Matematika sebagai Fondasi AI, Prof. Noribah Md Arifin Sampaikan Gagasan di International Professor Summit

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati kembali menggelar forum ilmiah berskala internasional melalui kegiatan International Professors Summit yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ini mengusung tema “National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Education, from School to Higher Education.”

Forum ini menjadi ruang akademik strategis untuk membahas peran pendidikan matematika dalam menjawab tantangan krisis numerasi nasional, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. International Professors Summit menghadirkan para profesor dan akademisi nasional maupun internasional untuk berbagi gagasan, riset, serta solusi berbasis keilmuan.

Salah satu materi disampaikan oleh Prof. Ismail Bin Mohd – Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Global Optimization, melalui makalah pidato pengukuhan berjudul “Kesayutan yang Tidak Tercapai, Mengembara di Kelajuan Cahaya.” Dalam paparannya, Prof. Ismail mengkaji secara mendalam keterbatasan pendekatan numerik dan komputasi dalam matematika, khususnya dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang bersifat kompleks dan mengandung ketidakpastian.

Ia menjelaskan berbagai konsep matematika seperti selang, graf, kecerunan, pencarian akar, hingga metode Newton, yang selama ini banyak digunakan dalam komputasi numerik. Namun demikian, menurutnya tidak semua solusi matematika dapat dicapai secara eksak melalui perhitungan komputer. Keterbatasan tersebut menjadi tantangan serius dalam penerapan matematika terapan di berbagai bidang.

Lebih lanjut, Prof. Ismail memperkenalkan pengembangan aritmetik selang (interval arithmetic) sebagai pendekatan alternatif untuk mengendalikan ketidakpastian dan galat perhitungan. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan batasan yang lebih aman terhadap kesalahan numerik serta menjamin keberadaan solusi dalam rentang tertentu, meskipun solusi eksak tidak dapat dicapai secara langsung.

Dalam pernyataannya, Prof. Ismail menegaskan bahwa kesadaran terhadap keterbatasan komputasi merupakan hal yang sangat penting dalam matematika terapan.
“Aritmetik selang menawarkan pendekatan yang lebih realistis dan aman dalam menyelesaikan persoalan numerik yang kompleks, sekaligus mendekatkan kita pada solusi yang sebenarnya,” ujarnya.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena relevansinya dengan pengembangan pendidikan matematika dan penerapannya dalam dunia nyata. Melalui International Professors Summit, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya untuk terus mendorong diskusi akademik berkualitas serta berkontribusi aktif dalam upaya peningkatan literasi dan numerasi nasional melalui pendekatan ilmiah yang inovatif dan berkelanjutan.(fkr)

Editor: Fadly KR

UNMAL Perkuat Karakter Religius Mahasiswa melalui Workshop PPAI Green Dormitory

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati (UNMAL) melalui Program Pembinaan Agama Islam (PPAI) Green Dormitory sukses menyelenggarakan Workshop PPAI sekaligus pendistribusian sertifikat pada Selasa, 6 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Universitas Malahayati dalam memperkuat fondasi moral, etika, dan karakter religius mahasiswa sebagai bagian dari visi kampus berbasis etika religius.

Workshop PPAI dirancang sebagai program pembinaan komprehensif yang tidak hanya menitikberatkan pada aah, tetapi spek ritual ibadjuga pada pembentukan akhlak dan muamalah dalam kehidupan sehari-hari. Program ini mencakup materi thaharah, shalat, pengurusan jenazah, puasa, zakat, haji, tajwid dan tahsin Al-Qur’an, Baca Baca Qur’an (BBQ), serta praktik fiqih yang dilaksanakan secara terstruktur selama enam semester.

Turut dihadiri Dekan Fakultas Kedokteran Dr. Tessa Sjahriani, dr., M.Kes., Kepala Program Studi S1 Pendidikan Dokter Rakhmi Rafie, dr., M.Kes., Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan Muhammad Ricko Gunawan, S.Kep., M.Kes., Kepala Bagian Humas Emil Tanhar, S.Kom., pengelola Green Dormitory, para dosen pembina, serta mahasiswa peserta Program Pembinaan Agama Islam (PPAI).

Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., yang diwakili oleh Dekan Fakultas Kedokteran Dr. Tessa Sjahriani, dr., M.Kes., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan Program PPAI. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi profesional yang berkarakter religius dan berakhlak mulia sebagai bekal dalam pengabdian di masyarakat.

Ketua PPAI Universitas Malahayati, Ust. Muslih, S.H.I., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program PPAI bertujuan membekali mahasiswa agar mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam secara nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan nilai-nilai keislaman, menjaga akhlak mulia, serta memberi kontribusi positif baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala Asrama Green Dormitory, Ust. Sutikno, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan tiga pesan penting kepada peserta. Pertama, kegiatan ini diharapkan tidak dimaknai secara simbolis semata, melainkan sebagai perjalanan pembentukan karakter religius. Kedua, Program PPAI yang diamanahkan kepada Green Dormitory menjadi sarana pembentukan lingkungan asrama yang religius sesuai dengan visi Universitas Malahayati. Ketiga, nilai-nilai PPAI diharapkan menjadi bekal mahasiswa di masa depan, khususnya dalam menempuh profesi sebagai dokter yang tidak hanya berilmu, tetapi juga beretika religius.

Workshop PPAI menghadirkan narasumber Ust. Jefri Husanda, S.Pd.I., Gr., Sekretaris JSIT Indonesia Wilayah Lampung sekaligus pendiri Yayasan Bina Auladina Indonesia dan SMPIT Auladina Indonesia. Dalam pemaparannya bertema “Implementasi Etika Religius Mahasiswa (PPAI): Mewujudkan Karakter Islami di Tengah Masyarakat”, ia menekankan bahwa mahasiswa kedokteran tidak hanya dipersiapkan menjadi dokter profesional, tetapi juga sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi.

Menurutnya, profesi dokter merupakan amanah dan ladang ibadah yang menuntut integrasi antara ilmu, iman, dan akhlak. Akhlak, empati, sikap santun, menjaga lisan, serta menjaga rahasia pasien menjadi terapi awal bagi pasien, disertai penguatan spiritual melalui doa dan Al-Qur’an. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu menghadapi tantangan masyarakat, termasuk krisis akhlak, krisis empati, dan maraknya informasi hoaks.

Dampak positif Program PPAI Green Dormitory mulai dirasakan oleh masyarakat dan orang tua mahasiswa. Berdasarkan observasi dan umpan balik, mahasiswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih santun, ramah, serta lebih responsif dalam menjalankan ibadah setelah mengikuti program ini.

Universitas Malahayati berharap Program PPAI dapat terus berkelanjutan dan menjadi percontohan bagi perguruan tinggi lain dalam upaya kolektif mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkarakter religius dan berakhlak mulia.

Workshop PPAI Green Dormitory Universitas Malahayati menunjukkan bahwa pembinaan karakter religius perlu diinternalisasikan melalui lingkungan hidup mahasiswa sehari-hari. Program PPAI yang terstruktur dan berkelanjutan ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat berperan aktif dalam membentuk keseimbangan antara kecakapan akademik dan kematangan moral. Di tengah tantangan dunia modern dan profesional yang semakin kompleks, penguatan nilai etika religius menjadi fondasi penting agar mahasiswa tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki empati, integritas, dan tanggung jawab sosial. Inisiatif Universitas Malahayati melalui PPAI Green Dormitory patut diapresiasi dan diharapkan mampu menjadi model pembinaan karakter mahasiswa yang relevan dan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.(fkr)

Editor: Fadly KR

Kemendikdasmen Apresiasi International Professors Summit Universitas Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus pemaparan materi pada kegiatan International Professors Summit 2026 yang diselenggarakan Universitas Malahayati, Rabu (7/1/2026), di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati dan dihadiri oleh Rektor Universitas Malahayati Dr. H. Muhammad Kadafi, SH., MH., Wakil Rektor I Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., Wakil Rektor II Nirwanto, SPd., M.Kes., Wakil Rektor III Dr. Eng Rina Febrina, ST., MT., serta Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes. Turut hadir pula para dekan, dosen, mahasiswa, profesor nasional dan internasional, akademisi, serta perwakilan instansi pemerintah.

