Prodi S1 Akuntansi UNMAL Gelar Kuliah Umum Enterpreneur Bertema “Unlock Your Future: Kenali Potensimu, Pilih Jalurmu”

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Akuntansi Universitas Malahayati mengadakan Kuliah Umum Enterpreneur bertema “Unlock Your Future: Kenali Potensimu, Pilih Jalurmu” pada Kamis, 20 November 2025, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati.  Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. Dessy Hermawan, Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes, para Dekan, dosen, narasumber inspiratif, serta ratusan mahasiswa.

Acara dibuka dengan sambutan penuh motivasi yang menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi perubahan global. Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Prof. Dr. Dessy Hermawan menyampaikan bahwa penguatan jiwa kewirausahaan merupakan langkah strategis untuk membangun kemandirian mahasiswa.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk pola pikir mahasiswa agar lebih adaptif dan kreatif. Dunia berubah sangat cepat dan kita ingin mahasiswa Universitas Malahayati mampu menjadi generasi yang tangguh, inovatif, dan berani mengambil peluang,” ujar Prof. Dessy.

Sementara itu, Dekan Dr. Rahyono, S.Sos., MM, yang melihat kegiatan kuliah umum ini sebagai langkah nyata menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.
“Kuliah umum ini menjadi ruang belajar yang sangat baik untuk membuka wawasan mahasiswa. Mereka perlu disadarkan bahwa potensi diri harus diarahkan dengan benar agar dapat menjadi kekuatan besar dalam perjalanan karier mereka kelak,” tuturnya.

Kuliah umum ini tidak hanya mengajak mahasiswa mengenali potensi diri, tetapi juga menekankan bahwa entrepreneur bukan sekadar membuka usaha, melainkan membangun pola pikir kreatif, inovatif, dan berorientasi pada solusi.

Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh—baik akademik, soft skills, mentalitas kewirausahaan, maupun karakter kepemimpinan. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi mahasiswa dalam merancang masa depan yang cerah dan penuh peluang.

Acara ditutup dengan apresiasi kepada panitia, narasumber, dan seluruh peserta yang berpartisipasi dalam menyukseskan kuliah umum ini.

kuliah umum ini bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangkitkan semangat mahasiswa untuk berani mengenali potensi diri dan menciptakan peluang di masa depan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberi dampak positif bagi generasi penerus Universitas Malahayati. (fkr)

 

Optimalisasi Sampah Organik Jadi Sabun Disinfektan Ramah Lingkungan, Dosen dan Mahasiswa Universitas Malahayati Gelar Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Pesawahan

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati kembali hadir di tengah masyarakat dengan program inovatif yang tak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga berdampak ekonomi. Bertempat di Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, mereka menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Optimalisasi Sampah Organik Berbasis Ekoenzim Sebagai Sabun Disinfektan Pembersih Lantai Ramah Lingkungan”. Senin (29/9/2025).

Program ini terselenggara atas dukungan DPPM Kemdikbudristek Tahun 2025 melalui Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan Nomor Kontrak 334/C3/DT.05.00/PM-BATCH III/2025 tertanggal 10 September 2025.

Tim pengabdian masyarakat berasal dari kolaborasi tiga prodi Hadirkan Inovasi “ECORIND”yakni Farmasi, Teknik Lingkungan, dan Ekonomi. Mereka terdiri dari: apt. Ade Maria Ulfa., M.Kes (Prodi Farmasi), Natalina, S.T., M.T (Prodi Teknik Lingkungan), Prof. Erna Listyaningsih, SE., M.Si., Ph.D (Prodi Ekonomi). Tim ini juga dibantu dua mahasiswa, Galih Bimantara dan Muhammad Putra Pratama.

Melalui sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan teknologi tepat guna, para ibu PKK Kelurahan Pesawahan dibekali keterampilan dalam pemilahan sampah organik rumah tangga (khususnya kulit buah), proses fermentasi ekoenzim, hingga pembuatan produk inovatif berupa sabun disinfektan pembersih lantai “ECORIND” (ECO = Ekoenzim Ramah Lingkungan, RIND = Kulit Buah).

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Ade Maria Ulfa menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengurangi timbulan sampah di Kelurahan Pesawahan. Dengan pengolahan sampah organik menjadi ekoenzim, masyarakat tidak hanya berkontribusi pada lingkungan, tetapi juga dapat mencegah timbulnya penyakit berbasis lingkungan seperti diare, disentri, dan malaria.

“Pemanfaatan kulit buah sebagai bahan dasar ekoenzim akan menghasilkan sabun disinfektan ramah lingkungan yang ekonomis dan bahkan bernilai jual,” ujarnya.

Lurah Pesawahan, Musa Shaleh., S.I.Kom, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Menurutnya, Kelurahan Pesawahan memiliki 117 kepala keluarga, dengan 80% di antaranya termasuk keluarga miskin. Data tahun 2024 mencatat bahwa wilayah ini menghasilkan sampah sebanyak 227 kg per hari, dengan 60% berasal dari sampah rumah tangga.

