{"id":76940,"date":"2025-01-06T10:09:22","date_gmt":"2025-01-06T03:09:22","guid":{"rendered":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76940"},"modified":"2025-01-06T10:10:32","modified_gmt":"2025-01-06T03:10:32","slug":"abu-nawas-dan-ahli-falak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76940","title":{"rendered":"Abu Nawas dan Ahli Falak"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Sudjarwo <\/strong><br \/>\n<em>Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung<\/em><\/p>\n<p>&#8211;<\/p>\n<p>Menukil \u201cdongeng\u201d tentang Abu Nawas tidak pernah ada hentinya, karena banyak sekali cerita-cerita menarik yang ditampilkan. Salah satu daya tariknya adalah karena ada pesan moralnya. Salah satu diantaranya adalah kisah Abu Nawas berhadapan dengan orang yang mengaku sebagai ahli ilmu falak.<\/p>\n<p>Suatu hari, seorang ahli ilmu falak terkenal mendatangi istana Raja Harun Al-Rasyid. Ia mengaku mampu membaca bintang dan mengetahui masa depan.<br \/>\nRaja yang selalu ingin mengetahui hal-hal gaib merasa tertarik. Ia berkata, \u201cWahai ahli falak, tunjukkan kehebatanmu! Jika benar, aku akan memberimu hadiah besar.\u201d<\/p>\n<p>Ahli falak itu berkata dengan penuh percaya diri, \u201cTuanku, aku mampu membaca takdir seseorang hanya dengan melihat wajahnya dan posisi bintang di langit.\u201d<\/p>\n<p>Mendengar itu, Raja memanggil Abu Nawas, yang sering menjadi penasihatnya, untuk menguji kebenaran klaim tersebut. Ketika Abu Nawas datang, Raja berkata, \u201cAbu Nawas, orang ini mengaku bisa membaca masa depan. Aku ingin kau mengujinya.\u201d<\/p>\n<p>Abu Nawas tersenyum dan berkata kepada ahli falak, \u201cBaiklah, jika kau benar-benar ahli dalam membaca bintang, tolong jawab pertanyaanku. Berapa banyak rambut di kepalaku?\u201d<br \/>\nAhli falak itu terkejut mendengar pertanyaan Abu Nawas yang aneh. Namun, untuk menjaga wibawanya, ia menutup mata dan berpura-pura menghitung. Setelah beberapa saat, ia berkata, \u201cJumlah rambut di kepalamu adalah 100.023 helai.\u201d<\/p>\n<p>Abu Nawas tertawa terbahak-bahak. \u201cLuar biasa sekali! Tetapi bagaimana kau bisa begitu yakin? Padahal aku baru saja mencukur sebagian rambutku kemarin!\u201d. Ahli falak tidak memahami jika kepala Abu Nawas yang dibalut oleh surban itu ternyata sudah dicukur gundul sebelum menghadap raja saat itu.<\/p>\n<p>Raja Harun Al-Rasyid pun tertawa mendengar kecerdikan Abu Nawas. Ia segera menyadari bahwa ahli falak itu hanyalah seorang pembual. Raja berkata, \u201cJika menghitung rambut saja kau salah, bagaimana aku bisa mempercayaimu untuk membaca masa depan?\u201d. Ahli falak itu tidak bisa berkata apa-apa dan pergi dengan wajah malu.<\/p>\n<p>Apa hikmah yang dapat kita ambil dari cerita di atas. Yaitu cerita ini mengajarkan kita untuk tidak mudah percaya pada orang yang mengaku mengetahui hal-hal gaib atau masa depan tanpa bukti yang jelas. Abu Nawas, dengan kecerdasannya, menunjukkan bahwa pengetahuan sejati haruslah berdasarkan fakta, bukan sekadar klaim kosong.<\/p>\n<p>Dari kisah Abu Nawas dengan ahli ilmu falak, ada beberapa filosofi dan hikmah lain yang bisa kita ambil: Pertama, berpikir kritis terhadap klaim besar. Kisah ini mengajarkan pentingnya berpikir kritis terhadap klaim yang tampaknya tidak masuk akal. Abu Nawas menunjukkan bahwa seseorang tidak boleh langsung percaya pada sesuatu tanpa bukti atau logika yang jelas. Hal ini relevan dalam kehidupan modern, di mana banyak informasi palsu atau klaim berlebihan beredar.<\/p>\n<p>Kedua, pengetahuan sejati lebih berharga daripada kepura-puraan. Ahli ilmu falak dalam cerita ini menjadi simbol kepura-puraan atau \u201ckeahlian\u201d yang tidak berdasar. Filosofinya adalah bahwa pengetahuan sejati, meskipun sederhana, jauh lebih berharga daripada mengaku tahu segala hal hanya demi pujian atau keuntungan pribadi.<\/p>\n<p>Ketiga, kebijaksanaan mengalahkan kesombongan. Ahli falak terlalu percaya diri dengan \u201ckemampuannya\u201d dan merasa tidak akan ditantang. Namun, kebijaksanaan dan kecerdikan Abu Nawas membuktikan bahwa kesombongan sering kali menjadi kelemahan. Bersikap rendah hati dan terbuka terhadap kritik jauh lebih bijaksana.<\/p>\n<p>Keempat, kebenaran tidak bisa dimanipulasi. Dalam upayanya menjawab pertanyaan Abu Nawas, ahli falak mencoba memanipulasi dengan jawaban yang dibuat-buat. Namun, kebenaran tidak bisa disembunyikan, dan akhirnya kebohongannya terungkap. Filosofi ini mengingatkan kita bahwa kejujuran dan transparansi akan selalu lebih unggul daripada kebohongan.<\/p>\n<p>Kelima, kecerdasan dan humor sebagai alat edukasi. Abu Nawas menggunakan kecerdasannya dengan cara yang lucu dan menghibur, tetapi tetap mendidik. Filosofinya adalah bahwa cara menyampaikan kebenaran tidak harus keras atau penuh konfrontasi; dengan humor dan kelembutan, pelajaran bisa lebih diterima dan mudah diingat.<\/p>\n<p>Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah kisah ini menjadi pengingat bahwa akal sehat, kejujuran, dan kecerdikan adalah senjata terbaik untuk menghadapi tantangan hidup, termasuk menghadapi orang yang terlalu percaya diri atau manipulatif. Jangan sampai \u201ckail hanya sejengkal, dalam laut hendak diduga\u201d.<br \/>\nKemudahan media sosial saat ini ternyata memunculkan \u201cahli falak dadakan\u201d di semua lini. Menganalisis semua persoalan dengan satu senjata \u201cpandai bicara\u201d; walhasil sekelas menteri-pun bisa menjadi ahli falak, dan begitu tidak terbukti apa yang \u201cdi-falak-kan\u201d, dengan ringan menjawab \u201citu kecelakaan saja\u201d. Salam Waras (SJ)<\/p>\n<p><strong>Editor: Gilang Agusman<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung &#8211; Menukil \u201cdongeng\u201d tentang Abu Nawas tidak pernah ada hentinya, karena banyak sekali cerita-cerita menarik yang ditampilkan. Salah satu daya tariknya adalah karena ada pesan moralnya. Salah satu diantaranya adalah kisah Abu Nawas berhadapan dengan orang yang mengaku sebagai ahli ilmu falak. Suatu hari, seorang ahli ilmu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-76940","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Abu Nawas dan Ahli Falak - Universitas Malahayati<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76940\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Abu Nawas dan Ahli Falak - Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung &#8211; Menukil \u201cdongeng\u201d tentang Abu Nawas tidak pernah ada hentinya, karena banyak sekali cerita-cerita menarik yang ditampilkan. Salah satu daya tariknya adalah karena ada pesan moralnya. Salah satu diantaranya adalah kisah Abu Nawas berhadapan dengan orang yang mengaku sebagai ahli ilmu falak. Suatu hari, seorang ahli ilmu [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76940\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-06T03:09:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-06T03:10:32+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Raden Mas Agung Suryokusumo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Raden Mas Agung Suryokusumo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76940\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76940\",\"name\":\"Abu Nawas dan Ahli Falak - Universitas Malahayati\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-01-06T03:09:22+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-06T03:10:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76940#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76940\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76940#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Abu Nawas dan Ahli Falak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Malahayati\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3\",\"name\":\"Raden Mas Agung Suryokusumo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Raden Mas Agung Suryokusumo\"},\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=4\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Abu Nawas dan Ahli Falak - Universitas Malahayati","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76940","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Abu Nawas dan Ahli Falak - Universitas Malahayati","og_description":"Oleh: Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung &#8211; Menukil \u201cdongeng\u201d tentang Abu Nawas tidak pernah ada hentinya, karena banyak sekali cerita-cerita menarik yang ditampilkan. Salah satu daya tariknya adalah karena ada pesan moralnya. Salah satu diantaranya adalah kisah Abu Nawas berhadapan dengan orang yang mengaku sebagai ahli ilmu falak. Suatu hari, seorang ahli ilmu [&hellip;]","og_url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76940","og_site_name":"Universitas Malahayati","article_published_time":"2025-01-06T03:09:22+00:00","article_modified_time":"2025-01-06T03:10:32+00:00","author":"Raden Mas Agung Suryokusumo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Raden Mas Agung Suryokusumo","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76940","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76940","name":"Abu Nawas dan Ahli Falak - Universitas Malahayati","isPartOf":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website"},"datePublished":"2025-01-06T03:09:22+00:00","dateModified":"2025-01-06T03:10:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76940#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76940"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=76940#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/malahayati.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Abu Nawas dan Ahli Falak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/","name":"Universitas Malahayati","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3","name":"Raden Mas Agung Suryokusumo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g","caption":"Raden Mas Agung Suryokusumo"},"url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=4"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76940","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=76940"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76940\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76943,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76940\/revisions\/76943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=76940"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=76940"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=76940"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}