wisata Pekon Hujung yang dipadupadankan dengan keaslian daerah setempat.

Keseharian masyarakat pedesaan terasa betul di tempat ini. Disini bahkan disediakan Rumah khas Lampung Barat yang kerap dijadikan homestay bagi para wisatawan, tentu saja dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Kita juga dapat melakukan aktifitas pedesaan misalnya bercocok tanam di sawah, mandi di sungai dan lain-lain.

Selain sebagai pintu gerbang menuju kawasan Gunung Pesagi, Pekon Hujung juga dipercaya sebagai asal mula Kerajaan Sekalabrak yang menurunkan penduduk asli Lampung barat.  Di tempat ini kita dapat menikmati indahnya alam dan kekayaan keanekaragaman hayati Lampung barat. Kebudayaan masyarakat Pesisir yang bersifat permisif, ramah, dan lebih halus dalam tatakrama. Keindahan alam Pekon Hujung  dan budaya masyarakat keduanya menjadi kesatuan yang sempurna dalam menikmati liburan di tempat ini.

Pemandian Air Panas Way Belerang, Kalianda

WAY Belerang merupakan sebuah tempat pemandian air panas yang bersumber dari air belerang yang Keluar langsung dari bawah kolam, ada juga sumber air yang mengucur langsung dari gunung Rajabasa Kalianda Lampung selatan. jika dari Bandar Lampung kita akan menempuh perjalanan sejauh 65KM, jika menggunakan kendaraan roda empat bisa ditempuh selama 2 jam.

Rute perjalanan dimulai dari jalan Soekarno-Hatta (By Pass) lalu jalan lintas Sumatera sampai menuju kota Kalianda. saat sampai di simpang Kota kalianda, belokkan kendaraan ke arah kanan menuju kantor Bupati Lampung Selatan. dari simpang tersebut kita akan menempuh perjalanan sejauh 5KM menuju lokasi Pemandian air panas Way Belerang Kalianda Lampung Selatan. Kondisi Jalan aspal halus, anda tinggal sedikit bertanya maka semua orang akan membantu Anda untuk menunjukkan lokasi pemandian.

Lokasi Way Belerang berada di lereng gunung Rajabasa, suasananya masih sejuk, banyak pohon-pohon besar, dan air belerang pemandian ini muncul dari bawah kolam dan ada juga yang mengalir langsung dari gunung rajabasa, sehingga benar-benar masih murni.

Suasana kolam seperti layaknya kolam renang komersil, hanya saja bagian lantainya diisi dengan batu bulat kecil-kecil dan tingkat kedalaman berundak-undak sehingga memungkinkan kita berendam sambil duduk. ada dua buah kolam di sini. Yang bagian atas berwarna lebih pekat dan aroma belerang lebih menyengat kedalamannya sekitar 100 cm, ada pancuran air panas bersuhu 50-60 derajat Celcius yang baru turun dari gunung, pastikan kulit beradaptasi terlebih dahulu sebelum benar-benar menyentuh air pancuran ini.

Kolam yang bagian bawah lebih jernih dan lebih luas, juga lebih dalam yaitu 150 cm. sumber air belerang alami muncul dari bagian bawah kolam, airnya hangat dan jika kita dekat dengan sumber belerangnya maka terasa agak panas. Selain dua kolam di atas, ada juga air belerang dingin yang mengalir di parit kecil, parit ini nampaknya terbentuk secara alami, aroma belerang kurang menyengat, warna air jernih, dan dingin.

Tempat ini juga menyediakan sebuah pondokan 2×2 meter sebagai tempat meletakkan barang-barang bawaan. suasana sejuk dan banyak pepohonan sehingga memungkinkan kita untuk duduk-duduk santai sambil menikmati makanan yang kita bawa dari rumah. Untuk urusan bilas, Way Belerang menyediakan ruangan bilas pria dan wanita, tempatnya terpisah, masing-masing dilengkapi dengan bilik-bilik dan air tawar yang segar.

