Lomba Puisi Warnai Dies Natalis ke-32 Malahayati Yearfest Competition 2026

Bandar Lampung — Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-32, Universitas Malahayati menggelar Malahayati Yearfest Competition 2026 yang resmi dibuka pada Senin, 20 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ajang pengembangan kreativitas generasi muda sekaligus sarana pengenalan lingkungan akademik Universitas Malahayati kepada masyarakat luas.

Hari pertama Malahayati Yearfest Competition 2026 diisi dengan lomba baca puisi yang diikuti pelajar SMA/MA/SMK dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Para peserta tampil membawakan karya sastra dengan penuh penghayatan, menunjukkan keberanian berekspresi serta kepekaan rasa melalui medium puisi.

Kompetisi lomba puisi ini dinilai oleh dua dewan juri berkompeten, yakni Dr. Rissa Afni Martinouva, S.H., M.H. sebagai Juri I dan Sutikno, S.Pd., M.Pd.I. sebagai Juri II. Penilaian dilakukan secara objektif dengan memperhatikan aspek penghayatan, artikulasi, intonasi, serta pemaknaan terhadap karya puisi yang dibawakan peserta.

Selain lomba puisi, suasana Malahayati Yearfest Competition 2026 semakin semarak dengan berbagai rangkaian kegiatan pendukung. Pengunjung dapat menikmati bazar kuliner, menelusuri pameran program studi, serta melihat langsung partisipasi UMKM yang turut meramaikan area kegiatan. Rangkaian ini dirancang untuk menciptakan atmosfer festival edukatif yang inklusif dan menarik bagi pelajar maupun masyarakat umum.

Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati berupaya mendorong pengembangan soft skill pelajar, seperti kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan daya pikir kritis. Lomba puisi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran untuk menumbuhkan apresiasi terhadap seni sastra di kalangan generasi muda.

Penyelenggaraan Malahayati Yearfest Competition 2026 menjadi wujud nyata komitmen Universitas Malahayati dalam mendukung kemajuan pendidikan dan budaya di Provinsi Lampung. Diharapkan, kegiatan ini mampu mempererat hubungan antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi, sekaligus menginspirasi pelajar untuk terus berkarya dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.(fkr)

Editor : Fadly KR

Universitas Malahayati Resmi Buka Malahayati Year Festival 2026, Ajang Prestasi dan Kreativitas Pelajar

Bandarlampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati resmi membuka Malahayati Year Festival (MYF) 2026 yang digelar pada 19–23 Januari 2026 di lingkungan kampus Universitas Malahayati. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis Universitas Malahayati ke-32 sekaligus wujud komitmen kampus dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan prestasi pelajar SMA, SMK, dan MA se-Provinsi Lampung.

Acara pembukaan MYF 2026 diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Himne Universitas Malahayati, dilanjutkan dengan laporan Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-32 serta sambutan pimpinan universitas. Pembukaan resmi MYF 2026 disampaikan melalui sambutan Rektor Universitas Malahayati yang diwakili oleh Wakil Rektor I, menandai dimulainya rangkaian kompetisi dan kegiatan kreatif selama lima hari ke depan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Malahayati Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes., Ketua PMB Romy J Utama, SE., M.Sos., Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-32 Dr. M. Arifki Zainaro, S.Kep., Ns., M.Kep., Koordinator Malahayati Year Festival (MYF) Syafik Arisandi, S.S., M.Kes., Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan Muhammad Ricko Gunawan, S.Kep., M.Kes., Kepala Bagian Kemahasiswaan Rudi Winarno, Ns., M.Kes., Kepala Bagian Humas Emil Tanhar, S.Kom., para Dekan fakultas, Kaprodi, serta dosen, tenaga kependidikan, panitia, dan mahasiswa Universitas Malahayati. Turut hadir pula kepala sekolah dan guru pendamping, peserta lomba Malahayati Year Festival 2026, serta tamu undangan lainnya.

Malahayati Year Festival merupakan agenda tahunan yang menghadirkan beragam kegiatan akademik, seni, budaya, kreativitas, dan inovasi. Ajang ini dirancang sebagai ruang aktualisasi bagi pelajar untuk menampilkan potensi terbaiknya sekaligus memperkenalkan atmosfer akademik Universitas Malahayati kepada generasi muda.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., menyampaikan bahwa MYF 2026 menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan semangat berprestasi sejak dini.

