Posts

Potret Pulau Cinta di Pantai Dewi Mandapa [part 2]

PULAU Cinta di Pantai Dewi Mandapa. Lokasinya sendiri mudah ditemukan karena masih sejalan dengan pantai sari ringgung maupun pantai klara. Pantai ini kurang lebih berjarak 3km setelah pantai sari ringgung, lalu ada plang yang di sisi kiri dengan tulisan Pantai Dewi Mandapa.

Tak cukup sampai disitu, perjalanan setelah mengikuti petunjuk awal ini masih harus menempuh perjalanan kurang lebih 2km untuk sampai di pantai ini. Pantai kecil yang terletak di kawasan wisata Kabupaten Pesawaran ini masih nampak tenang dan sedikit sepi. Beberapa pengelola nampak tengah membersihkan jembatan penyeberangan yang ditata menuju serimbunan pohon bakau yang berjarak bebeberapa meter saja dari tepian.

Di pulau kecil ini, pengunjung bisa leluasa untuk bermain dengan pasir pantai yang putih, ataupun berenang di sekelilingnya karena kedalamannya yang tidak terlalu. Hanya sekitar seukuran dada orang dewasa. Uniknya di pulau cinta ini ada monumen seperti bunga lily di tengah pondok hati tepat di ujung pulau ini. Adapun pondok jamur, cocok sekali bagi Anda yang ingin duduk bersantai sambil menikmati pemandangan. Semua pondok dan ornamen di pulai ini menyerupai bentuk hati, indah bukan? Penasaran? Yuk berlibur di Lampung.

Berikut potretnya:

IMG_20160731_094449 IMG_1181 IMG_1184 IMG_1186 IMG_1211 IMG_1215 IMG_1216 IMG_1227 IMG_1259 IMG_20160731_093421

Potret Pulau Cinta di Pantai Dewi Mandapa [part 1]

PULAU Cinta di Pantai Dewi Mandapa. Lokasinya sendiri mudah ditemukan karena masih sejalan dengan pantai sari ringgung maupun pantai klara. Pantai ini kurang lebih berjarak 3km setelah pantai sari ringgung, lalu ada plang yang di sisi kiri dengan tulisan Pantai Dewi Mandapa.

Tak cukup sampai disitu, perjalanan setelah mengikuti petunjuk awal ini masih harus menempuh perjalanan kurang lebih 2km untuk sampai di pantai ini. Pantai kecil yang terletak di kawasan wisata Kabupaten Pesawaran ini masih nampak tenang dan sedikit sepi. Beberapa pengelola nampak tengah membersihkan jembatan penyeberangan yang ditata menuju serimbunan pohon bakau yang berjarak bebeberapa meter saja dari tepian.

Di pulau kecil ini, pengunjung bisa leluasa untuk bermain dengan pasir pantai yang putih, ataupun berenang di sekelilingnya karena kedalamannya yang tidak terlalu. Hanya sekitar seukuran dada orang dewasa. Uniknya di pulau cinta ini ada monumen seperti bunga lily di tengah pondok hati tepat di ujung pulau ini. Adapun pondok jamur, cocok sekali bagi Anda yang ingin duduk bersantai sambil menikmati pemandangan. Semua pondok dan ornamen di pulai ini menyerupai bentuk hati, indah bukan? Penasaran? Yuk berlibur di Lampung.

Berikut potretnya:

DSC_0030 DSC_0032

????????????????????????????????????

DSC_0035 DSC_0036 DSC_0037 DSC_0031 DSC_0039

Potret Rute Perjalanan ke Pantai Dewi Mandapa

PULAU Cinta di Pantai Dewi Mandapa. Lokasinya sendiri mudah ditemukan karena masih sejalan dengan pantai sari ringgung maupun pantai klara. Pantai ini kurang lebih berjarak 3km setelah pantai sari ringgung, lalu ada plang yang di sisi kiri dengan tulisan Pantai Dewi Mandapa.

Tak cukup sampai disitu, perjalanan setelah mengikuti petunjuk awal ini masih harus menempuh perjalanan kurang lebih 2km untuk sampai di pantai ini. Pantai kecil yang terletak di kawasan wisata Kabupaten Pesawaran ini masih nampak tenang dan sedikit sepi. Beberapa pengelola nampak tengah membersihkan jembatan penyeberangan yang ditata menuju serimbunan pohon bakau yang berjarak bebeberapa meter saja dari tepian.

Di pulau kecil ini, pengunjung bisa leluasa untuk bermain dengan pasir pantai yang putih, ataupun berenang di sekelilingnya karena kedalamannya yang tidak terlalu. Hanya sekitar seukuran dada orang dewasa. Uniknya di pulau cinta ini ada monumen seperti bunga lily di tengah pondok hati tepat di ujung pulau ini. Adapun pondok jamur, cocok sekali bagi Anda yang ingin duduk bersantai sambil menikmati pemandangan. Semua pondok dan ornamen di pulai ini menyerupai bentuk hati, indah bukan? Penasaran? Yuk berlibur di Lampung.

Berikut potretnya:

DSC_0018 DSC_0019 DSC_0021 DSC_0023  DSC_0025 DSC_0027 DSC_0028 DSC_0029 DSC_0030

Pulau Cinta di Pantai Dewi Mandapa

MATAHARI belum terlihat saat malahayati.ac.id menjejakkan kaki di Pantai Dewi Mandapa Minggu, 31 Juli 2016.Lokasinya sendiri mudah ditemukan karena masih sejalan dengan pantai sari ringgung maupun pantai klara. Pantai ini kurang lebih berjarak 3km setelah pantai sari ringgung, lalu ada plang yang di sisi kiri dengan tulisan Pantai Dewi Mandapa.

Tak cukup sampai disitu, perjalanan setelah mengikuti petunjuk awal ini masih harus menempuh perjalanan kurang lebih 2km untuk sampai di pantai ini. Cuaca yang tak bersahabat ini tak mengurungkan niat untuk berlibur di pantai nan tenang ini. Meski sempat diguyur hujan tak mengurangi keindahan pantai ini.

Pantai kecil yang terletak di kawasan wisata Kabupaten Pesawaran ini masih nampak tenang dan sedikit sepi. Beberapa pengelola nampak tengah membersihkan jembatan penyeberangan yang ditata menuju serimbunan pohon bakau yang berjarak bebeberapa meter saja dari tepian.

Untuk memasuki kawasan pantai ini, pengunjung hanya perlu membayar Rp 15 ribu/motor tepat di portal pintu masuk. Pemandangan laut lepas sebenarnya sudah langsung dapat kita nikmati dari area ini. Namun, tidak lengkap rasanya kalau tidak melanjutkan menyeberang mendekati laut lepas. Ada dua spot menarik yang bisa dipilih untuk sekadar selfie ataupun duduk santai sembari memasukkan air ke dalam laut. Tempat pertama adalah tempat bernama Pulau Cinta. Adalah pulau kecil dengan bentuk yang hampir menyerupai bentuk hati bila dilihat dari atas.

Bila ingin memasuki Pulau Cinta ini, pengunjung akan terlebih dahulu melewati jembatan penyeberangan dan semacam gerbang kecil sebagai ‘pintu masuk’ Pulau Cinta. Untuk memasukinya, cukup dengan menambah membayar biaya masuk sebesar Rp 10 ribu/orang. Di pulau kecil ini, pengunjung bisa leluasa untuk bermain dengan pasir pantai yang putih, ataupun berenang di sekelilingnya karena kedalamannya yang tidak terlalu. Hanya sekitar seukuran dada orang dewasa.

