{"id":72977,"date":"2023-11-29T03:26:38","date_gmt":"2023-11-29T03:26:38","guid":{"rendered":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=72977"},"modified":"2023-11-29T03:51:12","modified_gmt":"2023-11-29T03:51:12","slug":"kepala-plontos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=72977","title":{"rendered":"Kepala Plontos"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh : Sudjarwo<\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Guru Besar Universitas Malahayati<\/em><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Artikel ini ditulis bertepatan dengan dicanangkannya hari pertama kampanye untuk Pemilihan Umum 2024. Tentu saja dengan slogan klasik \u201cPemilu Damai\u201d yang menyeruak didorong kepermukaan. Semua elemen masyarakat diajak untuk berpartisipasi oleh pemerintah maupun orang-orang partai, agar menggunakan hak pilihnya pada waktu yang telah ditentukan. Bebagai cara dilakukan untuk menyebarluaskan informasi, baik yang tradisional maupun yang modern, dilakukan oleh yang berkepentingan untuk mensukseskan pemilihan umum.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Situasi seperti saat ini, mengingatkan masa pemilihan umum di era Orde Baru. Saat itu banyak orang berkepala plontos. Situasi seperti ini adalah lahan mencari cuan pada jamannya. Mereka tidak terorganisir seperti sekarang, hanya kejelian saja dalam melihat peluang yang ada. Setiap partai, yang pada waktu itu ada dua partai dan satu golongan (golongan ini waktu itu belum berlabel partai), akan melakukan konvoi memerlukan banyak orang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Para orang suruhan mereka mengajak pada teman-teman berkepala plontos untuk ikut konvoi dengan mengecat kepala mereka sesuai lambang partai atau golongan tadi. Dan, jadilah konvoi kepala plontos dengan yel-yel yang sudah disepakati; tentu makin lama durasi maka logistic nasi bungkus dan cuan akan semakin banyak diperlukan, dengan alasan ongkos transport dan ongkos beli sabun.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Sahabat plontos ini hafal betul jadwal dari masing-masing pengguna, jadi hari ini kepalanya bercat Banteng, besok berubah bercat Ka\u2019bah, terakhir bergambar Beringin. Selanjutnya mereka memiliki catatan organisasi mana yang royal kasih uang dan nasi bungkus. Bagi mereka nyoblos tidak penting, yang penting konvoi dan uang.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Ada yang unik, satu peristiwa ada yang salah gambar; gambar yang dia gunakan di kepala itu jadwalnya besok, tetapi karena lupa hari, dia gunakan hari ini. Tentu saja barisan itu menjadi heboh, yang bersangkutan jadi bulan-bulanan oleh teman-temannya. Namun semua berlangsung gembira, hal itu dianggap biasa; mereka tetap saja membagi pendapatan kepada yang salah kostum.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Menarik lagi saat hari pemilihan berlangsung, mereka juga ikut menjadi panitia local tidak resmi, maksudnya bantu-bantu pejabat kelurahan angkat kursi, susun meja, buka tenda; semua mereka lakukan, walaupun ujungnya ya Cuan dan Nasi Bungkus. Begitu selesai pencoblosan, dan ditanya mereka coblos yang mana, mereka sebut salah satu lambang terbesar dananya saat itu, dengan alasan duwitnya paling banyak. Ternyata, penyakit ini tampaknya ikut lestari antargenerasi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Seiring perjalanan waktu, semua menjadi berubah; hanya seperti apa perubahan \u201cKepala Plontos\u201d, sampai hari ini baru terditeksi bentuk wujud fisik yang sudah tidak ada. Namun, bentuk perilaku, diduga justru mengalami metamorphose ke yang lebih canggih. Kalau dulu Kepala Plontos tidak terorganisir secara baik dan rapi. Kini, kepala tidak harus plontos, namun pengorganisasian melalui tim sukses, dan \u201cRadio Canting\u201d, menjadi semacam \u201cbentuk baru\u201d dari metamorphose tadi.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Untuk sekarang, biaya menjadi besar dan mahal karena sistem pengorganisasian yang rapi ternyata memerlukan biaya tinggi. Belum lagi tingkat kecerdasan dalam tanda kutib masyarakat yang juga berubah, sehingga jelas politik \u201cwani piro\u201d tidak bisa dihindari. Slogan di televise justru ditanggapi dengan senyum manis berjuta makna.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendidikan politik belum sepenuhnya menyentuh akar rumput manakala sistem transaksional masih terbuka, dan ini justru menumbuhsuburkan praktik \u201cbarter\u201d dalam bentuk lain. walaupun dalam tataran teoritik akademik memang sudah jauh lebih baik dibandingkan awal-awal dahulu. Akan tetapi seiring dengan peningkatan harapan, maka masyarakat belum bisa membedakan antara \u201cbutuh dan kebutuhan\u201d. Akhirnya secara tidak sengaja peningkatan kualitas mutu teknik kepemilihan, ikut berimbas pada tingkat pelanggaran etika dalam menentukan pilihan. Sisi lain iming-iming kebendaan lebih memberikan harapan nyata bagi mereka, jika dibandingkan dengan harapan masa depan sebagai cita-cita.