Management Expo Day 5: Apresiasi Karya, Kreativitas, dan Capaian Pembelajaran Mahasiswa Berbasis OBE

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id) — Rangkaian kegiatan Manajemen Expo 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Program Studi Manajemen Universitas Malahayati resmi mencapai puncaknya pada Day 5, Jumat (19/12/2025). Hari penutupan ini menjadi momen yang dinantikan oleh civitas akademika, khususnya mahasiswa, karena dirangkaikan dengan pengumuman pemenang berbagai karya mata kuliah berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Management Expo 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran karya mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi capaian pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik secara nyata. Beragam karya yang ditampilkan mencerminkan hasil proses pembelajaran yang terstruktur, kolaboratif, serta berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan sesuai dengan prinsip Outcome-Based Education (OBE).

Berbagai bentuk karya yang dipamerkan meliputi film pendek, poster, trailer, iklan, banner, buku, hingga proyek kewirausahaan dan ekonomi kreatif. Seluruh karya tersebut merupakan hasil dari penerapan pembelajaran berbasis proyek yang menuntut mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, serta mampu memecahkan permasalahan sesuai konteks dunia nyata.

Pada pelaksanaan Day 5, suasana apresiatif dan penuh antusiasme terasa saat satu per satu pemenang diumumkan. Pemberian apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras, kreativitas, serta kemampuan mahasiswa dalam menerjemahkan konsep akademik ke dalam karya aplikatif yang memiliki nilai guna.

Adapun implementasi Outcome-Based Education (OBE) dalam Manajemen Expo 2025 melibatkan sejumlah mata kuliah, antara lain:

  • Leadership, melalui karya poster dan film pendek bertemakan kepemimpinan

  • Perilaku Organisasi, melalui buku dan film pendek bertemakan perilaku organisasi

  • Perencanaan Bisnis, melalui penyusunan buku hasil kegiatan lapangan bersama mitra perencanaan bisnis masa depan

  • Studi Kelayakan Bisnis, melalui banner dan presentasi hasil analisis kelayakan usaha mitra

  • Sistem Informasi Manajemen, melalui banner dan presentasi hasil observasi sistem informasi pada usaha mitra

  • Etika Bisnis, melalui video review penerapan etika dalam periklanan

  • Ekonomi Kreatif, melalui praktik jual-beli berbasis bazar dengan pendirian tenant setiap kelompok

  • Kewirausahaan, melalui praktik jual-beli dan pengelolaan tenant usaha oleh mahasiswa

Melalui pelaksanaan Management Expo 2025 Day 5 ini, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam menerapkan pembelajaran berbasis OBE secara konsisten. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa, meningkatkan daya saing lulusan, serta membekali mahasiswa dengan pengalaman nyata yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kewirausahaan.

Kegiatan Management Expo 2025 Day 5 menjadi bukti nyata keberhasilan implementasi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang mendorong mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Malahayati untuk menghasilkan karya inovatif, aplikatif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.(fkr)
Editor: Fadly KR

Bersama Komisi X DPR RI, UNMAL Perkuat Upaya Pencegahan Kekerasan di Kampus

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Maraknya kasus kekerasan seksual berbasis online di Indonesia menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk pemerintah dan perguruan tinggi. Menyikapi hal tersebut, Universitas Malahayati (UNMAL) menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), bertempat di Gedung Rektorat Universitas Malahayati, Jumat (19/12/2025).

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi X DPR RI Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Malahayati, Wakil Rektor I Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., serta Wakil Rektor II Nirwanto, S.Pd., M.Kes. Turut hadir Plt. Kepala Bagian Kemahasiswaan Rudi Winarno, Ns., M.Kes., Kepala Bagian Humas Emil Tanhar, S.Kom, perwakilan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Lampung Hadori Rosadi, serta para pimpinan fakultas, di antaranya Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Dr. Lolita Sary, S.KM., M.Kes., Dekan Fakultas Teknik Dr. Weka Indra Dharmawan, S.T., M.T., Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Rahyono, S.Sos., M.M., M.C., serta Dekan Fakultas Kedokteran Dr. Tessa Sjahriani, dr., M.Kes.