“Malahayati Year Festival 2026 merupakan bentuk komitmen Universitas Malahayati dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan prestasi generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang yang positif, kompetitif, dan inspiratif bagi siswa SMA, SMK, dan MA di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian pembukaan, panitia juga menghadirkan penampilan dari Juara 1 MYF tahun sebelumnya yang kini menjadi mahasiswa Universitas Malahayati. Penampilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa MYF tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga membuka peluang pendidikan melalui program beasiswa bagi peserta berprestasi.

Ketua Pelaksana Dies Natalis Universitas Malahayati ke-32, Dr. M. Arifki Zainaro, S.Kep., Ns., M.Kep., menegaskan bahwa MYF 2026 dirancang sebagai kegiatan yang berkelanjutan dan berdampak.

“Pelaksanaan Malahayati Year Festival 2026 yang berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Januari 2026, diharapkan menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah aktualisasi potensi siswa. Tidak hanya kompetisi, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, dan semangat berprestasi,” ungkapnya.

Kesuksesan pelaksanaan Malahayati Year Festival (MYF) 2026 turut didukung oleh berbagai sponsor, di antaranya PT World Innovative Telecommunication (Oppo), Grab Bandar Lampung, PT Pegadaian Tanjung Karang, PT Persada Sarana Mobilindo (Chery), serta Andaru Event Organizer & Sound System. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan publikasi dari sejumlah media partner, yakni Humas Malahayati, Radar Lampung, Tribun Lampung, Lampung Post, dan Infokyai.

Malahayati Year Festival 2026 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan refleksi peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan inspiratif. Dengan mempertemukan dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi dalam satu panggung prestasi, MYF menjadi jembatan awal lahirnya generasi muda yang berdaya saing, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Universitas Malahayati, melalui MYF, menunjukkan bahwa kampus bukan hanya pusat akademik, tetapi juga ruang tumbuhnya mimpi dan potensi generasi penerus bangsa.(fkr)

Editor : Fadly KR

Mahasiswa UNMAL Ukir Prestasi di Kejuaraan Beladiri Bandar Lampung

Bandarlampung (malahayati.ac.id) – Mahasiswa Universitas Malahayati (UNMAL) kembali menunjukkan prestasi membanggakan di bidang olahraga beladiri. Sejumlah mahasiswa dari berbagai program studi berhasil meraih gelar juara dalam ajang Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Bandar Lampung 2025 yang diselenggarakan oleh Wali Kota Bandar Lampung pada 27–28 Desember 2025 dan 24–31 Desember 2025.

Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Dimas Baskoro (NPM 24410040), berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 Judo kelas -73 kg, Juara 2 Combat Sambo kelas -71 kg, serta Juara 1 Sport Sambo kelas -71 kg. Dimas menyampaikan bahwa kejuaraan ini menjadi batu loncatan penting dalam mengawali kariernya sebagai atlet beladiri.

“Pertandingan ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi saya untuk terus berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional,” ungkapnya. Ia juga menuturkan bahwa kecintaannya terhadap olahraga beladiri, khususnya Judo, dilandasi oleh filosofi olahraga tersebut yang mampu membentuk karakter, mental, dan kedisiplinan diri.

Prestasi membanggakan juga diraih oleh Ahmad Sempoerna Jaya (NPM 25410001), mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, yang berdasarkan sertifikat resmi PORKOT 2025 berhasil meraih medali emas cabang Judo kelas -66 kg, medali emas Sport Sambo kelas -64 kg, serta medali perak Combat Sambo kelas -64 kg. Sertifikat penghargaan tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung sebagai bentuk pengakuan resmi atas capaian prestasi atlet.

Menurut Ahmad, kejuaraan ini menjadi pacuan semangat untuk terus berkembang sebagai judoka yang disiplin dan berani.
“Hasil dari keringat dan disiplin yang keras tidak akan mengkhianati hasil. Teruslah berlatih,” pesannya.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Manajemen, Awalul Fawaidh (NPM 23220566), turut mengharumkan nama Universitas Malahayati dengan meraih Juara 1 kategori Combat kelas -64 kg dalam kejuaraan yang berlangsung pada 24–31 Desember 2025 di PKOR Way Halim. Ia mengungkapkan bahwa ajang tersebut merupakan pengalaman pertarungan pertamanya dengan aturan (rules) combat.

