Kulit Pisang Disulap Jadi Camilan Sehat, Dosen Universitas Malahayati Bersama UMKM Si Bintang Buah Hadirkan Inovasi “KUPIDOR”

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Inovasi pangan kembali lahir dari kreativitas lokal. UMKM Keripik Pisang Si Bintang Buah bersama tim dosen pengabdian masyarakat Universitas Malahayati sukses mengubah limbah kulit pisang menjadi produk camilan sehat bernama KUPIDOR (Kulit Pisang dan Daun Kelor).

Program ini merupakan bagian dari kegiatan “Optimalisasi Limbah Kulit Pisang Kombinasi Daun Kelor” yang didukung oleh Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) DPPM Kemdikbudristek Tahun 2025, Nomor Kontrak 334/C3/DT.05.00/PM-BATCH III/2025 tertanggal 10 September 2025. Melalui kegiatan ini, tim memberikan sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan teknologi tepat guna kepada para pelaku UMKM pangan.

Selama ini kulit pisang sering dianggap tidak bernilai dan hanya berakhir sebagai limbah. Namun, melalui inovasi KUPIDOR, kulit pisang justru diolah menjadi bahan pangan bergizi tinggi ketika dipadukan dengan daun kelor yang kaya nutrisi. Hasil olahan ini dikembangkan menjadi dua produk unggulan: Stik KUPIDOR yang gurih dan renyah, serta Cookies KUPIDOR dengan cita rasa manis sehat yang disukai semua kalangan.

“Dengan adanya KUPIDOR, kami ingin masyarakat memandang kulit pisang bukan sekadar sampah, tetapi sebagai sumber daya bernilai tinggi. Inovasi ini bukan hanya menawarkan camilan sehat, tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis pangan fungsional lokal,” ungkap Diah Astika Winahyu, S.Si., M.Si, selaku ketua tim pengabdian.

Acara yang berlangsung di UMKM Si Bintang Buah ini diikuti oleh para pelaku UMKM pangan beserta anggotanya. Peserta dibekali berbagai keterampilan, mulai dari: Teknik pengolahan kulit pisang agar aman dikonsumsi, Formulasi Stik dan Cookies KUPIDOR yang sehat, renyah, dan bernilai jual, Strategi manajemen usaha dan pemasaran melalui media sosial serta kemasan menarik.

Selain praktik langsung, peserta juga mendapatkan pendampingan untuk memaksimalkan potensi bisnis inovatif berbasis pangan lokal.

Kegiatan ditutup dengan sesi tasting produk dan diskusi terbuka mengenai peluang pengembangan usaha. Antusiasme peserta sangat tinggi, menunjukkan bahwa inovasi pangan berbasis limbah kulit pisang dan daun kelor ini berpotensi besar dalam mendukung ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, serta pengurangan limbah lingkungan.

Dengan cita rasa khas, bergizi, dan ramah lingkungan, produk KUPIDOR diharapkan mampu menjadi ikon camilan sehat dari UMKM Si Bintang Buah serta bersaing di pasar lokal hingga nasional. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Optimalisasi Sampah Organik Jadi Sabun Disinfektan Ramah Lingkungan, Dosen dan Mahasiswa Universitas Malahayati Gelar Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Pesawahan

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati kembali hadir di tengah masyarakat dengan program inovatif yang tak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga berdampak ekonomi. Bertempat di Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, mereka menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Optimalisasi Sampah Organik Berbasis Ekoenzim Sebagai Sabun Disinfektan Pembersih Lantai Ramah Lingkungan”. Senin (29/9/2025).

Program ini terselenggara atas dukungan DPPM Kemdikbudristek Tahun 2025 melalui Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan Nomor Kontrak 334/C3/DT.05.00/PM-BATCH III/2025 tertanggal 10 September 2025.

Tim pengabdian masyarakat berasal dari kolaborasi tiga prodi Hadirkan Inovasi “ECORIND”yakni Farmasi, Teknik Lingkungan, dan Ekonomi. Mereka terdiri dari: apt. Ade Maria Ulfa., M.Kes (Prodi Farmasi), Natalina, S.T., M.T (Prodi Teknik Lingkungan), Prof. Erna Listyaningsih, SE., M.Si., Ph.D (Prodi Ekonomi). Tim ini juga dibantu dua mahasiswa, Galih Bimantara dan Muhammad Putra Pratama.

Melalui sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan teknologi tepat guna, para ibu PKK Kelurahan Pesawahan dibekali keterampilan dalam pemilahan sampah organik rumah tangga (khususnya kulit buah), proses fermentasi ekoenzim, hingga pembuatan produk inovatif berupa sabun disinfektan pembersih lantai “ECORIND” (ECO = Ekoenzim Ramah Lingkungan, RIND = Kulit Buah).

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Ade Maria Ulfa menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengurangi timbulan sampah di Kelurahan Pesawahan. Dengan pengolahan sampah organik menjadi ekoenzim, masyarakat tidak hanya berkontribusi pada lingkungan, tetapi juga dapat mencegah timbulnya penyakit berbasis lingkungan seperti diare, disentri, dan malaria.

“Pemanfaatan kulit buah sebagai bahan dasar ekoenzim akan menghasilkan sabun disinfektan ramah lingkungan yang ekonomis dan bahkan bernilai jual,” ujarnya.

Lurah Pesawahan, Musa Shaleh., S.I.Kom, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Menurutnya, Kelurahan Pesawahan memiliki 117 kepala keluarga, dengan 80% di antaranya termasuk keluarga miskin. Data tahun 2024 mencatat bahwa wilayah ini menghasilkan sampah sebanyak 227 kg per hari, dengan 60% berasal dari sampah rumah tangga.

“Selama ini sampah rumah tangga belum dimanfaatkan secara maksimal. Kehadiran program pengabdian masyarakat ini tentu sangat membantu warga, khususnya ibu-ibu PKK, untuk mengolah sampah organik menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan uji coba produk sabun disinfektan ECORIND, demonstrasi cara pemakaian yang tepat, serta diskusi terbuka mengenai strategi pemasaran, termasuk melalui platform digital agar produk dapat dikenal lebih luas.

Dengan adanya inovasi ini, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperoleh peluang ekonomi baru dari pemanfaatan limbah organik rumah tangga. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati Gelar Kuliah Pakar, Prof. Dr. Sudjarwo Kupas Strategi Belajar Pascasarjana dan Pemanfaatan AI Secara Bijak

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id):Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati sukses menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dirangkai dengan Kuliah Pakar bersama akademisi terkemuka, Prof. Dr. Sudjarwo, MS. Acara ini berlangsung dengan penuh antusias di Ruang 1.13 Gedung Rektorat Universitas Malahayati pada Sabtu (18/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 80 mahasiswa baru Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, yang terdiri atas 14 mahasiswa reguler dan 66 mahasiswa RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau). Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, menggambarkan semangat para mahasiswa baru dalam memulai perjalanan akademik di jenjang pascasarjana.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Sudjarwo, MS membawakan kuliah pakar bertema “Cara Belajar di Pascasarjana dan Pemanfaatan AI Secara Bijak.” Materi ini disampaikan dengan gaya yang inspiratif, disertai berbagai contoh nyata yang relevan dengan dunia akademik masa kini.

“Belajar di jenjang pascasarjana bukan hanya soal menambah ilmu, tapi juga tentang mengubah cara berpikir. Mahasiswa harus mampu beradaptasi, berpikir kritis, dan memanfaatkan teknologi secara etis,” ujar Prof. Sudjarwo dalam pemaparannya.

Beliau menekankan pentingnya memahami tantangan belajar di tingkat pascasarjana, di mana mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri, aktif mencari referensi ilmiah, dan berkontribusi dalam diskursus akademik.

Dalam sesi materi, Prof. Sudjarwo juga memaparkan beberapa strategi belajar efektif yang dapat diterapkan mahasiswa pascasarjana, meliputi: Membaca aktif untuk memahami konsep mendalam dari berbagai sumber ilmiah,n Manajemen waktu agar produktivitas akademik tetap terjaga, Kolaborasi ilmiah melalui diskusi dan penelitian bersama, Kemampuan menulis akademik yang baik dan terstruktur, serta Kesadaran digital dalam menyaring informasi dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

Salah satu bagian menarik dari kuliah ini adalah pembahasan tentang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia akademik. Prof. Sudjarwo menyoroti bagaimana AI dapat menjadi mitra cerdas bagi mahasiswa dalam mendukung produktivitas belajar.

AI, menurutnya, memiliki berbagai manfaat akademik, antara lain: Mempercepat pemahaman literatur melalui ringkasan otomatis dan analisis sumber, Membantu menulis dan menyunting karya ilmiah agar lebih efektif dan sistematis, serta Mendukung analisis data dan visualisasi dalam penelitian kesehatan masyarakat.

Namun, Prof. Sudjarwo juga menegaskan pentingnya pemanfaatan AI secara bijak, dengan tetap menjunjung integritas akademik dan menghindari ketergantungan berlebihan pada teknologi.

Acara PKKMB dan Kuliah Pakar ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan kampus, tetapi juga menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk menumbuhkan semangat belajar dan riset di lingkungan akademik pascasarjana.

Dengan tema dan pembicara yang relevan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal berharga bagi mahasiswa baru Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati dalam menapaki perjalanan akademik yang penuh tantangan sekaligus peluang di era digital. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati Gelar PKKMB dan Kuliah Pakar 2025

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati sukses menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Kuliah Pakar yang berlangsung di Ruang 1.13 Gedung Rektorat Universitas Malahayati, Sabtu (18/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, yang sekaligus membuka acara secara resmi. Turut hadir pula Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dr. Lolita Sary, SKM., M.Kes, Ketua LPMI Universitas Malahayati, Dr. Arifki Zainaro, S.Kep., Ns., M.Kep, Ketua Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Dr. Samino, SH., M.Kes, Sekretaris Program Studi, serta para dosen Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat.

Kegiatan ini diikuti oleh 80 mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, yang terdiri atas 14 mahasiswa reguler dan 66 mahasiswa RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau).

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Ia menekankan pentingnya semangat belajar dan integritas akademik bagi mahasiswa pascasarjana, terutama di bidang kesehatan masyarakat yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.

“Menjadi mahasiswa magister bukan hanya tentang melanjutkan pendidikan, tetapi juga tentang memperdalam tanggung jawab moral dan profesional terhadap masyarakat. Universitas Malahayati memberikan ruang bagi Anda semua untuk mengembangkan kemampuan analisis, riset, dan kepemimpinan dalam bidang kesehatan masyarakat,” ujar Prof. Dessy.

Beliau juga menegaskan bahwa Universitas Malahayati terus berkomitmen untuk mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan global di bidang kesehatan.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Dr. Samino, SH., M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan PKKMB dan Kuliah Pakar tahun 2025. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk beradaptasi dengan budaya akademik di tingkat magister yang menuntut kemandirian berpikir, kritisisme, dan kemampuan mengintegrasikan ilmu dengan praktik di lapangan.

“Kami berharap seluruh mahasiswa mampu menjadi bagian dari perubahan positif dalam dunia kesehatan masyarakat. Proses belajar di Magister Kesehatan Masyarakat tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga komitmen sosial terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tutur Dr. Samino.

Sebagai puncak acara, kegiatan ini dilanjutkan dengan Kuliah Pakar yang disampaikan oleh Guru Besar Universitas Malahayati, Prof. Dr. Sudjarwo, MS. Dalam paparannya, Prof. Sudjarwo mengangkat tema yang inspiratif dan relevan dengan tantangan global di bidang kesehatan masyarakat, menekankan pentingnya sinergi antara penelitian, kebijakan, dan praktik lapangan. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Universitas Malahayati dan KBRI Kuala Lumpur Jalin Kerjasama Program KKN Internasional

Universitas Malahayati resmi menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, untuk pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Mengajar dan Pengabdian kepada Masyarakat di berbagai Sanggar Bimbingan (SB) yang tersebar di seluruh Malaysia.

Adapun Penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh Rektor Universitas Malahayati Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Datuk Hermono, bertempat di Kantor KBRI Kuala Lumpur.

Dalam Kesempatan ini turut mendampingi Rektor Universitas Malahayati adalah Wakil Rektor III Bidang kemahasiswaan Dr. Eng. Rina Febrina, S.T., M.T.

Duta Besar Hermono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Universitas Malahayati atas komitmennya dalam mendukung pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Ia menjelaskan bahwa selama ini banyak anak-anak imigran di Semenanjung Malaysia belum memiliki akses pendidikan memadai karena keterbatasan guru dan fasilitas belajar.
“Pemerintah Indonesia bisa mengirim bahan ajar, tapi siapa yang mengajar? Anak-anak kita tersebar di berbagai daerah dan selama ini mereka tidak punya guru. Karena itu, kita tidak bisa menunggu semua siap. Kita mulai dulu, gotong royong. Dan para mahasiswa yang datang lewat program KKN inilah tulang punggung pendidikan mereka,” tutur Dubes Hermono.

Sementara itu Rektor Universitas Malahayati yang juga anggota DPR RI komisi X Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperluas jangkauan pengabdian Universitas Malahayati di tingkat internasional.

“Saya berharap kerja sama ini menjadi jembatan bagi civitas akademika Universitas Malahayati untuk berkontribusi di dunia internasional, khususnya dalam pemberdayaan dan pendidikan masyarakat Indonesia di luar negeri. Ini sesuai dengan salah satu poin dalam Visi Misi Universitas Malahayati, yaitu berwawasan global,” ujar Kadafi.

Melalui PKS ini, Universitas Malahayati dan KBRI Kuala Lumpur sepakat untuk mengembangkan berbagai kegiatan bersama, meliputi pelaksanaan KKN Internasional Mengajar dan Pengabdian kepada Masyarakat di Sanggar Bimbingan, pembinaan dan pendampingan mahasiswa selama masa pengabdian, program pertukaran dan kolaborasi di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan, serta promosi nilai-nilai budaya, bahasa, dan pendidikan Indonesia di lingkungan masyarakat diaspora.

Universitas Malahayati Sambut 19 Mahasiswa Universiti Putra Malaysia dalam Program Student Mobility: Clinical Elective Placement (CEP 2025)

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan dan kesehatan. Bertempat di Ruang Rapat Gedung Rektorat, kampus hijau ini menyambut kedatangan 19 mahasiswa dari Universiti Putra Malaysia (UPM) dalam kegiatan Student Mobility Program: Clinical Elective Placement (CEP) 2025.

Acara pembukaan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, Wakil Rektor II, Drs. Nirwantor, M.Kes, Wakil Rektor IV, Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes, serta para Kepala Biro dan Kepala Bagian di lingkungan Universitas Malahayati.

Dalam sambutannya, Prof. Dessy Hermawan yang mewakili Rektor Universitas Malahayati menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas terjalinnya kembali kolaborasi akademik dengan Universiti Putra Malaysia.

“Universitas Malahayati sangat berbahagia dapat menerima kedatangan para mahasiswa Universiti Putra Malaysia dalam program Clinical Elective Placement tahun ini. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah pertukaran ilmu di bidang klinis dan kedokteran, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan antara dua institusi besar yang sama-sama berkomitmen mencetak tenaga kesehatan unggul dan berwawasan global,” ujar Prof. Dessy.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan semacam ini menjadi wujud nyata dari implementasi program internasionalisasi kampus, yang diharapkan mampu memberikan pengalaman lintas budaya serta memperkaya wawasan mahasiswa, baik dari dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa UPM, Hanis Farhana Binti Roslan, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Universitas Malahayati atas sambutan yang sangat hangat dan profesional.

“Kami merasa sangat disambut dengan penuh keramahan dan kehangatan oleh seluruh civitas akademika Universitas Malahayati. Terima kasih atas kesempatan berharga ini. Kami berharap dapat belajar banyak selama berada di sini, baik secara akademik maupun sosial,” ungkap Hanis Farhana dengan penuh antusias.

Usai kegiatan pembukaan, rombongan mahasiswa UPM kemudian melanjutkan agenda ke Rumah Sakit Bintang Amin, yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan praktikum klinik. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Direktur Rumah Sakit Bintang Amin, dr. Rachmawati, MPH, bersama jajaran manajemen rumah sakit.

Dalam sambutannya, dr. Rachmawati menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan praktikum mahasiswa UPM.

“Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari program ini. Mahasiswa UPM akan mendapatkan pengalaman langsung dalam praktik klinis di rumah sakit kami, dengan bimbingan dari tenaga medis profesional yang berkompeten,” ujarnya.

Program Clinical Elective Placement (CEP) 2025 ini akan berlangsung selama beberapa minggu ke depan, dengan fokus pada pengenalan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, praktik klinis di berbagai unit rumah sakit, serta kegiatan budaya bersama mahasiswa Universitas Malahayati.

Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati tidak hanya memperkuat jejaring kerja sama internasional, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan ekosistem akademik yang berorientasi global dan berdaya saing tinggi. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Mahasiswa Profesi Ners Universitas Malahayati Jalani Stase Jiwa di RSJ Daerah Provinsi Lampung

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Sebanyak 53 mahasiswa Profesi Ners Universitas Malahayati (UNMAL) resmi memulai Stase Keperawatan Jiwa Profesi Ners T.A. 2025-2026 di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung. Kegiatan praktik profesi ini akan berlangsung selama tiga minggu, mulai 13 Oktober hingga 2 November 2025, sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa dalam memberikan asuhan keperawatan jiwa secara profesional. Senin (13/10/2025).

Kegiatan diawali dengan acara penyerahan mahasiswa oleh Kaprodi Profesi Ners Universitas Malahayati, Aryanti Wardiyah, Ns., M.Kep., Sp.Kep.Mat. Dalam sambutannya, Aryanti menyampaikan bahwa pelaksanaan stase jiwa ini merupakan momen penting bagi mahasiswa untuk memperdalam kemampuan klinis sekaligus membangun empati terhadap pasien dengan gangguan kesehatan jiwa.

“Kami berharap mahasiswa dapat belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga etika dan nama baik almamater, serta mampu menerapkan nilai-nilai keperawatan jiwa secara holistik selama berada di RSJ. Inilah kesempatan untuk belajar langsung dari praktik nyata di lapangan,” ujar Aryanti.

Penyerahan mahasiswa tersebut diterima langsung oleh Kepala Diklat RSJ Daerah Provinsi Lampung, dr. Tendry Septa, Sp.KJ(K). Dalam sambutannya, dr. Tendry menyambut baik kehadiran mahasiswa Universitas Malahayati dan menekankan pentingnya pengalaman klinis dalam membentuk calon perawat profesional.

“RSJ Daerah Provinsi Lampung selalu terbuka menjadi wahana pembelajaran. Kami berharap para mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik, memahami dinamika pasien jiwa, dan mengambil pembelajaran berharga dari setiap interaksi,” tutur dr. Tendry.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengarahan Target Kerja Mahasiswa (TKM) dan tata tertib pelaksanaan praktik yang disampaikan oleh Koordinator Diklat Keperawatan RSJ, Satrio Kusumo Lelono, Ns., M.Kep., Sp.Kep.J.
Dalam arahannya, Satrio menekankan pentingnya kedisiplinan, komunikasi terapeutik, serta kemampuan bekerja sama dalam tim keperawatan.

“Setiap mahasiswa diharapkan mampu mencapai target kompetensi sesuai logbook, menjaga profesionalisme, dan memahami bahwa perawatan pasien jiwa membutuhkan kesabaran serta pendekatan yang manusiawi,” jelas Satrio.

Kegiatan stase keperawatan jiwa ini menjadi salah satu bentuk implementasi visi Program Studi Profesi Ners UNMAL, yaitu menghasilkan perawat profesional yang unggul dalam pelayanan kegawatdaruratan berbasis keluarga dan komunitas, termasuk di bidang keperawatan jiwa. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Program Profesi Ners Universitas Malahayati Berpartisipasi dalam Rapat Umum Anggota ke-7 AIPNI Tahun 2025

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Profesi Ners Universitas Malahayati turut berpartisipasi dalam kegiatan Rapat Umum Anggota (RUA) ke-7 Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) Tahun 2025 di Provinsi Batam. Kegiatan ini merupakan agenda nasional yang mempertemukan seluruh institusi pendidikan ners di Indonesia dalam rangka memperkuat sinergi, kolaborasi, serta meningkatkan mutu pendidikan profesi keperawatan. Kamis (9/10/2025).

Rapat umum yang berlangsung dengan penuh semangat tersebut dihadiri oleh para pimpinan, dosen, dan perwakilan institusi keperawatan dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk dari Program Profesi Ners Universitas Malahayati, yang langsung dihadiri oleh Ka.Prodi Aryanti Wardiyah, M.Kep.,Kep.Mat. Partisipasi ini menjadi wujud komitmen Universitas Malahayati dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan ners, sekaligus memperkuat posisi akademik dalam jaringan pendidikan keperawatan nasional.

Dalam kegiatan tersebut, AIPNI juga melaksanakan pemilihan Ketua AIPNI Periode 2025–2029, yang secara resmi menetapkan Prof. Agus Setiawan, MN., DN. sebagai Ketua terpilih. Seluruh keluarga besar Program Profesi Ners Universitas Malahayati mengucapkan selamat dan sukses kepada Prof. Agus Setiawan atas terpilihnya beliau sebagai Ketua AIPNI. Semoga kepemimpinan beliau dapat membawa AIPNI semakin maju, berdaya saing, dan berperan aktif dalam pengembangan pendidikan keperawatan di tingkat nasional maupun internasional.

Kebanggaan tersendiri juga dirasakan oleh Program Profesi Ners Universitas Malahayati karena berhasil meraih penghargaan sebagai institusi dengan persentase kelulusan terbaik Regional IV, peringkat ke-3. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen seluruh dosen, mahasiswa, dan tenaga pendidik dalam menjaga mutu proses pembelajaran serta kesiapan mahasiswa menghadapi ujian kompetensi nasional.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, profesionalisme tenaga pendidik, serta menghasilkan lulusan ners yang unggul, beretika, dan kompeten di bidangnya.

Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, Program Profesi Ners Universitas Malahayati akan terus berkontribusi aktif dalam pengembangan pendidikan keperawatan demi mewujudkan tenaga kesehatan profesional yang berdaya saing tinggi. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Prodi Manajemen Universitas Malahayati Gelar Kuliah Umum “Bank Lembaga dan Keuangan Lainnya” Jembatani Teori dan Praktik Keuangan Cerdas Bersama Pegadaian

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Manajemen Universitas Malahayati terus memacu pembelajarannya agar sesuai dengan kebutuhan zaman yg semakin berkembang, kebutuhan dunia kerja dan industri serta adaptasi teknologi terbarukan mengharuskan kita terus upgrading dalam segala aspek. Salah satu upaya prodi manajemen dengan sistem pembelajaran OBE diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa kami agar siap mengahadapi setiap tantangan di era global . Melalui penyelenggaraan Kuliah Umum yang sangat relevan dengan tantangan ekonomi masa depan bangsa. Mengusung tema Literasi Lembaga Keuangan Non Bank Bridging Knowledge and Practice: Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas 2045,” kegiatan ini sukses menjembatani mo pemahaman teoritis mahasiswa dengan praktik nyata di industri, khususnya bersama PT. Pegadaian.

Kuliah Umum Bank Lembaga dan Keuangan Lainnya diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 10 Oktober 2025 diruangan MCC Bawah Universitas Malahayati, Bandar Lampung yang melibatkan mahasiswa Prodi Manajemen angkatan 2024 yang berjumlah 204 mahasiswa.

Kegiatan ini didedikasikan untuk membekali mahasiswa mata kuliah Bank Lembaga dan Keuangan Lainnya dengan pengetahuan mendalam mengenai peran krusial Lembaga Keuangan Non Bank dalam ekosistem keuangan nasional. Ketua Pelaksana Kuliah Umum, Ayu Nursari, S.E., M.E., menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan indeks literasi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda yang akan menjadi motor penggerak Indonesia Emas 2045.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Febrianty, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa literasi keuangan bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan keterampilan hidup (essential life skill) yang wajib dimiliki oleh setiap individu, terutama calon-calon pemimpin dan manajer di masa depan. Beliau juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan Pegadaian sebagai representasi Lembaga Keuangan Non Bank yang terpercaya dan memiliki sejarah panjang dalam melayani masyarakat.

Sesi inti Kuliah Umum diisi oleh pemateri istimewa dari PT. Pegadaian, Ichvan Ramdhani, S.Pd., M.M. Dengan gaya penyampaian yang interaktif dan mudah dicerna, Bapak Ichvan Ramdhani memaparkan secara komprehensif mengenai fungsi, produk, dan kontribusi Pegadaian sebagai salah satu Lembaga Keuangan Non Bank tertua di Indonesia. Beliau juga memaparkan “Pemahaman yang kuat tentang Lembaga Keuangan Non Bank, seperti Pegadaian, asuransi, dana pensiun, dan fintech, akan memungkinkan mahasiswa membuat keputusan keuangan yang bijak, menghindari investasi bodong, dan memanfaatkan instrumen keuangan untuk mencapai kesejahteraan finansial,”

Beliau menjelaskan bagaimana Pegadaian tidak hanya identik dengan gadai emas, namun telah berkembang menjadi lembaga jasa keuangan yang menawarkan berbagai produk inovatif, mulai dari pembiayaan mikro, investasi emas, hingga layanan digital.

Kecerdasan keuangan berarti kemampuan untuk mengelola pendapatan, memilih produk keuangan yang sesuai kebutuhan, dan merencanakan masa depan, bukan hanya tahu cara menabung. Pegadaian hadir sebagai solusi keuangan inklusif, terutama bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan tradisional.

Ia juga menyoroti pentingnya perencanaan keuangan sejak dini dan bagaimana produk investasi emas di Pegadaian dapat menjadi salah satu instrumen yang aman dan terjangkau untuk mewujudkan tujuan finansial jangka panjang, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045—sebuah visi di mana masyarakatnya memiliki kualitas hidup tinggi dan melek finansial.

Kuliah Umum ini mendapatkan respons yang sangat antusias dari para peserta. Mahasiswa aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan seputar risiko investasi, tips mengelola utang produktif, hingga peluang karier di Lembaga Keuangan Non Bank.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya lulus dengan gelar akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu mengaplikasikan literasi keuangan dalam kehidupan pribadi dan profesional. Pemahaman yang mendalam tentang Lembaga Keuangan Non Bank, seperti yang disampaikan oleh Pegadaian, merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk membangun stabilitas finansial, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada stabilitas dan kemajuan ekonomi bangsa menuju masa keemasan di tahun 2045.

Kerja sama antara akademisi dan praktisi industri ini diharapkan dapat terus berlanjut, memastikan kurikulum pendidikan selalu relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan tantangan ekonomi global. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Universitas Malahayati Jemput Kedatangan 19 Mahasiswa Universiti Putra Malaysia di Bandara Internasional Radin Intan II

LAMPUNGSELATAN (malahayati.ac.id): Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Bandara Radin Intan II Lampung pada Sabtu (11/10/2025), saat Universitas Malahayati menyambut kedatangan 19 mahasiswa dari Universiti Putra Malaysia (UPM) yang akan menjalani program akademik dan pertukaran budaya di Universitas Malahayati.

Kedatangan rombongan mahasiswa asal Malaysia ini disambut langsung oleh Kepala Kerja Sama Internasional Universitas Malahayati, Syavic Arisandy, S.S., M.Kes., didampingi oleh staf Humas Universitas Malahayati, Gilang Agusman, S.T. Kehadiran mereka menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Universitas Malahayati dalam memperluas jejaring internasional serta memperkuat hubungan kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan antarnegara.

Syavic Arisandy, S.S., M.Kes. mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan Universiti Putra Malaysia yang memilih Universitas Malahayati sebagai mitra akademik di Indonesia.

“Kami sangat menyambut baik kedatangan mahasiswa UPM. Program ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di lingkungan akademik,” ujarnya.

Kedatangan mahasiswa Universiti Putra Malaysia ini diharapkan dapat memperkuat citra Universitas Malahayati sebagai kampus berwawasan internasional yang terus berupaya menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing global. (gil)

Editor: Gilang Agusman