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Ricko Gunawan, S.Kep., M.Kes., selaku Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan, dipercaya sebagai ketua pelaksana kegiatan, sementara Rika Yulendasari, S.Kep., Ns., M.Kep. bertindak sebagai moderator. Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Tahura Malagono, S.H., M.H., serta Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes. Kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh dekan, ketua program studi, dosen, mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika Universitas Malahayati yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Melalui kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Kampus Aman, Inklusif, dan Bebas Kekerasan” sebagai bentuk komitmen Universitas Malahayati dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika. Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati menegaskan perannya dalam melindungi hak-hak mahasiswa serta mencegah berbagai bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan pimpinan universitas, dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi dalam dua sesi yang membahas pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan plakat kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan pemaparan materi yang telah disampaikan.

Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H. menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh sivitas akademika. Menurutnya, segala bentuk kekerasan, baik secara langsung maupun melalui media digital, tidak boleh dibiarkan berkembang di lingkungan pendidikan tinggi.

“Kampus merupakan tempat pembentukan karakter dan pengembangan potensi mahasiswa. Oleh karena itu, praktik perundungan dan kekerasan dalam bentuk apa pun harus dicegah sejak dini agar tercipta lingkungan akademik yang sehat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Ricko Gunawan, S.Kep., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman seluruh sivitas akademika mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan, khususnya kekerasan seksual berbasis online, di lingkungan perguruan tinggi.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Universitas Malahayati dalam membangun budaya kampus yang aman, inklusif, dan berkeadilan. Menurutnya, keterlibatan aktif mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan sangat penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang bebas dari segala bentuk kekerasan.

Pada sesi pemaparan materi, Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., mengajak mahasiswa untuk tidak ragu melaporkan apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak kekerasan di lingkungan kampus.

“Universitas Malahayati berkomitmen memberikan ruang yang aman bagi mahasiswa. Setiap laporan yang masuk melalui Satgas PPKPT akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, dan sanksi tegas akan diberikan apabila pelaku terbukti bersalah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Universitas Malahayati secara konsisten mengimplementasikan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi sebagai upaya menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan korban.

Sementara itu, Tahura Malagono, S.H., M.H., dosen Universitas Mitra Indonesia (Umitra), menyampaikan bahwa kekerasan seksual berbasis online saat ini menempati angka tertinggi dibandingkan bentuk kekerasan lainnya. Berdasarkan data sejak tahun 2019, tercatat sebanyak 7.842 kasus kekerasan seksual difasilitasi oleh penggunaan teknologi digital seperti internet, telepon pintar, dan media sosial.

Ia menjelaskan bahwa kekerasan seksual berbasis online dapat berupa penyebaran konten seksual tanpa persetujuan, pelecehan dan ancaman seksual di dunia maya, pornografi balas dendam, hingga penguntitan siber. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan mental, kehidupan sosial, hingga kondisi fisik korban.

Selain itu, Tahura juga memaparkan berbagai bentuk kekerasan lain yang masih ditemukan di lingkungan perguruan tinggi, seperti kekerasan fisik, verbal, psikologis, perundungan, diskriminasi, serta kebijakan institusi yang berpotensi merugikan sivitas akademika. Dari sisi hukum, ia menegaskan bahwa pelaku kekerasan seksual dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai ruang aman bagi seluruh sivitas akademika. Di tengah meningkatnya kasus kekerasan seksual berbasis online, kehadiran kampus melalui edukasi, regulasi, dan sistem pelaporan yang jelas merupakan bentuk tanggung jawab moral dan institusional. Universitas Malahayati menunjukkan komitmennya tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai institusi yang berpihak pada perlindungan hak, martabat, dan kesejahteraan mahasiswa. Sinergi antara pimpinan universitas, pemerintah, dan sivitas akademika diharapkan mampu menciptakan budaya kampus yang inklusif, berkeadilan, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.(fkr)

Editor: Fadly KR

LPMI UNMAL Sampaikan Imbauan Pelaksanaan Monev Tri Dharma Perguruan Tinggi Periode II Tahun 2025

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id) — Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) Universitas Malahayati (UNMAL) mengingatkan seluruh fakultas di lingkungan universitas untuk segera melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tri Dharma Perguruan Tinggi Periode II Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga serta meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di Universitas Malahayati.