“Jangan pernah menyerah,” ujarnya singkat namun penuh makna.

Prestasi yang diraih para mahasiswa ini semakin menegaskan komitmen Universitas Malahayati dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Tidak hanya unggul di bidang akademik, Universitas Malahayati juga terus mendorong prestasi non-akademik sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa yang berdaya saing dan bermental juara.(fkr)

Editor: Fadly KR

Menuju Tata Kelola Keuangan Publik yang Lebih Baik, Prodi Akuntansi UNMAL Jalin PKS dengan Pemkab Pesisir Barat

Pesisirbarat (malahayati.ac.id): Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati (UNMAL) melaksanakan kunjungan resmi ke Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Kamis (15/1/2026), pukul 10.00 WIB. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penjajakan dan penguatan Program Kerja Sama (PKS) antara dunia akademik dan pemerintah daerah.

Rombongan Program Studi Akuntansi dipimpin oleh Ketua Program Studi, Muhammad Luthfi, S.E., didampingi Sekretaris Program Studi, Apip Alansori, S.E., M.Ak., CAPM. Kehadiran rombongan disambut secara resmi oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesisir Barat, Ariswandi, S.Sos., M.P., beserta jajaran di lingkungan pemerintah daerah setempat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana kerja sama strategis yang meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Beberapa poin yang menjadi fokus pembahasan antara lain peluang magang mahasiswa, program praktisi mengajar, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta kolaborasi kajian dan pendampingan di bidang akuntansi dan tata kelola keuangan sektor publik.

Ketua Program Studi Akuntansi, Muhammad Luthfi, S.E., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis di lingkungan pemerintahan, sekaligus mendorong kontribusi keilmuan akuntansi dalam mendukung tata kelola keuangan daerah yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesisir Barat, Ariswandi, S.Sos., M.P., menyampaikan apresiasi atas inisiatif kerja sama yang ditawarkan. Ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak, khususnya dalam peningkatan kualitas pengelolaan administrasi dan keuangan di lingkungan pemerintah daerah.

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan diskusi lanjutan serta komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil pertemuan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam waktu dekat.

Kerja sama antara Program Studi Akuntansi Universitas Malahayati dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mencerminkan peran strategis perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan nyata sektor publik. Sinergi semacam ini tidak hanya memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga berpotensi menjadi solusi konkret bagi peningkatan kualitas tata kelola keuangan daerah. Jika direalisasikan secara berkelanjutan, kolaborasi ini dapat menjadi model kemitraan yang saling menguntungkan antara kampus dan pemerintah daerah di Provinsi Lampung.(fkr)

Editor: Fadly KR

Mahasiswa Ilmu Hukum UNMAL Buktikan Prestasi Lewat Dua Kejuaraan Beladiri 2025

Bandarlampung (malahayati.ac.id): Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Malahayati (UNMAL) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang olahraga beladiri. Galan Prasojo (NPM 25610091) berhasil meraih dua gelar juara dalam ajang Muaythai Fight Arena dan Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Bandar Lampung 2025 yang berlangsung pada akhir Desember 2025.

Pada cabang olahraga Muaythai, Galan Prasojo sukses meraih Juara 1 kelas 48 Kg kategori Amatir dalam event Muaythai Fight Arena Vol. 2 yang diselenggarakan oleh Gajah Lampung Fight Camp pada 27–28 Desember 2025.

Sementara itu, pada ajang Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Bandar Lampung 2025, Galan Prasojo kembali menunjukkan performa terbaiknya dengan meraih medali emas cabang olahraga Kick Boxing kelas 51 Kg Full Contact kategori Senior. Kegiatan PORKOT ini diselenggarakan oleh Wali Kota Bandar Lampung bekerja sama dengan KONI Lampung, serta induk organisasi olahraga terkait, dan berlangsung pada 24–31 Desember 2025.

Prestasi yang diraih tersebut menjadi bukti konsistensi, disiplin, dan totalitas Galan Prasojo dalam menekuni dunia olahraga beladiri. Ia menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi pemacu semangat untuk terus berkembang dan menargetkan prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berproses dan mencapai tingkat yang lebih tinggi lagi dalam bidang olahraga,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada generasi muda agar senantiasa menjaga konsistensi dalam kondisi apa pun. Menurutnya, keberhasilan sangat ditentukan oleh sikap disiplin, konsisten, dan totalitas dalam menjalani proses latihan dan perjuangan.