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Salam waras. (SJ)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati &nbsp; Artikel ini ditulis bertepatan dengan dicanangkannya hari pertama kampanye untuk Pemilihan Umum 2024. Tentu saja dengan slogan klasik \u201cPemilu Damai\u201d yang menyeruak didorong kepermukaan. Semua elemen masyarakat diajak untuk berpartisipasi oleh pemerintah maupun orang-orang partai, agar menggunakan hak pilihnya pada waktu yang telah ditentukan. Bebagai cara dilakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-72977","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kepala Plontos - Universitas Malahayati<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=72977\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kepala Plontos - Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati &nbsp; Artikel ini ditulis bertepatan dengan dicanangkannya hari pertama kampanye untuk Pemilihan Umum 2024. Tentu saja dengan slogan klasik \u201cPemilu Damai\u201d yang menyeruak didorong kepermukaan. Semua elemen masyarakat diajak untuk berpartisipasi oleh pemerintah maupun orang-orang partai, agar menggunakan hak pilihnya pada waktu yang telah ditentukan. Bebagai cara dilakukan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=72977\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-11-29T03:26:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-11-29T03:51:12+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Raden Mas Agung Suryokusumo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Raden Mas Agung Suryokusumo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=72977\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=72977\",\"name\":\"Kepala Plontos - Universitas Malahayati\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-11-29T03:26:38+00:00\",\"dateModified\":\"2023-11-29T03:51:12+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=72977#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=72977\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=72977#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kepala Plontos\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Malahayati\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3\",\"name\":\"Raden Mas Agung Suryokusumo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Raden Mas Agung Suryokusumo\"},\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=4\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kepala Plontos - Universitas Malahayati","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=72977","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kepala Plontos - Universitas Malahayati","og_description":"Oleh : Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati &nbsp; Artikel ini ditulis bertepatan dengan dicanangkannya hari pertama kampanye untuk Pemilihan Umum 2024. Tentu saja dengan slogan klasik \u201cPemilu Damai\u201d yang menyeruak didorong kepermukaan. Semua elemen masyarakat diajak untuk berpartisipasi oleh pemerintah maupun orang-orang partai, agar menggunakan hak pilihnya pada waktu yang telah ditentukan. Bebagai cara dilakukan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=72977","og_site_name":"Universitas Malahayati","article_published_time":"2023-11-29T03:26:38+00:00","article_modified_time":"2023-11-29T03:51:12+00:00","author":"Raden Mas Agung Suryokusumo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Raden Mas Agung Suryokusumo","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=72977","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=72977","name":"Kepala Plontos - Universitas Malahayati","isPartOf":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website"},"datePublished":"2023-11-29T03:26:38+00:00","dateModified":"2023-11-29T03:51:12+00:00","author":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=72977#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=72977"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=72977#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/malahayati.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kepala Plontos"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/","name":"Universitas Malahayati","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3","name":"Raden Mas Agung Suryokusumo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g","caption":"Raden Mas Agung Suryokusumo"},"url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=4"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72977","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=72977"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72977\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72985,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/72977\/revisions\/72985"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=72977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=72977"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=72977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}