{"id":75277,"date":"2024-08-14T01:48:45","date_gmt":"2024-08-14T01:48:45","guid":{"rendered":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=75277"},"modified":"2024-08-14T01:48:45","modified_gmt":"2024-08-14T01:48:45","slug":"kotak-kosong-siapa-takut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=75277","title":{"rendered":"Kotak Kosong, Siapa Takut"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Sudjarwo <\/strong><br \/>\n<em>Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung<\/em><\/p>\n<p>&#8211;<\/p>\n<p>Menyimak tulisan HBM di media ini beberapa saat lalu, pertama saya ucapkan selamat ulang tahun, walau agak terlambat; kedua bagaimana HBM menganalisis peluang bakal terjadinya \u201clawan kotak kosong\u201d pada Pilgub Lampung 2024 yang begitu tajam lewat opini <a title=\"Calon Tunggal vs Oligarki Pilgub Lampung\" href=\"https:\/\/www.heloindonesia.com\/opini\/27795\/calon-tunggal-vs-oligarki-pilgub-lampung\"><em>Calon Tunggal vs Oligarki Pilgub Lampung.<\/em><\/a><\/p>\n<p>Namun, ada sisi-sisi lain yang akan dilengkapi oleh tulisan ini, mengingat \u201csuasana\u201d atau \u201catmosfir\u201d pemilihan kali ini agak sedikit berbeda dibandingkan dengan pemilihan-pemilihan sebelumnya.<\/p>\n<p>Perbedaan atmosfir ini tampaknya sedikit banyak akan berpengaruh kepada \u201cperilaku\u201d pemilih dipandang dari kacamata sosiologis, terutama aspek perilaku sosial dengan pisau analisis fenomenologis.<\/p>\n<p><strong>AYAM SAYUR<\/strong><\/p>\n<p>Pertama, pemilihan kali ini agaknya tidak ada \u201cpenyandang dana\u201d seperti pemilihan sebelumnya yang <em>jor-joran<\/em> menggelontorkan dana untuk mendukung calonnya.<\/p>\n<p>Tentu, konsekuensinya, nafas dari para calon agak terengah-engah. Namun, untuk jangka panjang, terasa mulai ada udara segar yang akan menyehatkan demokrasi daerah ini.<\/p>\n<p>Persoalannya sekarang, siapapun pemenangnya kelak harus berani adu \u201cnyali\u201d berhadapan dengan gajah-gajah yang selama ini kemungkinan bimsalabim denga. kewajibannya kepada pemerintah, termasuk pemerintah daerah.<\/p>\n<p>Jika di tengah jalan \u201cmasuk angin\u201d, apalagi kalau itu \u201cangin duduk\u201d yang bisa membuat orang \u201cterduduk\u201d; maka apapun kalkulasi pemilihan dilakukan sangat tergantung kepada tipe kepemimpinan si pemenang.<\/p>\n<p>Jika pemenangnya tipe \u201cayam sayur\u201d akan percumah saja pemilihan dilakukan, karena tidak akan terjadi perubahan yang signifikan ke depan.<\/p>\n<p><strong>KOTAK KOSONG<\/strong><\/p>\n<p>Kedua, sangat mungkin terjadi kotak kosong yang menang. Penyebabnya, bukan akibat banyaknya pemilih menjatuhkan pilihan ke kotak kosong, tapi yang dikhawatirkan rendahnya tingkat partisipasi pemilih datang ke TPS.<\/p>\n<p>Kenapa ada potensi rendahnya partisipasi pemilih. Secara fenomenologis, hal ini akibat terjadinya dua hal:<\/p>\n<p>Pertama, pemilih merasa tidak mendapatkan apa-apa dari pemilihan itu. Hal ini disebabkan karena selama ini yang namanya pemilihan ada \u201ctentengan\u201d yang dibawa pulang atau paling tidak \u201camplop\u201d sedekahnya.<\/p>\n<p>Sementara saat ini, penyandang dana untuk menyediakan tentengan bakal tidak ada lagi. Akibatnya sikap sosial \u201cberani berapa, dapat apa\u201d yang selama ini terbentuk, menjadi <em>ambyar.\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Kedua, sikap apatisme dari kalangan menengah yang berpersepsi \u201csiapapun\u201d yang terpilih, mereka tidak kerja, mereka tidak makan.<\/p>\n<p>Sikap seperti ini melekat terutama bagi mereka yang di lampung ini \u201chanya numpang hidup\u201d maksudnya bekerja di Lampung, namun keluarga ada di luar Lampung. Saat hari pemilihan, justru mereka manfaatkan untuk \u201cpulang\u201d menjumpai keluarga, tidak tertarik untuk berpartisipasi mendatangi lokasi pemilihan.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, calon sekarang hanya memiliki alternatif jalan menuju kemenangan adalah mengandalkan hubungan primordial.<\/p>\n<p>Termasuk, dalam hubungan pola ini adalah kekerabatan, baik dari pihak ayah\/ibu, mertua, adik-kakak, saudara dari adik atau saudara dari kakak, teman main ayah\/ibu\/mertua, dan handai tolan. Itu yang bersifat primer<\/p>\n<p>Yang sekunder, teman organisasi profesi, teman alumni, dan organisasi masa lainnya.<\/p>\n<p>Sementara organisasi politik justru tidak bisa banyak diharap karena banyak sekali konflik kepentingan dan lain sebagainya, terutama negosiasi-negosiasi kepentingan.<\/p>\n<p>Apapun kejadiannya Pilkada harus jalan, tinggal bagaimana \u201ctim sukses\u201d para calon bekerja. Jika mereka setengah hati, maka hasilnyapun seperempat harap.<\/p>\n<p>Jika tidak bekerja, hanya menonton, maka hasilnya-pun sudah bisa diduga akan kedodoran. Sekalipun pemilihan ini tidak berada dipersimpangan jalan, namun tetap saja jalan terjal akan dijumpai oleh siapapun calonnya.