Universitas Malahayati Resmi Buka Malahayati Year Festival 2026, Ajang Prestasi dan Kreativitas Pelajar

Bandarlampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati resmi membuka Malahayati Year Festival (MYF) 2026 yang digelar pada 19–23 Januari 2026 di lingkungan kampus Universitas Malahayati. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis Universitas Malahayati ke-32 sekaligus wujud komitmen kampus dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan prestasi pelajar SMA, SMK, dan MA se-Provinsi Lampung.

Acara pembukaan MYF 2026 diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Himne Universitas Malahayati, dilanjutkan dengan laporan Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-32 serta sambutan pimpinan universitas. Pembukaan resmi MYF 2026 disampaikan melalui sambutan Rektor Universitas Malahayati yang diwakili oleh Wakil Rektor I, menandai dimulainya rangkaian kompetisi dan kegiatan kreatif selama lima hari ke depan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Malahayati Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes., Ketua PMB Romy J Utama, SE., M.Sos., Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-32 Dr. M. Arifki Zainaro, S.Kep., Ns., M.Kep., Koordinator Malahayati Year Festival (MYF) Syafik Arisandi, S.S., M.Kes., Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan Muhammad Ricko Gunawan, S.Kep., M.Kes., Kepala Bagian Kemahasiswaan Rudi Winarno, Ns., M.Kes., Kepala Bagian Humas Emil Tanhar, S.Kom., para Dekan fakultas, Kaprodi, serta dosen, tenaga kependidikan, panitia, dan mahasiswa Universitas Malahayati. Turut hadir pula kepala sekolah dan guru pendamping, peserta lomba Malahayati Year Festival 2026, serta tamu undangan lainnya.

Malahayati Year Festival merupakan agenda tahunan yang menghadirkan beragam kegiatan akademik, seni, budaya, kreativitas, dan inovasi. Ajang ini dirancang sebagai ruang aktualisasi bagi pelajar untuk menampilkan potensi terbaiknya sekaligus memperkenalkan atmosfer akademik Universitas Malahayati kepada generasi muda.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., menyampaikan bahwa MYF 2026 menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan semangat berprestasi sejak dini.

“Malahayati Year Festival 2026 merupakan bentuk komitmen Universitas Malahayati dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan prestasi generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang yang positif, kompetitif, dan inspiratif bagi siswa SMA, SMK, dan MA di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian pembukaan, panitia juga menghadirkan penampilan dari Juara 1 MYF tahun sebelumnya yang kini menjadi mahasiswa Universitas Malahayati. Penampilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa MYF tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga membuka peluang pendidikan melalui program beasiswa bagi peserta berprestasi.

Ketua Pelaksana Dies Natalis Universitas Malahayati ke-32, Dr. M. Arifki Zainaro, S.Kep., Ns., M.Kep., menegaskan bahwa MYF 2026 dirancang sebagai kegiatan yang berkelanjutan dan berdampak.

“Pelaksanaan Malahayati Year Festival 2026 yang berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Januari 2026, diharapkan menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah aktualisasi potensi siswa. Tidak hanya kompetisi, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, dan semangat berprestasi,” ungkapnya.

Kesuksesan pelaksanaan Malahayati Year Festival (MYF) 2026 turut didukung oleh berbagai sponsor, di antaranya PT World Innovative Telecommunication (Oppo), Grab Bandar Lampung, PT Pegadaian Tanjung Karang, PT Persada Sarana Mobilindo (Chery), serta Andaru Event Organizer & Sound System. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan publikasi dari sejumlah media partner, yakni Humas Malahayati, Radar Lampung, Tribun Lampung, Lampung Post, dan Infokyai.

Malahayati Year Festival 2026 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan refleksi peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan inspiratif. Dengan mempertemukan dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi dalam satu panggung prestasi, MYF menjadi jembatan awal lahirnya generasi muda yang berdaya saing, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Universitas Malahayati, melalui MYF, menunjukkan bahwa kampus bukan hanya pusat akademik, tetapi juga ruang tumbuhnya mimpi dan potensi generasi penerus bangsa.(fkr)

Editor : Fadly KR

Mahasiswa UNMAL Ukir Prestasi di Kejuaraan Beladiri Bandar Lampung

Bandarlampung (malahayati.ac.id) – Mahasiswa Universitas Malahayati (UNMAL) kembali menunjukkan prestasi membanggakan di bidang olahraga beladiri. Sejumlah mahasiswa dari berbagai program studi berhasil meraih gelar juara dalam ajang Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Bandar Lampung 2025 yang diselenggarakan oleh Wali Kota Bandar Lampung pada 27–28 Desember 2025 dan 24–31 Desember 2025.

Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Dimas Baskoro (NPM 24410040), berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 Judo kelas -73 kg, Juara 2 Combat Sambo kelas -71 kg, serta Juara 1 Sport Sambo kelas -71 kg. Dimas menyampaikan bahwa kejuaraan ini menjadi batu loncatan penting dalam mengawali kariernya sebagai atlet beladiri.

“Pertandingan ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi saya untuk terus berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional,” ungkapnya. Ia juga menuturkan bahwa kecintaannya terhadap olahraga beladiri, khususnya Judo, dilandasi oleh filosofi olahraga tersebut yang mampu membentuk karakter, mental, dan kedisiplinan diri.

Prestasi membanggakan juga diraih oleh Ahmad Sempoerna Jaya (NPM 25410001), mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, yang berdasarkan sertifikat resmi PORKOT 2025 berhasil meraih medali emas cabang Judo kelas -66 kg, medali emas Sport Sambo kelas -64 kg, serta medali perak Combat Sambo kelas -64 kg. Sertifikat penghargaan tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung sebagai bentuk pengakuan resmi atas capaian prestasi atlet.

Menurut Ahmad, kejuaraan ini menjadi pacuan semangat untuk terus berkembang sebagai judoka yang disiplin dan berani.
“Hasil dari keringat dan disiplin yang keras tidak akan mengkhianati hasil. Teruslah berlatih,” pesannya.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Manajemen, Awalul Fawaidh (NPM 23220566), turut mengharumkan nama Universitas Malahayati dengan meraih Juara 1 kategori Combat kelas -64 kg dalam kejuaraan yang berlangsung pada 24–31 Desember 2025 di PKOR Way Halim. Ia mengungkapkan bahwa ajang tersebut merupakan pengalaman pertarungan pertamanya dengan aturan (rules) combat.

“Jangan pernah menyerah,” ujarnya singkat namun penuh makna.

Prestasi yang diraih para mahasiswa ini semakin menegaskan komitmen Universitas Malahayati dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Tidak hanya unggul di bidang akademik, Universitas Malahayati juga terus mendorong prestasi non-akademik sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa yang berdaya saing dan bermental juara.(fkr)

Editor: Fadly KR

Matematika di Balik Jaringan Modern, Dibahas di Universitas Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menyelenggarakan forum ilmiah bertaraf internasional melalui kegiatan International Professor Summit yang digelar pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengangkat tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ini menjadi wadah strategis bagi para akademisi dan pakar matematika nasional maupun internasional untuk mendiskusikan peran penting matematika dalam menjawab tantangan numerasi serta penerapannya dalam berbagai persoalan nyata, termasuk pengembangan infrastruktur dan sistem jaringan.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Wamiliana dari Universitas Lampung (UNILA), pakar di bidang Optimization, dengan topik “The Constrained Spanning Tree Problem: Balancing Cost and Constraints.” Dalam paparannya, Prof. Wamiliana membahas pengembangan konsep Minimum Spanning Tree (MST) dalam teori graf dengan memasukkan berbagai kendala nyata yang sering ditemui dalam perencanaan jaringan.

Ia menjelaskan bahwa dalam praktik, desain jaringan tidak hanya mempertimbangkan biaya minimum, tetapi juga harus memperhitungkan berbagai batasan seperti derajat simpul, diameter jaringan, keterbatasan anggaran, hingga periode waktu pembangunan. Beberapa varian penting yang dibahas antara lain Constrained MST, Degree-Constrained MST, Multi-Period Degree-Constrained MST, serta Minimum Routing Cost Spanning Tree, yang banyak diaplikasikan dalam bidang telekomunikasi, transportasi, dan pembangunan infrastruktur.

Lebih lanjut, Prof. Wamiliana menyoroti tantangan komputasi dari permasalahan tersebut yang bersifat NP-hard, sehingga tidak selalu dapat diselesaikan secara eksak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan solusi alternatif melalui algoritma aproksimasi, metode heuristik, serta pemrograman integer untuk memperoleh solusi yang efisien dan mendekati optimal.

