{"id":84505,"date":"2026-03-20T13:55:12","date_gmt":"2026-03-20T13:55:12","guid":{"rendered":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=84505"},"modified":"2026-03-20T13:55:12","modified_gmt":"2026-03-20T13:55:12","slug":"antara-doa-dan-ambisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=84505","title":{"rendered":"Antara Doa dan Ambisi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Sudjarwo, Guru Besar Universitas Malahayati<\/strong><\/p>\n<p>Bandar Lampung (Malahayati.ac.id) \u2013 Pejabat itu begitu sampai di kantor menyandarkan punggungnya di kursi sambil tersenyum puas, seraya berkata kepada stafnya. \u201cSaya tadi malam shalat malam,\u201d katanya ringan. \u201cKalau kita rutin bangun malam, apa pun yang kita minta pasti dikabulkan. Saya selalu yakin begitu.\u201d<br \/>\nStaf yang duduk di depannya mengangguk pelan. \u201cBapak sering sekali bangun malam, ya.\u201d<br \/>\n\u201cTentu,\u201d jawab pejabat itu dengan nada percaya diri. \u201cSaya selalu punya permintaan yang saya sampaikan. Saya yakin Tuhan akan menuruti. Tinggal menunggu waktu saja.\u201d<br \/>\nStaf itu terdiam sejenak sebelum akhirnya berkata dengan hati-hati. \u201cBukankah shalat malam seharusnya juga tentang mendekatkan diri kepada Tuhan, Pak? Bukan hanya tentang apa yang kita inginkan.\u201d<br \/>\nPejabat itu tertawa kecil. \u201cYa tidak salah juga meminta. Justru itu gunanya doa. Kita bangun malam supaya keinginan kita didengar.\u201d<\/p>\n<p>Staf itu menatap meja sejenak, lalu kembali berbicara dengan suara tenang. \u201cMeminta memang tidak salah, Pak. Tapi kadang saya berpikir, apakah kita datang karena rindu kepada Tuhan, atau karena ingin sesuatu dari-Nya.\u201d<br \/>\nPejabat itu sedikit terdiam mendengar kalimat itu. Staf itu melanjutkan pelan, \u201cKalau yang kita cari hanya keinginan kita sendiri, mungkin tanpa sadar kita seperti memaksa Tuhan mengikuti rencana kita. Padahal bisa jadi Tuhan memiliki rencana yang lebih baik.\u201d<br \/>\nBanyak di antara kita bangun pada malam hari dengan tangan terangkat dan doa yang panjang. Dalam keheningan yang seharusnya penuh kedekatan dengan Tuhan, justru sering kali hati kita dipenuhi daftar keinginan. Kita datang bukan karena rindu untuk bersujud, tetapi karena ada sesuatu yang ingin didapatkan. Malam yang seharusnya menjadi ruang perjumpaan yang tulus berubah menjadi waktu untuk menyampaikan tuntutan bahkan paksaan. Tanpa disadari, doa yang kita panjatkan terkadang lebih mirip permohonan yang mendesak daripada ungkapan cinta kepada Sang Pencipta.<\/p>\n<p>Malam memang memiliki keistimewaan. Ketika dunia menjadi sunyi dan kebisingan kehidupan mereda, manusia memiliki kesempatan untuk berbicara dengan hatinya sendiri. Pada saat seperti itu, jarak antara manusia dan Tuhannya seharusnya terasa lebih dekat. Namun kenyataannya, banyak orang memanfaatkan waktu itu hanya ketika mereka sedang terdesak oleh masalah. Kesulitan hidup, kegagalan, ketakutan, dan keinginan yang belum tercapai mendorong mereka untuk bangun malam. Mereka datang dengan harapan agar Tuhan segera mengabulkan apa yang mereka minta.<\/p>\n<p>Tidak salah jika manusia berdoa dan meminta. Meminta adalah bagian dari hubungan antara makhluk dan Penciptanya. Tetapi yang sering luput adalah niat di balik permintaan itu. Ada perbedaan besar antara seorang hamba yang datang karena rindu kepada Tuhannya dan seorang hamba yang datang karena ingin memaksa kehendaknya terjadi. Rindu melahirkan kerendahan hati, sedangkan tuntutan sering kali lahir dari keinginan yang terlalu kuat terhadap dunia.<\/p>\n<p>Ketika seseorang bangun malam karena rindu, ia tidak selalu membawa daftar permintaan. Ia datang untuk bersujud, untuk mengingat kebesaran Tuhan, dan untuk mengakui kelemahannya sebagai manusia. Dalam sujud itu terdapat rasa syukur, penyesalan, dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Doa yang lahir dari kerinduan biasanya lebih tenang, lebih tulus, dan tidak dipenuhi dengan desakan. Ia memahami bahwa Tuhan mengetahui apa yang terbaik, bahkan sebelum manusia mengucapkannya.<\/p>\n<p>Sebaliknya, ketika bangun malam hanya untuk menuntut, hubungan spiritual menjadi terasa sempit. Doa dipenuhi dengan kalimat-kalimat yang berisi keinginan pribadi. Kadang bahkan muncul kekecewaan ketika apa yang diminta tidak segera terwujud. Seolah-olah doa menjadi sebuah transaksi: manusia beribadah dengan harapan imbalan tertentu. Jika harapan itu tidak terpenuhi, maka rasa kecewa perlahan muncul dalam hati.<\/p>\n<p>Sikap seperti ini sebenarnya menunjukkan betapa mudahnya manusia terjebak dalam ego dirinya sendiri. Kita ingin segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencananya. Kita berharap Tuhan menyetujui semua keinginan kita tanpa mempertimbangkan apakah itu benar-benar baik bagi kehidupan kita. Padahal, kebijaksanaan Tuhan jauh melampaui pemahaman manusia yang terbatas.<\/p>\n<p>Malam seharusnya menjadi waktu untuk membersihkan hati dari kesombongan tersebut. Dalam kesunyian, manusia dapat menyadari betapa kecil dirinya di hadapan kekuasaan Tuhan. Saat dahi menyentuh lantai, sebenarnya itu adalah simbol bahwa manusia meletakkan seluruh egonya di hadapan Sang Pencipta. Ia mengakui bahwa dirinya tidak memiliki kuasa apa pun tanpa izin dari Tuhan.<br \/>\nKesadaran ini dapat mengubah cara seseorang berdoa. Permintaan tetap ada, tetapi tidak lagi disertai dengan sikap memaksa. Ia memohon dengan penuh harap, namun juga dengan kerelaan menerima apa pun keputusan Tuhan. Hatinya lebih lapang, karena ia percaya bahwa setiap ketetapan memiliki hikmah yang mungkin belum dipahami saat ini.<\/p>\n<p>Kerinduan kepada Tuhan juga membuat seseorang tidak hanya datang ketika membutuhkan sesuatu. Ia tetap bangun malam meskipun hidupnya sedang baik-baik saja. Ia tetap bersujud meskipun tidak ada masalah besar yang sedang dihadapi. Kehadirannya dalam ibadah tidak bergantung pada keadaan, tetapi pada rasa cinta yang tumbuh dalam hatinya.<\/p>\n<p>Ketika kerinduan itu mulai tumbuh, malam tidak lagi terasa sebagai beban. Bangun dari tidur menjadi sebuah panggilan yang lembut bagi jiwa. Dalam keheningan, seseorang merasakan ketenangan yang sulit ditemukan di tengah hiruk pikuk dunia. Ia tidak lagi sekadar meminta, tetapi juga menikmati kedekatan dengan Tuhannya.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, pertanyaan yang perlu kita renungkan adalah alasan di balik langkah kita ketika bangun di tengah malam. Apakah kita datang karena hati yang rindu, atau karena keinginan yang ingin segera terpenuhi? Apakah doa kita lahir dari kerendahan hati, atau dari keinginan untuk mengatur takdir sesuai dengan rencana kita?<\/p>\n<p>Malam selalu memberikan kesempatan bagi manusia untuk memperbaiki niatnya. Ia mengajarkan bahwa hubungan dengan Tuhan tidak seharusnya dibangun di atas tuntutan, tetapi di atas cinta dan ketundukan. Ketika manusia belajar datang dengan hati yang tulus, maka doa tidak lagi menjadi alat untuk memaksa kehendak, melainkan menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.<br \/>\nSalam Lailatul Qadar (R-1)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Sudjarwo, Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung (Malahayati.ac.id) \u2013 Pejabat itu begitu sampai di kantor menyandarkan punggungnya di kursi sambil tersenyum puas, seraya berkata kepada stafnya. \u201cSaya tadi malam shalat malam,\u201d katanya ringan. \u201cKalau kita rutin bangun malam, apa pun yang kita minta pasti dikabulkan. Saya selalu yakin begitu.\u201d Staf yang duduk di depannya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-84505","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.1.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Antara Doa dan Ambisi - Universitas Malahayati<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=84505\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Antara Doa dan Ambisi - Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Sudjarwo, Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung (Malahayati.ac.id) \u2013 Pejabat itu begitu sampai di kantor menyandarkan punggungnya di kursi sambil tersenyum puas, seraya berkata kepada stafnya. \u201cSaya tadi malam shalat malam,\u201d katanya ringan. \u201cKalau kita rutin bangun malam, apa pun yang kita minta pasti dikabulkan. Saya selalu yakin begitu.\u201d Staf yang duduk di depannya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=84505\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Malahayati\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-20T13:55:12+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"humas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"humas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=84505\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=84505\",\"name\":\"Antara Doa dan Ambisi - Universitas Malahayati\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-03-20T13:55:12+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/0fae20b7f5af36316447ec105310c2d3\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=84505#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=84505\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=84505#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Antara Doa dan Ambisi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Malahayati\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/0fae20b7f5af36316447ec105310c2d3\",\"name\":\"humas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f67d39acb328e764588f10ddd7295b014cb2f0bc31b54da841aad63a3986b6dc?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f67d39acb328e764588f10ddd7295b014cb2f0bc31b54da841aad63a3986b6dc?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"humas\"},\"url\":\"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=3\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Antara Doa dan Ambisi - Universitas Malahayati","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=84505","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Antara Doa dan Ambisi - Universitas Malahayati","og_description":"Oleh: Sudjarwo, Guru Besar Universitas Malahayati Bandar Lampung (Malahayati.ac.id) \u2013 Pejabat itu begitu sampai di kantor menyandarkan punggungnya di kursi sambil tersenyum puas, seraya berkata kepada stafnya. \u201cSaya tadi malam shalat malam,\u201d katanya ringan. \u201cKalau kita rutin bangun malam, apa pun yang kita minta pasti dikabulkan. Saya selalu yakin begitu.\u201d Staf yang duduk di depannya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=84505","og_site_name":"Universitas Malahayati","article_published_time":"2026-03-20T13:55:12+00:00","author":"humas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"humas","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=84505","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=84505","name":"Antara Doa dan Ambisi - Universitas Malahayati","isPartOf":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website"},"datePublished":"2026-03-20T13:55:12+00:00","author":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/0fae20b7f5af36316447ec105310c2d3"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=84505#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=84505"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?p=84505#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/malahayati.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Antara Doa dan Ambisi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#website","url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/","name":"Universitas Malahayati","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/0fae20b7f5af36316447ec105310c2d3","name":"humas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/malahayati.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f67d39acb328e764588f10ddd7295b014cb2f0bc31b54da841aad63a3986b6dc?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f67d39acb328e764588f10ddd7295b014cb2f0bc31b54da841aad63a3986b6dc?s=96&d=mm&r=g","caption":"humas"},"url":"https:\/\/malahayati.ac.id\/?author=3"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=84505"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84505\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":84507,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/84505\/revisions\/84507"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=84505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=84505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/malahayati.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=84505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}