<\/p>\n<p>Kondisi partai pengusung yang carut-marut, juga sedikit banyak akan berpengaruh kepada persepsi pemilih dalam menentukan pilihannya. Salam Waras (SJ)<\/p>\n<p><strong>Editor: Gilang Agusman<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung &#8211; Menyimak tulisan HBM di media ini beberapa saat lalu, pertama saya ucapkan selamat ulang tahun, walau agak terlambat; kedua bagaimana HBM menganalisis peluang bakal terjadinya \u201clawan kotak kosong\u201d pada Pilgub Lampung 2024 yang begitu tajam lewat opini Calon Tunggal vs Oligarki Pilgub Lampung. Namun, ada sisi-sisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-75277","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kotak Kosong, Siapa Takut - Universitas Malahayati<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=75277\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kotak Kosong, Siapa Takut - Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung &#8211; Menyimak tulisan HBM di media ini beberapa saat lalu, pertama saya ucapkan selamat ulang tahun, walau agak terlambat; kedua bagaimana HBM menganalisis peluang bakal terjadinya \u201clawan kotak kosong\u201d pada Pilgub Lampung 2024 yang begitu tajam lewat opini Calon Tunggal vs Oligarki Pilgub Lampung. Namun, ada sisi-sisi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=75277\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-14T01:48:45+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Raden Mas Agung Suryokusumo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Raden Mas Agung Suryokusumo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=75277\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=75277\",\"name\":\"Kotak Kosong, Siapa Takut - Universitas Malahayati\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-08-14T01:48:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=75277#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=75277\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=75277#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kotak Kosong, Siapa Takut\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Malahayati\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3\",\"name\":\"Raden Mas Agung Suryokusumo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Raden Mas Agung Suryokusumo\"},\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=4\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kotak Kosong, Siapa Takut - Universitas Malahayati","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=75277","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kotak Kosong, Siapa Takut - Universitas Malahayati","og_description":"Oleh: Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung &#8211; Menyimak tulisan HBM di media ini beberapa saat lalu, pertama saya ucapkan selamat ulang tahun, walau agak terlambat; kedua bagaimana HBM menganalisis peluang bakal terjadinya \u201clawan kotak kosong\u201d pada Pilgub Lampung 2024 yang begitu tajam lewat opini Calon Tunggal vs Oligarki Pilgub Lampung. Namun, ada sisi-sisi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=75277","og_site_name":"Universitas Malahayati","article_published_time":"2024-08-14T01:48:45+00:00","author":"Raden Mas Agung Suryokusumo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Raden Mas Agung Suryokusumo","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=75277","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=75277","name":"Kotak Kosong, Siapa Takut - Universitas Malahayati","isPartOf":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website"},"datePublished":"2024-08-14T01:48:45+00:00","author":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=75277#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=75277"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=75277#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/malahayati.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kotak Kosong, Siapa Takut"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/","name":"Universitas Malahayati","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3","name":"Raden Mas Agung Suryokusumo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g","caption":"Raden Mas Agung Suryokusumo"},"url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=4"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=75277"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75277\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":75313,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/75277\/revisions\/75313"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=75277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=75277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=75277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}