Posts

Potret Saat Silaturahmi Para Rektor di Acara Penyantunan Anak yatim Malahayati

MAKAN bersama anak yatim menjadi penutup kegiatan penyantunan rutin di Danau Yatim Universitas Malahayati, Minggu 01 Oktober 2015. Acara yang dihadiri Haji Rusli Bintang, Haji Marzuki Bintang, Rektor Universitas Lampung, Abulyatama dan Malahayati ini dilakukan untuk mempererat silaturahmi antar ketiga kampus. Selain itu mereka juga sengaja datang untuk bersilaturahmi dengan anak yatim Yayasan Alih Teknologi Universitas Malahayati.

Selain makan bersama, mereka juga berfoto bersama para anak yatim. Penasaran bagaimana serunya acara penyantunan hari ini?

Chek this out:

[Galeri Foto] Saat Silaturahmi Para Rektor di Acara Anak Yatim Malahayati

KEGIATAN penyantunan anak yatim di danau yatim Universitas Malahayati, Minggu 01 November 2015 terasa begitu spesial. Hari ini Pendiri Universitas Malahayati, Haji Rusli Bintang hadir pada kegiatan rutin mingguan ini. Selain Haji Rusli Bintang, Rektor Universitas Lampung, Abulyatama dan Malahayati juga terlihat berkumpul bersama anak yatim Yayasan Alih Teknologi Malahayati.

Berikut potret saat silaturahmi para rektor di acara penyantunan anak yatim Malahayati:

 

Penyantunan Anak Yatim Hari Ini Terasa Begitu Spesial

KEGIATAN penyantunan anak yatim di danau yatim Universitas Malahayati, Minggu 01 November 2015 terasa begitu spesial. Hari ini Pendiri Universitas Malahayati, Haji Rusli Bintang hadir pada kegiatan rutin mingguan ini. Selain Haji Rusli Bintang, Rektor Universitas Lampung, Abulyatama dan Malahayati juga terlihat berkumpul bersama anak yatim Yayasan Alih Teknologi Malahayati.

Shalawat badar  menjadi pembuka kegiatan ini, setelah itu barulah sambutan dari para rektor yang hadir. Setelah itu alunan ayat demi ayat surah yasinpun menggema di danau yatim. Sama seperti para anak yatim, Rektor dari tiga Universitas itu juga terlihat sangat khusuk saat membaca surah yasin.

Pembagian santunan berupa sejumlah uangpun dilakukan setelah pembacaan yasin. Wajah-wajah bahagia para anak yatim saat berfoto dan  diberi santunan langsung oleh Rusli Bintang adalah pemandangan yang begitu indah dimata malahayati.ac.id. Setelah pemberian santunan, barulah acara ditutup dengan makan bersama.[]

Danau Yatim di Universitas Malahayati

KICAUAN burung menyambut pagi di Danau Yatim Universitas Malahayati. Danau itu terletak tepat di penurunan bukit Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin, Kompleks Kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung. Diapit dua jalan, kiri menuju gedung rektorat, dan tepat sebelah kanan kompleks perumahan dosen.

Semilir angin yang mengakibatkan dedaunan berjatuhan seakan mengiringi langkah kaki ke danau ini. Nuansa yang sangat berbeda terjadi pada setiap hari Sabtu. Dari tepian danau yang dikelilingi pohon sengon ini terdengar lantunan ayat al-Qur’an, surah Yasin yang begitu khidmat. Kegiatan rutin yang sakral ini dihadiri oleh puluhan undangan yang hadir mengikuti kegiatan dengan khidmat.

Kegiatan religi yang diawali dengan shalat dzuhur berjamaah, membaca al-qur’an, surah Yasin kemudian berdoa bersama memanjatkan doa kepada Allah SWT agar Universitas Malahayati terus berkembang dan dilanjutkan dengan santap siang.

Anak-anak yang terlihat lugu serta riang gembira dengan didampingi ibunya. Mereka juga diperbolehkan untuk memancing dan membawa ikan hasil pancingannya. Saling bergurau dengan sesamanya yang bernasip sama.

Di antara anak-anak yatim itu, ada juga yang sudah remaja. Mereka semuanya kini sedang menimba ilmu di Universitas Malahayati. Anak-anak itu mendapat beasiswa selain itu dibebaskan dari beban biaya. Itulah sebabnya, mereka berdoa agar Universitas Malahayati terus berkembang dan berperan aktif di negeri ini.

Kegiatan rutin ini belum berhenti sampai disini. Selanjutnya, mereka berjalan kaki beramai-ramai menuju sebuah rumah didekat gerbang masuk kampus Universitas Malahayati. Tepat di depan Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin.

Santunan dan pembinaan anak-anak yatim ini memang menjadi kewajiban yang langsung diperintahkan oleh Rusli Bintang. Rusli Bintang adalah pendiri Universitas Malahayati yang saat ini sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Alih Teknologi yang menjadi badan hukum Universitas Malahayati. Kewajiban menyantuni anak-anak yatim berlaku untuk seluruh pimpinan,dosen dan staf di Universitas Malahayati bahkan untuk mahasiswa juga diwajibkan.[]

Orang Tua Anak Yatim ini Mendapat Umroh Gratis dari Universitas Malahayati

SERAGAM merah kotak-kotak ia rapihkan sebisanya sebagai penghargaannya kepada lawan bicaranya. Air muka lelah yang sepintas tersirat di raut wajahnya, ia tutupi dengan wajah ceria. Seperti yang ia suguhkan saat bertemu malahayati.ac.id di lantai lima Gedung Rektorat Universitas Malahayati, Senin 05 September 2015. Padahal sudah sejak pagi ia melakukan tugasnya sebagai cleaning service.

Agustina, akrab disapa Lilis adalah seorang janda berusia 39 tahun yang beruntung. Ia adalah satu dari sekian banyak orang tua anak yatim yang mendapat santunan dan pekerjaan di Malahayati. Dengan menjadi singe parent, santunan dan pekerjaan itu sangat berarti baginya untuk menghidupi keempat anaknya yang masih kecil-kecil.

“Setelah suami saya meninggal, saya sangat kebingungan untuk menghidupi anak-anak saya. Saat itu saya sedang sakit parah, hanya mengandalkan sisa pesangon almarhum untuk bertahan hidup. Saya gak menyangka kalau tim Universitas Malahayati turun langsung ke rumah saya untuk melihat kondisi dan menyantuni keluarga kami. Doa saya di kabulkan, saya sehat dan bisa bekerja mengabdi di Malahayati,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengatakan sejak kepergian suaminya  tiga tahun yang lalu, begitu banyak keajaiban tuhan yang ia rasakan. Di beri pekerjaan dan santunan oleh Malahayati adalah salah satunya. Begitu besar arti kampus ini bagi dirinya.

“Saya menghidupi anak-anak saya dari kampus ini. Bahkan saya bersama Aisyah, ibu yatim, tahun lalu diberi kesempatan umroh gratis oleh yayasan karena prestasi anak-anak kami. Kalau boleh jujur, saya rela mempertaruhkan jiwa dan raga saya untuk kampus ini. Saya gak mungkin bisa melihat rumah Allah (ka’bah) kalu bukan lantaran dari program Malahayati,” katanya sambil menyeka matanya.

Ia mendoakan kepada Universitas Malahayati agar semakin jaya dan maju. Para pendiri yayasan dan semua civitas Malahayati selalu sehat dan semakin sukses.[]