Imbauan tersebut disampaikan melalui surat resmi Nomor: 032.72.401.12.25 perihal Surat Permohonan Pelaksanaan Monev Tri Dharma Perguruan Tinggi Periode II Tahun 2025, yang ditandatangani oleh Kepala LPMI Universitas Malahayati, Dr. M. Arifki Zainaro, Ns., M.Kep., pada 15 Desember 2025. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh Dekan Fakultas serta Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) Fakultas di lingkungan Universitas Malahayati.

Pelaksanaan Monev Tri Dharma Perguruan Tinggi Periode II Tahun 2025 dijadwalkan berlangsung pada rentang pertemuan ke-13 hingga pertemuan ke-15 perkuliahan. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang mengacu pada prinsip PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) guna memastikan seluruh kegiatan akademik dan non-akademik berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan Monev ini, LPMI menargetkan tersusunnya laporan hasil monitoring dan evaluasi yang memuat temuan, rekomendasi, serta rencana tindak lanjut sebagai dasar perbaikan dan peningkatan berkelanjutan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam surat tersebut, BPMI Fakultas ditegaskan memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan pelaksanaan Monev di tingkat fakultas, mulai dari proses pengumpulan data, pendampingan unit terkait, hingga penyusunan dan penyampaian laporan hasil Monev kepada LPMI Universitas Malahayati. Mekanisme dan bentuk laporan disesuaikan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh LPMI.

“Monitoring dan evaluasi bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan upaya sistematis untuk memastikan seluruh proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat terlaksana sesuai dengan standar mutu terbaik,” ujar Dr. M. Arifki Zainaro.

LPMI Universitas Malahayati mengapresiasi komitmen serta kerja sama seluruh fakultas dan BPMI Fakultas dalam menjaga dan memperkuat budaya mutu yang konsisten, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas institusi.

Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan instrumen penting dalam menjaga kualitas dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Melalui proses Monev yang terstruktur dan berkelanjutan, Universitas Malahayati menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya mutu yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar, tetapi juga pada peningkatan kualitas secara berkesinambungan. Sinergi antara LPMI, fakultas, dan BPMI diharapkan mampu menghasilkan evaluasi yang objektif serta mendorong perbaikan nyata dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.(fkr)

Editor : Fadly KR

Management Expo Day 4: Sinergi Perbankan Dorong Peluang Wirausaha Mahasiswa

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Rangkaian kegiatan Management Expo Day 4 kembali menghadirkan agenda edukatif melalui Talk Show bertajuk “Sinergi Perbankan dan Entrepreneurship Mahasiswa” yang diselenggarakan pada 18 Desember 2025 di area belakang Gedung Rektor Universitas Malahayati. Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis antara dunia perbankan dan akademisi dalam membuka wawasan mahasiswa terkait peluang merintis usaha sejak dini.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati dengan menghadirkan Robby Wijaya Saputra, S.Kom., selaku CEO Branch Bank Mandiri KCP Bandar Lampung Antasari, sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Robby menegaskan bahwa peran perbankan saat ini telah berkembang menjadi mitra strategis bagi pengusaha muda, khususnya dari kalangan mahasiswa.

“Perbankan tidak hanya hadir sebagai penyedia modal, tetapi juga sebagai pendamping bagi wirausaha muda agar bisnis yang dijalankan dapat tumbuh dan berkelanjutan,” ujar Robby Wijaya Saputra.