Dalam pernyataannya, Prof. Wamiliana menegaskan bahwa permasalahan jaringan di dunia nyata tidak cukup diselesaikan dengan optimasi biaya semata. “Pendekatan matematika dan algoritma optimasi modern memungkinkan kita memodelkan berbagai kendala secara sistematis, sehingga solusi yang dihasilkan lebih realistis, efisien, dan aplikatif untuk pembangunan infrastruktur berskala besar,” ujarnya.

Pemaparan ini mendapat perhatian peserta karena menunjukkan kontribusi nyata matematika terapan dalam perencanaan dan pengembangan sistem jaringan modern. Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati terus menegaskan komitmennya dalam mendorong diskusi akademik berkualitas serta memperkuat peran matematika sebagai fondasi penting dalam pembangunan berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.

(fkr)
Editor: Fadly KR

Mengapa Aljabar Linear Jadi Kunci Pemecahan Masalah Dunia Nyata? Ini Jawabannya di Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali memperkuat perannya sebagai pusat diskusi akademik internasional melalui penyelenggaraan International Professor Summit yang digelar pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ilmiah ini menghadirkan para profesor dan akademisi nasional maupun internasional untuk membahas peran strategis pendidikan matematika dalam menjawab tantangan krisis numerasi, khususnya melalui penguatan pemahaman konseptual dan penerapan matematika dalam permasalahan dunia nyata.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Jumat Bin Sulaiman dari Universiti Malaysia Sabah (UMS), pakar di bidang Numerical Analysis, dengan topik “From Linear Algebra to Optimization: Reconnecting Linear Solvers with Real-World Problems.” Dalam paparannya, Prof. Jumat mengulas keterkaitan erat antara aljabar linear, sistem persamaan linear, dan penerapannya dalam berbagai permasalahan optimasi serta komputasi di dunia nyata.

Ia menjelaskan sejumlah metode numerik yang banyak digunakan dalam penyelesaian masalah nilai batas, pemrosesan citra, hingga optimasi skala besar, seperti finite difference, full-sweep, half-sweep, dan quarter-sweep. Selain itu, Prof. Jumat juga memaparkan hasil berbagai penelitian terapan yang menunjukkan bahwa metode iteratif dan pemodelan matematis mampu meningkatkan efisiensi komputasi sekaligus kualitas solusi pada bidang teknik, ekonomi, dan sains terapan.

Dalam pernyataannya, Prof. Jumat menegaskan bahwa penguasaan konsep dasar aljabar linear merupakan fondasi penting dalam menyelesaikan persoalan optimasi modern. Integrasi antara metode matematis klasik dan pendekatan komputasi yang efisien dinilai mampu menghasilkan solusi yang lebih cepat, akurat, dan berdampak langsung pada pengembangan teknologi serta pengambilan keputusan berbasis data.

Pemaparan tersebut mendapat respons positif dari peserta karena relevansinya dengan kebutuhan dunia industri dan pengembangan riset terapan. Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati terus mendorong penguatan literasi numerasi dan pengembangan ilmu matematika yang aplikatif sebagai kontribusi nyata dalam menjawab tantangan global di bidang pendidikan dan teknologi.(fkr)


Editor: Fadly KR

Benarkah AI Berasal dari Matematika? Ini Penjelasannya di International Professor Summit

Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — Universitas Malahayati kembali menggelar forum ilmiah internasional melalui kegiatan International Professor Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ini menjadi ruang akademik strategis untuk membahas peran pendidikan matematika dalam menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam menghadapi era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan tersebut menghadirkan para profesor dan akademisi dari dalam dan luar negeri untuk berbagi gagasan serta hasil kajian ilmiah.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Norihan Md Arifin dari Universiti Putra Malaysia (UPM), pakar di bidang Numerical Method, dengan topik “From Equations to Intelligence: Mathematical Modeling and AI Competitions.” Dalam paparannya, Prof. Noribah menjelaskan bahwa pemodelan matematika memiliki peran penting sebagai jembatan antara persamaan matematis dan pengembangan kecerdasan buatan.

