Universitas Malahayati Gelar Wisuda Periode ke-39 Tahun 2025 Lepas 894 Lulusan

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan Prosesi Wisuda Periode ke-39 Tahun 2025. Kegiatan akademik tersebut dilaksanakan hari ini, Sabtu (13/12/2025), bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, dan berlangsung dengan penuh khidmat.

Wisuda ini menjadi momentum penting bagi Universitas Malahayati dalam melepas para lulusan yang telah menyelesaikan proses pendidikan tinggi pada berbagai jenjang dan program studi. Selain sebagai penanda keberhasilan akademik mahasiswa, prosesi wisuda juga mencerminkan peran institusi pendidikan tinggi dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang siap berkontribusi di tengah masyarakat.

Prosesi wisuda yang dilaksanakan dalam dua sesi, pagi dan siang, diikuti oleh ratusan wisudawan dan wisudawati dari berbagai fakultas. Acara tersebut turut dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, orang tua dan keluarga wisudawan, serta sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H, menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar acara seremonial, melainkan menjadi titik balik penting dalam kehidupan para lulusan untuk memasuki babak baru yang lebih menantang.

Dr. H. Muhammad Kadafi menyampaikan bahwa ijazah yang diterima para wisudawan dan wisudawati merupakan hasil dari proses panjang yang tidak hanya mencerminkan kecerdasan akademik, tetapi juga ketekunan, kesabaran, doa, serta dukungan orang tua dan keluarga. Oleh karena itu, pencapaian tersebut harus dimaknai sebagai amanah yang mengandung tanggung jawab moral, bukan sekadar kebanggaan pribadi.

Rektor Universitas Malahayati juga menekankan bahwa di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, kemajuan teknologi, dan kompetisi global yang semakin terbuka, bangsa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan beriman. Menurutnya, Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud hanya oleh orang-orang pintar, melainkan oleh generasi yang memiliki nilai moral dan akhlak yang kuat.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan komitmen Universitas Malahayati untuk tidak hanya meluluskan sarjana, tetapi juga membentuk manusia seutuhnya, yakni lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kokoh dalam akhlak, serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ia berharap para lulusan dapat menjadi pribadi yang jujur, disiplin, dan peduli di mana pun mereka mengabdikan diri.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah wisudawan dan wisudawati pada periode ini mencapai 894 peserta yang berasal dari lima fakultas di lingkungan Universitas Malahayati.

Rincian lulusan tersebut terdiri atas Fakultas Kedokteran sebanyak 116 wisudawan dan wisudawati Program Studi Sarjana Kedokteran. Fakultas Ilmu Kesehatan menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan berbagai jenjang pendidikan, antara lain Magister Kesehatan Masyarakat 58 orang, Profesi Bidan 136 orang, Profesi Ners 35 orang, Sarjana Kesehatan Masyarakat 36 orang, Sarjana Psikologi 21 orang, Sarjana Farmasi 85 orang, DIII Analisis Farmasi dan Makanan 47 orang, Sarjana Keperawatan 70 orang, DIII Kebidanan 14 orang, serta Sarjana Kebidanan 126 orang.

Dari Fakultas Teknik, Universitas Malahayati mewisuda lulusan Sarjana Teknik Sipil 15 orang, Teknik Lingkungan 25 orang, Teknik Industri 8 orang, dan Teknik Mesin 8 orang. Sementara itu, Fakultas Ekonomi dan Manajemen meluluskan 2 orang Magister Akuntansi, 31 orang Sarjana Akuntansi, dan 37 orang Sarjana Manajemen. Adapun Fakultas Hukum meluluskan 24 wisudawan dan wisudawati Program Studi Sarjana Ilmu Hukum.

Prof. Dessy Hermawan juga menyampaikan bahwa wisudawan termuda pada periode ini berusia 20 tahun atas nama Intan Fadilah dari Program Studi DIII Kebidanan, sedangkan wisudawan tertua berusia 68 tahun atas nama R. Eni Haryanti dari Program Studi Profesi Kebidanan. Dengan bertambahnya lulusan pada hari ini, Universitas Malahayati secara keseluruhan telah meluluskan 18.679 alumni yang kini telah tersebar dan terserap di berbagai instansi pemerintahan maupun swasta.

Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Malahayati Nomor: 3000.10.401.12.25, turut diumumkan para wisudawan dan wisudawati berprestasi dengan predikat cumlaude tingkat program studi, baik pada sesi pagi maupun sesi siang.