Dalam kesempatan tersebut, Robby memperkenalkan Program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) sebagai peluang bagi mahasiswa yang memiliki ide bisnis inovatif, dengan dukungan pembiayaan hingga Rp300 juta. Selain itu, Bank Mandiri juga menghadirkan Program Mikro Festival yang bertujuan memperluas jejaring pasar bagi pelaku usaha pemula.

Tak hanya berfokus pada permodalan, Robby juga menyoroti pentingnya adaptasi digital melalui strategi Hyper Local Media Sosial, yang dinilai efektif dalam membantu pelaku usaha lokal menjangkau konsumen di lingkungan sekitar secara lebih personal dan tepat sasaran.

Senada dengan hal tersebut, Ayu Nursari, S.E., M.E., selaku akademisi Universitas Malahayati, menambahkan bahwa literasi keuangan dan kesiapan mental berwirausaha merupakan fondasi penting bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia industri. Kolaborasi antara dukungan perbankan dan pemahaman teori manajemen di perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan wirausahawan muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki daya saing dan keberlanjutan usaha.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, khususnya saat sesi diskusi interaktif, di mana mahasiswa aktif menggali peluang dan tantangan dunia usaha. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara kampus dan dunia perbankan mampu menghadirkan ruang pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini.

Melalui kegiatan ini, Management Expo Day 4 2025 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga wadah pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami dunia kewirausahaan secara komprehensif. Sinergi antara perbankan dan institusi pendidikan menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi wirausaha muda yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era ekonomi digital.(fkr)

Editor : Fadly KR

Management Expo Day 4: Memetik Pelajaran Kewirausahaan dari Lepas

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Rangkaian kegiatan Management Expo Day 4 kembali menarik perhatian mahasiswa melalui sesi talkshow bertajuk “Bercermin Kewirausahaan dari Lembaga Pemasyarakatan” yang diselenggarakan pada 18 Desember 2025 di area belakang Gedung Rektor Universitas Malahayati. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati dan bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai nilai resiliensi, kreativitas, dan kemandirian dalam dunia kewirausahaan, bahkan di tengah keterbatasan.

Hadir sebagai narasumber, Medi Oktafiansyah, S.Pi., M.Psi., perwakilan dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung, memaparkan perspektif psikologis dan operasional terkait praktik kewirausahaan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Ia menekankan bahwa aktivitas kewirausahaan di Lapas tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan produktif, tetapi juga menjadi sarana rehabilitasi mental serta pembentukan kemandirian warga binaan.

“Lembaga Pemasyarakatan adalah bukti bahwa kreativitas tidak memiliki batas. Jika warga binaan mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi dalam keterbatasan ruang dan sarana, maka mahasiswa seharusnya memiliki daya juang yang jauh lebih besar,” ujar Medi Oktafiansyah, S.Pi., M.Psi., dalam pemaparannya.

Melengkapi pemaparan tersebut, Dr. Febriyanti, S.E., M.Si., selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Malahayati, menyoroti berbagai aspek strategis kewirausahaan di Lapas yang dapat diadopsi oleh mahasiswa. Menurut Dr. Febriyanti, S.E., M.Si., model bisnis yang diterapkan di Lapas mengajarkan pentingnya efisiensi sumber daya, disiplin, serta struktur organisasi yang jelas dalam menjalankan sebuah usaha.

Dr. Febriyanti, S.E., M.Si., juga menyampaikan bahwa mahasiswa dapat bercermin dari kegigihan para warga binaan yang mampu membangun usaha dari nol dengan keterbatasan modal dan fasilitas. Nilai tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan mahasiswa agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan dalam berbisnis.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, yang mengajak peserta untuk mengubah stigma terhadap Lembaga Pemasyarakatan menjadi sumber pembelajaran berharga tentang kemanusiaan, kemandirian, dan ekonomi kerakyatan. Melalui kegiatan ini, Management Expo Day 4 2025 membuktikan bahwa inspirasi kewirausahaan dapat hadir dari berbagai lingkungan, termasuk dari tempat yang kerap luput dari perhatian.

