RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Terima Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan UNMAL untuk Praktik Klinik Keperawatan Dewasa III

BandarLampung (malahayati.ac.id): Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati (UNMAL) secara resmi melaksanakan kegiatan penyerahan mahasiswa/i kepada Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung sebagai wahana pelaksanaan Praktik Klinik Keperawatan Dewasa III. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 61 mahasiswa/i S1 Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati.

Praktik Klinik Keperawatan Dewasa III meliputi pembelajaran dan penerapan asuhan keperawatan pada sistem muskuloskeletal, integumen, persepsi sensori, serta persyarafan. Kegiatan praktik klinik ini akan berlangsung selama satu bulan, terhitung mulai tanggal 5 Januari hingga 31 Januari 2026.

Penyerahan mahasiswa/i dilaksanakan secara resmi sebagai bentuk sinergi dan komitmen kerja sama antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan sarjana keperawatan, khususnya dalam penguatan kompetensi klinik mahasiswa.

Penyerahan mahasiswa/i dilakukan oleh Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati, Aryanti Wardiyah, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Mat Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Praktik Klinik Keperawatan Dewasa III memiliki peran penting dalam mengembangkan kompetensi klinik tingkat lanjut serta mendukung pencapaian kompetensi lulusan keperawatan.

“Melalui praktik klinik ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, profesionalisme, serta kesiapan praktik, khususnya dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dewasa dengan kondisi kesehatan yang kompleks. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, mengimplementasikan landasan teori yang telah diperoleh di bangku perkuliahan, serta senantiasa menjaga nama baik institusi,” ujar Aryanti.

Sementara itu, dari pihak RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung, penerimaan mahasiswa/i S1 Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati dilakukan oleh Ns. Siti Rusminarni, S.Kep., M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo sebagai wahana praktik klinik.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa/i Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati untuk melaksanakan praktik klinik di RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo. Kami berharap mahasiswa dapat bekerja sama dengan tim kesehatan secara profesional, kompeten, serta selalu mengutamakan keselamatan dan keputusan pasien,” ungkap Ns. Siti.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama dan kolaborasi yang berkelanjutan antara Universitas Malahayati dan RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo. Praktik klinik ini tidak hanya menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman klinik, tetapi juga sebagai media pembelajaran bermakna dalam mengaplikasikan teori ke dalam praktik nyata dengan menjunjung tinggi etika profesi dan keselamatan pasien.

Kegiatan Praktik Klinik Keperawatan Dewasa III ini menjadi langkah strategis dalam menjembatani teori akademik dengan praktik nyata di lahan pelayanan kesehatan. Melalui kerja sama antara Universitas Malahayati dan RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman klinik, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan sikap profesional, kemampuan berpikir kritis, serta kepekaan terhadap keselamatan dan kebutuhan pasien. Kolaborasi berkelanjutan seperti ini penting untuk mencetak lulusan keperawatan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di bidang kesehatan.(fkr)

Editor: Fadly KR

UNMAL Gelar Sosialisasi Implementasi Aplikasi Pajak Coretax Bersama DJP

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati (UNMAL) menggelar kegiatan Sosialisasi Implementasi Aplikasi Pajak Coretax sebagai upaya meningkatkan pemahaman dosen dan karyawan terkait sistem perpajakan digital terbaru. Kegiatan ini berlangsung dengan melibatkan langsung tim Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dari wilayah Bengkulu dan Lampung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, siang hari, bertempat di Ruang 1.13 Universitas Malahayati, dan diikuti oleh dosen serta karyawan Universitas Malahayati.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, Wakil Rektor III Universitas Malahayati, Dr. Eng. Rina Febrina, S.T., M.T, serta Wakil Rektor IV Universitas Malahayati, Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes. Turut hadir pula para dekan, dosen, dan karyawan Universitas Malahayati.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Seksi Bimbingan Penyuluhan dan Pengelolaan Dokumen Direktorat Jenderal Pajak, Julianty Ardiana, beserta jajaran tim DJP Bengkulu dan Lampung.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV Universitas Malahayati, Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap implementasi aplikasi Pajak Coretax sebagai bagian dari transformasi digital di bidang perpajakan.

“Kami menyambut baik pelaksanaan Sosialisasi Implementasi Aplikasi Pajak Coretax ini. Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dosen dan karyawan Universitas Malahayati terhadap sistem perpajakan yang kini semakin terintegrasi secara digital. Kami berharap melalui sosialisasi ini, seluruh civitas akademika dapat lebih tertib administrasi serta patuh terhadap kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Melalui sesi penyampaian materi, tim DJP memberikan penjelasan mengenai fungsi, manfaat, serta tata cara penggunaan aplikasi Pajak Coretax. Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu peserta memahami proses pelaporan dan pengelolaan pajak secara lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara Universitas Malahayati dan Direktorat Jenderal Pajak dalam mendukung edukasi perpajakan serta peningkatan literasi pajak bagi civitas akademika.

sosialisasi ini, Universitas Malahayati menunjukkan komitmennya dalam menerapkan tata kelola administrasi yang tertib, transparan, dan sesuai regulasi. Sinergi antara perguruan tinggi dan Direktorat Jenderal Pajak diharapkan mampu meningkatkan literasi pajak serta mendorong implementasi sistem perpajakan digital secara berkelanjutan di lingkungan akademik.(fkr)

Editor : Fadly KR

Perpustakaan UNMAL Terima Kunjungan Adaptasi Best Practice dari Perpustakaan MPR RI

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Perpustakaan Universitas Malahayati menerima kunjungan Adaptasi Best Practice dari Perpustakaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) pada Senin, 29 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan serta pengelolaan perpustakaan melalui pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antarperpustakaan.

Kunjungan tersebut didasarkan pada surat resmi Sekretariat Jenderal MPR RI Nomor B-212/PS.05/B-III/SetjenMPR/12/2025 tertanggal 12 Desember 2025. Rombongan Perpustakaan MPR RI disambut secara resmi oleh jajaran pimpinan dan pengelola Perpustakaan Universitas Malahayati.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala UPT Perpustakaan Universitas Malahayati, Nowo Hadiyanto, S.Sos, jajaran Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi MPR RI, di antaranya Anies Mayangsari Muninggar, S.IP., M.E, Rosando, S.I.K., M.Si., M.H, dan Yenita Revi, S.E, beserta jajaran. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Kepala Humas Universitas Malahayati, Emil Tanhar, S.Kom, beserta jajaran pengelola Perpustakaan Universitas Malahayati.

Acara diawali dengan sesi sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala UPT Perpustakaan Universitas Malahayati, Nowo Hadiyanto, S.Sos, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Perpustakaan MPR RI untuk menjadikan Perpustakaan Universitas Malahayati sebagai rujukan dalam kegiatan adaptasi praktik terbaik. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam pengembangan layanan dan inovasi perpustakaan.

Sambutan kedua disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi MPR RI, Anies Mayangsari Muninggar, S.IP., M.E. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar kunjungan ini dapat memperkuat sinergi dan membuka peluang kerja sama berkelanjutan antara Perpustakaan MPR RI dan Perpustakaan Universitas Malahayati, khususnya dalam pengelolaan layanan, digitalisasi, dan literasi informasi.

Sementara itu, Kepala Humas Universitas Malahayati, Emil Tanhar, S.Kom, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan kunjungan dan adaptasi best practice ini dapat menjadi awal terjalinnya kolaborasi yang lebih luas ke depannya, khususnya antara lembaga negara dan perguruan tinggi. Ia menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan dalam mendukung pengembangan layanan perpustakaan, peningkatan literasi informasi, serta penguatan peran perguruan tinggi sebagai pusat edukasi dan rujukan akademik.

Sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan, acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada Nowo Hadiyanto, S.Sos dan Anies Mayangsari Muninggar, S.IP., M.E., yang kemudian diabadikan melalui sesi foto bersama.

Agenda berikutnya adalah pemaparan profil Perpustakaan Universitas Malahayati, yang mencakup profil perpustakaan, layanan perpustakaan, inovasi layanan, digitalisasi perpustakaan, koleksi perpustakaan, serta program literasi perpustakaan. Pemaparan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai sistem pengelolaan dan pengembangan layanan yang telah diterapkan.

Kegiatan ditutup dengan tour perpustakaan, di mana rombongan Perpustakaan MPR RI meninjau langsung fasilitas, ruang layanan, serta sistem pendukung yang dimiliki Perpustakaan Universitas Malahayati.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat serta tercipta peningkatan mutu layanan perpustakaan yang berkelanjutan, baik di lingkungan Universitas Malahayati maupun di Perpustakaan MPR RI.

Kunjungan adaptasi best practice ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat layanan informasi dan literasi akademik.(fkr)

Editor: Fadly KR

UNMAL Gelar Bakti Sosial Khitan Massal 2025 dalam Rangka Dies Natalis ke-32

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati (UNMAL) menggelar kegiatan Bakti Sosial Khitan Massal 2025 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 28 Desember 2025, bertempat di Masjid Thoriqul Khoir, Bandar Lampung, dan dimulai sejak pukul 06.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan khitan massal ini merupakan wujud kepedulian sosial Universitas Malahayati terhadap masyarakat sekitar, khususnya dalam memberikan layanan kesehatan gratis bagi anak-anak, sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan lingkungan sekitar.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Malahayati, di antaranya Wakil Rektor III Dr. Eng Rina Febrina, ST., MT, Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes, Ketua PMB Universitas Malahayati Romy J. Utama, S.E., M.Sos, Kepala Humas Universitas Malahayati Emil Tanhar, S.Kom, Kepala Biro Administrasi Umum (BAU) Ahmad Sidiq, ST., MT, serta Ketua Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati Dr. M. Arifki Zainaro, Ns., M.Kep.

Turut hadir pula unsur eksternal, antara lain Fajar Muntoni selaku Lurah Gedong Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Syaugi Rahim Kasim selaku Ketua BKM Masjid Thoriqul Khoir, serta AIPTU Kelopatra selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Gedong Air, yang turut mendukung kelancaran dan keamanan kegiatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan panitia, registrasi peserta, serta pengelolaan parkir dan penerimaan tamu. Acara ceremonial pembukaan berlangsung pada pukul 08.00 WIB yang diawali oleh pembukaan oleh MC.

Dalam sambutannya, Romy J. Utama, S.E., M.Sos juga menyampaikan bahwa Rektor Universitas Malahayati Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., yang juga merupakan Anggota DPR RI Komisi X, berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut. Meski demikian, Rektor Universitas Malahayati menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan Bakti Sosial Khitan Massal ini dan menyetujui serta mendorong agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk pengabdian Universitas Malahayati kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua BKM Masjid Thoriqul Khoir, Syaugi Rahim Kasim, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Universitas Malahayati atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial di lingkungan masjid, yang dinilai sangat membantu masyarakat dan mempererat ukhuwah serta kepedulian sosial.

Selanjutnya, Lurah Gedong Air, Fajar Muntoni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Malahayati atas kepedulian sosial yang diwujudkan melalui kegiatan khitan massal. Ia berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Pelaksanaan khitan massal dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan pemeriksaan awal dan tindakan medis bagi 25 peserta pertama, dilanjutkan dengan sesi pemulihan pascatindakan berupa pemberian obat-obatan, celana khitan, serta uang santunan. Sesi kedua dilaksanakan mulai pukul 10.15 WIB untuk peserta gelombang berikutnya, setelah melalui proses screening lanjutan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, didukung oleh tim medis, panitia, serta pengamanan dari pihak terkait. Acara ditutup dengan pembagian konsumsi makan siang bagi panitia dan tim medis.

Melalui kegiatan Bakti Sosial Khitan Massal ini, Universitas Malahayati berharap dapat terus berkontribusi nyata bagi masyarakat serta memperkuat peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai agen kepedulian sosial yang berkelanjutan.

Kegiatan Bakti Sosial Khitan Massal ini menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada ranah akademik, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat. Universitas Malahayati melalui kegiatan ini dinilai berhasil membangun sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah setempat, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial. Jika dilaksanakan secara berkelanjutan, kegiatan serupa berpotensi menjadi program unggulan pengabdian masyarakat yang memberi dampak langsung dan berjangka panjang.(fkr)

Editor: Fadly KR

Management Expo Day 5: Apresiasi Karya, Kreativitas, dan Capaian Pembelajaran Mahasiswa Berbasis OBE

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id) — Rangkaian kegiatan Manajemen Expo 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Program Studi Manajemen Universitas Malahayati resmi mencapai puncaknya pada Day 5, Jumat (19/12/2025). Hari penutupan ini menjadi momen yang dinantikan oleh civitas akademika, khususnya mahasiswa, karena dirangkaikan dengan pengumuman pemenang berbagai karya mata kuliah berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Management Expo 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran karya mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi capaian pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik secara nyata. Beragam karya yang ditampilkan mencerminkan hasil proses pembelajaran yang terstruktur, kolaboratif, serta berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan sesuai dengan prinsip Outcome-Based Education (OBE).

Berbagai bentuk karya yang dipamerkan meliputi film pendek, poster, trailer, iklan, banner, buku, hingga proyek kewirausahaan dan ekonomi kreatif. Seluruh karya tersebut merupakan hasil dari penerapan pembelajaran berbasis proyek yang menuntut mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, serta mampu memecahkan permasalahan sesuai konteks dunia nyata.

Pada pelaksanaan Day 5, suasana apresiatif dan penuh antusiasme terasa saat satu per satu pemenang diumumkan. Pemberian apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras, kreativitas, serta kemampuan mahasiswa dalam menerjemahkan konsep akademik ke dalam karya aplikatif yang memiliki nilai guna.

Adapun implementasi Outcome-Based Education (OBE) dalam Manajemen Expo 2025 melibatkan sejumlah mata kuliah, antara lain:

  • Leadership, melalui karya poster dan film pendek bertemakan kepemimpinan

  • Perilaku Organisasi, melalui buku dan film pendek bertemakan perilaku organisasi

  • Perencanaan Bisnis, melalui penyusunan buku hasil kegiatan lapangan bersama mitra perencanaan bisnis masa depan

  • Studi Kelayakan Bisnis, melalui banner dan presentasi hasil analisis kelayakan usaha mitra

  • Sistem Informasi Manajemen, melalui banner dan presentasi hasil observasi sistem informasi pada usaha mitra

  • Etika Bisnis, melalui video review penerapan etika dalam periklanan

  • Ekonomi Kreatif, melalui praktik jual-beli berbasis bazar dengan pendirian tenant setiap kelompok

  • Kewirausahaan, melalui praktik jual-beli dan pengelolaan tenant usaha oleh mahasiswa

Melalui pelaksanaan Management Expo 2025 Day 5 ini, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam menerapkan pembelajaran berbasis OBE secara konsisten. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa, meningkatkan daya saing lulusan, serta membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan.

Kegiatan Management Expo 2025 Day 5 menjadi bukti nyata keberhasilan implementasi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang mendorong mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Malahayati untuk menghasilkan karya inovatif, aplikatif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.(fkr)
Editor: Fadly KR

Sinergi Kerja Sama Lapas Narkotika Kelas IIA dan FIK UNMAL Perkuat Rehabilitasi WBP

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati (UNMAL) secara resmi menjalin kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai upaya penguatan layanan kesehatan dan rehabilitasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Universitas Malahayati pada 22 Desember 2025.

Kegiatan penandatanganan PKS ini dihadiri oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, A.Md.I.P., S.H., M.H., beserta jajaran, yaitu Afan Sulistiono (Kasi Binadik), Ari Julio (Kasubsi Bimkemaswat), Heri Wijaya Sairat (Kasubsi Registrasi), Rama (Staf Bimkemaswat), Ari Tuzmarhafi (Staf Bimkemaswat), serta tiga mahasiswa magang. Dari pihak Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati hadir Dekan FIK Dr. Lolita Sary, SKM., M.Kes., Setiawati, Sp.Kep., Ns., An., M.Kep (Kepala Badan Penjamin Mutu Internal), Asri Mutiara Putri, S.Psi., M.Psi, Psikolog (Ketua Program Studi S1 Psikologi), serta Octa Reni Setiawati, M.Psi., Psikolog (Kepala Unit Kerja Sama).

Kerja sama ini mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dengan melibatkan sepuluh program studi di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati. Melalui kolaborasi ini, dosen dan mahasiswa diharapkan dapat mengintegrasikan keilmuan akademik dengan kebutuhan layanan kesehatan di lingkungan Lapas Narkotika.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, A.Md.I.P., S.H., M.H., menyampaikan bahwa:

“Kerjasama ini bukan hanya sekedar formalitas, melainkan kebutuhan strategis untuk menutupi celah yang tidak bisa ditangani sendiri oleh pihak Lapas. Seperti pemenuhan tenaga ahli yang terbatas, dimana dengan adanya pendampingan dari dosen dan mahasiswa untuk membantu pelayanan kesehatan secara umum dan kesehatan jiwa secara khusus; Validitas riset dan pemetaan masalah, dimana Perguruan Tinggi dapat melakukan riset mengenai pola penyakit, tingkat kesehatan mental, atau efektivitas pengobatan di dalam Lapas; Pengabdian Masyarakat, dimana warga binaan membutuhkan edukasi kesehatan yang berkelanjutan sebagai Upaya pencegahan penyakit menular dan tidak menular.”

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati, Dr. Lolita Sary, SKM., M.Kes., menyatakan:

“FIK sangat mengapresiasi keterbukaan pihak Lapas Narkotika Kelas IIA untuk bekerjasama dalam bidang kesehatan. Sesuai dengan Visi FIK yaitu Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Berorientasi Komunitas. FIK memiliki sepuluh program studi dengan varian keilmuan Psikologi, Keperawatan, Kebidanan, Farmasi dan Kesehatan Masyarakat. Dimana varian keilmuan tersebut relevan untuk belajar dan berkontribusi hingga mendapatkan perspektif baru dalam proses pembelajaran di Lapas Narkotika. Bagi kami, ini adalah bentuk pemanfaatan sumberdaya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk masyarakat.”

Perjanjian kerja sama ini akan berlangsung selama satu tahun dan dilaksanakan dengan mekanisme monitoring serta evaluasi secara berkala oleh kedua belah pihak. Melalui kerja sama ini, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Kerja sama antara Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati dan Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi karena menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam menjawab persoalan sosial dan kesehatan masyarakat secara nyata. Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya proses pembelajaran akademik, tetapi juga menghadirkan dampak langsung bagi warga binaan sebagai kelompok yang rentan dan membutuhkan perhatian berkelanjutan. Sinergi antara dunia akademik dan lembaga pemasyarakatan diharapkan mampu menjadi model kerja sama berkelanjutan yang berorientasi pada pemulihan, kemanusiaan, dan peningkatan kualitas hidup secara holistik.(fkr)

Editor: FadlyKR

Bersama Komisi X DPR RI, UNMAL Perkuat Upaya Pencegahan Kekerasan di Kampus

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Maraknya kasus kekerasan seksual berbasis online di Indonesia menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk pemerintah dan perguruan tinggi. Menyikapi hal tersebut, Universitas Malahayati (UNMAL) menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), bertempat di Gedung Rektorat Universitas Malahayati, Jumat (19/12/2025).

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi X DPR RI Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Malahayati, Wakil Rektor I Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., serta Wakil Rektor II Nirwanto, S.Pd., M.Kes. Turut hadir Plt. Kepala Bagian Kemahasiswaan Rudi Winarno, Ns., M.Kes., Kepala Bagian Humas Emil Tanhar, S.Kom, perwakilan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Lampung Hadori Rosadi, serta para pimpinan fakultas, di antaranya Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Dr. Lolita Sary, S.KM., M.Kes., Dekan Fakultas Teknik Dr. Weka Indra Dharmawan, S.T., M.T., Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Rahyono, S.Sos., M.M., M.C., serta Dekan Fakultas Kedokteran Dr. Tessa Sjahriani, dr., M.Kes.

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Ricko Gunawan, S.Kep., M.Kes., selaku Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan, dipercaya sebagai ketua pelaksana kegiatan, sementara Rika Yulendasari, S.Kep., Ns., M.Kep. bertindak sebagai moderator. Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Tahura Malagono, S.H., M.H., serta Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes. Kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh dekan, ketua program studi, dosen, mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika Universitas Malahayati yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Melalui kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Kampus Aman, Inklusif, dan Bebas Kekerasan” sebagai bentuk komitmen Universitas Malahayati dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika. Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati menegaskan perannya dalam melindungi hak-hak mahasiswa serta mencegah berbagai bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan pimpinan universitas, dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi dalam dua sesi yang membahas pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan plakat kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan pemaparan materi yang telah disampaikan.

Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H. menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh sivitas akademika. Menurutnya, segala bentuk kekerasan, baik secara langsung maupun melalui media digital, tidak boleh dibiarkan berkembang di lingkungan pendidikan tinggi.

“Kampus merupakan tempat pembentukan karakter dan pengembangan potensi mahasiswa. Oleh karena itu, praktik perundungan dan kekerasan dalam bentuk apa pun harus dicegah sejak dini agar tercipta lingkungan akademik yang sehat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Ricko Gunawan, S.Kep., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman seluruh sivitas akademika mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan, khususnya kekerasan seksual berbasis online, di lingkungan perguruan tinggi.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Universitas Malahayati dalam membangun budaya kampus yang aman, inklusif, dan berkeadilan. Menurutnya, keterlibatan aktif mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan sangat penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang bebas dari segala bentuk kekerasan.

Pada sesi pemaparan materi, Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., mengajak mahasiswa untuk tidak ragu melaporkan apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak kekerasan di lingkungan kampus.

“Universitas Malahayati berkomitmen memberikan ruang yang aman bagi mahasiswa. Setiap laporan yang masuk melalui Satgas PPKPT akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, dan sanksi tegas akan diberikan apabila pelaku terbukti bersalah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Universitas Malahayati secara konsisten mengimplementasikan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi sebagai upaya menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan korban.

Sementara itu, Tahura Malagono, S.H., M.H., dosen Universitas Mitra Indonesia (Umitra), menyampaikan bahwa kekerasan seksual berbasis online saat ini menempati angka tertinggi dibandingkan bentuk kekerasan lainnya. Berdasarkan data sejak tahun 2019, tercatat sebanyak 7.842 kasus kekerasan seksual difasilitasi oleh penggunaan teknologi digital seperti internet, telepon pintar, dan media sosial.

Ia menjelaskan bahwa kekerasan seksual berbasis online dapat berupa penyebaran konten seksual tanpa persetujuan, pelecehan dan ancaman seksual di dunia maya, pornografi balas dendam, hingga penguntitan siber. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan mental, kehidupan sosial, hingga kondisi fisik korban.

Selain itu, Tahura juga memaparkan berbagai bentuk kekerasan lain yang masih ditemukan di lingkungan perguruan tinggi, seperti kekerasan fisik, verbal, psikologis, perundungan, diskriminasi, serta kebijakan institusi yang berpotensi merugikan sivitas akademika. Dari sisi hukum, ia menegaskan bahwa pelaku kekerasan seksual dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai ruang aman bagi seluruh sivitas akademika. Di tengah meningkatnya kasus kekerasan seksual berbasis online, kehadiran kampus melalui edukasi, regulasi, dan sistem pelaporan yang jelas merupakan bentuk tanggung jawab moral dan institusional. Universitas Malahayati menunjukkan komitmennya tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai institusi yang berpihak pada perlindungan hak, martabat, dan kesejahteraan mahasiswa. Sinergi antara pimpinan universitas, pemerintah, dan sivitas akademika diharapkan mampu menciptakan budaya kampus yang inklusif, berkeadilan, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.(fkr)

Editor: Fadly KR

LPMI UNMAL Sampaikan Imbauan Pelaksanaan Monev Tri Dharma Perguruan Tinggi Periode II Tahun 2025

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id) — Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) Universitas Malahayati (UNMAL) mengingatkan seluruh fakultas di lingkungan universitas untuk segera melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tri Dharma Perguruan Tinggi Periode II Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga serta meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di Universitas Malahayati.

Imbauan tersebut disampaikan melalui surat resmi Nomor: 032.72.401.12.25 perihal Surat Permohonan Pelaksanaan Monev Tri Dharma Perguruan Tinggi Periode II Tahun 2025, yang ditandatangani oleh Kepala LPMI Universitas Malahayati, Dr. M. Arifki Zainaro, Ns., M.Kep., pada 15 Desember 2025. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh Dekan Fakultas serta Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) Fakultas di lingkungan Universitas Malahayati.

Pelaksanaan Monev Tri Dharma Perguruan Tinggi Periode II Tahun 2025 dijadwalkan berlangsung pada rentang pertemuan ke-13 hingga pertemuan ke-15 perkuliahan. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang mengacu pada prinsip PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) guna memastikan seluruh kegiatan akademik dan non-akademik berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan Monev ini, LPMI menargetkan tersusunnya laporan hasil monitoring dan evaluasi yang memuat temuan, rekomendasi, serta rencana tindak lanjut sebagai dasar perbaikan dan peningkatan berkelanjutan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam surat tersebut, BPMI Fakultas ditegaskan memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan pelaksanaan Monev di tingkat fakultas, mulai dari proses pengumpulan data, pendampingan unit terkait, hingga penyusunan dan penyampaian laporan hasil Monev kepada LPMI Universitas Malahayati. Mekanisme dan bentuk laporan disesuaikan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh LPMI.

“Monitoring dan evaluasi bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan upaya sistematis untuk memastikan seluruh proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat terlaksana sesuai dengan standar mutu terbaik,” ujar Dr. M. Arifki Zainaro.

LPMI Universitas Malahayati mengapresiasi komitmen serta kerja sama seluruh fakultas dan BPMI Fakultas dalam menjaga dan memperkuat budaya mutu yang konsisten, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas institusi.

Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan instrumen penting dalam menjaga kualitas dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Melalui proses Monev yang terstruktur dan berkelanjutan, Universitas Malahayati menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya mutu yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar, tetapi juga pada peningkatan kualitas secara berkesinambungan. Sinergi antara LPMI, fakultas, dan BPMI diharapkan mampu menghasilkan evaluasi yang objektif serta mendorong perbaikan nyata dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.(fkr)

Editor : Fadly KR

Management Expo Day 4: Sinergi Perbankan Dorong Peluang Wirausaha Mahasiswa

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Rangkaian kegiatan Management Expo Day 4 kembali menghadirkan agenda edukatif melalui Talk Show bertajuk “Sinergi Perbankan dan Entrepreneurship Mahasiswa” yang diselenggarakan pada 18 Desember 2025 di area belakang Gedung Rektor Universitas Malahayati. Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis antara dunia perbankan dan akademisi dalam membuka wawasan mahasiswa terkait peluang merintis usaha sejak dini.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati dengan menghadirkan Robby Wijaya Saputra, S.Kom., selaku CEO Branch Bank Mandiri KCP Bandar Lampung Antasari, sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Robby menegaskan bahwa peran perbankan saat ini telah berkembang menjadi mitra strategis bagi pengusaha muda, khususnya dari kalangan mahasiswa.

“Perbankan tidak hanya hadir sebagai penyedia modal, tetapi juga sebagai pendamping bagi wirausaha muda agar bisnis yang dijalankan dapat tumbuh dan berkelanjutan,” ujar Robby Wijaya Saputra.

Dalam kesempatan tersebut, Robby memperkenalkan Program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) sebagai peluang bagi mahasiswa yang memiliki ide bisnis inovatif, dengan dukungan pembiayaan hingga Rp300 juta. Selain itu, Bank Mandiri juga menghadirkan Program Mikro Festival yang bertujuan memperluas jejaring pasar bagi pelaku usaha pemula.