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Bandar Lampung, Drs. Sukarma Wijaya, menekankan pentingnya pendidikan tinggi sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Malahayati serta berharap para lulusan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan Kota Bandar Lampung.

Selain itu, sambutan juga disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II yang diwakili oleh Win Honaini, S.H., M.Si. Ia mengapresiasi Universitas Malahayati yang telah berhasil melahirkan banyak guru besar dan profesor serta terus menunjukkan perkembangan positif dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi. Ia menegaskan bahwa LLDIKTI Wilayah II akan terus menjalin koordinasi dan sinergi dengan Universitas Malahayati dalam penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.

Prosesi wisuda ini turut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah II yang diwakili Win Honaini, S.H., M.Si; Rektor Universitas Abulyatama Ir. R. Agung Efriyo Hadi, M.Sc., Ph.D; Wakil Rektor IV Universitas Teknokrat Indonesia Lampung Dr. Sampurna Dadi Riskiono, S.Kom., M.Eng; Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek yang diwakili dr. Edy Ramdani, M.H; Direktur RS Bintang Amin dr. Rachmawati, M.PH; Ketua KADIN Provinsi Lampung yang diwakili Romi Junanto Utama, S.E., M.Sos; Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Provinsi Lampung H. Ardiansyah, S.H; Pimpinan Tribun Lampung Domi; serta Sekretaris Yayasan Alih Teknologi Eli Zuana, MARS.

Prosesi wisuda kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan para lulusan oleh Rektor Universitas Malahayati untuk Periode ke-39 Tahun 2025, sebagai penanda resmi kelulusan dan kesiapan para alumni untuk mengabdikan diri di tengah masyarakat.

Wisuda ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Malahayati dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (fkr)

Editor: Fadly KR

UNMAL Gelar Yudisium Periode IX Fakultas Hukum Tahun 2025

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati (UNMAL) kembali menyelenggarakan Yudisium Periode ke-9 Tahun Akademik Genap 2024/2025 di Gedung MCC Bawah pada Jumat (28/11/2025). Sebanyak 24 peserta resmi dikukuhkan sebagai Sarjana Hukum setelah menyelesaikan seluruh proses akademik.

Dihadirkannya Kepala Biro Administrasi Akademik UNMAL, Ahmad Iqbal, S.S., selaku perwakilan universitas, Kepala Humas UNMAL, Emil Tanhar, S.Kom., serta seluruh dosen Fakultas Hukum menjadi bentuk dukungan penuh terhadap pelaksanaan yudisium ini.

Dalam sambutannya sebagai perwakilan universitas, Ahmad Iqbal, S.S., menyampaikan apresiasi kepada para lulusan yang telah menyelesaikan perjuangan panjang dalam menempuh pendidikan tinggi.
“Jadikan ilmu yang telah diperoleh sebagai bekal untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Terus belajar, berkembang, dan jaga nama baik almamater di manapun berada,” pesannya.

Dekan Fakultas Hukum UNMAL, Aditia Arief Firmanto, S.H., M.H., menegaskan bahwa yudisium merupakan momen penting bagi para lulusan untuk memasuki dunia profesional dengan bekal integritas dan tanggung jawab.

“Integritas, profesionalitas, dan kesiapan menghadapi dinamika masyarakat harus menjadi pondasi kuat bagi setiap lulusan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat membawa manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Ketua Program Studi Ilmu Hukum UNMAL, Dr. Rissa Afni Martinouva, S.H., M.H., turut membacakan Surat Keputusan Dekan terkait pengesahan kelulusan mahasiswa Program Studi S-1 Ilmu Hukum.

Pada sesi kesan dan pesan, salah satu peserta yudisium, Ridho Zazulki, S.H., menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan bimbingan para dosen selama masa studi.

Dengan terselenggaranya Yudisium Periode ke-9 ini, UNMAL menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang berkarakter, kompeten, dan berintegritas, siap berkontribusi di dunia hukum yang terus berkembang.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen pengesahan akademik, tetapi juga menjadi tonggak penting perjalanan lulusan Fakultas Hukum UNMAL dalam memasuki dunia profesional dan pengabdian kepada masyarakat. (fkr)

Editor: Fadly KR

LPPM Universitas Malahayati Gelar Coaching Clinic Hibah Kemdiktisaintek untuk Tingkatkan Kualitas Proposal Dosen

BANDAR LAMPUNG (Malahayati.ac.id): Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Malahayati kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas riset dan pengabdian para dosen. Melalui kegiatan Coaching Clinic Hibah Proposal Kemdiktisaintek Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, LPPM menghadirkan forum pelatihan intensif selama dua hari, pada 13–14 November 2025, bertempat di Ruang 1.13 Gedung Rektorat Universitas Malahayati.

