{"id":71236,"date":"2023-08-21T01:20:39","date_gmt":"2023-08-21T01:20:39","guid":{"rendered":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=71236"},"modified":"2023-08-21T01:20:39","modified_gmt":"2023-08-21T01:20:39","slug":"merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=71236","title":{"rendered":"Merdeka"},"content":{"rendered":"<div id=\"topnavwrap\" class=\"gmr-topnavwrap clearfix\">\n<div class=\"gmr-topnotification\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"list-flex\">\n<div class=\"row-flex\">\n<h3><strong style=\"font-size: 16px;\">Oleh: Sudjarwo<\/strong><\/h3>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"page\" class=\"site sticky-menu\">\n<div id=\"content\" class=\"gmr-content\">\n<div class=\"container\">\n<div class=\"row\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<article id=\"post-192429\" class=\"content-single post-192429 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-kopi-pagi\">\n<div class=\"single-wrap\">\n<div class=\"entry-content entry-content-single clearfix\">\n<p><em><strong>Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung<\/strong><\/em><\/p>\n<p>&#8211;<\/p>\n<p>Perayaan hari ulang tahun kemerdekaan negeri tercinta ini baru saja usai. Sorak sorai kegembiraan dan riuhnya acara baru juga selesai. Sementara itu ada seorang calon anggota legislatif mengirimkan pesan ke melalui gawai : \u201cMerdeka iku apa, to\u201d (merdeka itu apa sih).<\/p>\n<p>Sekilas kalimat itu biasa-biasa saja, bahkan cenderung kalimat lawakan atau guyon. Namun,\u00a0 bagi mereka yang sudah mendalami olah rasa, kalimat itu bermakna sangat dalam, mendasar, serta memiliki perspektif psikologis yang berspektrum luas.<\/p>\n<p>Kalimat itu bukan pertanyaan maupun pernyataan, tetapi wujud\u00a0 kegelisahan berpikir dari seseorang yang sangat paham dengan kehidupan. Kalimat itu untuk menggambarkan tidak sinkronnya antara harapan dan kenyataan. Respons kontemplatif seperti ini mengingatkan kita pada nasihat-nasihat atau pitutur luhur dari para pendahulu kepada kita semua sebagai generasi penerus. Salah satu bunyi nasihat itu adalah \u201c<em>Yen seneng kuwi kudu bisa nyenengake<\/em>\u201d (Kalau kita sedang senang harus juga bisa menyenangkan). Tentu bahasan kalimat ini memerlukan kajian tersendiri, dan waktu khusus untuk membahasnya.<\/p>\n<p>Kata \u201cmerdeka\u201d jika dimaknai sebagai terbebasnya seseorang atau kelompok dari keterpaksaan melakukan atau tidak melakukan sesuatu karena intimidasi, itu adalah makna normatif, tetapi tidak substantif. Bisa jadi antara substantif dan normatif tidak klop. Ada sesuatu yang normatif tidak substantif, ada yang tidak normatif tetapi substantif. Kemerdekaan yang hakiki adalah kemerdekaan yang normatif- substabtif. Maksudnya, kemerdekaan yang memerdekakan tindakan dan pikiran.<\/p>\n<p>Jika kerangka ini yang dipakai, maka penjajahan oleh penjajah pada masa lalu itu dapat kita golongan semasa penjajahan Belanda adalah penjajahan normatif. Sebab semua norma Belanda ditransformasikan secara paksa ke warga jajahannya yang oleh mereka diberi nama Hindia Belanda. Mereka yang menamakan diri warga Belanda membangun narasi dan pemikiran (bahkan cuci otak) bahwa\u00a0 mereka adalah kelas satu,\u00a0 sementara yang bukan Belanda adalah kelas dua. Untuk meneguhkannya diberi label\u00a0<em>inlander<\/em>.<\/p>\n<p>Penjajahan \u201cotak\u201d inilah yang sampai beberapa generasi masih terbangun stigma bahwa orang asing (baca: kulit putih) itu superior, kulit berwarna itu inferior. Oleh karena itu, ucapan \u201cndoro tuan\u201d adalah lambang supremasi penjajah kepada yang dijajah saat itu.<\/p>\n<p>Sementara model penjajahan Jepang normatif dan substantif berjalan bersamaan. Maksudnya, baik norma maupun kebendaan apapun, semua di bawah otoritas penjajah. Sampai anak dan istri kita pun jika mereka menghendaki, harus diserahkan tanpa syarat apapun. Penjungkirbalikan normatif dan substantif pada masa itu adalah sesuatu yang lumrah untuk diperbuat dari penjajah kepada yang terjajah. Karena prinsip yang dianut adalah mereka yang menang dapat berbuat apa saja kepada yang kalah.<\/p>\n<p>Namun secara hakiki sebenarnya penjajah baik Belanda maupun Jepang adalah penjajah normatif-substantif kepada bangsa ini. Mereka merusak bukan hanya fisik negeri ini tetapi merusak sistem nilai yang dianut, diyakini, dan dijalankan oleh seluruh anak negeri. Oleh sebab itu semangat untuk mengusir penjajah yang dimiliki oleh para pendahulu; adalah karena mereka diikat oleh nilai-nilai normatif-substantif tadi.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan saat ini ? Saat ini kita \u201cterjajah\u201d oleh kita sendiri. Dengan kata lain, semua yang kita miliki baik secara personal, maupun kolegial, dapat berubah menjadi penjajah bagi diri dan bangsa kita sendiri. Penjajahan pemikiran yang dilakukan oleh para penjajah masa lalu itu menjadikan peta kognitif\u00a0 yang kita miliki sampai saat ini. Masih mengandung unsur berupa kesan ingin \u201cmenjajah\u201d pihak di luar diri kita. Cara yang dilakukan bisa bermacam-macam, dari yang paling santun sampai yang paling vulgar.<\/p>\n<p>Sifat keterjajahan pun masih belum seluruhnya hilang. Di antaranya anggapan bahwa orang asing (baca: Barat) itu lebih dari kita. Padahal, tidak kurang banyaknya jumlah orang pandai yang melampaui capaiannya di tingkat dunia yang dilakukan oleh bangsa kita.<\/p>\n<p>Kesan inferior ini terkadang muncul dari akibat salah sistemnya dalam penyelenggaraan pendidikan kita, yaitu kurang mengenalkan keberhasilan bangsa sendiri kepada peserta didik. Rasa patriotisme diterjemahkan hanya dengan satu kata \u201cmelawan\u201d bangsa asing secara fisik. Padahal sejatinya patriotism jauh lebih luas dari itu. Satu di antaranya adalah menyejajarkan bangsa ini dengan bangsa-bangsa lain di dunia melalui prestasi dan keberhasilan. (SJ)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/article>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Sudjarwo &nbsp; Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung &#8211; Perayaan hari ulang tahun kemerdekaan negeri tercinta ini baru saja usai. Sorak sorai kegembiraan dan riuhnya acara baru juga selesai. Sementara itu ada seorang calon anggota legislatif mengirimkan pesan ke melalui gawai : \u201cMerdeka iku apa, to\u201d (merdeka itu apa sih). Sekilas kalimat itu biasa-biasa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-71236","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Merdeka - Universitas Malahayati<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=71236\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Merdeka - Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Sudjarwo &nbsp; Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung &#8211; Perayaan hari ulang tahun kemerdekaan negeri tercinta ini baru saja usai. Sorak sorai kegembiraan dan riuhnya acara baru juga selesai. Sementara itu ada seorang calon anggota legislatif mengirimkan pesan ke melalui gawai : \u201cMerdeka iku apa, to\u201d (merdeka itu apa sih). Sekilas kalimat itu biasa-biasa [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=71236\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-21T01:20:39+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Raden Mas Agung Suryokusumo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Raden Mas Agung Suryokusumo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=71236\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=71236\",\"name\":\"Merdeka - Universitas Malahayati\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-08-21T01:20:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=71236#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=71236\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=71236#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Merdeka\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Malahayati\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3\",\"name\":\"Raden Mas Agung Suryokusumo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Raden Mas Agung Suryokusumo\"},\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=4\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Merdeka - Universitas Malahayati","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=71236","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Merdeka - Universitas Malahayati","og_description":"Oleh: Sudjarwo &nbsp; Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung &#8211; Perayaan hari ulang tahun kemerdekaan negeri tercinta ini baru saja usai. Sorak sorai kegembiraan dan riuhnya acara baru juga selesai. Sementara itu ada seorang calon anggota legislatif mengirimkan pesan ke melalui gawai : \u201cMerdeka iku apa, to\u201d (merdeka itu apa sih). Sekilas kalimat itu biasa-biasa [&hellip;]","og_url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=71236","og_site_name":"Universitas Malahayati","article_published_time":"2023-08-21T01:20:39+00:00","author":"Raden Mas Agung Suryokusumo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Raden Mas Agung Suryokusumo","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=71236","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=71236","name":"Merdeka - Universitas Malahayati","isPartOf":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website"},"datePublished":"2023-08-21T01:20:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=71236#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=71236"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=71236#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/malahayati.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Merdeka"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/","name":"Universitas Malahayati","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3","name":"Raden Mas Agung Suryokusumo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g","caption":"Raden Mas Agung Suryokusumo"},"url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=4"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=71236"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71236\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=71236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=71236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=71236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}