Dalam sambutannya, Arif Jamali mengapresiasi penyelenggaraan forum ilmiah berskala internasional tersebut. Ia menyampaikan bahwa tema yang diangkat Universitas Malahayati dinilai sangat relevan dan strategis dalam menjawab tantangan pendidikan saat ini, khususnya terkait krisis numerasi nasional.

Menurutnya, hingga saat ini Universitas Malahayati menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang secara khusus dan komprehensif mengangkat isu krisis numerasi nasional dalam sebuah forum akademik internasional dengan melibatkan para profesor dan pakar lintas negara.

“Isu krisis numerasi adalah persoalan mendasar dalam dunia pendidikan kita. Apa yang dilakukan Universitas Malahayati melalui International Professors Summit ini merupakan langkah strategis dan visioner, karena membahas persoalan numerasi secara menyeluruh dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi,” ujar Arif Jamali.

Ia menegaskan bahwa kemampuan numerasi tidak hanya berkaitan dengan angka dan matematika, tetapi juga berhubungan erat dengan kemampuan berpikir logis, analitis, dan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif perguruan tinggi dalam merumuskan solusi berbasis kajian ilmiah dan praktik pendidikan yang berkelanjutan.

Arif Jamali juga berharap hasil diskusi dan rekomendasi dari International Professors Summit 2026 dapat menjadi rujukan penting bagi dunia pendidikan, khususnya dalam penyusunan kebijakan dan penguatan pembelajaran matematika dan statistika di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para profesor nasional dan internasional, akademisi, serta perwakilan instansi pemerintah. International Professors Summit 2026 diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.

Penyelenggaraan International Professors Summit 2026 oleh Universitas Malahayati menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam menjawab tantangan nyata dunia pendidikan, khususnya persoalan krisis numerasi. Melalui forum ilmiah berskala internasional ini, Universitas Malahayati tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga motor penggerak lahirnya gagasan dan rekomendasi strategis berbasis keilmuan. Sinergi antara akademisi, profesor, dan pemerintah yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan dan praktik pendidikan yang lebih berkualitas, adaptif, serta berkelanjutan demi peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia.(fkr)

Editor : Fadly KR

International Professors Summit 2026 Resmi Dibuka oleh Rektor Universitas Malahayati

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati secara resmi menyelenggarakan International Professors Summit 2026 dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati, yang berlangsung pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati. Kegiatan ilmiah berskala internasional ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, SH., MH.

International Professors Summit tahun ini mengangkat tema “The National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Educators from Schools to Universities”, yang menyoroti tantangan serius rendahnya kemampuan numerasi di Indonesia serta peran strategis pendidik matematika dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Acara pembukaan diawali dengan penyambutan tamu kehormatan dan undangan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Malahayati, yaitu Wakil Rektor I Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., Wakil Rektor II Nirwanto, SPd., M.Kes., Wakil Rektor III Dr. Eng Rina Febrina, ST., MT., serta Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes. Turut hadir pula pimpinan lembaga, para dekan, ketua program studi, dosen, serta perwakilan instansi pemerintah.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang diwakili oleh Laila Soraya, S.Sos., M.M., serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Arif Jamali, S.Pd., M.Pd.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Malahayati menyampaikan bahwa penyelenggaraan International Professors Summit merupakan wujud komitmen universitas dalam berkontribusi aktif menjawab permasalahan nasional terkait krisis numerasi. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan pembuat kebijakan untuk menghasilkan solusi nyata melalui penguatan pendidikan matematika dan statistika.

“Forum ilmiah ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring akademik internasional, serta melahirkan rekomendasi yang dapat diimplementasikan dalam dunia pendidikan,” ujar Rektor saat meresmikan pembukaan acara.

