{"id":76642,"date":"2024-11-26T09:49:49","date_gmt":"2024-11-26T02:49:49","guid":{"rendered":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76642"},"modified":"2024-11-26T09:49:49","modified_gmt":"2024-11-26T02:49:49","slug":"meratap-dan-tertawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76642","title":{"rendered":"Meratap dan Tertawa"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Sudjarwo <\/strong><br \/>\n<em>Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung<\/em><\/p>\n<p>&#8211;<\/p>\n<p>Satu adegan <em>carangan<\/em> atau karangan Dalang Wayang Purwa saat diminta pentas padat menghibur para pemirsa. Jika mengikuti pakem wayang harus paling tidak lima sampai enam jam satu cerita dipentaskan. Namun sesuai perkembangan jaman para kawula milenial tidak suka berlama-lama untuk menikmati sesuatu. Oleh panitia hanya diberi waktu tiga puluh sampai empat puluh menit saja. Dalang yang seorang doktor dan pernah mengkuti kuliah sosiologi dakwah tidak keberatan, bahkan di dalam hatinya bicara \u201csiapa takut\u201d asal harganya sesuai saja. Makin padat, tentu makin mahal jika mengikuti pola logam mulia. Pentas dimulai, setting yang diambil adalah perjumpaan para Punakawan dalam segmen <em>\u201cGoro-Goro\u201d.<\/em><\/p>\n<p>\u201cPetruk, Gareng, saya <em>pingin<\/em> bicara dengan kalian\u201d demikian pembuka cerita Bagong memanggil dua orang saudaranya. \u201cAda apa Gong,\u201d sahut Gareng dan Petruk bersamaan.<\/p>\n<p>\u201cBegini, anakku yang tua itu mencalonkan diri menjadi Kepala Perdikan, <em>mbok<\/em> saya minta bantuan suaramu dan keluargamu agar memilih anakku, kan itu juga anak-anakmu juga, kalau sudah jadi ya nanti ada <em>etung-entungannya<\/em> lah, bisa berupa proyek jalan, atau mengeringkan sungai, bisa juga menambak laut,\u201d jawab Bagong dengan nada serius.<\/p>\n<p>Petruk langsung menjawab <em>gaspol<\/em> \u201cBegini Gong, bukan saya tidak mau bantu, saya mau membantu tetapi tidak perlu pakai <em>embel-embel entung-entungan.<\/em> Sebab kalah dan menang itu dalam pertandingan atau pemilihan adalah sesuatu keharusan. Jika belum apa-apa sudah disebut awal itu namanya gratifikasi. Jadi tolong dicabut dulu pembicaraanmu tentang <em>embel-embel etung-etungan<\/em> tadi\u201d.<\/p>\n<p>\u201cKalau saya beda Truk,\u201d tukas Gareng. \u201cBegini ya Gong, soal suara mudah-mudahan saya bisa bantu, tetapi kan mereka satu hari itu harus libur dari bekerja yang sekarang harian ada angkanya. Apakah tidak lebih baik sekarang saja ada uang ada suara, dan jika itu saya akan mulai bergerak. Alasanya ya sekedar ganti uang gaji harian hari ini,\u201d lanjut Gareng.<\/p>\n<p>Petruk dan Gareng akhirnya berbantah seru. \u201cKalau model kamu Reng, negara ini akan hancur karena suara rakyat sebagai suara Tuhan kamu ganti dengan suara uang. Itu sangat keterlaluan, berarti kamu menggadaikan masa depan negara ini hanya untuk sesuap nasi satu hari. berarti selama ini yang merusak ini yang model kamu-kamu ini,\u201d sergah Petruk dengan suara tinggi sambil tangannya berkacak pinggang.<\/p>\n<p>Gareng tidak mau kalah, dia menjawab dengan matanya melotot, karena memang matanya <em>kero<\/em> maka makin besar biji matanya keluar sambil mengejek. \u201cSudah lah Truk, tidak usah idealis banget jadi manusia, mana ada manusia sanggup mati hari ini hanya karena menolak sesuap nasi. Kita berpikir pragmatis sajalah ada uangnya ada harganya, perkara negara ini kedepan ya..bagaimana nanti\u201d.<\/p>\n<p>Mereka berdua beradu argumen ramai, sehingga Bagong kewalahan, <em>walhasil<\/em> dia memanggil ayahnya, yaitu Semar untuk memisah kedua saudaranya yang sudah mau adu jotos. \u201cPak Semir\u2026eee..Pak Semar mohon untuk datang ke sini, ini <em>lo<\/em> kedua anakmu mau adu jotos,\u201d kata Bagong.<\/p>\n<p>Semar bertanya pada Bagong: \u201cMemangnya ada apa Gong <em>kok<\/em> kedua saudaramu mau adu jotos, seperti kurang kerjaan saja\u201d.<\/p>\n<p>Bagong menjawab menjelaskan persoalannya dari awal sampai akhir. Semar <em>manggut-manggut<\/em> sambil memegang janggutnya seraya berkata: \u201cHe anak-anakku semua, mari kita berpikir dengan jernih, negeri ini baru bisa maju kalau kita memiliki pemimpin yang jujur, bersih dan berwibawa. Di sisi lain mau menjadi pemimpin yang modelnya dipilih ya mesti perlu modal, di samping modal doa, juga modal uang. Namun bukan berarti suara bisa dibeli modelnya Gareng tadi, karena Bagong juga sudah memberi peluang. Oleh sebab itu mari anak-anakku semua kembali kepada aturan yang ada dan percayalah jika penguasa langit tidak menyetujui sekalipun kamu habis uang segunung anakan, tetap saja tidak jadi. Tetapi juga bukan berarti yang duduk <em>denguk-denguk entuk ketuk<\/em> (duduk termenung dapat kue getuk), tetap saja harus ada upaya. Namun, upaya itu harus sesuai norma yang ada. Demikian anakku. Ayo semua bubar, bersalam-salaman dulu sehingga tidak ada dendam diantara kalian.\u201d<\/p>\n<p>Semar kemudian meninggalkan tempat sambil berjalan perlahan menjauh dari mereka.<\/p>\n<p>Petruk waktu mau meninggalkan tempat mendekati Bagong sambil berbisik \u201cGong, aku punya seribu mata pilih, per orang seratus ribu, uangnya masukkan amplop terus masukan kantong <em>kresek<\/em> warna hitam terus gantungkan di pintu kandang ayammu, nanti pukul tujuh malam tak ambil, awas jangan <em>konangan<\/em> Gareng.\u201d<\/p>\n<p>Bagong bengong melihat sikap Petruk yang justru terbalik dari yang diucapkan tadi. Belum sempat Bagong menjawab, Gareng mendekat dan berkata \u201cGong, aku punya seribu limaratus suara, per suaranya seratus lima puluh ribu, uangnya masukkan amplop warna putih, kemudian masukkan ke dalam sarung bantal. Sarung bantal isi uang itu kamu letakkan di atas <em>bubungan<\/em> kandang ayammu, nanti pukul tujuh malam tak ambil\u201d. Kemudian Gareng berlalu.<\/p>\n<p>Tinggal Bagong sendirian <em>tenger-tenger<\/em> duduk sambil mikirkan cara bagaimana agar Petruk sama Gareng saat mengambil biar ketemu. Dan pasti mereka akan saling silang pendapat, terus juga bagaimana kalau uangnya diganti uang mainan anak-anak yang persis sama dengan uang asli kalau dilihat malam hari, biar sempurna mereka semua tertipu untuk satu meratap dan satu tertawa. Jangan saya saja yang meratap mereka berdua tertawa. Biarkan mereka berdua gantian saling ratap dan saling tawa.<\/p>\n<p>Dalang membunyikan <em>cempolo<\/em> sebagai penanda pakeliran akan berlanjut pada episode lainnya. Salam Waras (SJ)<\/p>\n<p><strong>Editor: Gilang Agusman<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung &#8211; Satu adegan carangan atau karangan Dalang Wayang Purwa saat diminta pentas padat menghibur para pemirsa. Jika mengikuti pakem wayang harus paling tidak lima sampai enam jam satu cerita dipentaskan. Namun sesuai perkembangan jaman para kawula milenial tidak suka berlama-lama untuk menikmati sesuatu. Oleh panitia hanya diberi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-76642","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Meratap dan Tertawa - Universitas Malahayati<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76642\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Meratap dan Tertawa - Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung &#8211; Satu adegan carangan atau karangan Dalang Wayang Purwa saat diminta pentas padat menghibur para pemirsa. Jika mengikuti pakem wayang harus paling tidak lima sampai enam jam satu cerita dipentaskan. Namun sesuai perkembangan jaman para kawula milenial tidak suka berlama-lama untuk menikmati sesuatu. Oleh panitia hanya diberi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76642\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-26T02:49:49+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Raden Mas Agung Suryokusumo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Raden Mas Agung Suryokusumo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76642\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76642\",\"name\":\"Meratap dan Tertawa - Universitas Malahayati\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-11-26T02:49:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76642#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76642\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76642#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Meratap dan Tertawa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Malahayati\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3\",\"name\":\"Raden Mas Agung Suryokusumo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Raden Mas Agung Suryokusumo\"},\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=4\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Meratap dan Tertawa - Universitas Malahayati","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76642","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Meratap dan Tertawa - Universitas Malahayati","og_description":"Oleh: Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung &#8211; Satu adegan carangan atau karangan Dalang Wayang Purwa saat diminta pentas padat menghibur para pemirsa. Jika mengikuti pakem wayang harus paling tidak lima sampai enam jam satu cerita dipentaskan. Namun sesuai perkembangan jaman para kawula milenial tidak suka berlama-lama untuk menikmati sesuatu. Oleh panitia hanya diberi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76642","og_site_name":"Universitas Malahayati","article_published_time":"2024-11-26T02:49:49+00:00","author":"Raden Mas Agung Suryokusumo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Raden Mas Agung Suryokusumo","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76642","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76642","name":"Meratap dan Tertawa - Universitas Malahayati","isPartOf":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website"},"datePublished":"2024-11-26T02:49:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76642#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76642"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76642#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/malahayati.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Meratap dan Tertawa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/","name":"Universitas Malahayati","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3","name":"Raden Mas Agung Suryokusumo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g","caption":"Raden Mas Agung Suryokusumo"},"url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=4"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76642","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=76642"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76642\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76653,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76642\/revisions\/76653"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=76642"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=76642"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=76642"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}