Miliki Gelar Dokter Hewan, ini Sosok Lulusan Dokter Umum Universitas Malahayati, dr. drh. Naufal

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati, kampus terbesar di Lampung, telah menjadi tempat belajar yang memenuhi ambisi dr. drh. Muhammad Nuriy Nuha Naufal, seorang dokter hewan yang berkeinginan melengkapi pengetahuannya dengan ilmu kedokteran manusia. Lahir pada 1992 di Sragen, Jawa Tengah, dr. Naufal adalah satu-satunya lulusan dokter umum yang sudah menyandang gelar dokter hewan semasa kuliah.

dr. drh. Muhammad Nuriy Nuha Naufal merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada pada 2015. Setelah lulus, ia merasa masih memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikannya. Oleh karena itu, ia memilih untuk bekerja dengan kontrak sambil menjalankan rencana kuliahnya.

“Setelah lulus, karena saya masih mempunyai rencana untuk kuliah, makanya saya ngambil yang kontrak-kontrak aja saat kerja,” ucap dr. Naufal.

Bagi dr. Naufal, menjadi seorang dokter adalah menjadi seorang pembelajar seumur hidup. Pada usia yang masih muda, ia berkeinginan untuk melengkapi pengetahuannya tidak hanya di bidang kedokteran hewan, tetapi juga di bidang kedokteran manusia. Dengan demikian, ia berharap kedua ilmu tersebut dapat saling berkolaborasi untuk memajukan kedokteran hewan dan manusia.

“Jika di Kedokteran manusia, kita bisa mengembangkan penelitian-penelitian yang nanti diuji cobakan di hewan, sedangkan di hewan apabila ada ilmu-ilmu di Kedokteran manusia bisa juga mungkin bisa diterapkan di kedokteran hewan saling mengkombinasikan dan memajukan keduanya,” jelasnya.

dr. Naufal memutuskan Universitas Malahayati menjadi tujuan belajar. Menurutnya, Universitas Malahayati merupakan kampus terbesar di Lampung. Selain mempelajari ilmu kedokteran, dr. Naufal juga berharap dapat memperbaiki akhlak dan meningkatkan pengetahuan agama di kampus tersebut.

Setelah menyelesaikan program internship, dr. Naufal memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 kedokteran guna mencapai cita-citanya.

“Cita-cita saya jadi dosen, lanjut S2 lalu daftar jadi dosen, mudah-mudahan bisa mendaftar beasiswa ke luar negeri,” ucapnya.

Dilahirkan dalam keluarga dengan latar belakang profesi pendidikan, di mana ayah seorang dosen dan ibu guru, dr. Naufal tetap mempertahankan keinginannya untuk menjadi seorang dokter.

“Sejak kecil, saya tertarik dengan dunia kedokteran. Kedokteran bagaikan sulap, di mana kita dapat melihat dan membantu orang yang sakit untuk menjadi sehat, mengetahui prosesnya, dan ikut membantu orang-orang,” tuturnya.

dr. Naufal mengucapkan terima kasih kepada para dosen yang telah membimbingnya dari awal hingga sekarang. Ia berharap agar Universitas Malahayati semakin maju dan berkembang, serta meraih banyak prestasi di masa depan.

Tak lupa, dr. Naufal juga merasa beruntung memiliki orang tua yang sangat mencintainya. Orang tuanya telah mengorbankan waktu, harta, dan segala sesuatu demi keberhasilannya menjadi seorang dokter.

“Sangat luar biasa bapak dan ibu saya. Saya sampai tak bisa berkata-kata, karena mereka menjadikan kebutuhan saya untuk kuliah dan hidup selama kuliah sebagai prioritas utama, bahkan melebihi kebutuhan mereka sendiri. Pengorbanan orang tua sangat besar,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur. (451/humasmalahayatinews)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *