{"id":76801,"date":"2024-12-16T09:57:52","date_gmt":"2024-12-16T02:57:52","guid":{"rendered":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76801"},"modified":"2024-12-16T09:57:52","modified_gmt":"2024-12-16T02:57:52","slug":"statistika-matematika-bahasa-dan-abu-nawas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76801","title":{"rendered":"Statistika, Matematika, Bahasa dan Abu Nawas"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Sudjarwo <\/strong><br \/>\n<em>Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung<\/em><\/p>\n<p>&#8211;<\/p>\n<p>Kisah-kisah Abu Nawas sering kali dikenal sebagai cerita jenaka yang mengandung kebijaksanaan, filsafat ilmu atau pelajaran tersembunyi. Beberapa nukilan ditemukan dari perpustakaan digital; salah satu diantaranya hubungannya dengan konsep Statistika, Matematika dan Bahasa. Mari kita coba membayangkan sebuah kisah humor antara kecerdikan Abu Nawas dan perhitungan data yang rumit, serta rangkaian kalimat yang absurd.<\/p>\n<p>Suatu hari, Raja Harun Al-Rasyid mendengar tentang ilmu baru bernama Statistika. Karena penasaran, sang Raja memanggil Abu Nawas ke istana. \u201cAbu Nawas, aku mendengar ada cara untuk memahami segala sesuatu di dunia ini melalui angka. Aku ingin kau menjelaskan dan membuktikan ilmu ini kepadaku!\u201d kata Raja<\/p>\n<p>Abu Nawas tersenyum, \u201cAmpun, Tuanku. Ilmu ini memang luar biasa, tapi terkadang angka-angka bisa menipu jika tidak dipahami dengan benar. Beri hamba satu malam, dan besok hamba akan membuktikan ilmu ini.\u201d Malam harinya Abu Nawas putar otak berpikir keras untuk menemukan jalan keluar dari persoalan tadi.<\/p>\n<p>Esok harinya, Abu Nawas datang membawa sepotong daging ayam goreng, sebuah panci berisi sup, dan seutas tali. \u201cTuanku, mari kita hitung rata-rata makan seseorang,\u201d katanya. Ia menunjuk sepotong daging ayam goreng di tangan kiri, sup di tangan kanan, dan tali untuk mengikat seorang pelayan. \u201cDaging ayam goreng ini adalah makanan A, sup ini makanan B, dan pelayan ini adalah subjek eksperimen kita!\u201d.<\/p>\n<p>Abu Nawas memberikan daging ayam goreng pada pelayan itu seraya berkata: \u201cMakanlah!\u201d katanya. Namun, ketika pelayan hendak menggigit daging ayam goreng, Abu Nawas merampas daging ayam itu kembali dan menaruhnya ke dalam panci sup. Ia mengaduk-aduk dan berkata, \u201cInilah makananmu, dalam bentuk angka.\u201d Setelah itu, ia menyerahkan panci kepada Raja dan berkata, \u201cMenurut statistik, rata-rata pelayan ini memakan satu ayam dan semangkuk sup. Namun, kenyataannya ia hanya kelaparan karena aku memakan sebagian besar daging ayam goreng tadi!\u201d<\/p>\n<p>Raja tertawa terbahak-bahak, \u201cJadi, kau ingin mengatakan bahwa angka bisa menipu jika tidak sesuai dengan kenyataan?\u201d. \u201cBenar Tuanku,\u201d jawab Abu Nawas mantap. \u201cStatistika adalah alat yang berguna, tetapi tanpa kebijaksanaan, ia hanya sederetan angka-angka kosong!\u201d<\/p>\n<p>Pada hari yang lain, Raja Harun Al-Rasyid memutuskan untuk menguji kecerdasan Abu Nawas dalam bidang Matematika. Raja terkenal suka menguji rakyatnya dengan teka-teki sulit, dan kali ini beliau yakin Abu Nawas tidak akan bisa menjawab. Raja berkata, \u201cAbu Nawas, aku memiliki pertanyaan matematika untukmu.\u201d Abu Nawas dengan percaya diri berkata, \u201cHamba siap, Tuanku. Silakan berikan soalnya pada hamba.\u201d<br \/>\nRaja berkata, \u201cAku memiliki 10 ayam di kandang. Lalu, 7 di antaranya kabur. Berapa ayam yang tersisa di kandang?\u201d. Abu Nawas menjawab, \u201cTentu saja tak ada ayam yang tersisa, Tuanku.\u201d<br \/>\nRaja terkejut, \u201cKenapa kau berkata begitu? Bukankah masih ada 3 ayam?\u201d. Abu Nawas tersenyum, \u201cJika 7 ayam saja bisa kabur, Tuanku, pasti 3 ayam yang lain juga akan ikut kabur!\u201d.<br \/>\nRaja tertawa terbahak-bahak dan berkata, \u201cBaiklah, kau benar. Raja terpana dengan kecerdikan Abu Nawas dan berkata, \u201cEngkau memang seorang jenius, Abu Nawas! . Abu Nawas menjawab, \u201cHamba hanya ingin Tuanku terus tertawa dan tetap memimpin dengan bijaksana!\u201d<\/p>\n<p>Raja Harun Al-Rasyid melanjutkan pertanyaannya kepada Abu Nawas pada bidang Bahasa. Raja ingin menguji kemampuan Abu Nawas dengan memberi tugas yang tampaknya mustahil diselesaikan. Raja berkata, \u201cAku mendengar kau pandai bermain dengan bahasa. Jika kau bisa menyelesaikan tantangan persoalan ini, akan aku beri hadiah\u201d. Abu Nawas tersenyum, \u201cHamba siap menerima tantangan, Tuanku.\u201d<br \/>\nRaja Harun Al-Rasyid berkata, \u201cBerikan aku sebuah kalimat yang sangat pendek tetapi memiliki makna yang mendalam.\u201d Abu Nawas berpikir sejenak, lalu berkata, \u201cAda.\u201d Raja bingung dan bertanya, \u201cApa maksudmu dengan \u2018ada\u2019?\u201d. Abu Nawas menjelaskan, \u201cKata ini pendek, tetapi maknanya sangat luas, Tuanku. Segala sesuatu di dunia ini bermula dari keberadaan. Jika tidak ada, maka segalanya hanyalah kehampaan.\u201d<br \/>\nRaja mengangguk terkesan dan berkata, \u201cBaiklah, kau lulus tantangan pertama. Sekarang tantangan kedua!\u201d. Raja berkata, \u201cBuatlah sebuah kalimat yang benar tetapi sekaligus salah\u201d. Abu Nawas berpikir sejenak, lalu berkata, \u201cAku sedang berbohong.\u201d Raja kebingungan, \u201cBagaimana ini bisa benar sekaligus salah?\u201d<\/p>\n<p>Abu Nawas tersenyum, \u201cJika kalimat ini benar, maka aku memang sedang berbohong, sehingga pernyataannya menjadi salah. Tetapi jika kalimat ini salah, maka aku tidak sedang berbohong, sehingga pernyataannya menjadi benar.\u201d<br \/>\nRaja tertawa terbahak-bahak, \u201cLuar biasa, kau berhasil lagi! Tapi aku punya tantangan terakhir untukmu.\u201d Tantangan itu adalah: \u201cBuatlah sebuah kalimat yang tidak bisa dipahami oleh siapa pun, bahkan olehmu sendiri.\u201d Abu Nawas segera menjawab, \u201cHamba akan memberikannya nanti, setelah hamba memahami kalimat itu.\u201d<\/p>\n<p>Raja bingung, \u201cApa maksudmu?\u201d. Tanya Raja. Abu Nawas kemudian menjawab, \u201cTuanku, bagaimana hamba bisa membuat kalimat yang tidak bisa hamba pahami, jika untuk menciptanya saja, hamba perlu memahaminya terlebih dahulu? Oleh karena itu, tantangan ini mustahil, kecuali Tuanku mencabutnya!\u201d<br \/>\nRaja kagum dengan kecerdasan Abu Nawas dan berkata, \u201cKau memang terlalu pintar untukku, Abu Nawas\u201d.<\/p>\n<p>Ternyata Statistika, Matematika, dan Bahasa adalah soko guru ilmu pengetahuan yang sudah sejak lama ada; namun sayang banyak diantara kita ketika mendengar ketiga ilmu itu tadi bepersepsi bahwa ketiganya sangat menyulitkan sekaligus sangat memudahkan.<br \/>\nSalam Waras. (SJ)<\/p>\n<p><strong>Editor: Gilang Agusman<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung &#8211; Kisah-kisah Abu Nawas sering kali dikenal sebagai cerita jenaka yang mengandung kebijaksanaan, filsafat ilmu atau pelajaran tersembunyi. Beberapa nukilan ditemukan dari perpustakaan digital; salah satu diantaranya hubungannya dengan konsep Statistika, Matematika dan Bahasa. Mari kita coba membayangkan sebuah kisah humor antara kecerdikan Abu Nawas dan perhitungan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-76801","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Statistika, Matematika, Bahasa dan Abu Nawas - Universitas Malahayati<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76801\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Statistika, Matematika, Bahasa dan Abu Nawas - Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung &#8211; Kisah-kisah Abu Nawas sering kali dikenal sebagai cerita jenaka yang mengandung kebijaksanaan, filsafat ilmu atau pelajaran tersembunyi. Beberapa nukilan ditemukan dari perpustakaan digital; salah satu diantaranya hubungannya dengan konsep Statistika, Matematika dan Bahasa. Mari kita coba membayangkan sebuah kisah humor antara kecerdikan Abu Nawas dan perhitungan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76801\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-16T02:57:52+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Raden Mas Agung Suryokusumo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Raden Mas Agung Suryokusumo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76801\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76801\",\"name\":\"Statistika, Matematika, Bahasa dan Abu Nawas - Universitas Malahayati\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-12-16T02:57:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76801#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76801\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76801#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Statistika, Matematika, Bahasa dan Abu Nawas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Malahayati\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3\",\"name\":\"Raden Mas Agung Suryokusumo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Raden Mas Agung Suryokusumo\"},\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=4\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Statistika, Matematika, Bahasa dan Abu Nawas - Universitas Malahayati","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76801","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Statistika, Matematika, Bahasa dan Abu Nawas - Universitas Malahayati","og_description":"Oleh: Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung &#8211; Kisah-kisah Abu Nawas sering kali dikenal sebagai cerita jenaka yang mengandung kebijaksanaan, filsafat ilmu atau pelajaran tersembunyi. Beberapa nukilan ditemukan dari perpustakaan digital; salah satu diantaranya hubungannya dengan konsep Statistika, Matematika dan Bahasa. Mari kita coba membayangkan sebuah kisah humor antara kecerdikan Abu Nawas dan perhitungan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76801","og_site_name":"Universitas Malahayati","article_published_time":"2024-12-16T02:57:52+00:00","author":"Raden Mas Agung Suryokusumo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Raden Mas Agung Suryokusumo","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76801","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76801","name":"Statistika, Matematika, Bahasa dan Abu Nawas - Universitas Malahayati","isPartOf":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website"},"datePublished":"2024-12-16T02:57:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76801#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76801"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76801#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/malahayati.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Statistika, Matematika, Bahasa dan Abu Nawas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/","name":"Universitas Malahayati","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3","name":"Raden Mas Agung Suryokusumo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g","caption":"Raden Mas Agung Suryokusumo"},"url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=4"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=76801"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76801\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76824,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76801\/revisions\/76824"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=76801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=76801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=76801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}