Universitas Malahayati Kukuhkan 126 Dokter Baru dalam Prosesi Sumpah Dokter Periode ke-75

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id) Suasana haru dan khidmat menyelimuti Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Rabu (4/02/2026), Saat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati sukses menggelar Prosesi Sumpah Dokter ke-75. Sebanyak 126 lulusan resmi dikukuhkan sebagai dokter baru, menandai langkah awal mereka dalam pengabdian kepada masyarakat sebagai tenaga medis profesional.

Acara sakral ini menjadi momentum bersejarah bagi para lulusan, keluarga, serta civitas akademika Universitas Malahayati. Prosesi sumpah bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi juga bentuk janji suci untuk menjunjung tinggi etika, tanggung jawab, dan integritas profesi dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkeadilan dan berperikemanusiaan.

Prosesi sumpah dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, Dr. dr. Tessa Sjahriani, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga atas capaian para lulusan yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan dokter dengan penuh dedikasi.

“Menjadi dokter bukan hanya soal gelar, tetapi soal amanah dan pengabdian. Hari ini, kalian resmi memegang tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat dengan hati dan ilmu pengetahuan. Jadilah dokter yang berempati, berintegritas, dan terus belajar sepanjang hayat,” ujar Dr. Tessa dengan penuh semangat.

Beliau juga menegaskan pentingnya menjunjung nilai-nilai kemanusiaan serta profesionalisme di tengah tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.

Mewakili Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., hadir Wakil rektor 4: Drs. Suharman,M.Pd.,M.Kes. Dalam sambutannya, ia memberikan pesan mendalam mengenai nilai-nilai yang harus dipegang teguh oleh seorang dokter.

“Integritas dan religiusitas adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari profesi dokter. Ilmu yang kalian miliki harus selalu disertai dengan keikhlasan dalam melayani. Jadilah dokter yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia,” tutur bapak suharman.

Ia juga mengapresiasi Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati yang terus melahirkan lulusan berkualitas dan berdaya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Prosesi Sumpah Dokter ke-75 ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari institusi kesehatan dan mitra rumah sakit. Di antaranya:

Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung : Indra P, Perwakilan dinas kesehatan prov lampung : Zarma SST M.Keb, Dinas kesehatan kota bandar lampung : Nensiria Apt, IDI Provinsi Lampung : dr. Josi Harnos MARS, IDI Kota Bandar Lampung: Dr. dr. Aila Karyus SH MKes Sp.Kklp, Direktur Rs Bintang Amin: dr. Rahmawati. M.PH, Wakil Direktur RSAM : dr. Yusmaidi Sp.B KBD, Rs Bhayangkara : dr. S. Wimbo, RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro : dr. Prima Sp. PK.

Dari internal kampus, hadir pula jajaran pimpinan Universitas Malahayati, antara lain:

Wakil rektor 2: Drs. Nirwanto, M.Kes, Wakil rektor 4: Drs. Suharman,M.Pd.,M.Kes, Dekan Fakultas Kedokteran : Dr. dr. Tessa Sjahriani, M. Kes, Ka. Prodi profesi dokter: dr Ade utia detty, M.Kes, Perwakilan IKA alumni : dr. Agus kelana, Kepala PMB : Romi J Utama SE M.Sos, ketua LPMi Universitas Malahayati : Dr. Arifki Zainaro S.Kep Ns M.Kes, Balai Karantina Kesehatan Kelas I Panjang : dr. Virgin dan Perwakilan FK Universitas Aisyah Pringsewu : dr. Hafizhah HR. M.Kes

Prosesi sumpah ditutup dengan pembacaan janji dokter dan penandatanganan berita acara sumpah yang disaksikan oleh para pejabat yang hadir. Para dokter baru kemudian menerima pin dan sertifikat sumpah sebagai simbol resmi pengukuhan profesi mereka.

Momen haru terlihat ketika para lulusan memberikan penghormatan kepada orang tua dan dosen pembimbing yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka menjadi dokter.

Dengan dikukuhkannya 126 dokter baru ini, Universitas Malahayati kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu institusi pendidikan kedokteran terbaik di Sumatera yang melahirkan dokter-dokter unggul, beretika, dan siap mengabdi untuk masyarakat Indonesia.

Editor : Chandra Faza