Tidak hanya Pemandian air panas, kawasan rekreasi way Belerang juga menyediakan taman bermain untuk anak-anak, bahkan ada fasilitas kolam renang air tawar dan flying fox, balai pertemuan, arena bermain, kantin, dugan party, delman lengkap dengan kudanya dan arena taman terbuka. untuk urusan sholat tempat ini juga menyediakan musholah. Harga tiket masuk lokasi hanya dibanderol Rp10.000 saja sudah termasuk Parkir dan Asuransi. jika kita hendak berenang di kolam renang air tawar komersil, maka kita harus membayar tiket masuk tambahan sebesar Rp5,000.

Saat masuk lokasi, kita akan ditawarkan sabun belerang dengan harga Rp1.000 isi 2 keping kecil, sabun inilah yang konon berkhasiat untuk mengobati gatal-gatal pada kulit, dan lebih berkhasiat lagi jika kita gunakan sambil berendam di kolam belerang. kolam belerang menurut penduduk sekitar memang berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit kulit.

Tempat wisata ini dikelola oleh Dinas Pariwisata Lampung Selatan, kebersihan terjaga, sehingga kita nyaman untuk berekreasi di tempat ini. Selain sabun belerang, ada juga pedagang yang menyediakan kelapa muda, otak-otak, dan berbagai jajanan pasar, sehingga kita tidak takut untuk kelaparan.[]

Panorama Pasir Hitam Pantai Mandiri di Kabupaten Pesisir Barat

PANTAI Mandiri terletak di dusun Mandiri Heni, sekitar 11 km dari pusat kota Krui, ke arah selatan. Pantai yang terletak di ujung kota Krui ini berada di dekat sungai Way Mahenay, yang dahulu merupakan pemisah antara kecamatan Pesisir Tengah dengan kecamatan Pesisir Selatan. Sekarang, setelah pemekaran kecamatan, Pantai ini terletak di kecamatan berbeda, yaitu di kecamatan Krui Selatan.

Krui adalah ibukota Kabupaten Pesisir Barat. Krui berada di daerah pesisir Samudera Hindia. Sebagai daerah pesisir, Krui memiliki potensi pariwisata terutama wisata pantai. Potensi Krui sebagai daerah tujuan wisata sudah terkenal sampai mancanegara. Wilayah ini sering dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara, dengan tujuan utama untuk berselancar.

Pantai Mandiri berpasir hitam. Berbeda dengan kebanyakan pantai Krui lainnya, Pantai Mandiri tidak mempunyai terumbu karang. Ombak di pantai ini pecah di pasir. Pada bagian paling pinggir, ombak yang memecah bercampur dengan pasir sehingga berwarna coklat kehitaman. Namun pada bagian agak ke tengah, air lautnya bersih bening, tidak terkena polusi apa pun.

Letak Pantai Mandiri agak jauh dari perkampungan penduduk. Kalau Anda datang ke pantai ini pada saat hari kerja, Anda nyaris tidak akan menemui siapa-siapa. Tidak ada pangkalan nelayan berlabuh di sini. Pantai ini terekspos untuk wisata semata.

Panjang garis pantainya yang mencapai 1 km lebih akan membuat Anda tambah terasing. Dengan demikian, pantai ini sangat cocok bagi Anda yang ingin menyendiri.

Pada bagian selatan, dekat muara sungai Way Mahenay, terdapat surf camps, tempat menginap para peselancar. Di sini terdapat ombak yang cocok untuk berselancar. Meski tidak terlalu bagus jika dibandingkan dengan ombak di pantai-pantai lainnya, ombak di pantai ini mempunyai keunikan karena pecah di pasir (peselancar menyebutnya beach breaks). Ombak di Pantai Mandiri adalah satu-satunya beach breaks di Krui. |Dari berbagai sumber.

Destinasi Wisata Air Terjun Way Kalam Kabupaten Lampung Selatan

AIR Terjun Way Kalam merupakan salah satu objek wisata alam Gunung Raja Basa yang berada di Kabupaten Lampung Selatan tepatnya di Desa Way Kalam Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Propinsi Lampung.

