{"id":83586,"date":"2026-01-13T02:35:46","date_gmt":"2026-01-13T02:35:46","guid":{"rendered":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586"},"modified":"2026-01-13T02:35:46","modified_gmt":"2026-01-13T02:35:46","slug":"antara-hujan-dan-harapan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586","title":{"rendered":"Antara Hujan dan Harapan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Sudjarwo<\/strong><br \/>\nGuru Besar Universitas Malahayati Lampung<\/p>\n<p>\u2013<\/p>\n<p>Sore itu, kota ini di guyur hujan yang sangat lebat, orang banyak menyebutnya anomali iklim. Saat memandang curahan hujan yang begitu lebat terbersit dalam ingatan untuk menulisnya. Atas\u00a0<em>palilah<\/em>\u00a0(kerelaan) dari sohib jurnalis senior yang menggawangi media ini, jadilah tulisan ini. Dan, di salah satu emper toko ada dua orang yang berteduh. Seorang berprofesi sebagai tukang ojek, dan seorang lagi penjual kue keliling. Mereka berdua terlibat pembicaraan seperti ini;<\/p>\n<p>\u201cDeras banget, ya. Dari tadi kayak nggak ada niat berhenti,\u201d kata tukang ojek sambil memarkir motornya agak ke pinggir teras agar joknya tidak terkena timpahan air dari talang air yang meluap.<br \/>\n\u201cIya, Mas. Kue saya aja sampai basah-basah. Untung masih sempat ditutup plastik,\u201d jawab penjual kue keliling, menggeser tampahnya lebih dekat ke dinding agar tidak terkena tempias.<br \/>\n\u201cBiasanya jam segini udah dapet penumpang dua atau tiga. Ini malah dapet hujan,\u201d ucap tukang ojek, tertawa kecil.<br \/>\n\u201cSama. Biasanya sore laku buat orang pulang kerja. Hujan begini, orang milih langsung ke rumah,\u201d kata penjual kue. \u201cMas ojek narik dari pagi?\u201d<br \/>\n\u201cDari subuh. Pagi panas, siang mendung, eh sore begini. Kadang cuaca lebih susah ditebak daripada orderan,\u201d jawab tukang ojek sambil menyeringai.<\/p>\n<p>Penjual kue mengangguk. \u201cKalau saya, yang susah itu kue sisa. Nggak bisa disimpan lama. Besok rasanya udah beda, bahkan cenderung basi.\u201d<br \/>\n\u201cKalau nggak habis, dibagi ke tetangga?\u201d tanya tukang ojek.<br \/>\n\u201cKadang. Kadang ya dimakan sendiri. Capek sih, tapi mau gimana.\u201d Jawab penjual kue memelas.<\/p>\n<p>Hujan semakin keras, suara genting dipukul air tanpa jeda.<br \/>\n\u201cMas masih kuat nunggu hujan reda?\u201d tanya penjual kue lagi.<br \/>\n\u201cKalau nekat jalan, bahaya. Jas hujan bocor lagi,\u201d jawab tukang ojek. \u201cMending nunggu. Rezeki nggak ke mana.\u201d<br \/>\n\u201cIya, ya. Kata orang, rezeki ada waktunya sendiri.\u201d Guman penjual Kue.<br \/>\n\u201cBetul. Kita mah jalanin aja. Hujan, panas, tetap keluar rumah.\u201d Sambung tukang ojek.<\/p>\n<p>Penjual kue tersenyum, dan berkata. \u201cKalau hujan reda, Mas mau kue satu? Nggak usah bayar.\u201d<br \/>\n\u201cWah, jangan gitu. Saya beli. Biar sama-sama jalan rezekinya.\u201d Jawab tukang ojek.<\/p>\n<p>Mereka terdiam sejenak, mendengar hujan yang perlahan mulai mengecil, seperti memberi isyarat untuk kembali melanjutkan hari.<\/p>\n<p>Hujan selalu datang tanpa meminta izin, seperti kabar yang tiba di lini masa pada jam-jam paling sibuk. Ia bisa menjadi penanda jeda, bisa pula menjadi alasan keterlambatan. Di kota-kota yang tak pernah benar-benar tidur, hujan memantulkan cahaya lampu dan menebalkan kesepian. Namun, di sela bunyinya yang jatuh berulang, ada sesuatu yang tetap hidup: harapan. Di antara hujan dan harapan, manusia kekinian belajar menata ulang makna bertahan.<\/p>\n<p>Hujan hari ini bukan sekadar peristiwa cuaca. Ia adalah metafora bagi tekanan yang datang beruntun; tagihan yang jatuh tempo, notifikasi yang tak berhenti, target yang berubah setiap pekan, dan berita yang sering kali lebih cepat daripada kemampuan kita mencernanya. Kita hidup di zaman ketika rasa cemas dapat diukur dalam persentase baterai dan kecepatan jaringan. Ketika hujan turun, ritme melambat sejenak, memaksa kita mengakui bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan. Di trotoar yang basah, langkah-langkah menjadi hati-hati; di kepala yang penat, pikiran mencari pegangan.<\/p>\n<p>Namun harapan, seperti payung yang kadang terlupa, tetap ada meski tak selalu terlihat. Harapan kekinian tidak selalu berwujud mimpi besar yang berkilau. Ia sering hadir sebagai keputusan kecil: tetap bangun pagi meski semalam gagal, mengirim lamaran lagi meski sudah berkali-kali tak berbalas, atau memilih istirahat ketika dunia menuntut lebih. Harapan bukan lagi janji masa depan yang jauh, melainkan ketekunan pada hari ini. Ia belajar merendah agar tak mudah patah.<br \/>\nDi layar-layar kecil, hujan sering difilter agar terlihat indah. Kita mengunggah foto jendela berembun, menulis caption puitis, lalu melanjutkan hidup. Tapi di balik estetika itu, hujan juga berarti banjir yang berulang, rumah yang terendam, pekerjaan yang tertunda. Kekinian mengajarkan paradoks: keindahan dan kesulitan bisa berdampingan, dan keberanian bukan menolak keduanya, melainkan mengakui kehadirannya. Harapan tumbuh ketika kita berhenti menyangkal kenyataan dan mulai merawat kemungkinan.<\/p>\n<p>Hujan menguji solidaritas. Saat air naik, tangan-tangan saling terulur. Di tengah keterpecahan opini, ada momen-momen sederhana ketika empati bekerja tanpa slogan. Harapan mengambil bentuk gotong royong yang disesuaikan zaman: penggalangan dana daring, informasi cepat yang menyelamatkan waktu, dan ruang-ruang diskusi yang mencoba lebih mendengar. Meski sering bising, dunia digital juga menyimpan potensi merajut ulang kepercayaan.<\/p>\n<p>Hujan juga menyingkap hubungan kita dengan diri sendiri. Ketika suara luar mereda, kita mendengar yang selama ini diabaikan. Keletihan yang dipendam, kegembiraan kecil yang tertunda, dan kebutuhan untuk memaafkan diri. Harapan di sini bersifat intim: kesediaan merawat kesehatan mental, menetapkan batas, dan mengakui bahwa kuat tidak selalu berarti keras. Di zaman serba cepat, keberanian paling radikal bisa jadi adalah berhenti sejenak.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, antara hujan dan harapan, ada ruang belajar menjadi manusia. Kita belajar bahwa basah bukan akhir dari perjalanan, bahwa menunggu reda pun bagian dari bergerak. Harapan tidak menghapus hujan; ia mengajarkan cara berjalan di bawahnya, kadang dengan payung, kadang dengan membiarkan diri basah sambil tertawa. Di zaman yang penuh ketidakpastian, mungkin itulah kemenangan kecil yang paling nyata: tetap melangkah, meski langit belum sepenuhnya cerah. Salam Waras (SJ)<\/p>\n<p>Editor : Fadly KR<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati Lampung \u2013 Sore itu, kota ini di guyur hujan yang sangat lebat, orang banyak menyebutnya anomali iklim. Saat memandang curahan hujan yang begitu lebat terbersit dalam ingatan untuk menulisnya. Atas\u00a0palilah\u00a0(kerelaan) dari sohib jurnalis senior yang menggawangi media ini, jadilah tulisan ini. Dan, di salah satu emper toko ada dua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":81034,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-83586","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Antara Hujan dan Harapan - Universitas Malahayati<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Antara Hujan dan Harapan - Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati Lampung \u2013 Sore itu, kota ini di guyur hujan yang sangat lebat, orang banyak menyebutnya anomali iklim. Saat memandang curahan hujan yang begitu lebat terbersit dalam ingatan untuk menulisnya. Atas\u00a0palilah\u00a0(kerelaan) dari sohib jurnalis senior yang menggawangi media ini, jadilah tulisan ini. Dan, di salah satu emper toko ada dua [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-13T02:35:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jarwo.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"humas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"humas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586\",\"name\":\"Antara Hujan dan Harapan - Universitas Malahayati\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jarwo.png\",\"datePublished\":\"2026-01-13T02:35:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/0fae20b7f5af36316447ec105310c2d3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jarwo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jarwo.png\",\"width\":500,\"height\":500},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Antara Hujan dan Harapan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Malahayati\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/0fae20b7f5af36316447ec105310c2d3\",\"name\":\"humas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f67d39acb328e764588f10ddd7295b014cb2f0bc31b54da841aad63a3986b6dc?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f67d39acb328e764588f10ddd7295b014cb2f0bc31b54da841aad63a3986b6dc?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"humas\"},\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Antara Hujan dan Harapan - Universitas Malahayati","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Antara Hujan dan Harapan - Universitas Malahayati","og_description":"Oleh: Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati Lampung \u2013 Sore itu, kota ini di guyur hujan yang sangat lebat, orang banyak menyebutnya anomali iklim. Saat memandang curahan hujan yang begitu lebat terbersit dalam ingatan untuk menulisnya. Atas\u00a0palilah\u00a0(kerelaan) dari sohib jurnalis senior yang menggawangi media ini, jadilah tulisan ini. Dan, di salah satu emper toko ada dua [&hellip;]","og_url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586","og_site_name":"Universitas Malahayati","article_published_time":"2026-01-13T02:35:46+00:00","og_image":[{"width":500,"height":500,"url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jarwo.png","type":"image\/png"}],"author":"humas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"humas","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586","name":"Antara Hujan dan Harapan - Universitas Malahayati","isPartOf":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jarwo.png","datePublished":"2026-01-13T02:35:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/0fae20b7f5af36316447ec105310c2d3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586#primaryimage","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jarwo.png","contentUrl":"https:\/\/malahayati.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/jarwo.png","width":500,"height":500},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=83586#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/malahayati.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Antara Hujan dan Harapan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/","name":"Universitas Malahayati","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/0fae20b7f5af36316447ec105310c2d3","name":"humas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f67d39acb328e764588f10ddd7295b014cb2f0bc31b54da841aad63a3986b6dc?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f67d39acb328e764588f10ddd7295b014cb2f0bc31b54da841aad63a3986b6dc?s=96&d=mm&r=g","caption":"humas"},"url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=3"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83586","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=83586"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83586\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83588,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/83586\/revisions\/83588"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/81034"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=83586"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=83586"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=83586"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}