Baca Juga: Program Studi Manajemen Universitas Malahayati Gelar Kuliah Umum OBE Bertema Smart Management and Modern Finance

Kegiatan ini diikuti oleh para dosen dari berbagai fakultas yang antusias memperdalam pemahaman mengenai penyusunan proposal yang kompetitif, sesuai standar hibah Kemdiktisaintek. Suasana acara berlangsung interaktif dengan diskusi, evaluasi draf proposal, serta bimbingan langsung dari para narasumber berpengalaman.

Acara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes.
Dalam sambutannya, Prof. Dessy menegaskan pentingnya peningkatan kualitas riset dan pengabdian sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi.

“Coaching clinic ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dosen dalam menghasilkan proposal penelitian dan pengabdian yang tidak hanya memenuhi standar administratif, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan lebih banyak proposal kompetitif dari Universitas Malahayati, sehingga peluang memperoleh pendanaan Kemdiktisaintek semakin besar,” ujar Prof. Dessy.

Ia juga menambahkan bahwa universitas terus berkomitmen mendukung pengembangan kompetensi dosen melalui berbagai program pembinaan berkelanjutan.

Ketua LPPM Universitas Malahayati, Prof. Erna Listyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin LPPM untuk memberikan pendampingan menyeluruh kepada dosen.

“Kami ingin memastikan setiap dosen memiliki kemampuan yang memadai dalam menyusun proposal hibah yang kuat, relevan, dan memiliki nilai kebermanfaatan tinggi. Melalui coaching clinic ini, LPPM berupaya menciptakan atmosfer riset yang lebih produktif serta memperluas kontribusi Universitas Malahayati dalam penelitian dan pengabdian di tingkat nasional,” jelas Prof. Erna.

Beliau juga berharap peserta memanfaatkan forum ini secara maksimal dengan membawa draf proposal agar dapat direvisi langsung berdasarkan masukan narasumber.

Coaching clinic menghadirkan dua narasumber utama yang memberikan pendalaman materi sesuai bidang masing-masing: Prof. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kep., – Coaching Clinic Proposal PKM Hibah Kemdiktisaintek. Dr. Febriyanti, S.E., M.Si., – Coaching Clinic Proposal Penelitian Hibah Kemdiktisaintek, dan dipandu oleh moderator Eka Yudha Chrisanto, S.Kep., Ns., M.Kep selaku Wakil Ketua LPPM Universitas Malahayati.

Keduanya memberikan penjelasan mengenai karakteristik proposal yang baik, kesalahan umum yang sering ditemukan, strategi memperkuat novelty penelitian, serta penyusunan luaran wajib dan tambahan sesuai ketentuan Kemdiktisaintek.

Baca Juga: Wakil Rektor II Universitas Malahayati Hadiri BCA Commercial Gathering, Bahas Peluang Kolaborasi Strategis

Para dosen peserta tampak aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan detail, hingga menunjukkan rancangan proposal untuk mendapatkan evaluasi langsung dari narasumber.

LPPM juga mengarahkan peserta untuk mengunggah proposal QR Code yang telah disediakan, serta mengingatkan agar setiap dosem membawa satu judul pengajuan proposal yang telah disiapkan sebelumnya. Peserta juga diimbau membawa hardcopy proposal dan laptop untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, LPPM Universitas Malahayati berharap jumlah proposal dosen yang lolos pendanaan Kemdiktisaintek pada tahun mendatang dapat meningkat signifikan. Coaching clinic ini juga menjadi salah satu upaya konkret universitas dalam memperkuat ekosistem akademik yang unggul, berdaya saing, serta berorientasi pada solusi untuk masyarakat.

 

Editor: Gilang Agusman

Program Studi Manajemen Universitas Malahayati Gelar Kuliah Umum OBE Bertema Smart Management and Modern Finance

BANDAR LAMPUNG (Malahayati.ac.id): Program Studi Manajemen Universitas Malahayati kembali menggelar Kuliah Umum Implementasi Outcome Based Education (OBE) dengan tema “Smart Management and Modern Finance: Building a Financially Literate Generation Ready to Compete Globally.” Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (13/11/2025) di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati dan dihadiri 376 mahasiswa Manajemen angkatan 2024 dan 2025.