Perjalanan menuju Air Terjun Way Kalam cukup berliku. Selepas melewati perkampungan yang didominasi masyarakat Jawa Serang (Jaseng) kita harus melanjutkan perjalanan melewati jalan setapak. Sepanjang perjalanan tanaman kakao, durian, pohon pisang serta aneka pepohonan akan menyambut kita. Perjalanan yang melelahkan akan terbayar saat kita melihat Air Terjun Way Kalam yang sangat jernih bak air susu dari surga.

Walaupun didominasi masyarakat Jaseng, namun, nama air terjun ini menggunakan Bahasa Lampung. Way berarti air atau sungai. Sedangkan, Kalam itu berarti batu putih yang keluar dari cadas. Penamaan ini sebagai penghormatan masyarakat setempat kepada masyarakat lokal. Jika dilihat air terjun ini memang seolah keluar dari batu cadas yang begitu besar.

Akses menuju air terjun ini telah dipaving blok sejak 2011 oleh Menteri Kehutanan kala itu. Jalanan itu hingga kini masih terjaga. Para pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Namun, hanya bisa sampai kawasan parkiran. Selepas dari parkiran kita harus berjalan sekitar 20 menit dengan menuruni lereng. Kayu-kayu yang dibuat semacam tangga sangat membantu pengunjung menjangkau Air Terjun Way Kalam.

Lokasi air terjun ini berada di Kawasan Hutan Lindung Register 3 Gunung Rajabasa yang dikelilingi oleh tebing yang cukup curam. Tebing-tebing ini semakin mempercantik pemandangan. Air terjun Way Kalam bersumber dari Way Penengahan. Sungai besar ini mampu mengairi 20 desa di sekitar Gunung Rajabasa. Masyarakat setempat memanfaatkan air bersih itu untuk keperluan sehari-hari dan untuk dikonsumsi juga. Ibu Lilis, warga setempat yang sudah lama bermukim, mengatakan Way Penengahan mampu mengairi desa-desa di sekitarnya karena debit airnya yang banyak. Air terjun Way Kalam sendiri menjadi bagian yang dialiri sungai besar ini. “Airnya bersih dan jernih, makanya banyak warga yang memanfaatkannya untuk kehidupan sehari-hari”, kata dia.

Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 40 meter ini tampak semakin eksotis dengan pepohonan di sekitarnya yang masih rimbun. Cipratan air terjun yang jatuh menimpa bebatuan di bawahnya membuat tubuh kita yang berbalut baju menjadi basah. Padahal jarak antara titik kita berdiri dengan air terjun mencapai 500 meter. Kita bisa berfoto di dekat air terjun maupun berenang di bawah lereng yang curam.

Bagi pengunjung yang datang ke sini dikenai tiket masuk sebesar Rp 10ribu / motor. Tiket tersebut sudah termasuk dua orang yang mengendarainya. Namun, jika kita datang menggunakan mobil atau angkutan lainnya kita dikenai tiket masuk Rp 3000 per orang.Lereng yang curam di Air Terjun Way Kalam dulu banyak dihuni kelelawar. Namun, seiring banyaknya wisatawan yang berkunjung ke sini, kelelawar itu berpindah mencari habibat baru. Bebatuan juga banyak memenuhi aliran sungai di bawah air terjun. Batu dengan berbagai ukuran itu memang menjadi pemandangan yang semakin asyik. Pengunjung juga bisa berfoto dari atas batu yang banyak bertebaran di sekitar area air terjun. Namun, di sini tidak ada ruang ganti atau bilas. Sebaiknya Anda membawa sarung atau kain penutup lainnya untuk melindungi Anda saat berganti pakaian.