Kegiatan ini memberikan perspektif baru bahwa kewirausahaan tidak semata-mata tumbuh dari kelimpahan sumber daya, tetapi juga dari kemampuan beradaptasi, disiplin, dan ketangguhan mental. Pembelajaran yang diangkat dari Lembaga Pemasyarakatan menjadi refleksi penting bagi mahasiswa untuk membangun jiwa wirausaha yang lebih tangguh, humanis, dan berorientasi pada nilai kebermanfaatan sosial. (fkr)

Editor: Fadly KR

Management Expo Day 4: Jejak Nyata Pasca-Studi, Alumni Berbagi Inspirasi

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Management Expo Day 4 kembali menghadirkan agenda yang dinantikan mahasiswa, yakni Talkshow Bersama Alumni bertajuk “Jejak Nyata Masa Depan Setelah Studi” yang diselenggarakan pada 18 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di area belakang Gedung Rektor Universitas Malahayati dan diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai dunia kerja serta strategi membangun karier setelah menyelesaikan pendidikan di bangku perkuliahan. Talkshow ini menjadi wadah berbagi pengalaman langsung dari para alumni yang telah berkiprah di berbagai bidang profesional.

Diskusi menghadirkan tiga alumni Universitas Malahayati yang telah meniti karier di bidang masing-masing. Euis Mufahamah, S.E., M.Ak., yang saat ini berkiprah sebagai akademisi dan dosen, menyampaikan pentingnya penguatan kompetensi teknis, integritas, serta konsistensi dalam menjalani profesi. Ia menekankan bahwa penguasaan ilmu akuntansi dan manajemen merupakan fondasi utama dalam menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.

Dari perspektif kewirausahaan, Okta Rizkyawhan, S.E., pemilik usaha kuliner Bebek Haji Soleh, membagikan pengalamannya dalam membangun bisnis sejak pasca-kuliah. Ia menceritakan proses transisi dari mahasiswa manajemen hingga mampu mengelola operasional usaha dan sumber daya manusia secara profesional.
“Keberanian mengambil risiko dan ketekunan menjadi kunci utama dalam membangun dan mempertahankan usaha di tengah persaingan yang ketat,” ujar Okta dalam sesi diskusi.

Sementara itu, Dian Atika Srikandi, S.E., S.S., seorang entrepreneur dengan latar belakang pendidikan ganda, menyoroti pentingnya kreativitas dan kemampuan adaptasi di era global. Ia mendorong mahasiswa untuk jeli melihat peluang usaha dari berbagai sektor serta mampu mengolahnya menjadi bisnis yang berkelanjutan dan bernilai tambah.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana mahasiswa antusias menggali pengalaman para alumni terkait perencanaan karier, pengembangan diri, dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Melalui kegiatan ini, Management Expo Day 4 2025 berhasil memberikan gambaran konkret bahwa masa depan pasca-studi merupakan ruang terbuka yang dapat diisi dengan berbagai pencapaian, baik sebagai profesional, akademisi, maupun wirausahawan.

Talkshow ini menjadi pengingat penting bahwa kesiapan menghadapi dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga oleh keberanian belajar dari pengalaman nyata. Kehadiran para alumni memberikan inspirasi sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk mulai merancang masa depan karier sejak dini dengan lebih terarah dan realistis.(fkr)

Editor : Fadly KR

Prof. Erna Listyaningsih Raih Program Insentif Artikel Berkualitas Jurnal Internasional Bereputasi Tahun 2025

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id) : Sivitas Akademika Universitas Malahayati menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Prof. Erna Listyaningsih, SE., M.Si., Ph.D., atas pencapaiannya sebagai Penerima Program Insentif Artikel Berkualitas pada Jurnal Internasional Bereputasi Tahun 2025.

Pencapaian tersebut berdasarkan surat resmi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 17/41/C3/DT.05.00/2025 tanggal 14 Desember 2025 tentang Penerima Program Insentif Artikel Berkualitas pada Jurnal Internasional Bereputasi Tahun 2025 (Revisi).

Prof. Erna Listyaningsih, SE., M.Si., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Malahayati, tercatat sebagai salah satu penerima program tersebut berkat kontribusinya dalam publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.

Menanggapi capaian tersebut, Prof. Erna Listyaningsih, SE., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan wujud dedikasi, komitmen, dan kontribusi nyata dalam pengembangan riset serta peningkatan mutu publikasi ilmiah di tingkat internasional. Ia berharap, capaian ini dapat menginspirasi sivitas akademika Universitas Malahayati untuk terus berkarya dan berinovasi.

Program Insentif Artikel Berkualitas merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada para dosen dan peneliti yang aktif menghasilkan karya ilmiah bermutu dan berdampak di tingkat internasional, sekaligus mendorong penguatan ekosistem riset di perguruan tinggi.

Universitas Malahayati terus berkomitmen mendukung pengembangan riset dan publikasi ilmiah sebagai wujud pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi serta kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa konsistensi dalam riset dan publikasi ilmiah mampu membawa dampak nyata bagi penguatan reputasi perguruan tinggi. Keberhasilan Prof. Erna Listyaningsih diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika Universitas Malahayati untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi di tingkat nasional maupun internasional. (fkr)

Editor : Fadly KR

Manajemen Expo 2025 Day 3: Talk Show Leadership sebagai Penguatan Kepemimpinan Mahasiswa

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id) — Management Expo 2025 Day 3 sukses menggelar kegiatan Talk Show Leadership pada Rabu (17/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di area panggung utama ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa yang sejak pagi hari telah memadati lokasi acara.

Talk show tersebut mengangkat tema kepemimpinan dengan menyoroti tantangan dan peluang mahasiswa dalam menghadapi dinamika transformasi global yang terus berkembang. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kepemimpinan serta membekali mahasiswa dengan wawasan dan kesiapan dalam menghadapi dunia profesional di masa depan.

Hadir sebagai narasumber, Ketut Sukra Yadna, M.M. dari PT Bukit Asam, menyampaikan materi mengenai kepemimpinan di sektor industri strategis. Ia menekankan bahwa generasi mahasiswa saat ini memiliki karakter dan potensi yang berbeda, sehingga membutuhkan pendekatan kepemimpinan yang kolaboratif, visioner, dan adaptif. Menurutnya, pemimpin masa depan tidak hanya dituntut mampu mengambil keputusan, tetapi juga mampu menginspirasi serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Narasumber berikutnya, Hasan Arifin, S.E., M.M., akademisi sekaligus mantan Branch Manager Bank Muamalat, memaparkan pentingnya integritas, kecerdasan emosional, serta kemampuan beradaptasi dalam kepemimpinan. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa dunia kerja saat ini penuh dengan ketidakpastian, sehingga calon pemimpin harus mampu bersikap fleksibel, beretika, dan memiliki daya saing yang kuat.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari mahasiswa. Berbagai pertanyaan disampaikan peserta, mulai dari cara membangun kepercayaan diri, mengasah kemampuan kepemimpinan, hingga strategi menjadi pemimpin yang inklusif di era digital. Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya minat mahasiswa dalam mengembangkan kapasitas diri sebagai calon pemimpin masa depan.

Rangkaian kegiatan Talk Show Leadership ditutup dengan sesi foto bersama narasumber dan peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Universitas Malahayati semakin termotivasi untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan, memperkuat karakter, serta siap berkontribusi secara positif di tengah masyarakat dan dunia profesional.

Kegiatan Talk Show Leadership dalam rangkaian Management Expo 2025 Day 3 memiliki peran strategis dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa Universitas Malahayati. Melalui penyampaian materi yang relevan dengan dinamika dunia kerja serta diskusi yang interaktif, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan konseptual, tetapi juga dorongan untuk mengembangkan sikap kepemimpinan yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada solusi. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin yang kompeten dan berdaya saing di masa depan. (fkr)

Editor : Fadly KR

Manajemen Expo 2025 Day 1: Penguatan Career Path bagi Mahasiswa Program Studi Manajemen UNMAL

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati (UNMAL) Bandar Lampung menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja melalui kegiatan Manajemen Expo 2025 Day 1 yang dilaksanakan pada Senin (15/12/2025). Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan ini adalah penguatan materi Career Path bagi mahasiswa.

Sesi Career Path menjadi fokus penting dalam Manajemen Expo 2025 Day 1 karena membahas secara langsung tantangan dunia kerja yang dihadapi mahasiswa setelah lulus, sekaligus strategi dalam membangun arah karier yang jelas, terencana, dan berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman awal dalam merancang masa depan profesional sesuai dengan potensi dan kebutuhan industri.

Materi Career Path disampaikan oleh Randi Arfanda Reza, S.Sos., S.E., M.B.A. dari BPJS Ketenagakerjaan. Dalam pemaparannya, ia mengangkat realita dunia kerja saat ini yang semakin kompetitif dan menuntut kesiapan kompetensi yang matang. Ia menekankan pentingnya kesadaran diri bagi mahasiswa dengan mengenali potensi, minat, serta kemampuan sejak dini sebagai dasar dalam menentukan arah karier.

Lebih lanjut, narasumber menjelaskan bahwa penguasaan hard skill dan soft skill harus berjalan secara seimbang. Kemampuan komunikasi, problem solving, kreativitas, serta kecerdasan emosional menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja. Mahasiswa juga didorong untuk mengaitkan keterampilan yang dimiliki dengan kebutuhan industri serta perkembangan tren pekerjaan, khususnya yang relevan bagi Generasi Z.

Dalam sesi tersebut juga disampaikan pentingnya melakukan riset terhadap pilihan karier sebelum menentukan tujuan profesional. Mahasiswa diajak untuk memahami berbagai jalur karier yang tersedia, baik di sektor formal, informal, hybrid, hingga kewirausahaan dan pekerjaan berbasis digital. Beberapa pilihan karier yang diperkenalkan antara lain content creator, digital marketer, data analyst, software developer, UI/UX designer, freelancer, serta remote worker.

Melalui diskusi yang komunikatif dan aplikatif, narasumber turut membagikan pengalaman perjalanan karier, tahapan pengembangan diri, serta strategi membangun keterkaitan antara latar belakang pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui kegiatan Career Path ini, mahasiswa diharapkan mampu menyusun tujuan karier secara lebih terarah, berani mengambil peluang, terus mengembangkan kompetensi, serta siap beradaptasi dengan perubahan. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati berharap penguatan Career Path ini dapat menjadi bekal nyata bagi mahasiswa dalam merancang masa depan karier yang berdaya saing dan berkelanjutan.

penguatan materi Career Path dalam Manajemen Expo 2025 Day 1 merupakan langkah strategis Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Malahayati dalam menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Melalui pembekalan wawasan karier sejak dini, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memahami peluang kerja, tetapi juga didorong untuk membangun perencanaan karier yang matang, adaptif, dan berdaya saing. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan lulusan Universitas Malahayati sebagai sumber daya manusia yang profesional dan relevan dengan kebutuhan industri. (fkr)

Editor : Fadly KR

Peresmian Seragam Perawat PSIK UNMAL Angkatan 2024

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id) — Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati (UNMAL) menggelar kegiatan Persiapan Seragam Perawat Mahasiswa PSIK Angkatan 2024 pada Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menandai kesiapan mahasiswa memasuki tahapan praktik profesi keperawatan.

Acara dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, Ns., M.Kes., mewakili Rektor Universitas Malahayati; Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dr. Lolita Sary, SKM., M.Kes.; Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan, Aryanti Wardiyah, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Mat.; Sekretaris Program Studi Ilmu Keperawatan, Rika Yulendasari, S.Kep., Ns., M.Kep.; Ketua Pelaksana, Dewi Kusumaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep.; dosen-dosen PSIK; narasumber Miranti, S.Kep., Ns., M.Kep. dan Andoko, S.Kep., Ns., M.Kes.; serta tamu undangan dan seluruh mahasiswa PSIK Angkatan 2024.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta persembahan Tari Japin Melayu oleh mahasiswa PSIK Angkatan 2023 yang menambah kekhidmatan dan nuansa budaya dalam acara.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Universitas Malahayati Prof. Dr. Dessy Hermawan, Ns., M.Kes., menegaskan bahwa komitmen mahasiswa untuk menekuni bidang keperawatan harus dibangun sejak dini. Menurutnya, penggunaan seragam praktik merupakan langkah penting sebagai wujud kesungguhan mahasiswa dalam memenuhi janji profesi serta menginternalisasi nilai-nilai keperawatan yang menjunjung tinggi kemanusiaan, kedisiplinan, dan pengabdian. Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor I secara resmi membuka kegiatan Persiapan Seragam Perawat Mahasiswa PSIK Angkatan 2024.

Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Aryanti Wardiyah, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Mat., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penggunaan seragam praktik bukan sekadar kelengkapan administratif, melainkan simbol tanggung jawab, profesionalisme, dan kesiapan mahasiswa dalam menapaki dunia keperawatan. Ia menekankan pentingnya menjaga etika, sikap, serta integritas sebagai calon perawat yang akan berhadapan langsung dengan masyarakat.

Setelah sambutan, Ketua Pelaksana kegiatan Dewi Kusumaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan Persiapan Seragam Perawat Mahasiswa PSIK Angkatan 2024 diikuti oleh 40 mahasiswa, dengan rangkaian acara meliputi penggunaan seragam praktik konservatisme, pemasangan tanda pengenal mahasiswa, pembacaan janji mahasiswa, serta penandatanganan maklumat sebagai bentuk komitmen moral dan profesional mahasiswa keperawatan dalam menjalani pendidikan dan praktik klinik.

Pada kesempatan yang sama, Program Studi Ilmu Keperawatan juga memberikan apresiasi melalui pemilihan Data Perawat Muda Angkatan 2024 kepada mahasiswa yang menunjukkan dedikasi dan prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Adapun finalis yang terpilih adalah Duta Perawat Muda Putra Asmuja Agung Bana Pikulun (NPM : 24320006), dengan Duta Perawat Muda Putri Angkatan 2024 diberikan kepada Dinda Anjelika (NPM 24330180).

Sebanyak 40 mahasiswa PSIK Angkatan 2024 secara resmi mengikuti prosesi penggunaan pakaian seragam praktik konservatisme serta pemasangan tanda pengenal mahasiswa Tahun Ajaran 2025/2026 yang dilakukan oleh pimpinan universitas dan fakultas.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan janji mahasiswa, penandatanganan maklumat mahasiswa oleh pimpinan dan perwakilan mahasiswa, foto bersama, foto angkatan, penampilan puisi dan vokal mahasiswa, serta kuliah pakar yang menambah wawasan dan motivasi bagi mahasiswa keperawatan.

Kegiatan ditutup dengan doa dan penampilan vokal persembahan dari mahasiswa PSIK Angkatan 2024 sebagai wujud rasa syukur dan bhakti kepada almamater.

Penulis menilai, kegiatan Persiapan Seragam Perawat Mahasiswa PSIK Angkatan 2024 tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memiliki makna strategis dalam membentuk karakter dan jati diri mahasiswa keperawatan. Melalui prosesi penggunaan seragam, pembacaan janji, dan penandatanganan maklumat, mahasiswa didorong untuk menanamkan nilai tanggung jawab, profesionalisme, serta komitmen pengabdian kepada masyarakat sejak dini sebagai calon tenaga kesehatan yang berintegritas. (fkr)

Editor : Fadly KR