Ia menguraikan bagaimana model matematika digunakan untuk memahami, memprediksi, dan mengoptimalkan berbagai fenomena kehidupan nyata. Selain itu, Prof. Norihan juga menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu, ketika persamaan matematis tidak dapat dirumuskan secara eksplisit, pendekatan berbasis data dapat digunakan untuk membangun model yang representatif.

Lebih lanjut, Prof. Norihan memperkenalkan model cerdas seperti Artificial Neural Network (ANN) yang mampu mempelajari pola-pola kompleks dari data. Menurutnya, penguatan literasi matematika menjadi fondasi penting dalam pengembangan AI, termasuk dalam berbagai kompetisi sains dan teknologi yang mendorong inovasi dan kreativitas generasi muda.

Dalam pernyataannya, Prof. Norihan menegaskan bahwa kecerdasan buatan pada hakikatnya merupakan matematika yang mampu belajar dari data. “Dengan membekali pelajar pemahaman pemodelan matematika sejak dini, mereka tidak hanya mampu memahami kehidupan secara kuantitatif, tetapi juga siap menghadapi tantangan teknologi masa depan melalui pemikiran yang logis, analitis, dan inovatif,” ujarnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena relevansinya dengan pengembangan pendidikan matematika dan teknologi masa depan. Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan literasi numerasi dan integrasi matematika dengan kecerdasan buatan sebagai bagian dari transformasi pendidikan berdaya saing global.(fkr)


Editor: Fadly KR

Mengapa Data Tak Pernah Berbohong? Peran Statistika Dibahas di International Professor Summit

Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — Universitas Malahayati kembali menggelar forum ilmiah internasional melalui kegiatan International Professor Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum akademik ini menjadi wadah diskusi strategis dalam membahas peran pendidikan matematika dan statistika dalam menjawab tantangan krisis numerasi nasional, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. International Professor Summit menghadirkan para profesor dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk berbagi gagasan, riset, dan pemikiran keilmuan berbasis data.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Mustopa Usman dari Universitas Lampung (UNILA) dengan topik “Peran Statistika dalam Komunikasi Pemikiran Keilmuan.” Dalam paparannya, Prof. Mustopa menjelaskan bahwa statistika memiliki peran penting sebagai sarana berpikir ilmiah sekaligus alat utama dalam mengomunikasikan pemikiran keilmuan secara objektif dan sistematis.

Ia menguraikan bahwa statistika berfungsi untuk menjelaskan fenomena alam dan sosial melalui proses penalaran induktif yang meliputi pengumpulan data, pemodelan, pengujian hipotesis, hingga interpretasi hasil. Melalui pendekatan tersebut, data mentah dapat diolah menjadi informasi ilmiah yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Sebagai contoh penerapan, Prof. Mustopa memaparkan pemodelan migrasi penduduk di Indonesia menggunakan pendekatan proses stokastik dan Markov Chain. Model tersebut menunjukkan bagaimana pola perpindahan penduduk dapat dianalisis secara matematis sehingga menghasilkan gambaran yang lebih jelas dan terukur mengenai dinamika sosial kependudukan.

Dalam pernyataannya, Prof. Mustopa menegaskan bahwa statistika bukan sekadar alat hitung, melainkan merupakan bahasa ilmiah yang menjembatani data dan pemahaman keilmuan. “Melalui statistika, fenomena yang kompleks dapat dikomunikasikan secara objektif, terstruktur, dan dapat diuji. Hal ini sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan ilmiah serta pengembangan ilmu pengetahuan yang berbasis data,” ujarnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian peserta karena menegaskan pentingnya literasi statistika dalam dunia akademik dan penelitian. Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati terus berkomitmen mendorong diskusi ilmiah berkualitas dan memperkuat peran matematika serta statistika dalam mendukung pembangunan ilmu pengetahuan dan peningkatan numerasi nasional.(fkr)


Editor: Fadly KR

Dari Matematika ke Forensik, Cara Baru Mengungkap Identitas Manusia

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menghadirkan diskusi akademik berskala internasional melalui kegiatan International Professor Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Salah satu materi yang dipaparkan dalam forum ilmiah tersebut adalah “Mathematical Modeling in the Field of Odontology Forensic Identification (Detro-Malay Sub-Race)” yang disampaikan oleh Prof. Sudradjat Supian dari Universitas Padjadjaran (UNPAD). Materi ini menyoroti peran strategis pemodelan matematika dalam pengembangan ilmu odontologi forensik, khususnya dalam proses identifikasi individu.

Dalam pemaparannya, Prof. Sudradjat menjelaskan penerapan pemodelan matematika pada rugae palatina (lipatan langit-langit mulut) sebagai identitas biometrik alternatif pada sub-ras Deutero-Melayu. Penelitian ini mengadaptasi formulasi matematis yang selama ini digunakan dalam sistem identifikasi sidik jari, kemudian diterapkan untuk menyusun parameter unik rugae palatina setiap individu.

Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa peluang kesamaan pola rugae palatina antarindividu sangat kecil, sehingga metode ini dinilai efektif dan memiliki tingkat akurasi tinggi. Pendekatan ini menjadi sangat relevan, terutama dalam konteks identifikasi korban bencana, ketika metode identifikasi primer seperti sidik jari atau data gigi mengalami keterbatasan.

Dalam pernyataan berita acara, para pemateri menegaskan bahwa rugae palatina memiliki potensi besar sebagai metode identifikasi forensik berbasis matematika yang akurat dan stabil. Metode ini dapat menjadi pelengkap yang kuat bagi teknik identifikasi forensik konvensional, sekaligus memperluas penerapan matematika dalam bidang kesehatan dan forensik.

Melalui International Professor Summit, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam mendorong kolaborasi lintas disiplin dan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis matematika yang aplikatif. Forum ini diharapkan mampu memperkaya wawasan akademik serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan riset dan solusi ilmiah terhadap tantangan global.(fkr)


Editor: Fadly KR

Rahasia Pembelajaran Efektif Matematika dan Sains Dibongkar di Universitas Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): International Professors Summit yang diselenggarakan Universitas Malahayati dalam rangka Dies Natalis ke-32 kembali menghadirkan pemateri internasional. Salah satu materi disampaikan oleh Professor Ts. Dr. Mohd Rashid bin Abd Hamid dari Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMP), pakar di bidang Applied Mathematics, pada Rabu (7/1/2026) di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati.

Dalam presentasinya yang berjudul “Multiple Intelligences: Transforming Statistical, Mathematics and Sciences Knowledge into Real World Breakthroughs”, Prof. Rashid memaparkan pentingnya penerapan Teori Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences) yang dikemukakan oleh Howard Gardner dalam dunia pendidikan, khususnya pada bidang matematika, statistika, dan sains.

Ia menjelaskan bahwa kecerdasan tidak bersifat tunggal, melainkan multidimensi. Teori tersebut mencakup kecerdasan linguistik, logis-matematis, visual-spasial, musikal, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, hingga naturalis. Menurutnya, pemahaman terhadap ragam kecerdasan ini menjadi kunci dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan inklusif.

Prof. Rashid menekankan bahwa setiap peserta didik memiliki potensi dan gaya belajar yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang selaras dengan kecerdasan dominan peserta didik akan membantu mereka memahami konsep-konsep sains dan matematika secara lebih mendalam dan aplikatif.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penerapan teori multiple intelligences mampu menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan dunia nyata. Melalui pendekatan ini, pembelajaran matematika dan sains tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga diarahkan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta pemecahan masalah kontekstual.

“Penerapan teori multiple intelligences dalam pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas pendidikan dan membantu mentransformasikan pengetahuan matematika, statistika, dan sains menjadi solusi nyata bagi permasalahan di dunia nyata,” tegas Prof. Rashid.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian luas dari peserta karena menawarkan perspektif inovatif dalam pengembangan pendidikan matematika dan sains. Melalui International Professors Summit, Universitas Malahayati terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis riset dan praktik pembelajaran inovatif guna menjawab tantangan pendidikan di era global.(fkr)

Editor: Fadly KR

Bagaimana Model Matematika Membantu Dokter Mendeteksi Penyakit Jantung?

Bandar Lampung (malahayati.ac.id) — International Professors Summit yang diselenggarakan Universitas Malahayati dalam rangka Dies Natalis ke-32 kembali menghadirkan pemateri internasional dengan kepakaran lintas disiplin. Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Norsarahaida Amin dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor, yang membahas peran medical mathematics dalam mendukung inovasi klinis, khususnya pada penilaian risiko Penyakit Jantung Koroner (Coronary Artery Disease/CAD).

Dalam paparannya, Prof. Norsarahaida menjelaskan bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi secara global. Kondisi tersebut menuntut adanya pendekatan baru yang lebih akurat, aman, dan efisien dalam proses diagnosis dan penilaian risiko penyakit jantung, mengingat metode konvensional memiliki keterbatasan, terutama karena bersifat invasif dan berisiko bagi pasien.

Ia memaparkan pengembangan kerangka matematis terintegrasi yang mengombinasikan pemodelan berbasis fisika menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan analitik data dan statistik. Pendekatan ini digunakan untuk menghitung Fractional Flow Reserve (FFR) secara non-invasif, sehingga mampu memberikan gambaran kondisi aliran darah koroner dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.

Menurut Prof. Norsarahaida, pendekatan hibrida yang menggabungkan model matematika berbasis fisika dengan metode data-driven memungkinkan prediksi risiko CAD yang lebih personal dan akurat. Hal ini diharapkan dapat membantu tenaga medis dalam pengambilan keputusan klinis secara lebih efektif, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi pasien.

“Integrasi matematika, teknologi, dan ilmu medis merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan kesehatan modern. Melalui pendekatan ini, deteksi dini dan penilaian risiko penyakit jantung dapat dilakukan secara lebih aman, presisi, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena menunjukkan kontribusi nyata matematika terapan dalam dunia kesehatan dan kedokteran. Materi ini juga membuka peluang kolaborasi lintas disiplin antara akademisi matematika, peneliti teknologi, dan praktisi medis dalam mengembangkan inovasi layanan kesehatan berbasis sains.

Melalui International Professors Summit, Universitas Malahayati terus mendorong penguatan riset interdisipliner dan kolaborasi internasional sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan di tingkat global.(fkr)
Editor: Fadly KR

Matematika sebagai Fondasi AI, Prof. Noribah Md Arifin Sampaikan Gagasan di International Professor Summit

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menggelar forum ilmiah berskala internasional melalui kegiatan International Professors Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ini menjadi ruang akademik strategis untuk membahas peran pendidikan matematika dalam menjawab tantangan krisis numerasi nasional, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. International Professors Summit menghadirkan para profesor dan akademisi nasional maupun internasional untuk berbagi gagasan, riset, serta solusi berbasis keilmuan.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Ismail Bin Mohd – Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Global Optimization, melalui makalah pidato pengukuhan berjudul “Kesayutan yang Tidak Tercapai, Mengembara di Kelajuan Cahaya.” Dalam paparannya, Prof. Ismail mengkaji secara mendalam keterbatasan pendekatan numerik dan komputasi dalam matematika, khususnya dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang bersifat kompleks dan mengandung ketidakpastian.

Ia menjelaskan berbagai konsep matematika seperti selang, graf, kecerunan, pencarian akar, hingga metode Newton, yang selama ini banyak digunakan dalam komputasi numerik. Namun demikian, menurutnya tidak semua solusi matematika dapat dicapai secara eksak melalui perhitungan komputer. Keterbatasan tersebut menjadi tantangan serius dalam penerapan matematika terapan di berbagai bidang.

Lebih lanjut, Prof. Ismail memperkenalkan pengembangan aritmetik selang (interval arithmetic) sebagai pendekatan alternatif untuk mengendalikan ketidakpastian dan galat perhitungan. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan batasan yang lebih aman terhadap kesalahan numerik serta menjamin keberadaan solusi dalam rentang tertentu, meskipun solusi eksak tidak dapat dicapai secara langsung.

Dalam pernyataannya, Prof. Ismail menegaskan bahwa kesadaran terhadap keterbatasan komputasi merupakan hal yang sangat penting dalam matematika terapan.
“Aritmetik selang menawarkan pendekatan yang lebih realistis dan aman dalam menyelesaikan persoalan numerik yang kompleks, sekaligus mendekatkan kita pada solusi yang sebenarnya,” ujarnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena relevansinya dengan pengembangan pendidikan matematika dan penerapannya dalam dunia nyata. Melalui International Professors Summit, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya untuk terus mendorong diskusi akademik berkualitas serta berkontribusi aktif dalam upaya peningkatan literasi dan numerasi nasional melalui pendekatan ilmiah yang inovatif dan berkelanjutan.(fkr)

Editor: Fadly KR