Air Terjun Way Kalam sangat rekomendid untuk Anda kunjungi. Selain air terjunnya yang sangat menawan, udara yang begitu segar juga menjadi sajian dari alam yang tak terlewatkan. Maka jangan ragu-ragu, ayo ambil ranselmu dan menjelajahlah, Air Terjun Way Kalam menunggumu.[]

Belajar Sejarah dari Petilasan Gajah Mada di Pekon Pugung Lampung Barat

PEKON Pugung atau masyarakat sekitar menyebutnya Jalma Pugung terletak di Pesisir Kabupaten Lampung Barat, Kecamatan Lemong. Tempat ini tak kalah eksotis dengan wisata yang disuguhkan oleh di Kabupaten Pesisir Barat lainya. Konon daerah itu dipercaya sebagai petilasan makam Patih Gajah Mada, seorang patih Kerajaan Majapahit di Pulau Jawa. Bukti petilasan makam Gajah Mada bisa dilihat dari catatan sejarah pemangku adat pugung.

Gajah Mada sendiri adalah Pelaku Sejarah yang begitu terkenal dengan “Sumpah Palapa” yang ia ikrarkan pada tahun 1258 Saka (1336 M) yang kemudian menjadi Inspirasi para tokoh besar pada masa awal kemerdekaan, para pemimpin antara lain Sukarno dan Mohammad Yamin sering menyebut sumpah Gajah Mada sebagai inspirasi dan “bukti” bahwa bangsa ini dapat bersatu, meskipun meliputi wilayah yang luas dan budaya yang berbeda-beda. Dengan demikian, Gajah Mada adalah inspirasi bagi revolusi nasional Indonesia untuk usaha kemerdekaannya dari kolonialisme Belanda.

Selain wisata sejarah, disini traveler bisa menemukan “Batu Tihang” yang terkenal sampai ke pelosok tanah air. Batu tihang biasa disebut batu tegak merupakan favorit banyak para remaja untuk menghabiskan akhir pekan di daerah ini. Terutama para pelancong yang hobi wisata.

Panorama alam yang disuguhkan di tempat ini juga sangat indah. Sungai yang terjaga keasriannya, pemandangan sekitar, bahkan ada karang bolong yang hanya bisa di masuki ketika air laut sedang surut.

Surga Burung di Rawa Pacing Tulang Bawang

KEKAYAAN wisata di Lampung selalu menarik untuk diperbincangkan. Salah satunya di Kabupaten Tulangbawang, tempat wisata yang satu ini cocok untuk mengisi liburan. Di tempat ini anda bisa menyaksikan berbagai jenis burung secara berkoloni saat menyambut musim hujan.

Rawa Pacing di Kampung Kibang Pacing, sekitar 30 km dari Kota Menggala, ibu kota Kabupaten Tulang bawang menyimpan eksotika alam yang sayang untuk dilewatkan. Disinilah tempat berkumpulnya ribuan spesies burung langka yang jarang sekali bsia ditemukan ditempat lain. Selain itu, tempat ini juga menyuguhkan panorama indah sepanjang perjalanan anda kesana.

Alam yang masih asli, pohon kayu Gelam yang berdiri kokok di tengah rawa, semak belukar dan rerumputan menjadi surga tersendiri bagi kawanan burung disana. Burung jenis leher panjang dari Asia dan Australia adalah spesies langka yang mendominasi tempat ini.

Untuk sampai ke Rawa Pacing, traveler harus melintasi jalan tanah dari Unit VIII. Kondisi jalanan tanah berbatu yang licin jalan justru membuat pengunjung lebih tertantang. Badan lelah dan kotor karena berjibaku dengan lintasan offroad adalah sensasi tersendiri jika berkunjung ke tempat ini.

Di sana anda juga masih bisa melihat masyarakat sekitar yang bergantung hidup di Rawa ini, seperti mencari ikan dan belut. Keindahan alam yang begitu layak untuk dijaga dan dilestarikan tentunya.

Selain surga burung Rawa Pacing, Tulang Bawang juga memiliki banyak sekali potensi eksotika sosial dan budaya seperti seperti Sanggar Tari Besapen. Sedangkan obyek wisata budaya yang tak kalah menarik, adalah makam-makam kuno di Gedong Aji, Bakung Ilir/Udik juga River Tour di sungai Tulang Bawang, perkampungan di atas air di Kuala Teladas. |Sumber: harianfajarsumatera.com