“Selama ini sampah rumah tangga belum dimanfaatkan secara maksimal. Kehadiran program pengabdian masyarakat ini tentu sangat membantu warga, khususnya ibu-ibu PKK, untuk mengolah sampah organik menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan uji coba produk sabun disinfektan ECORIND, demonstrasi cara pemakaian yang tepat, serta diskusi terbuka mengenai strategi pemasaran, termasuk melalui platform digital agar produk dapat dikenal lebih luas.

Dengan adanya inovasi ini, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperoleh peluang ekonomi baru dari pemanfaatan limbah organik rumah tangga. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Magister Akuntansi Universitas Malahayati Gelar Workshop Revisi Kurikulum

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati menggelar Workshop Revisi Kurikulum di Ruang Rapat Gedung Rektorat Universitas Malahayati, Kamis (4/9/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat mutu pendidikan dan menyesuaikan kurikulum dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja dan profesi akuntansi.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) Universitas Malahayati, Dr. M. Arifki Zainaro, S.Kep., Ns., M.Kep., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran kurikulum sebagai fondasi utama dalam mencetak lulusan yang tidak hanya berkompeten secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan global.

Hadir sebagai narasumber dalam workshop ini, Dr. Agriyanti Komalasari dan Dr. Fajar Gustiawaty, yang memberikan pemaparan mengenai arah pengembangan kurikulum sesuai standar nasional pendidikan tinggi, tren internasional, serta tuntutan dunia profesional akuntansi yang semakin kompleks.

Ketua Program Studi Magister Akuntansi, Dr. E. Azli Fahrizal, SE., M.Si., yang berhalangan hadir, diwakili oleh Muhammad Lutfi, SE., M.Si., dosen Magister Akuntansi sekaligus Ketua Program Studi S1 Akuntansi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa revisi kurikulum ini merupakan bentuk komitmen Prodi S2 Akuntansi untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan, visioner, dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Workshop ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, regulasi, serta kebutuhan dunia kerja dan profesi akuntansi yang terus berubah. Dengan adanya revisi kurikulum, kami berharap Program Studi Magister Akuntansi mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Lutfi saat membacakan sambutan.

Ia juga menambahkan bahwa penyusunan kurikulum yang relevan dan berkualitas membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. “Forum ini menjadi wadah penting untuk berdiskusi, menyelaraskan pandangan, serta merumuskan kurikulum yang sesuai dengan visi dan misi program studi. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini,” imbuhnya.

Workshop tersebut turut dihadiri oleh para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, stakeholder, serta mitra eksternal. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam mewujudkan pendidikan tinggi akuntansi yang lebih unggul, berdaya saing, dan berintegritas.

Dengan terselenggaranya workshop ini, Universitas Malahayati melalui Program Studi Magister Akuntansi berharap dapat melahirkan generasi profesional akuntansi yang siap menjawab tantangan global sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi Lepas 1.420 Mahasiswa KKL-PPM 2025 ke Tanggamus

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi, SH., MH, secara resmi melepas keberangkatan 1.420 mah

asiswa dalam program Kuliah Kerja Lapangan Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKL-PPM) Tahun 2025. Seremoni pelepasan berlangsung khidmat dan penuh semangat di pelataran Gedung Rektorat Universitas Malahayati pada Rabu, 30 Juli 2025.

 

Selama 40 hari ke depan, para mahasiswa akan diterjunkan langsung ke tengah masyarakat, tepatnya di 5 kecamatan dan 70 pekon (desa) yang tersebar di wilayah Kabupaten Tanggamus, Lampung. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi civitas akademika Universitas Malahayati dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di desa-desa yang membutuhkan sentuhan inovasi, edukasi, dan penguatan kapasitas masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Rektor Dr. Muhammad Kadafi menyampaikan bahwa KKL-PPM bukan sekadar program rutin akademik, melainkan bentuk nyata pengabdian dan k

olaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap selama berada di lapangan.

“KKL-PPM adalah ladang praktik bagi ilmu yang kalian peroleh di bangku kuliah. Jaga attitude, berbudaya di mana pun kalian berada, dan beradaptasilah dengan masyarakat. Jadikan ini sebagai momentum pembelajaran sekaligus kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat Tanggamus,” tegas Rektor.

Lebih lanjut, Rektor juga berpesan kepada para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) agar senantiasa mendampi

ngi dan membimbing mahasiswa dengan optimal. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga membawa manfaat yang luas bagi semua pihak yang terlibat.

“Saya titip kepada para DPL untuk terus mengawal mahasiswa. Semoga KKL-PPM ini menjadi berkah untuk kita semua, mempererat hubungan kampus dengan masyarakat, dan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi mahasiswa,” tandasnya.

Program KKL-PPM tahun ini mengangkat tema besar “Gerakan Kampus Berdampak pada Penanganan Stunting Tanggamus 2025”. Mahasiswa dari berbagai program

studi akan melaksanakan berbagai kegiatan edukatif, promotif, dan preventif sesuai dengan latar belakang keilmuannya. Mulai dari penyuluhan kesehatan, penguatan ekonomi lokal, pemberdayaan ibu dan anak, hingga pelatihan manajemen organisasi desa.

