Dr. Muhammad Kadafi Dorong Semangat Menuju Indonesia Emas 2045 pada Kuliah Umum Wisuda Universitas Malahayati

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Dr. Muhammad Kadafi, SH., M.H., Anggota DPR RI, memberikan kuliah umum yang menginspirasi pada acara wisuda ke-36 Universitas Malahayati di Graha Bintang, Sabtu (20/1/2024). Dengan tema “Menggapai Indonesia Emas 2045,” Dr. Kadafi memberikan wawasan tentang peran kunci pendidikan dan nilai-nilai dalam membentuk masa depan emas Indonesia.

Dalam kuliahnya, Dr. Kadafi menyampaikan pentingnya nilai-nilai keluarga dalam membimbing anak-anak menuju keberhasilan. Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang orang tua tidak hanya diukur dari prestasi pribadi, melainkan juga dari kemampuannya mendorong terciptanya kesuksesan pada generasi penerusnya.

“Hari ini kita saksikan putra-putri yang berhasil menyelesaikan pendidikan mereka dan mencapai cita-cita. Ini bukan hanya tentang kecerdasan, tetapi juga tentang akhlak yang mulia,” ujar Dr. Kadafi, memberikan pesan kepada para wisudawan dan wisudawati.

Dalam konteks akademis, Dr. Kadafi menyoroti pentingnya tidak hanya memiliki kecerdasan ilmiah tetapi juga perilaku akhlak yang baik. Ia menegaskan bahwa gelar akademis seharusnya menjadi motivasi untuk memberikan kontribusi yang lebih besar kepada bangsa dan negara.

Dr. Muhammad Kadafi, yang juga aktif di komisi dan badan anggaran DPR RI, menyampaikan pandangan tentang upaya menuju Indonesia Emas 2045. ia menyatakan optimisme bahwa Indonesia bisa menjadi negara keempat terkaya di dunia dalam 100 tahun kemerdekaan.

“Kesejahteraan harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, dari yang paling bawah hingga yang paling atas. Ini menjadi tantangan bersama, dan dengan lulusan yang luar biasa, kita dapat meningkatkan indeks pembangunan manusia Indonesia,” tambahnya.

Dalam konteks demografi, Dr. Kadafi menyoroti bonus demografi yang dialami Indonesia sejak tahun 2012. Meskipun memiliki tenaga kerja produktif yang besar, ia mengakui adanya kendala dalam meningkatkan kualitas pembangunan manusia.

“Pendidikan harus menjadi fokus kita bersama. Kita perlu mendorong akses pendidikan yang lebih luas dan meningkatkan tingkat pendidikan di seluruh masyarakat Indonesia,” paparnya.

Menghadapi revolusi industri 4.0, Dr. Muhammad Kadafi mengajak para lulusan untuk melihat peluang dan tantangan baru. Ia mencatat bahwa revolusi ini akan menggantikan jutaan pekerjaan dengan teknologi, namun juga membuka peluang baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

“Dengan kemampuan kerja yang berkualitas, lulusan sekarang dapat menjadi bagian dari perubahan positif. Adik-adik lulusan harus mampu membaca peluang dan tantangan revolusi industri 4.0,” ungkapnya.

Dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR RI, Dr. Muhammad Kadafi menyebutkan beberapa program yang diusulkan untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Salah satunya adalah inisiatif untuk meningkatkan status guru melalui pengangkatan satu juta guru honorer menjadi ASN P3K.

“Kami berusaha memberikan kontribusi nyata, seperti mengatasi kendala moratorium pengangkatan PNS di sektor guru. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan guru dan mendukung lahirnya SDM unggul,” tegas Dr. Kadafi.

Dalam hal pendidikan tinggi, Dr. Kadafi menyebutkan perubahan kebijakan beasiswa yang dilakukan selama masa jabatannya. Program beasiswa kini tidak hanya mencakup biaya kuliah, tetapi juga biaya hidup, buku, dan lainnya, untuk memberikan dukungan lebih besar kepada mahasiswa.

“Kita harus mendorong anak-anak bangsa agar mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Melalui upaya bersama, kita dapat mencapai pencapaian positif untuk Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Dalam mengakhiri kuliah umumnya, Dr. Muhammad Kadafi memberikan harapan kepada para wisudawan baru untuk terus berjuang dan melanjutkan pendidikan mereka. Ia juga memohon doa tulus dari kedua orang tua agar cita-cita para wisudawan dapat tercapai dengan mudah.

Editor: Asyihin

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *