Semarak Dies Natalis ke-10, HIMFA Universitas Malahayati Gelar PHARMACOPI 2.0 Usung Tema “Strengthening Pharmaceutical Innovation and Collaboration”

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMFA) Universitas Malahayati resmi membuka kegiatan PHARMACOPI 2.0 (Pharmacy Competition) di area parkiran belakang Rektorat Universitas Malahayati, Senin (24/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-10 Program Studi Farmasi dengan mengusung tema “Strengthening Pharmaceutical Innovation and Collaboration.”
Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan meriah, dengan dihadiri oleh perwakilan dari universitas Muhammad Ricko Gunawa, S.Kep., M.Kes., selaku kabiro Kemahasiswaan, serta turut hadir Gusti Ayu Rai Saputri, S.Farm., M.Si., Apt., Ketua Program Studi Farmasi, Presiden Mahasiswa, Gubernur Fakultas Ilmu Kesehatan, dan berbagai perwakilan organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas Malahayati.

Dalam sambutannya, Muhammad Ricko Gunawa, S.Kep., M.Kes. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk pengembangan potensi mahasiswa di bidang akademik maupun sosial.
“Melalui kegiatan PHARMACOPI 2.0, kita berharap mahasiswa Farmasi dapat terus berinovasi dan berkolaborasi untuk kemajuan dunia kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Gusti Ayu Rai Saputri, S.Farm., M.Si., Apt., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas konsistensi HIMFA dalam melaksanakan kegiatan tahunan ini.
“PHARMACOPI bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk memperkuat silaturahmi antar mahasiswa farmasi, sekaligus menumbuhkan semangat profesionalisme di bidang kefarmasian,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan PHARMACOPI 2.0 berlangsung selama lima hari, mencakup lomba poster dan video edukasi kefarmasian, lomba inovasi produk, seminar nasional bertajuk “Inovasi dan Kolaborasi di Bidang Farmasi”, bazar, serta acara puncak dan pengumuman pemenang.
Hari pertama turut dimeriahkan dengan kegiatan PharmaTalk: Sharing Insight with Our Leaders, sesi sponsor oleh Yakult, serta bincang inspiratif bersama apt. Iwang Davi Setiawan, M.Farm.
Peresmian bazar ditandai dengan pemotongan pita oleh Kaprodi Farmasi sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan.

Menutup rangkaian sambutan, Ketua Pelaksana PHARMACOPI 2.0, Ine Rasya Halifah, menyampaikan rasa syukur dan harapannya terhadap keberhasilan acara ini.
“PHARMACOPI 2.0 bukan sekadar kompetisi, tetapi momentum untuk mempererat hubungan antar mahasiswa farmasi di seluruh Indonesia serta memperkuat semangat berinovasi di bidang kesehatan,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa, dosen, serta tamu undangan. Dukungan sponsor dan media partner turut memperkuat keberlangsungan acara yang diharapkan menjadi wadah pembelajaran dan pengembangan inovasi mahasiswa di bidang kefarmasian.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, HIMFA Universitas Malahayati menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pelopor kegiatan akademik dan sosial yang mendukung peningkatan kualitas mahasiswa, sekaligus memperkuat eksistensi Program Studi Farmasi Universitas Malahayati di tingkat nasional. (fkr)



BANDAR LAMPUNG
Di tengah suasana bahagia dan haru, dr. Vionita mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraih. Ia mengaku perjalanan menuju gelar dokter bukan hal mudah, namun penuh pembelajaran dan pengalaman berharga.
Sementara itu, dr. Bagas Surya Atmaja menuturkan bahwa pencapaian yang diraihnya bukan semata hasil kerja pribadi, melainkan juga buah dari kerja sama dan semangat saling mendukung di antara rekan-rekan sejawat.
METRO
“Kegiatan praktik KDK ini merupakan kompetensi fundamental yang menjadi pemantapan sekaligus prasyarat sebelum mahasiswa memasuki tahap stase klinik. Melalui praktik ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan keterampilan dasar kebidanan yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam pengalaman nyata di lahan praktik,” ujar Nurul Isnaini.
Usai penyerahan mahasiswa, kegiatan dilanjutkan dengan persamaan persepsi antara Clinical Instructor (CI) dan dosen pembimbing, serta penjelasan tata tertib pelaksanaan praktik. Para mahasiswa juga diberikan arahan mengenai metode pembelajaran yang akan digunakan, yakni pre dan post conference serta bed side teaching, guna memastikan setiap mahasiswa memahami peran dan tanggung jawabnya selama praktik.
BANDARLAMPUNG
Perjalanan Ferdinand menuju gelar dokter dimulai ketika ia berhasil meraih beasiswa dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Papua. Beasiswa tersebut membuka jalan baginya untuk menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Malahayati, Bandar Lampung, salah satu universitas swasta terkemuka di Indonesia yang dikenal memiliki komitmen kuat dalam menghasilkan tenaga medis berkualitas dan berintegritas.
Dalam sesi waancara bersama humasmalahayatinews Ferdinand menceritakan berbagai tahap pembelajaran mulai dari perkuliahan teori di kampus hingga praktik klinik di berbagai rumah sakit pendidikan.
Apresiasi tinggi hadir dari Universitas Malahayati, Kepala Biro Administrasi Akademik Universitas Malahayati, Ahmad Iqbal, S.S, turut menyampaikan apresiasinya atas pencapaian dr. Ferdinand. Ia menilai, kisah perjuangan Ferdinand merupakan contoh nyata dari semangat belajar tanpa batas yang selaras dengan nilai-nilai Universitas Malahayati.
BANDARLAMPUNG
Prosesi sumpah dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, Dr. dr. Tessa Sjahriani, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga atas capaian para lulusan yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan dokter dengan penuh dedikasi.
Mewakili Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., hadir Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes. Dalam sambutannya, ia memberikan pesan mendalam mengenai nilai-nilai yang harus dipegang teguh oleh seorang dokter.
Prosesi sumpah ditutup dengan pembacaan janji dokter dan penandatanganan berita acara sumpah yang disaksikan oleh para pejabat yang hadir. Para dokter baru kemudian menerima pin dan sertifikat sumpah sebagai simbol resmi pengukuhan profesi mereka.
BANDARLAMPUNG
Dalam sambutannya, Aryanti Wardiyah Ns., Sp.Kep. Mat., menyampaikan rasa bangga dan harapannya agar para mahasiswa dapat menjalani stase dengan penuh tanggung jawab, semangat belajar, dan profesionalisme.
Sementara itu, drg. Santi Sundari, M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas komitmen Universitas Malahayati dalam menjalin kemitraan dengan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung.
BANDARLAMPUNG
Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV, Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh peserta yudisium. Ia menekankan bahwa gelar dokter bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya kepada masyarakat.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. Tessa Syahrini, dr., M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan rasa haru sekaligus bangganya kepada para lulusan yang berhasil melewati setiap tahapan dengan penuh dedikasi. Ia menilai, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan dukungan keluarga yang tak pernah surut.
Yudisium Profesi Dokter ke-74 ini menegaskan komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dalam mencetak dokter-dokter profesional, berintegritas, dan berdaya saing tinggi. Dengan semangat pengabdian, para lulusan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. (gil)
LAMPUNGSELATAN
Kunjungan ini menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan antara Universitas Malahayati, Universiti Putra Malaysia, dan pemerintah Desa Hajimena. Selain menjadi ajang pertukaran pengetahuan, kegiatan ini juga menegaskan komitmen bersama untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan dan ketahanan pangan.
LAMPUNGSELATAN (Malahayati.ac.id): Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Community Health Service atau Pengabdian Masyarakat. Kali ini, FIK Universitas Malahayati berkolaborasi dengan Universiti Putra Malaysia (UPM) dalam kegiatan bertema “Sosialisasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Pemanfaatan Ovitrap” yang dilaksanakan di Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Kamis (30/10/2025).
Dalam sambutannya, Dr. Lolita Sari, SKM., M.Kes., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pengabdian masyarakat kolaboratif ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama internasional antara Universitas Malahayati dan Universiti Putra Malaysia, khususnya dalam bidang kesehatan komunitas.
Sementara itu, Ketua PKK Desa Hajimena, Rosni Abu Bakar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Universitas Malahayati dan Universiti Putra Malaysia terhadap masyarakat Hajimena.