Ketertarikan Galan Prasojo terhadap dunia olahraga menjadi alasan utama dirinya menekuni cabang beladiri Muaythai dan Kick Boxing. Melalui olahraga, ia tidak hanya menyalurkan bakat, tetapi juga membentuk karakter, mental, serta daya juang yang kuat.

Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa Universitas Malahayati mampu menyeimbangkan antara akademik dan non-akademik. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi serta membawa nama Universitas Malahayati ke tingkat yang lebih tinggi.(fkr)

Editor: Fadly KR

Empat Gelar Juara Sekaligus, Mahasiswa Ilmu Hukum UNMAL Tampil Gemilang di Porkot Hapkido

Bandarlampung (malahayati.ac.id): Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Malahayati (UNMAL) kembali mengharumkan nama kampus melalui prestasi gemilang di bidang olahraga beladiri. Ahmad Yoga (NPM 24610022) berhasil meraih sejumlah gelar juara dalam ajang Kejuaraan Pekan Olahraga Kota (Porkot) cabang beladiri Hapkido yang diselenggarakan pada 25–26 Desember 2025.

Kejuaraan ini digelar atas kerja sama Wali Kota Bandar Lampung, KONI Lampung, dan Hapkido Bandar Lampung, bertempat di Asrama Haji Provinsi Lampung. Ajang tersebut diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah dan menjadi wadah pembinaan serta evaluasi kemampuan atlet Hapkido.

Dalam kejuaraan tersebut, Ahmad Yoga berhasil meraih prestasi membanggakan, antara lain:

  • Juara 1 Daeryun Senior Men Under 72 kg
  • Juara 1 Hyung Individu Senior Men
  • Juara 1 Honsinsul Authorized Senior Men
  • Penghargaan The Best Spirit Performance Male

Prestasi ini menunjukkan konsistensi, dedikasi, dan kemampuan teknik yang mumpuni, sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa Universitas Malahayati mampu berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga non-akademik.

Ahmad Yoga menyampaikan bahwa kejuaraan Hapkido ini memberikan pengalaman yang sangat bermakna. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menguji kemampuan teknik dan fisik, tetapi juga melatih mental, kepercayaan diri, serta kemampuan mengendalikan emosi. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan pertandingan yang berjalan dengan lancar, profesional, dan penuh semangat kebersamaan.

Ia pun berpesan kepada para atlet muda untuk terus berlatih dengan tekun dan konsisten, karena prestasi tidak datang secara instan. Menang maupun kalah merupakan bagian dari proses pembelajaran yang harus disikapi dengan sikap sportif, rendah hati, serta tetap menghormati lawan dan wasit. Ia berharap kejuaraan ini dapat menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Kejuaraan Hapkido ini diselenggarakan sebagai sarana pembinaan dan pengembangan atlet, dengan tujuan meningkatkan prestasi, menjunjung tinggi nilai sportivitas, serta mengembangkan potensi beladiri Hapkido di Provinsi Lampung.

Prestasi yang diraih Ahmad Yoga mencerminkan peran penting perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Universitas Malahayati, tetapi juga menjadi bukti bahwa keseimbangan antara akademik dan non-akademik mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan berdaya saing. Diharapkan, capaian ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan membawa nama kampus ke tingkat yang lebih tinggi.(fkr)

Editor: Fadly KR

Literasi Keuangan hingga E-Commerce, Prodi Akuntansi UNMAL Edukasi Siswa SMA N 1 Tulang Bawang Tengah

Bandarlampung (malahayati.ac.id): Sebagai penutup semester ganjil Tahun Akademik 2025–2026, Program Studi Akuntansi Universitas Malahayati (UNMAL) melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pengabdian kepada masyarakat sekaligus mengenalkan Program Studi Akuntansi kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Tulang Bawang Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan lima kelompok, di mana setiap kelompok terdiri dari lima mahasiswa. Seluruh rangkaian kegiatan didampingi oleh dua dosen Program Studi Akuntansi Universitas Malahayati, yaitu Apip Alansori, S.E., M.Ak., CAPM dan Hardini Ariningrum, S.E., M.Ak., CFRS.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi edukatif yang dikemas dalam lima tema utama, meliputi:

