Posts

Potret Kebahagiaan Wisudawan Periode 18 di Graha Bintang [part2]

RONA Bahagia nampak jelas di wajah 721 wisudawan/i di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, 05 Maret 2016. Suasana hening ketika Senat Universitas memasuki Graha Bintang, euphoria kegembiraan wisudawan hingga tangis haru saat para wisudawan melakukan sungkem kepada orang tua masing-masing. Wisuda yang diikuti oleh peserta dari 14 Provinsi di Indonesia ini, berlangsung khidmad dan penuh kebahagiaan.

Berikut potret saat wisuda periode ke 18 di Graha Bintang Universitas Malahayati:

Potret Kebahagiaan Wisudawan Periode 18 di Graha Bintang [part1]

RONA Bahagia nampak jelas di wajah 721 wisudawan/i di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, 05 Maret 2016. Suasana hening ketika Senat Universitas memasuki Graha Bintang, euphoria kegembiraan wisudawan hingga tangis haru saat para wisudawan melakukan sungkem kepada orang tua masing-masing. Wisuda yang diikuti oleh peserta dari 14 Provinsi di Indonesia ini, berlangsung khidmad dan penuh kebahagiaan.

Berikut potret saat wisuda periode ke 18 di Graha Bintang Universitas Malahayati:

Rektor Kadafi: Mari Mendalami Konsep Dasar Universitas Malahayati

REKTOR Universitas Malahayati dalam sambutannya pada wisuda bersama periode 18 di Graha Bintang Universitas Malahayati, Sabtu 05 Maret 2015 menguraikan tema yang terkandung pada wisuda kali ini. Ia mengajak para wisudawan dan semua civitas akademika untuk melihat dan menyelami secara mendalam sebuah realitas kehidupan kita dari masa ke masa. Maka dari itu, semua civitas akademika harus kembali mendalami konsep dasar berdirinya Universitas Malahayati.

“Kampus ini didirikan oleh H Rusli Bintang, dengan cita-cita melahirkan intelektual yang memahami makna kehadirannya di bumi ini. Ia bukan saja berguna bagi dirinya sendiri, juga bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya, bahkan bernilai bagi seluruh lingkungan yang melingkupinya,” kata Kadafi. Dengan kata lain, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi dirinya, orang disekitarnya serta seluruh lingkungan yang melingkupinya.

Kadafi juga mengatakan, untuk menanamkan rasa malu pada diri kita jika kita mengisi hidup ini dengan suatu hal yang tidak ada faedahnya. Apalagi sampai merugikan dan memberi dampak buruk bagi kehidupan mahluk lain.

“Malulah kita kepada mahluk-mahluk Allah jika kehadiran kita tak membawa dampak baik kepada sekitar. Malulah kita kepada Mahluk Allah, jika terciptanya kita lebih banyak membawa dampak buruk dibandingkan manfaat. Lebih banyak kerugian-kerugian dibanding faedah, lebih banyak tak diharap hadirnya dibandingkan dinanti keberadaannya,” ujar Kadafi.

Itulah mengapa Universitas Malahayati dibentuk menjadi lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang tak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu. Namun mahasiswa juga dibekali kedisplinan, etika dan religi.[]

Sri Pujiati; Wisudawati Terbaik dari Akafarma

UNIVERSITAS Malahayati kembali wisudakan 721 wisudawan/i yang berasal dari 14 Provinsi di Indonesia pada 05 Maret 2016 di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Bandar Lampung.

Pada wisuda periode 18 itu Sri Pujiati sebagai wisudawati terbaik Akafarma. Wanita asal Kabupaten Tuba, Lampung ini tidak menyangka ia dapat menyandang gelar itu, tetapi ia bersyukur atas apa yang ia peroleh. “Saya sanngat bersyukur dengan apa yang saya peroleh, penghargaan luar biasa, sebelumnya saya tak menyangka akan hal ini,” katanya.

Puji, sapaan akrabnya bersyukur atas nikmat Allah selama ini yang telah melancarkan dan memudahkan segalanya. “Terimakasih juga kepada orang tua yang selama ini tak pernah berhenti mendoakan saya, memberikan bantuan dalam hal materi maupun spiritual,” kata Puji kepada malahayati.ac.id.

Selain itu, prestasi ini tak luput dari bimbingan dosen-dosen di Prodi Akafarma yang telah mendidik, menyampaikan ilmunya dengan baik dan bermanfaat. “Segala dukungan dari teman-teman juga mengantarkan saya menjadi seperti ini,” kata wanita kelahiran Tuba, 10 Juni 1994 itu.

Puji juga mengatakan tugas dan funsi seorang lulusan Analisis Farmasi dan Makanan (Akafarma) tak terbatas hanya dalam bidang akademis melainkan lebih dari itu. Yakni membentuk pribadi yang intelektual dan berkarakter. “Akafarma yes we can,” katanya.

Puji berharap Malahayati kedepannya lebih dan lebih menciptakan generasi yang baik, pandai, berguna, berkarakter dan berintelektual. Dan semoga lebih maju lagi, kompak dan teruslah jaya. Adapun tips dari Puji untuk adik tingkat yang akan segera menyusulnya kelak. “Setiap kali belajar usahakan dini hari karena pada saat itu suasana tenangdan sunyi sehingga mudah berkonsentrasi, tetapi usahakan jangan dibawa tidur insya allah otak kalian akan mudah menangkap pelajaran dan lebih mudah mengingat,” kata Puji menambahkan.[]

Homage Procession Dye Parents’s Compassion in Graduation

Paying respect to parents and sympathize orphans, dyeing procession graduation period to 18 at Graha Bintang, Saturday, March 5 2016. With of 721 participants graduation do only sacred procession in Malahayati University .