Uniknya di pulau cinta ini ada monumen seperti bunga lily di tengah pondok hati tepat di ujung pulau ini. Adapun pondok jamur, cocok sekali bagi Anda yang ingin duduk bersantai sambil menikmati pemandangan. Semua pondok dan ornamen di pulai ini menyerupai bentuk hati, indah bukan? Penasaran? Yuk berlibur di Lampung.[]

Wisata Alam Warisan Dunia di Kepulauan Krakatau

BENCANA besar yang terjadi akibat letusan dahsat Gunung Krakatau pada 1883, telah meninggalkan gugusan pulau vulkanik yang dikenal dengan Kepulauan Krakatau. Kepulauan yang terletak di antara Pulau Sumatera dan Jawa itu, terdiri dari pulau Rakata atau Krakatau Besar, Panjang atau Krakatau Kecil, Sertung, dan Anak Krakatau.

Warisan alam luar biasa yang masuk wilayah Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Provinsi Lampung, itu memiliki areal seluas 13.735 hektare, terdiri dari 11.200 hektare laut, dan 1.535 hektare darat.

Banyak yang menarik untuk dinikmati. Menjejakkan kaki menyusuri lereng Gunung Anak Krakatau yang masih aktif, memberikan pengalaman tak terlupakan. Dari kejauhan, wisatawan juga dapat menyaksikan indahnya semburan api raksasa, diiringi suara letusan-letusan kecil, yang keluar dari mulut gunung itu.

Gunung Anak Krakatau yang terbentuk secara alami dan muncul sejak tahun 1927, masih sering mengeluarkan lava dan material dari dalam perut bumi. Setiap tahun, gunung ini ketinggiannya terus bertambah. Muncul dari dasar laut sedalam 180 meter, kini Anak Krakatau menjelma menjadi sosok yang megah. Saat ini ketinggiannya lebih dari 315 meter dengan percepatan pertumbuhan rata-rata empat meter per tahun.

Kepulauan Krakatau yang dianggap sebagai laboratorium alam raksasa itu, sejak tahun 1919 oleh Belanda ditetapkan sebagai Cagar Alam. Pada 1991, Unesco mengakui Kepulauan Krakatau sebagai warisan alam dunia.

Alam dan laut di sekitar kepulauan itu, juga menjadi daya tarik tempat wisata ini. Tidak kurang dari 50 spesies ikan dan terumbu karang yang belum terjamah, menjanjikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan penggemar snorkling. Selain gususan Kepulauan Krakatau, wisatawan juga bisa singgah di pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya. Ada puluhan pulau di sekitarnya. Antara lain Pulau Sebuku Kecil, Pulau Sebuku Besar, Pulau Sebesi, Pulau Umang-umang, dan Pulau Legundi. Hampir seluruh pulau memiliki pemandangan yang indah, pantai pasir putih, serta air laut yang jernih.

Tempat wisata yang menjanjikan keindahan alam itu, dapat ditempuh melalui Dermaga Canti. Dari Bandar Lampung atau Bakauheni, Lampung Selatan dapat ditempuh menggunakan bus menuju Kalianda. Dilanjutkan dengan kendaraan umum mini bus menuju Desa Canti.

Dari Dermaga Canti, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kapal cepat (jetfoil) atau kapal motor biasa. Dengan waktu tempuh sekitar 90 menit dan 150 menit, wisatawan dapat mencapai Kepulauan Krakatau. Perlu waktu yang cukup, bahkan bermalam, untuk bisa menjelajahi Gunung Anak Krakatau, kemudian menikmati keindahan pantai, dan menyelami alam bawah laut di sekitar kepulauan itu.

|sumber: dikutip dari berbagai sumber |foto: rahmattkr2.wordpress.com

Tempat Wisata Ini Cocok Bagi Pencinta Petualangan

JIKA pantai dikenal sebagai sebuah bentuk geografis yang terdiri dari pasir yang terdapat di daerah pesisir laut. Berbeda dengan pantai yang satu ini. Disini pengunjung tidak akan menemui hamparan pasir, melainkan bebatuan berundak tersusun rapi.

Pantai Batu Lapis, bebatuan karang di bibir pantai sepanjang satu kilometer ini menyerupai punden berundak-undak. Batu karang yang diperkirakan berusia ribuan tahun ini terbentuk sempurna oleh alam seolah dipahat oleh seniman ternama. Bebatuan eksotis ini membatasi laut dengan daratan.

Terletak di Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Lokasi wisata ini berjarak sekitar 20 kilometer dari Ibukota Kabupaten Lampung Selatan. Menyusuri jalan lingkar pesisir dari arah Desa Gayam Kecamatan Penengahan menyusuri desa-desa dan perbuktian, sawah dan pemandangan alam Gunung Rajabasa adalah hadiah istimewa bagi yang akan menuju ke Batu Lapis.

Setelah melewati jalan beraspal, rute selanjutnya pengunjung harus menyusuri jalanan tanah yang berdebu. Batu batu besar, sungai kecil dengan air jernih, sawah dan beberapa petani yang menggarap sawahnya menjadi pemandangan saat menuju lokasi. Jalanan selebar empat meter akan berakhir dengan cegatan sebuah sungai yang sangat jernih airnya dan arah menuju ke Batu lapis dan Pulau Mengkudu akan berubah jalur menjadi jalan setapak yang hanya bisa dilalui oleh satu atau dua kendaraan bermotor.

Setelah sungai kecil tersebut pengguna kendaraan roda empat harus rela berjalan kaki atau berganti akomodasi kendaraan roda dua. Setibanya di ujung jalan pengunjung akan disambut dengan beberapa petugas yang memang menunggu lokasi parkir kendaraan roda dua. Ada beberapa pondok pedagang makanan dan minuman ringan juga disana, tentunya dengan harga yang bersahabat.

Tetapi perjalanan belum cukup sampai disitu. Pengunjung masih harus menuruni bukit dan menyusuri perkebunan untuk benar-benar sampai di pantai batu lapis. Meski lelah, semua terbayarkankan dengan pesona pantai batu lapis ini. Selain pantai batu lapis, pengunjung juga bisa sekaligus ke pulau mengkudu yang berada di sebelah kiri pantai ini.

Deburan ombak yang menghantam batu karang seluas lapangan tenis menyapa tiap pengunjung yang hadir di pantai batu berlapis. Karang-karang luas menghampar menjadi jalan dan tempat duduk-duduk untuk menikmati laut luas yang membentang didepan pantai.

Wisata ini rekomendasi bagi Anda pecinta petualangan. Namun jangan khawatir bagi Anda yang ingin cepat tanpa perlu repot, para penduduk sekitar menyediakan alat transportasi laut dengan akomodasi Rp.25.000,- perorang.[]

Kubu Perahu Dibalik Bukit Barisan Selatan, Lampung Barat

WAKTU senggang yang menjemukan dan cuaca juga tidak bersahabat membuat inginnya kaki ini beranjak ke tempat yang sejuk. Sejuknya udara pegunungan, hijaunya hamparan pepohonan, gemericik air sungai, dan kicauan burung liar; hal yang jarang kita temui di perkotaan. Namun ada suatu tempat dimana ia menawarkan suasana yang berbeda dari bisingnya kota, Kubu Perahu.

Secara administratif, Wisata Alam Kubu Perahu terletak di Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat. Sedangkan menurut pengelolaan Balai Besar TNBBS termasuk dalam wilayah kerja Seksi Pengelolaan TN Wilayah III Krui, Bidang Pengelolaan TN Wilayah II Liwa, BBTNBBS.

Bentang Alam yang ditawarkan Kubu Perahu sangat ingin membuat wisata jungle trekking (menjelajah hutan). Jungle trekking merupakan salah satu kegiatan alam bebas yang berkaitan dengan ekowisata yang kental dengan unsur petualangan. Selama ini kebanyakan orang berpendapat bahwa kegiatan penjelajahan hutan merupakan kegiatan yang beresiko tinggi, karena bisa saja tersesat, ataupun tergelincir dan jatuh. Pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar.

Di Wisata Alam Kubu Perahu disediakan papan interpretasi dan petunjuk arah, serta jalan trail wisata yang cukup jelas, sehingga kemungkinan untuk tersesat sangat kecil. Selain itu juga, wisatawan yang akan melakukan aktivitas jungle trekking akan didampingi oleh pemandu berpengalaman yang merupakan masyarakat lokal, sehingga kegiatan jungle trekking di Kubu Perahu relatif aman dilakukan.

Jika beruntung, kitapun dapat menyaksikan atraksi Wawau (Hylobates agilis) dan Siamang (Hylobates syndactylus) yang bergelayutan dengan lincah dari ranting pohon satu ke pohon lainnya, serta jenis fauna lain diantaranya cecah (Presbytis melalophos), beruk (Macaca nemestrina), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), dan rusa sambar (Cervus unicolor); berbagai jenis burung langka, seperti rangkong badak (Bucheros rhinoceros), kuau kerdil (Polyplectron calculum), giant pitta (Pitta caeurella), dan juga jenis burung yang tak pernah terlihat sejak 1916, yaitu tokhtor sunda (Carpococyx viridis).

Kubu Perahu yang menjadi potensi sebagai salah satu tujuan wisata di Provinsi Lampung. Hal ini disebabkan karena kawasan ini memiliki potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan pariwisata khususnya ekowisata. Keanekaragaman ekowisata ini meliputi vegetasi hutan hujan tropis yang masih asli dengan berbagai potensi keanekaragaman flora fauna serta keindahan gejala alam. Potensi ekowisata tersebut telah dikelola namun perlu dikembangkan lebih lanjut baik melalui sentuhan manajemen maupun melalui pembangunan obyek dan pembangunan sarana prasarana pendukung.

Kubu Perahu terletak di bagian tengah TNBBS dan secara geografis terletak pada koordinat 5,07’ Lintang Selatan dan 104,05’ Bujur Timur. Kawasan ini berjarak sekitar ± 5 km dari pusat kota Kabupaten Lampung Barat (Liwa) dengan waktu tempuh ± 10 menit. Akses menuju Kubu Perahu dari Kota Liwa cukup mudah dan lancar, dengan sarana jalan dalam kondisi terawat, tidak rawan longsor karena topografi jalan yang dilalui cukup landai meskipun jenis tanah termasuk jenis tanah yang peka. Kubu Perahu dapat ditempuh dengan rute Bandar Lampung menuju Kotaagung kemudian dilanjutkan ke Krui dan sampailah di Kubu Perahu atau dengan rute yang berbeda yaitu, dari Bandar Lampung ke Bandar Jaya lalu melewati Kota Bumi kemudian ke Bukit Kemuning dan dilanjutkan ke Liwa setelah itu sampailah di Kubu Perahu.

Sarana prasarana jalan pada dusun-dusun dapat dikatakan cukup baik karena jalan berbentuk aspal, terutama di dusun Kubu Perahu, Taman Jaya, Taman Indah dan Kampung Baru. Sarana angkutan yang melalui Kubu Perahu antara lain angkutan desa jenis mobil kecil dan angkutan umum jenis bus jurusan Krui dan/atau Kotaagung. Dukungan akses ini memberikan potensi yang kuat terhadap kegiatan wisata di Kubu Perahu. Dukungan akomodasi penginapan juga penting bagi pengunjung yang berasal dari luar daerah maupun mancanegara.[]

Eksotisme Pantai Marina di Lampung Selatan

INDONESIA yang terdiri dari 17.000 gugusan pulau serta dikelilingi oleh lautan tidak akan pernah kehabisan stok pantai baru yang wajib masuk dalam list tempat eksotis. Salah satu pantai yang pasti akan membuat pengunjungnya berdecak kagum adalah Pantai Marina yang terletak di Provinsi Lampung, untuk itu anda wajib mengunjunginya.