Baca Juga: Wakil Rektor II Universitas Malahayati Hadiri BCA Commercial Gathering, Bahas Peluang Kolaborasi Strategis

Ketua pelaksana, Ayu Nursari, S.E., M.E., dalam laporannya menyampaikan bahwa kuliah umum ini menjadi salah satu agenda penting Prodi Manajemen dalam memperkuat penerapan OBE serta membekali mahasiswa dengan wawasan keuangan modern. Ia juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang memenuhi ruangan hingga kegiatan berlangsung dengan sangat dinamis.

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber dari berbagai lembaga dan industri, yaitu:
• Nur Annisa, S.E., M.E. – BNI
• Hary Febriady, S.E. – FIF Group
• Randi Arfanda Reza, S.Sos., S.E., M.B.A. – BPJS Ketenagakerjaan
• Nani Susanti, S.E. – Kantor Wilayah DJP

Para narasumber memaparkan materi terkait literasi keuangan, manajemen modern, tantangan industri keuangan, serta pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi kompetisi global. Mahasiswa tampak aktif berdiskusi, mencatat poin-poin penting, dan mengajukan pertanyaan seputar pengelolaan keuangan, peluang karier, serta peran manajemen dalam ekosistem ekonomi modern.

Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Febrianti, S.E., M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen Prodi Manajemen untuk terus menguatkan implementasi OBE secara berkelanjutan.
“Semoga ilmu yang didapat hari ini dapat diimplementasikan dengan sebaik-baiknya. Prodi Manajemen akan selalu konsisten menjalankan penerapan OBE. Kami mohon dukungan agar kuliah umum seperti ini tetap kondusif. Catat hal-hal penting dan bertanyalah tentang apa pun yang ingin kalian ketahui,” ujarnya.

Baca Juga: Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Gelar Terapi Aktivitas Kelompok untuk Lansia di PSLU Tresna Werdha Bhakti Yuswa Natar

Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H, tidak dapat hadir dan diwakili oleh Wakil Rektor I, Prof. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes. Dalam sambutannya, Prof. Dessy memberikan apresiasi kepada Prodi Manajemen atas terselenggaranya kuliah umum ini serta menekankan pentingnya pemahaman OBE dalam proses pembelajaran.
“Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi secara nyata sesuai capaian pembelajaran OBE. Kami mengapresiasi langkah Prodi Manajemen yang terus aktif menghadirkan kegiatan edukatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, Prodi Manajemen Universitas Malahayati berharap mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan global, memiliki literasi keuangan yang kuat, serta mampu bersaing di dunia profesional yang semakin kompetitif. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian penghargaan kepada para narasumber. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Wakil Rektor II Universitas Malahayati Hadiri BCA Commercial Gathering, Bahas Peluang Kolaborasi Strategis

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Wakil Rektor II Universitas Malahayati, Drs. Nirwanto, M.Kes, menghadiri acara BCA Commercial Gathering yang digelar di Hotel Azana Boutique, Rabu (12/11/2025). Kehadirannya turut didampingi oleh Kepala Humas dan Protokol Universitas Malahayati, Emil Tanhar, S.Kom.

Acara yang diselenggarakan oleh Bank Central Asia (BCA) ini menghadirkan sejumlah pelaku usaha, pimpinan institusi pendidikan, dan mitra strategis BCA dari berbagai sektor di Provinsi Lampung. Turut hadir dan memberikan sambutan Suhardjo Moeliadi, selaku Kepala Kantor Wilayah VI BCA, yang menekankan pentingnya sinergi antara dunia perbankan dengan lembaga pendidikan dan sektor bisnis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga: Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Gelar Terapi Aktivitas Kelompok untuk Lansia di PSLU Tresna Werdha Bhakti Yuswa Natar

Dalam sambutannya, Suhardjo Moeliadi menyampaikan bahwa BCA terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi finansial yang inovatif, efisien, dan berbasis teknologi digital. “Kami ingin menjadi mitra strategis bagi berbagai institusi, termasuk universitas, dalam membangun ekosistem keuangan yang sehat, modern, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Drs. Nirwanto, M.Kes memberikan sejumlah masukan konstruktif terkait ide-ide yang disampaikan pihak BCA. Ia menilai bahwa gagasan penguatan kolaborasi antara BCA dan perguruan tinggi seperti Universitas Malahayati sangat relevan, terutama dalam menghadapi tantangan transformasi digital di dunia pendidikan dan manajemen keuangan kampus.

“Universitas Malahayati selalu terbuka terhadap kerja sama yang mendukung peningkatan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan institusi. Kami melihat potensi besar untuk berkolaborasi, baik dalam hal pengembangan sistem pembayaran digital mahasiswa, literasi keuangan civitas akademika, maupun program edukasi perbankan bagi mahasiswa,” ujar Nirwanto.

Lebih lanjut, Nirwanto menambahkan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan sektor perbankan dapat memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi mahasiswa sebagai generasi penerus yang perlu dibekali dengan kemampuan finansial dan kewirausahaan yang baik.

Baca Juga: LPPM Universitas Malahayati Laksanakan Monev Program Pengabdian Masyarakat, Dorong Inovasi Ekoenzim Ramah Lingkungan

Acara BCA Commercial Gathering 2025 ini juga menjadi ajang networking dan diskusi interaktif antar peserta. Beberapa isu yang dibahas antara lain transformasi digital perbankan, solusi pembayaran kampus, pengelolaan dana institusi, hingga peluang kerja sama dalam kegiatan sosial dan pendidikan.

Dengan semangat kolaboratif yang terbangun, Universitas Malahayati dan BCA diharapkan dapat segera menjajaki langkah konkret dalam mewujudkan kemitraan strategis, khususnya dalam bidang edukasi finansial, pengembangan digital campus, dan program pemberdayaan mahasiswa. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Gelar Terapi Aktivitas Kelompok untuk Lansia di PSLU Tresna Werdha Bhakti Yuswa Natar

NATAR (Malahayati.ac.id): Kepedulian terhadap kesehatan jiwa dan kesejahteraan lansia diwujudkan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati bersama mahasiswa semester 7 melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Panti Sosial Lanjut Usia (PSLU) Tresna Werdha Bhakti Yuswa Natar, Jumat (7/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kehangatan ini mengusung tema “Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia.” Melalui kegiatan ini, para mahasiswa memberikan pendampingan langsung kepada para penghuni panti dengan berbagai aktivitas yang dirancang untuk menstimulasi fungsi kognitif, meningkatkan keterampilan sosial, mengurangi depresi dan kecemasan, serta menumbuhkan semangat hidup bagi para lansia.

Baca Juga: LPPM Universitas Malahayati Laksanakan Monev Program Pengabdian Masyarakat, Dorong Inovasi Ekoenzim Ramah Lingkungan

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala PSLU Tresna Werdha Bhakti Yuswa Natar, Iwan Barmansyah, S.H., M.H., beserta jajaran pengurus panti. Dari pihak kampus, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Program Studi Ilmu Keperawatan, Aryanti Wardiyah, M.Kep., Sp.Mat., yang sekaligus memberikan sambutan pembuka, serta para dosen pendamping: Andoko, S.Kep., Ns., M.Kes. selaku koordinator kegiatan, Rilyani, S.Kep., Ns., M.Kes., Eka Trismiyana, S.Kep., M.Kes., dan Umi Romayati Keswara, S.Kep., M.Kes.

Dalam sambutannya, Aryanti Wardiyah, M.Kep., Sp.Mat., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa keperawatan dalam memberikan dukungan psikososial kepada lansia agar mereka tetap produktif dan bersemangat dalam menjalani masa tua.

“Melalui kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok ini, kami ingin menumbuhkan empati dan rasa peduli mahasiswa terhadap kesehatan mental lansia. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi penghuni panti, tetapi juga menjadi pengalaman belajar berharga bagi mahasiswa dalam memahami aspek keperawatan gerontik secara langsung,” ujar Aryanti.

Baca Juga: Dosen Teknik Sipil Universitas Malahayati Ikuti Konferensi Nasional Teknik Sipil (Konteks ke-19) dan Munas BMPTTSSI di Mataram

Sementara itu, Iwan Barmansyah, S.H., M.H., selaku Kepala PSLU Tresna Werdha Bhakti Yuswa Natar, menyampaikan apresiasi dan rasa harunya atas kehadiran mahasiswa Universitas Malahayati.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian dari Universitas Malahayati. Para lansia terlihat sangat senang dan antusias mengikuti kegiatan ini. Kami berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali secara berkelanjutan, karena dampaknya sangat positif bagi penghuni panti,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan TAK yang dilakukan mahasiswa mencakup permainan kelompok, senam ringan, latihan memori, hingga sesi refleksi dan berbagi cerita antar peserta. Suasana penuh tawa, keakraban, dan kasih sayang tampak mewarnai seluruh kegiatan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan komunikasi terapeutik dan empati, tetapi juga belajar memahami pentingnya pendekatan holistik dalam memberikan pelayanan keperawatan pada lansia.

Kegiatan pengabdian ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata Universitas Malahayati dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan semangat kampus dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional, humanis, dan berjiwa sosial tinggi. (gil)

Editor: Gilang Agusman

LPPM Universitas Malahayati Laksanakan Monev Program Pengabdian Masyarakat, Dorong Inovasi Ekoenzim Ramah Lingkungan

BANDAR LAMPUNG (Malahayati.ac.id): Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Malahayati terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat (PkM) berbasis pemberdayaan. Pada Rabu (12/11/2025), LPPM melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap dosen penerima hibah PkM tahun pendanaan 2025.

Salah satu kegiatan yang menjadi fokus Monev kali ini adalah program bertajuk “Optimalisasi Sampah Organik Berbasis Ekoenzim sebagai Sabun Disinfektan Pembersih Lantai Ramah Lingkungan.” Program ini dilaksanakan oleh tim pengabdian dari Universitas Malahayati yang diketuai oleh Apt. Ade Maria Ulfa, M.Kes, dengan anggota Natalina, ST., M.Si, Prof. Erna Listyaningsih, SE., M.Si., Ph.D, Muhammad Putra Pratama, dan Galih Bimantara.

Baca Juga: Dosen Teknik Sipil Universitas Malahayati Ikuti Konferensi Nasional Teknik Sipil (Konteks ke-19) dan Munas BMPTTSSI di Mataram

Pelaksanaan Monev dilakukan langsung oleh tim dari LPPM Universitas Malahayati, yaitu Prof. Dr. Buhani, S.Pd., M.Si dan Dr. Febrianti, S.E., M.Si. Dalam kegiatan ini, tim pelaksana memaparkan hasil capaian program, mulai dari proses pembuatan produk ekoenzim hingga manfaatnya bagi masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi produk pembersih lantai yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

Kegiatan Monev ini bertujuan untuk menilai kesesuaian pelaksanaan program dengan proposal yang telah disetujui, memastikan keterlibatan aktif masyarakat sasaran, serta memberikan masukan untuk meningkatkan keberlanjutan program pemberdayaan. Proses evaluasi berlangsung secara interaktif, di mana tim monev dan pelaksana berdiskusi mengenai tantangan di lapangan serta strategi optimalisasi dampak kegiatan ke depan.

Kepala LPPM Universitas Malahayati, Prof. Erna Listyaningsih, SE., M.Si., Ph.D, menyampaikan bahwa kegiatan Monev ini merupakan bagian penting dalam menjamin kualitas dan keberlanjutan program pengabdian dosen.

“Melalui kegiatan Monev, kami ingin memastikan bahwa setiap program pengabdian benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program ekoenzim ini menjadi contoh inovasi sederhana namun berdampak besar dalam mendukung pengelolaan sampah organik dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” ujar Prof. Erna.

Ia menambahkan bahwa hasil dari Monev juga menjadi bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pelaksanaan pengabdian di masa mendatang.

“Kami mendorong agar setiap dosen tidak hanya fokus pada luaran akademik, tetapi juga pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Inilah bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga: Semarak Dies Natalis ke-10, HIMFA Universitas Malahayati Gelar PHARMACOPI 2.0 Usung Tema “Strengthening Pharmaceutical Innovation and Collaboration”

Kegiatan Monev lapangan berjalan lancar dan mendapat apresiasi dari masyarakat setempat yang turut terlibat dalam proses pembuatan ekoenzim. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru dalam mengolah limbah organik, tetapi juga berpotensi mengembangkan produk tersebut menjadi peluang usaha berbasis lingkungan.