Homage and sympathize Orphan is a regular agenda Malahayati University . This is a form of gratitude to parents of students who would not otherwise be reciprocated . (Baca Juga; Prosesi Sungkeman Saat Wisuda Diwarnai Rasa Haru Para Orangtua).

The eyes are glazed, to sobs as emotion coloring that is so sacred procession. Mothers who can not resist affected, dad looks so proud of the achievements his daughter, as well as children who can not give words other than to kneel at the feet of his parents was a beautiful sight to behold.

Melihat Suasana Wisuda Universitas Malahayati di Luar Gedung Graha Bintang

Universitas Malahayati mewisuda 721 sarjananya dari berbagai disiplin ilmu kemarin di Graha Bintang, Kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung. Seluruh orang tua dan wali mahasiswa berdatangan dari hampir seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Mereka ada yang menginap di Green Dormitory Universitas Malahayati dan sejumlah penginapan lain yang ada di Bandar Lampung. Selain para orang tua, pada hari wisuda itu juga sejumlah anak-anak yatim yang menjadi binaan para mahasiswa ikut meramaikan prosesi ini.

Berikut beberapa cuplikan foto yang menggambarkan suasana di luar gedung Graha Bintang tempat proses wisuda berlangsung:

suasana 1 suasana 2 suasana 3 suasana 4

Potret Panitia Wisuda periode Ke-18 [part 2]

UNIVERSITAS Malahayati kembali wisudakan 721 wisudawan/i yang berasal dari 14 Provinsi di Indonesia pada 05 Maret 2016 di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Bandar Lampung.

Panitia wisuda memiliki peran penting dalam meyukseskan kegiatan ini. Persiapan yang dilakukan cukup matang dan dalam jangka waktu yang tak singkat. Berikut Potret Panitia Wisuda periode Ke-18:

panitia6 panitia5 panitia4 panitia3 panitia2 panitia1

Eky Noviyanto; Wisudawan Terbaik yang Menjadikan Berbagai Hal Sebagai Motivasi

WISUDAWAN Fakultas Teknik Jurusan Mesin angkatan 2011, Eky Noviyanto ST asal Tulang Bawang yang mendapat predikat wisudawan terbaik mewakili jurusan nya dengan perolehan IPK 3,26. Eky Noviyanto yang familiar disapa Eky, memiliki hobby dalam bidang olahraga.

“Tidak menyangka bisa menjadi wisudawan terbaik di jurusan mesin, dengan memanfaatkan peluang yang ada, kerena memang sangat jarang di teknik mesin yang lulus pas 4 tahun, jadi hal itulah yang dapat menjadikan saya motivasi. Bukan hanya itu, melihat teman-teman yang maju dalam seminar/ sidang itu juga dapat memotivasi saya,” kata Eky

Walaupun memperoleh predikat terbaik, proses untuk mendapatkan predikat itu bukanlah hal yang sangat mudah. terlepas dari jatuh bangun yang ia hadapi selama minimba ilmu 4 tahun di perkuliahan.

“Saya semasa penggarapan skripsi sudah 3 kali judul saya ditolak dan sampe puluhan kali bimbingan dan ulang bimbingan, jadi setiap hari saya harus kekampus untuk bimbingan dan meminta pengarahan kepada dosen pembimbing,” tambahnya.

Eki yang memiliki motto Berani belajar untuk kehidupan yang lebih baik berpesan kepada teman-teman jurusan mesin untuk tetep inget tujuan berkuliah ialah untuk belajar dan harus memaksimalkan belajar kita disini, berusaha lebih baik, cepet menyelesaikan perkuliahannya dan lulus dengan cepat.

Ia juga berharap agar Universitas Malahayati lebih baik lagi dan lebih konsekuen dengan informasi-informasi awal yang disampaikan serta pelayanannya lebih baik lagi dari sekarang.[]

Prosesi Sungkem Saat Wisuda Diwarnai Rasa Haru Para Orang Tua

SUNGKEM kepada orang tua menyantuni anak yatim, mewarnai prosesi Wisuda periode ke 18 di Gedung Graha Bintang, Sabtu 05 Maret 20165. Sebanyak 721 peserta wisuda melakukan prosesi sakral yang hanya ada di Universitas Malahayati ini.

Sungkem dan menyantuni Anak Yatim merupakan agenda rutin Universitas Malahayati. Ini merupakan bentuk rasa terima kasih mahasiswa terhadap orang tua yang sebenarnya takkan bisa terbalas. Mata yang berkaca-kaca, hingga isak tangis karena haru mewarnai prosesi yang begitu sakral ini. Ibu yang tak bisa menahan harunya, ayah yang terlihat begitu bangga dengan prestasi putra/i nya, serta anak yang tak mampu mengucap kata selain dengan bersimpuh di kaki orang tuanya adalah pemandangan yang begitu indah untuk disaksikan.

Penasaran bagaimana potret saat sungkem berlangsung?
Chek this out:

5 1 2 3 4

Potret Paduan Suara & Panitia Wisuda Periode ke 18

WISUDA ke-18 Universitas Malahayati, Sabtu 05 Maret 2016 di Graha Bintang berjalan lancar dan sukses. Prosesi demi prosesi dilalui dengan tertib tanpa kendala yang berarti. Tawa bahagia, isak tangis dan haru juga menghiasi prosesi wisuda kali ini.

Semua kelancaran dan kesuksesan acara ini tentunya tidak lepas dari persiapan dan peran aktif para panitia Wisuda, termasuk para talent, dosen, dan mahasiswa, dan pihak keamanan. Mereka berkordinasi dengan baik sejak pagi bahkan jauh sebelum hari pelaksanan

Berikut ini potret sebagian panitia wisuda yang sempat tertangkap kamera tim malahayati.ac.id: