{"id":80029,"date":"2025-09-04T13:51:37","date_gmt":"2025-09-04T06:51:37","guid":{"rendered":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029"},"modified":"2026-03-30T06:45:11","modified_gmt":"2026-03-30T06:45:11","slug":"program-studi-kebidanan-dan-farmasi-universitas-malahayati-perkenalkan-jahe-merah-dalam-sediaan-dried-ginger-sebagai-analgesik-kewanitaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029","title":{"rendered":"Program Studi Kebidanan Dan Farmasi Universitas Malahayati Perkenalkan Jahe Merah Dalam Sediaan Dried Ginger Sebagai Analgesik Kewanitaan"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDARLAMPUNG <a href=\"http:\/\/malahayati.ac.id\">(malahayati.ac.id)<\/a>:<\/strong> Dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen dan mahasiswa berfokus pada optimalisasi penggunaan jahe merah sebagai analgesik kewanitaan dalam bentuk dried ginger. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Kebon Jeruk, Kota Bandar Lampung, Kamis (24\/7\/2025).<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-84641\" src=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-04-at-10.09.22-1200x1500-1.jpeg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"1500\" srcset=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-04-at-10.09.22-1200x1500-1.jpeg 1200w, https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-04-at-10.09.22-1200x1500-1-240x300.jpeg 240w, https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-04-at-10.09.22-1200x1500-1-824x1030.jpeg 824w, https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-04-at-10.09.22-1200x1500-1-768x960.jpeg 768w, https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-04-at-10.09.22-1200x1500-1-564x705.jpeg 564w\" sizes=\"auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/> \u00a0<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-84643\" src=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/jahee.jpeg\" alt=\"\" width=\"1030\" height=\"773\" srcset=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/jahee.jpeg 1030w, https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/jahee-300x225.jpeg 300w, https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/jahee-768x576.jpeg 768w, https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/jahee-705x529.jpeg 705w\" sizes=\"auto, (max-width: 1030px) 100vw, 1030px\" \/><\/p>\n<p>Program PkM ini merupakan bagian dari hibah yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat. Hibah tersebut didasarkan pada pengumuman pendanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Tahun Anggaran 2025 dengan nomor 0070\/C3\/AL.04\/2025.<\/p>\n<p>Tim pelaksana kegiatan berasal dari dua program studi, yaitu Kebidanan dan Farmasi. Dari Prodi Kebidanan hadir dosen Ana Mariza, S.ST., M.Kes., dan Sunarsih, S.SiT., Bdn., M.Kes., sementara dari Prodi Farmasi hadir apt. Annisa Primadianti, S.Farm., M.Sc. Kegiatan ini juga didukung oleh mahasiswa, yakni Arin Anida (Prodi Kebidanan) dan Anissa Fitriani (Prodi Farmasi).<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-84644 alignright\" src=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-04-at-10.09.25-700x611-1.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"611\" srcset=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-04-at-10.09.25-700x611-1.jpeg 700w, https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-04-at-10.09.25-700x611-1-300x262.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Kegiatan diikuti oleh 22 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK Kelurahan Kebon Jeruk. Ketua pelaksana, Ana Mariza, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan angka dismenorea yang cukup tinggi di wilayah tersebut. Data menunjukkan, terdapat 198 perempuan usia subur atau sekitar 54% dari jumlah populasi yang mengalami dismenorea.<\/p>\n<p>\u201cPadahal, 50% masyarakat sudah menanam jahe merah, namun pemanfaatannya sebagai terapi nonfarmakologi masih sangat minim. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan alternatif pengobatan alami sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah jahe merah menjadi produk bernilai guna,\u201d jelas Ana.<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-84642 alignright\" src=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/jahee-meraah.jpeg\" alt=\"\" width=\"562\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/jahee-meraah.jpeg 562w, https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/jahee-meraah-241x300.jpeg 241w\" sizes=\"auto, (max-width: 562px) 100vw, 562px\" \/><\/p>\n<p>Dalam kegiatan ini, Prodi Kebidanan memberikan sosialisasi mengenai dismenorea, disertai pengukuran tingkat nyeri menggunakan kuesioner NRS (Numeric Rating Scale). Sementara itu, tim dari Prodi Farmasi yang dipimpin apt. Annisa Primadianti, menyampaikan materi tentang kandungan dan manfaat jahe merah sebagai terapi nonfarmakologi dismenorea.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain itu, masyarakat juga diberikan pelatihan inovatif berupa pengolahan jahe merah menjadi dried ginger menggunakan teknologi sederhana. Proses ini melibatkan mesin pencuci dan pengupas jahe, mesin pengiris, serta Food Dehydrator Machine. Dengan cara ini, jahe merah dapat diolah menjadi bentuk kering yang praktis, tahan lama, dan bisa dikonsumsi kapan saja saat dibutuhkan.<\/p>\n<p>\u201cPemanfaatan dried ginger ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat pada obat-obatan kimia dalam jangka panjang, yang berisiko menimbulkan efek samping,\u201d ungkap Annisa.<\/p>\n<p>Lurah Kebon Jeruk dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Universitas Malahayati yang menghadirkan solusi praktis dan edukatif bagi masyarakat. \u201cSelama ini, belum pernah ada sosialisasi tentang pemanfaatan jahe merah secara tepat. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi kesehatan perempuan di wilayah kami,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Hal senada juga disampaikan Ketua PKK Kelurahan Kebon Jeruk. Menurutnya, dengan adanya pelatihan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan tetapi juga keterampilan untuk memanfaatkan tanaman obat keluarga. \u201cKami berharap ibu-ibu PKK dapat mengaplikasikan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pengobatan dismenorea bisa dilakukan dengan cara yang lebih aman, murah, dan mudah,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Atas terselenggaranya kegiatan ini, tim pengabdian mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Direktorat Riset dan Pengembangan melalui kontrak nomor 198\/LL2\/DT.05.00\/PM\/2025, LPPM Universitas Malahayati, serta Kelompok PKK Kelurahan Kebon Jeruk, Kota Bandar Lampung yang telah mendukung penuh keberhasilan program. (gil)<\/p>\n<p><strong>Editor: Gilang Agusman<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen dan mahasiswa berfokus pada optimalisasi penggunaan jahe merah sebagai analgesik kewanitaan dalam bentuk dried ginger. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Kebon Jeruk, Kota Bandar Lampung, Kamis (24\/7\/2025). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":84641,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-80029","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Program Studi Kebidanan Dan Farmasi Universitas Malahayati Perkenalkan Jahe Merah Dalam Sediaan Dried Ginger Sebagai Analgesik Kewanitaan - Universitas Malahayati<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Program Studi Kebidanan Dan Farmasi Universitas Malahayati Perkenalkan Jahe Merah Dalam Sediaan Dried Ginger Sebagai Analgesik Kewanitaan - Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen dan mahasiswa berfokus pada optimalisasi penggunaan jahe merah sebagai analgesik kewanitaan dalam bentuk dried ginger. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Kebon Jeruk, Kota Bandar Lampung, Kamis (24\/7\/2025). [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-04T06:51:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-30T06:45:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-04-at-10.09.22-1200x1500-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Raden Mas Agung Suryokusumo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Raden Mas Agung Suryokusumo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029\",\"name\":\"Program Studi Kebidanan Dan Farmasi Universitas Malahayati Perkenalkan Jahe Merah Dalam Sediaan Dried Ginger Sebagai Analgesik Kewanitaan - Universitas Malahayati\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-04-at-10.09.22-1200x1500-1.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-09-04T06:51:37+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-30T06:45:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-04-at-10.09.22-1200x1500-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-04-at-10.09.22-1200x1500-1.jpeg\",\"width\":1200,\"height\":1500},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Program Studi Kebidanan Dan Farmasi Universitas Malahayati Perkenalkan Jahe Merah Dalam Sediaan Dried Ginger Sebagai Analgesik Kewanitaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Malahayati\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3\",\"name\":\"Raden Mas Agung Suryokusumo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Raden Mas Agung Suryokusumo\"},\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=4\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Program Studi Kebidanan Dan Farmasi Universitas Malahayati Perkenalkan Jahe Merah Dalam Sediaan Dried Ginger Sebagai Analgesik Kewanitaan - Universitas Malahayati","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Program Studi Kebidanan Dan Farmasi Universitas Malahayati Perkenalkan Jahe Merah Dalam Sediaan Dried Ginger Sebagai Analgesik Kewanitaan - Universitas Malahayati","og_description":"BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Malahayati kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen dan mahasiswa berfokus pada optimalisasi penggunaan jahe merah sebagai analgesik kewanitaan dalam bentuk dried ginger. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Kebon Jeruk, Kota Bandar Lampung, Kamis (24\/7\/2025). [&hellip;]","og_url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029","og_site_name":"Universitas Malahayati","article_published_time":"2025-09-04T06:51:37+00:00","article_modified_time":"2026-03-30T06:45:11+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":1500,"url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-04-at-10.09.22-1200x1500-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Raden Mas Agung Suryokusumo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Raden Mas Agung Suryokusumo","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029","name":"Program Studi Kebidanan Dan Farmasi Universitas Malahayati Perkenalkan Jahe Merah Dalam Sediaan Dried Ginger Sebagai Analgesik Kewanitaan - Universitas Malahayati","isPartOf":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-04-at-10.09.22-1200x1500-1.jpeg","datePublished":"2025-09-04T06:51:37+00:00","dateModified":"2026-03-30T06:45:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029#primaryimage","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-04-at-10.09.22-1200x1500-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-04-at-10.09.22-1200x1500-1.jpeg","width":1200,"height":1500},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=80029#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/malahayati.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Program Studi Kebidanan Dan Farmasi Universitas Malahayati Perkenalkan Jahe Merah Dalam Sediaan Dried Ginger Sebagai Analgesik Kewanitaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/","name":"Universitas Malahayati","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/ce266ed315ddc7865287ac60b749d6c3","name":"Raden Mas Agung Suryokusumo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcf0adf007f5042d2c37c45d3322b2b18a2a7cdf7057da4556df8a0d6721a035?s=96&d=mm&r=g","caption":"Raden Mas Agung Suryokusumo"},"url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=4"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80029","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=80029"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80029\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":84626,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/80029\/revisions\/84626"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/84641"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=80029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=80029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=80029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}