Tak hanya berfokus pada permodalan, Robby juga menyoroti pentingnya adaptasi digital melalui strategi Hyper Local Media Sosial, yang dinilai efektif dalam membantu pelaku usaha lokal menjangkau konsumen di lingkungan sekitar secara lebih personal dan tepat sasaran.

Senada dengan hal tersebut, Ayu Nursari, S.E., M.E., selaku akademisi Universitas Malahayati, menambahkan bahwa literasi keuangan dan kesiapan mental berwirausaha merupakan fondasi penting bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia industri. Kolaborasi antara dukungan perbankan dan pemahaman teori manajemen di perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan wirausahawan muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki daya saing dan keberlanjutan usaha.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, khususnya saat sesi diskusi interaktif, di mana mahasiswa aktif menggali peluang dan tantangan dunia usaha. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara kampus dan dunia perbankan mampu menghadirkan ruang pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini.

Melalui kegiatan ini, Management Expo Day 4 2025 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga wadah pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami dunia kewirausahaan secara komprehensif. Sinergi antara perbankan dan institusi pendidikan menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi wirausaha muda yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era ekonomi digital.(fkr)

Editor : Fadly KR

Management Expo Day 4: Memetik Pelajaran Kewirausahaan dari Lepas

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Rangkaian kegiatan Management Expo Day 4 kembali menarik perhatian mahasiswa melalui sesi talkshow bertajuk “Bercermin Kewirausahaan dari Lembaga Pemasyarakatan” yang diselenggarakan pada 18 Desember 2025 di area belakang Gedung Rektor Universitas Malahayati. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati dan bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai nilai resiliensi, kreativitas, dan kemandirian dalam dunia kewirausahaan, bahkan di tengah keterbatasan.

Hadir sebagai narasumber, Medi Oktafiansyah, S.Pi., M.Psi., perwakilan dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung, memaparkan perspektif psikologis dan operasional terkait praktik kewirausahaan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Ia menekankan bahwa aktivitas kewirausahaan di Lapas tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan produktif, tetapi juga menjadi sarana rehabilitasi mental serta pembentukan kemandirian warga binaan.

“Lembaga Pemasyarakatan adalah bukti bahwa kreativitas tidak memiliki batas. Jika warga binaan mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi dalam keterbatasan ruang dan sarana, maka mahasiswa seharusnya memiliki daya juang yang jauh lebih besar,” ujar Medi Oktafiansyah, S.Pi., M.Psi., dalam pemaparannya.

Melengkapi pemaparan tersebut, Dr. Febriyanti, S.E., M.Si., selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Malahayati, menyoroti berbagai aspek strategis kewirausahaan di Lapas yang dapat diadopsi oleh mahasiswa. Menurut Dr. Febriyanti, S.E., M.Si., model bisnis yang diterapkan di Lapas mengajarkan pentingnya efisiensi sumber daya, disiplin, serta struktur organisasi yang jelas dalam menjalankan sebuah usaha.

Dr. Febriyanti, S.E., M.Si., juga menyampaikan bahwa mahasiswa dapat bercermin dari kegigihan para warga binaan yang mampu membangun usaha dari nol dengan keterbatasan modal dan fasilitas. Nilai tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan mahasiswa agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan dalam berbisnis.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, yang mengajak peserta untuk mengubah stigma terhadap Lembaga Pemasyarakatan menjadi sumber pembelajaran berharga tentang kemanusiaan, kemandirian, dan ekonomi kerakyatan. Melalui kegiatan ini, Management Expo Day 4 2025 membuktikan bahwa inspirasi kewirausahaan dapat hadir dari berbagai lingkungan, termasuk dari tempat yang kerap luput dari perhatian.

Kegiatan ini memberikan perspektif baru bahwa kewirausahaan tidak semata-mata tumbuh dari kelimpahan sumber daya, tetapi juga dari kemampuan beradaptasi, disiplin, dan ketangguhan mental. Pembelajaran yang diangkat dari Lembaga Pemasyarakatan menjadi refleksi penting bagi mahasiswa untuk membangun jiwa wirausaha yang lebih tangguh, humanis, dan berorientasi pada nilai kebermanfaatan sosial. (fkr)

Editor: Fadly KR