Posts

Apasih Zakat Fitrah Itu? Bagaimana Hukumnya Dalam Islam?

ZAKAT Fitrah, tidak asing lagi ditelinga para muslim di dunia. Apalagi ketika menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Namun apasih sebenarnya hukum dan tujuan umat muslim membayar Zakat Fitrah?. Zakat Fitrah yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan perempuan muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan. Kata Fitrah yang ada merujuk kepada kesucian ketika manusia baru diciptakan, dengan kata lain dengan membayar Zakat Fitrah, dengan Izin dan ridho Allah SWT manusia kembali kepada keadaan fitrah atau suci.

Yang berkewajiban membayar:

Setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya, keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita. Dengan syarat ia memiliki kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan tanggungannya pada malam dan pagi hari raya. Selain itu, anak yang lahir sebelum matahari jatuh pada akhir bulan Ramadan dan hidup selepas terbenam matahari. Memeluk Islam sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadan dan tetap dalam Islamnya. Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadan, juga diwajibkan membayara Zakat Fitrah.

Besar Zakat:
Besar zakat yang dikeluarkan menurut para ulama adalah sesuai penafsiran terhadap hadits adalah sebesar satu sha’ (1 sha’=4 mud, 1 mud=675 gr) atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kg makanan pokok (tepung, kurma, gandum, aqith) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab syafi’i dan Maliki)

Waktu Pengeluaran:
Zakat Fitrah dikeluarkan pada bulan Ramadan, paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan Salat Ied. Jika waktu penyerahan melewati batas ini maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat melainkan sedekah biasa.

Penerima Zakat secara umum ditetapkan dalam 8 golongan/asnaf (fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil) namun menurut beberapa ulama khusus untuk zakat fitrah mesti didahulukan kepada dua golongan pertama yakni fakir dan miskin. Pendapat ini disandarkan dengan alasan bahwa jumlah/nilai zakat yang sangat kecil sementara salah satu tujuannya dikeluarkankannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya dan saling berbagi sesama umat islam.

|Sumber: wikipedia.org