  1. Literasi keuangan
  2. E-commerce
  3. Sistem informasi akuntansi
  4. Bullying
  5. Sistem akuntansi manajemen

Materi-materi tersebut disampaikan melalui pendekatan aplikatif dan praktik sederhana yang disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik siswa di era digital, khususnya Generasi Z.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi siswa-siswi serta memberikan pemahaman dasar mengenai ilmu akuntansi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan Program Studi Akuntansi Universitas Malahayati kepada siswa SMA sebagai bagian dari pengenalan dunia pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SMA Negeri 1 Tulang Bawang Tengah memperoleh wawasan baru, khususnya dalam bidang keuangan dan akuntansi, serta mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi secara bijak di era digital.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Akuntansi Universitas Malahayati ini merupakan langkah positif dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus menjadi sarana efektif untuk meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman akuntansi siswa SMA di era digital. Melalui penyampaian materi yang aplikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kepedulian sosial, sehingga diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jangkauan yang lebih luas.(fkr)

Editor: Fadly KR

Matematika di Balik Jaringan Modern, Dibahas di Universitas Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menyelenggarakan forum ilmiah bertaraf internasional melalui kegiatan International Professor Summit yang digelar pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengangkat tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ini menjadi wadah strategis bagi para akademisi dan pakar matematika nasional maupun internasional untuk mendiskusikan peran penting matematika dalam menjawab tantangan numerasi serta penerapannya dalam berbagai persoalan nyata, termasuk pengembangan infrastruktur dan sistem jaringan.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Wamiliana dari Universitas Lampung (UNILA), pakar di bidang Optimization, dengan topik “The Constrained Spanning Tree Problem: Balancing Cost and Constraints.” Dalam paparannya, Prof. Wamiliana membahas pengembangan konsep Minimum Spanning Tree (MST) dalam teori graf dengan memasukkan berbagai kendala nyata yang sering ditemui dalam perencanaan jaringan.

Ia menjelaskan bahwa dalam praktik, desain jaringan tidak hanya mempertimbangkan biaya minimum, tetapi juga harus memperhitungkan berbagai batasan seperti derajat simpul, diameter jaringan, keterbatasan anggaran, hingga periode waktu pembangunan. Beberapa varian penting yang dibahas antara lain Constrained MST, Degree-Constrained MST, Multi-Period Degree-Constrained MST, serta Minimum Routing Cost Spanning Tree, yang banyak diaplikasikan dalam bidang telekomunikasi, transportasi, dan pembangunan infrastruktur.

Lebih lanjut, Prof. Wamiliana menyoroti tantangan komputasi dari permasalahan tersebut yang bersifat NP-hard, sehingga tidak selalu dapat diselesaikan secara eksak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan solusi alternatif melalui algoritma aproksimasi, metode heuristik, serta pemrograman integer untuk memperoleh solusi yang efisien dan mendekati optimal.

Dalam pernyataannya, Prof. Wamiliana menegaskan bahwa permasalahan jaringan di dunia nyata tidak cukup diselesaikan dengan optimasi biaya semata. “Pendekatan matematika dan algoritma optimasi modern memungkinkan kita memodelkan berbagai kendala secara sistematis, sehingga solusi yang dihasilkan lebih realistis, efisien, dan aplikatif untuk pembangunan infrastruktur berskala besar,” ujarnya.

Pemaparan ini mendapat perhatian peserta karena menunjukkan kontribusi nyata matematika terapan dalam perencanaan dan pengembangan sistem jaringan modern. Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati terus menegaskan komitmennya dalam mendorong diskusi akademik berkualitas serta memperkuat peran matematika sebagai fondasi penting dalam pembangunan berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.