Pantai Marina adalah sebuah pantai yang berada di kawasan Lampung, susana pantai yang indah begitu pula deburan ombak yang keras memberikan suasana pantai yang cantik ditambah hamparan pasir putihnya yang luas membuat semakin cantik pantai ini. Pantai Marina terletak di Kecamatan Sidomulyo, 43 kilometer dari Bandar Lampung atau 22 kilometer dari Kalianda.

Perjalanan menuju pantai marina melewati beberapa pantai di merak belantung diantaranya adalah pantai embe, beok, sapenan dan kalialnda resort. Jalan terus dilakukan menempuh jalur aspal lurus, kemudian jalan mulai menanjak sedang tetapi tanjakan yang lumayan panjang, setelah dari tanjakan perjalanan pun dilanjutkan menuju jalanan berbatu dan sampai di sebuah pertigaan jalan dan terdapat sebuah tanda masuk pantai marina. perjalanan tersebut menempuh jarak kurang lebih 7km. Meskipun memang terletak di daerah yang lumayan jauh, keindahan pantai ini sungguh akan memanjakan mata dan membuat kita tenang serta bisa menghilangkan stres.

Gulungan ombak, hamparan laut yang biru, serta batu karang menjadi sebuah sajian yang tidak tertandingi keindahannya. Pantai ini juga sangat tenang, sehingga cocok buat menyegarkan kembali pikiran kita setelah bekerja. Namun keindahan panorama pantai ini harus tetap membuat anda berhati-hati karena di pantai ini arus ombak lumayan keras, jadi jangan lupa untuk tetap menjaga keselamatan.

Berikut potretnya:

 

Wisata Alam Pulau Mengkudu di Lampung Selatan

JALANAN berliku dengan view perbukitan, punggung Gunung Rajabasa ini menjadi pemandangan menarik saat akan menuju salah satu spot jalur wisata yang ada di Lampung Selatan.  Salah satunya adalah pulau mengkudu di Kecamatan Rajabasa yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Ibukota Kabupaten Kalianda. Dan dibutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk tiba di bibir pantai desa belebuk Kecamatan Bakauheni.

Pantai belebuk merupakan lokasi paling strategis untuk menuju pulau mengkudu. Di pantai ini sejumlah perahu nelayan siap mengantarkan pengunjung ke pulau mengkudu yang hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Adapun jalan darat untuk sampai ke pulau mengkudu, namun jalan yang licin dan curam tidak dianjurkan bagi  pengunjung untuk menggunakan rute ini.

Keindahan alam nan memesona sudah tersaji dan bisa dinikmati telanjang mata di sepanjang perjalanan menuju pulau mengkudu. Hamparan pepohonan hijau seakan tersusun rapi dan berjajar di tepi pantai dan pulau yang dilewati.

Pulau mengkudu tidak terpisah langsung dengan daratan  melainkan dihubungkan dengan hamparan pasir putih seluas 10 meter dengan panjang sekitar 200 meter. Pasir  putih penghubung pulau mengkudu membelah laut membuat areal pantai di sekitarnya tampak begitu berbeda dengan wisata lain.

Air laut disekitarnya begitu jernih biru dan tenang, pasir putih berkarang dan berbatu terhampar memanjang. Pulau Mengkudu ini menjadi lokasi yang sangat unik dan menjadi lokasi tepat untuk menenangkan diri karena jauh dari hiruk pikuk. Cocok untuk mencari keheningan dan mensyukuri keindahan yang telah diberikan Pencipta di alam Indonesia khususnya di Lampung Selatan. Selain itu , terdapat juga pesona pantai batu berlapis.