Dengan pelaksanaan Monev ini, Universitas Malahayati kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen dalam mewujudkan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Dosen Teknik Sipil Universitas Malahayati Ikuti Konferensi Nasional Teknik Sipil (Konteks ke-19) dan Munas BMPTTSSI di Mataram

MATARAM (Malahayati.ac.id): Dua dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Malahayati, yakni Ir. Amelia Oktavia, S.T., M.T., CST., CSP dan Devi Oktarina, S.T., M.T., turut ambil bagian dalam Konferensi Nasional Teknik Sipil (Konteks ke-19) sekaligus Musyawarah Nasional (Munas) Badan Musyawarah Pendidikan Tinggi Teknik Sipil Seluruh Indonesia (BMPTTSSI). Kegiatan bergengsi ini berlangsung selama tiga hari, 6–8 November 2025, bertempat di Universitas Islam Al-Azhar (Unizar), Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dengan mengusung tema “Inovasi Infrastruktur Berkelanjutan untuk Mendukung Ketahanan Bencana dan Pariwisata,” Konteks ke-19 menjadi ajang strategis yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi teknik sipil dari seluruh Indonesia untuk berdiskusi dan berbagi gagasan tentang solusi inovatif menghadapi tantangan geopasial serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP., yang menyampaikan apresiasinya terhadap peran dunia pendidikan tinggi dalam melahirkan ide-ide konstruktif bagi pembangunan daerah dan nasional.

Baca Juga: Semarak Dies Natalis ke-10, HIMFA Universitas Malahayati Gelar PHARMACOPI 2.0 Usung Tema “Strengthening Pharmaceutical Innovation and Collaboration”

Selain itu, Konteks ke-19 juga menghadirkan tiga keynote speaker ternama yang memberikan pandangan ilmiah dan pengalaman praktis di bidang ketekniksipilan, yakni: Prof. Ir. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D. – Ketua Pusat Studi Gempa Nasional, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Ir. Andy Prabowo, S.T., M.T., Ph.D., IPM. – Akademisi dari Universitas Tarumanegara, Ir. H. Ahmadi, SP-1 – Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB.

Kehadiran para pakar tersebut memperkaya diskusi mengenai pembangunan infrastruktur yang tangguh, inovatif, dan berorientasi pada ketahanan terhadap bencana, sekaligus memperhatikan potensi sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah.

Bagi Universitas Malahayati, partisipasi dosen dalam ajang nasional ini menjadi wujud nyata komitmen institusi dalam mendorong pengembangan akademik, penelitian, serta peningkatan mutu akreditasi program studi Teknik Sipil. Melalui kegiatan ini, para dosen diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal-jurnal nasional terindeks dari hasil Konteks ke-19.

“Keikutsertaan dosen kami dalam Konteks ke-19 menjadi bentuk apresiasi terhadap semangat kolaborasi dan inovasi. Ini juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas penelitian serta memperluas jejaring akademik nasional bagi Program Studi Teknik Sipil Universitas Malahayati,” ujar salah satu perwakilan Prodi Teknik Sipil.

Dengan semangat tersebut, Universitas Malahayati berharap agar di tahun-tahun mendatang semakin banyak dosen yang berpartisipasi aktif dalam forum akademik bergengsi seperti Konteks dan Munas BMPTTSSI, sebagai bukti kontribusi nyata kampus dalam membangun peradaban teknik sipil yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing global. (gil)

Editor: Gilang Agusman

dr. Vionita dan dr. Bagas Surya Atmaja Raih Penghargaan Lulusan Terbaik di Prosesi Sumpah Dokter ke-74 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

BANDAR LAMPUNG (Malahayati.ac.id): Dua nama mencuri perhatian dalam Prosesi Sumpah Dokter ke-74 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, Rabu (5/11/2025), di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Dari total 59 dokter baru yang resmi dikukuhkan, dr. Vionita dan dr. Bagas Surya Atmaja berhasil menorehkan prestasi gemilang sebagai lulusan terbaik.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh haru itu, dr. Vionita dinobatkan sebagai peraih nilai tertinggi Computer-Based Test (CBT) nasional periode Agustus 2025 dengan skor 88,00, sementara dr. Bagas Surya Atmaja meraih predikat lulusan terbaik dengan IPK 3,83.

Baca Juga: Universitas Malahayati Kukuhkan 59 Dokter Baru dalam Prosesi Sumpah Dokter Periode ke-74

Kedua dokter muda ini menjadi sosok inspiratif bagi rekan-rekannya, menunjukkan bahwa kerja keras, ketekunan, dan semangat belajar tanpa henti akan selalu membuahkan hasil terbaik.