(fkr)
Editor: Fadly KR

Mengapa Aljabar Linear Jadi Kunci Pemecahan Masalah Dunia Nyata? Ini Jawabannya di Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali memperkuat perannya sebagai pusat diskusi akademik internasional melalui penyelenggaraan International Professor Summit yang digelar pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ilmiah ini menghadirkan para profesor dan akademisi nasional maupun internasional untuk membahas peran strategis pendidikan matematika dalam menjawab tantangan krisis numerasi, khususnya melalui penguatan pemahaman konseptual dan penerapan matematika dalam permasalahan dunia nyata.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Jumat Bin Sulaiman dari Universiti Malaysia Sabah (UMS), pakar di bidang Numerical Analysis, dengan topik “From Linear Algebra to Optimization: Reconnecting Linear Solvers with Real-World Problems.” Dalam paparannya, Prof. Jumat mengulas keterkaitan erat antara aljabar linear, sistem persamaan linear, dan penerapannya dalam berbagai permasalahan optimasi serta komputasi di dunia nyata.

Ia menjelaskan sejumlah metode numerik yang banyak digunakan dalam penyelesaian masalah nilai batas, pemrosesan citra, hingga optimasi skala besar, seperti finite difference, full-sweep, half-sweep, dan quarter-sweep. Selain itu, Prof. Jumat juga memaparkan hasil berbagai penelitian terapan yang menunjukkan bahwa metode iteratif dan pemodelan matematis mampu meningkatkan efisiensi komputasi sekaligus kualitas solusi pada bidang teknik, ekonomi, dan sains terapan.

Dalam pernyataannya, Prof. Jumat menegaskan bahwa penguasaan konsep dasar aljabar linear merupakan fondasi penting dalam menyelesaikan persoalan optimasi modern. Integrasi antara metode matematis klasik dan pendekatan komputasi yang efisien dinilai mampu menghasilkan solusi yang lebih cepat, akurat, dan berdampak langsung pada pengembangan teknologi serta pengambilan keputusan berbasis data.

Pemaparan tersebut mendapat respons positif dari peserta karena relevansinya dengan kebutuhan dunia industri dan pengembangan riset terapan. Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati terus mendorong penguatan literasi numerasi dan pengembangan ilmu matematika yang aplikatif sebagai kontribusi nyata dalam menjawab tantangan global di bidang pendidikan dan teknologi.(fkr)


Editor: Fadly KR

Benarkah AI Berasal dari Matematika? Ini Penjelasannya di International Professor Summit

Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — Universitas Malahayati kembali menggelar forum ilmiah internasional melalui kegiatan International Professor Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ini menjadi ruang akademik strategis untuk membahas peran pendidikan matematika dalam menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam menghadapi era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan tersebut menghadirkan para profesor dan akademisi dari dalam dan luar negeri untuk berbagi gagasan serta hasil kajian ilmiah.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Norihan Md Arifin dari Universiti Putra Malaysia (UPM), pakar di bidang Numerical Method, dengan topik “From Equations to Intelligence: Mathematical Modeling and AI Competitions.” Dalam paparannya, Prof. Noribah menjelaskan bahwa pemodelan matematika memiliki peran penting sebagai jembatan antara persamaan matematis dan pengembangan kecerdasan buatan.

Ia menguraikan bagaimana model matematika digunakan untuk memahami, memprediksi, dan mengoptimalkan berbagai fenomena kehidupan nyata. Selain itu, Prof. Norihan juga menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu, ketika persamaan matematis tidak dapat dirumuskan secara eksplisit, pendekatan berbasis data dapat digunakan untuk membangun model yang representatif.

Lebih lanjut, Prof. Norihan memperkenalkan model cerdas seperti Artificial Neural Network (ANN) yang mampu mempelajari pola-pola kompleks dari data. Menurutnya, penguatan literasi matematika menjadi fondasi penting dalam pengembangan AI, termasuk dalam berbagai kompetisi sains dan teknologi yang mendorong inovasi dan kreativitas generasi muda.

Dalam pernyataannya, Prof. Norihan menegaskan bahwa kecerdasan buatan pada hakikatnya merupakan matematika yang mampu belajar dari data. “Dengan membekali pelajar pemahaman pemodelan matematika sejak dini, mereka tidak hanya mampu memahami kehidupan secara kuantitatif, tetapi juga siap menghadapi tantangan teknologi masa depan melalui pemikiran yang logis, analitis, dan inovatif,” ujarnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena relevansinya dengan pengembangan pendidikan matematika dan teknologi masa depan. Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan literasi numerasi dan integrasi matematika dengan kecerdasan buatan sebagai bagian dari transformasi pendidikan berdaya saing global.(fkr)


Editor: Fadly KR