Keberangkatan serentak ini juga menjadi simbol semangat kolaborasi lintas sektor yang terus dibangun Universitas Malahayati. Dengan semangat “mengabdi dan berdampak,” para mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mampu menyatu dengan masyarakat dan memberikan kontribusi yang relevan, solutif, dan berkelanjutan.

Selamat bertugas para mahasiswa KKL-PPM 2025. Bawa nama baik almamater, berikan yang terbaik untuk masyarakat, dan jadikan pengabdian ini sebagai pijakan awal menjadi insan profesional yang berintegritas. (gil)

 

Editor: Gilang Agusman

Universitas Malahayati Gelar Sosialisasi KKL-PPM 2025: Angkat Tema “Gerakan Kampus Berdampak pada Penanganan Stunting Tanggamus 2025”

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati menggelar kegiatan Sosialisasi Kuliah Kerja Lapangan – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKL-PPM) Tahun 2025 dengan mengangkat tema “Gerakan Kampus Berdampak pada Penanganan Stunting Tanggamus 2025”. Acara ini diselenggarakan pada Kamis, 24 Juli 2025, bertempat di Graha Bintang Universitas Malahayati.

Sosialisasi ini merupakan langkah awal dalam menyiapkan para mahasiswa untuk terjun langsung ke tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Tanggamus, dalam upaya mendukung program nasional penurunan angka stunting. Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor I, II, III, dan IV, seluruh kepala lembaga, ketua program studi, serta para dosen pembimbing lapangan (DPL). Kegiatan KKL-PPM ini sendiri berada di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Malahayati.

Hadir sebagai tamu undangan penting dalam sosialisasi ini antara lain: Ir. Doni Sengaji Berisang, S.T., M.M (Kepala Bapperida Kabupaten Tanggamus), Soetriningsih, S.Sos., M.Si (Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung), Ani Fatimah Isfarjanti, S.Si., Apt., M.H (Kepala Balai Besar POM Lampung), M. Nuh (Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Lampung), Faradillah, S.E., M.M (Account Representative BPJS Ketenagakerjaan), IPTU Wahyu Nata (Perwakilan Polsek Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus).

Acara ini juga menghadirkan lima narasumber utama yang memberikan pemahaman strategis kepada mahasiswa mengenai isu-isu utama di lokasi pengabdian. Diskusi dipandu secara menarik oleh Satria Wijaya, M.Pd, dosen Bahasa Indonesia Universitas Malahayati.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, selaku Wakil Rektor I Universitas Malahayati, menyampaikan bahwa kegiatan KKL-PPM bukan hanya bentuk kewajiban akademik, namun juga manifestasi nyata tanggung jawab sosial mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.

“Mahasiswa Universitas Malahayati harus mampu hadir sebagai agen perubahan. Melalui program ini, kalian tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga turut memberikan dampak, khususnya dalam isu stunting yang menjadi perhatian nasional. Manfaatkan kesempatan ini untuk melatih kepekaan sosial dan kolaboratif di tengah masyarakat,” ujar Prof. Dessy dalam arahannya.

Ketua Pelaksana KKL-PPM 2025, Eka Yudha Chrisanto, S.Kep., Ners., M.Kep, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 1.420 mahasiswa akan diterjunkan ke 5 kecamatan dan 70 pekon (desa) yang tersebar di Kabupaten Tanggamus.

“KKL-PPM adalah bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat. Ini bukan sekadar program akademik, tetapi bentuk kolaborasi nyata antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjawab tantangan pembangunan desa,” ungkap Eka.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak, khususnya Bupati Tanggamus yang telah membuka pintu selebar-lebarnya bagi mahasiswa Universitas Malahayati. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh narasumber dari Bapperida, BKKBN, BPOM, BPJS, hingga perwakilan Polsek Cukuh Balak yang telah memberikan arahan, gambaran, dan kesiapan kolaboratif di lapangan.

Selama menjalankan program KKL-PPM, para mahasiswa akan melaksanakan berbagai program kerja terstruktur yang telah disusun bersama dosen pembimbing lahan (DPL), mulai dari edukasi gizi dan kesehatan ibu-anak, pemberdayaan ekonomi keluarga, pelatihan sanitasi, hingga pendampingan administrasi desa dan sosial budaya masyarakat.

“Kami sadar bahwa kegiatan ini tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan semua pihak. Untuk itu, kami sangat mengharapkan bimbingan, arahan, dan partisipasi dari kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta seluruh warga pekon agar program ini dapat berjalan sukses dan memberi manfaat jangka panjang,” lanjut Eka.

Mahasiswa diharapkan mampu menjadikan setiap interaksi dan kontribusi di masyarakat sebagai laboratorium pembelajaran yang sesungguhnya—di mana teori bertemu realita, dan ilmu menjadi solusi.

Sosialisasi ini menjadi tonggak awal dari komitmen Universitas Malahayati dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui tema besar “Gerakan Kampus Berdampak”, Universitas Malahayati menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Universitas Malahayati percaya bahwa gerakan kecil dari kampus dapat membawa dampak besar di tengah masyarakat.