Di tengah suasana bahagia dan haru, dr. Vionita mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraih. Ia mengaku perjalanan menuju gelar dokter bukan hal mudah, namun penuh pembelajaran dan pengalaman berharga.

“Saya sangat bersyukur atas kesempatan dan bimbingan yang diberikan oleh para dosen serta dukungan dari keluarga. Nilai CBT yang tinggi ini adalah hasil dari proses panjang belajar dan konsistensi. Saya berharap bisa terus mengembangkan diri dan menjadi dokter yang memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujar dr. Vionita dengan penuh rasa haru.

Sementara itu, dr. Bagas Surya Atmaja menuturkan bahwa pencapaian yang diraihnya bukan semata hasil kerja pribadi, melainkan juga buah dari kerja sama dan semangat saling mendukung di antara rekan-rekan sejawat.

“Menjadi lulusan terbaik adalah kehormatan besar. Tapi yang lebih penting bagi saya adalah bagaimana kami bisa mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari untuk masyarakat. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami selama proses pendidikan. Semoga kami semua bisa mengabdi dengan sepenuh hati dan membawa nama baik almamater,” tutur dr. Bagas.

Baca Juga: dr. Ferdinand Anem Pigome, Jejak Langkah Anak Papua Menggapai Gelar Dokter di Universitas Malahayati

Prosesi Sumpah Dokter ke-74 ini menjadi momen bersejarah bagi Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Selain menjadi tonggak awal pengabdian bagi 59 dokter baru, kegiatan ini juga menegaskan komitmen universitas dalam melahirkan tenaga medis profesional yang berilmu, beretika, dan berempati terhadap kemanusiaan.

Dengan semangat baru, para dokter muda Universitas Malahayati siap melangkah ke dunia profesi, membawa semangat pengabdian, serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kedokteran demi kesehatan masyarakat Indonesia. (gil)

Editor: Gilang Agusman

Mahasiswa Profesi Bidan Universitas Malahayati Mulai Praktik Pra Profesi di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro

METRO (Malahayati.ac.id): Sebanyak 21 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Universitas Malahayati resmi memulai kegiatan Praktik Pra Profesi Keterampilan Dasar Klinik (KDK) Tahun Akademik 2025–2026 di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, Senin (3/11/2025).

Kegiatan praktik ini akan berlangsung selama dua minggu, mulai 3–14 November 2025, sebagai bagian dari implementasi kerja sama (MoU) antara Universitas Malahayati dengan RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro.

Acara pembukaan praktik diawali dengan penyerahan resmi mahasiswa oleh Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Nurul Isnaini, SST., M.Kes, kepada pihak rumah sakit. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa praktik Keterampilan Dasar Klinik merupakan tahapan penting dalam proses pendidikan calon bidan profesional.

“Kegiatan praktik KDK ini merupakan kompetensi fundamental yang menjadi pemantapan sekaligus prasyarat sebelum mahasiswa memasuki tahap stase klinik. Melalui praktik ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan keterampilan dasar kebidanan yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam pengalaman nyata di lahan praktik,” ujar Nurul Isnaini.

Pihak RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro yang diwakili oleh dr. Hasyil Syahdu, MKM selaku Wakil Direktur Utama Pelayanan, menerima secara resmi penyerahan mahasiswa tersebut. Ia menyambut baik kehadiran mahasiswa Universitas Malahayati dan berharap momentum ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi para calon bidan.

“Kami menyambut dengan hangat kehadiran mahasiswa dari Universitas Malahayati. Gunakan kesempatan praktik ini dengan sebaik-baiknya sebagai bekal untuk menjadi bidan yang kompeten, profesional, dan beretika dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutur dr. Hasyil.

Usai penyerahan mahasiswa, kegiatan dilanjutkan dengan persamaan persepsi antara Clinical Instructor (CI) dan dosen pembimbing, serta penjelasan tata tertib pelaksanaan praktik. Para mahasiswa juga diberikan arahan mengenai metode pembelajaran yang akan digunakan, yakni pre dan post conference serta bed side teaching, guna memastikan setiap mahasiswa memahami peran dan tanggung jawabnya selama praktik.

Praktik Keterampilan Dasar Klinik ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan teknis dan sikap profesional, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan. Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati terus berkomitmen mencetak tenaga bidan yang unggul, berkarakter, dan siap mengabdi bagi masyarakat. (gil)

Editor: Gilang Agusman