Rangkaian pembukaan acara juga dimeriahkan dengan tarian adat Sigeh Pengunten sebagai bentuk penghormatan kepada tamu undangan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Universitas Malahayati.

International Professors Summit 2026 menghadirkan sejumlah profesor dan pakar nasional maupun internasional dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia dan Malaysia dengan kepakaran di bidang matematika terapan, analisis numerik, optimasi, statistika terapan, hingga matematika Islam dan manuskrip klasik.

Setelah pembukaan resmi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para profesor dari berbagai universitas nasional dan internasional, yang kemudian diikuti dengan sesi panel diskusi, penyerahan sertifikat kepada narasumber, serta penampilan budaya dan kreativitas mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendorong penguatan literasi numerasi, pengembangan keilmuan, serta kolaborasi internasional guna menjawab tantangan pendidikan di era global.

International Professors Summit 2026 menjadi momentum penting bagi Universitas Malahayati dalam memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kolaborasi akademik internasional. Diskusi yang menghadirkan para profesor dan pakar lintas negara ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membuka ruang lahirnya gagasan strategis dalam menjawab krisis numerasi yang masih menjadi tantangan nasional. Melalui forum ilmiah ini, diharapkan sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan akademisi dapat terus terjalin secara berkelanjutan demi peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.(fkr)

Editor: Fadly KR

Universitas Malahayati Matangkan Pra-Persiapan International Professors Summit dalam Rangka Dies Natalis ke-32

BandarLampung (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan International Professors Summit yang akan digelar pada 7–8 Januari 2026 di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati.

Kegiatan berskala internasional ini mengusung tema “The National Numeracy Crisis: The Strategic Role of Mathematics Educators from Schools to Universities”, yang menyoroti peran strategis pendidik matematika dalam menjawab tantangan krisis numerasi dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi.

Koordinator Pelaksana International Professors Summit, Eka Yudha Chrisanto, S.Kep., Ners., M.Kep., menjelaskan bahwa persiapan acara telah berjalan dengan baik dan terkoordinasi antar panitia.

“Menjelang pelaksanaan acara, progres persiapan sudah berjalan sesuai dengan timeline yang ditetapkan. Panitia terus melakukan koordinasi lintas divisi, baik dari sisi teknis acara, kesiapan venue Graha Bintang, hingga akomodasi para narasumber,” ujar Eka Yudha.

Ia menambahkan bahwa panitia telah dibagi ke dalam beberapa divisi kerja guna memastikan seluruh aspek pelaksanaan berjalan optimal, mulai dari divisi acara, perlengkapan, publikasi, hingga pendampingan profesor tamu. Koordinasi rutin dilakukan untuk meminimalkan kendala serta memastikan kesiapan maksimal pada hari pelaksanaan.

International Professors Summit ini akan menghadirkan 11 profesor dan pakar nasional maupun internasional di bidang matematika, optimasi, analisis numerik, dan statistika terapan. Adapun narasumber yang dijadwalkan hadir antara lain:

Narasumber:

  • Prof. Norsarahaida Amin – Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Johor, Medical Mathematics
  • Prof. Jumat Bin Sulaiman – Universiti Malaysia Sabah (UMS), Numerical Analysis
  • Prof. Noribah Md Arifin – Universiti Putra Malaysia (UPM), Numerical Method
  • Prof. Ismail Bin Mohd – Universiti Malaysia Terengganu (UMT), Global Optimization
  • Prof. Mohd Rashid Abd Hamid – Universiti Malaysia Pahang (UMP), Applied Mathematics
  • Prof. Anang Kurnia – IPB University, Applied Statistics
  • Prof. Syamsuddin Toaha – Universitas Hasanuddin, Applied Mathematics
  • Prof. Sudradjat Supian – Universitas Padjadjaran (UNPAD)
  • Prof. Wamiliana – Universitas Lampung (UNILA), Optimization
  • Prof. Mustofa Usman – Universitas Lampung (UNILA)
  • Prof. Emeritus Shahrir Mat Zain – Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Matematik Islam dan Manuskrip Klasik

Selain para profesor tersebut, kegiatan ini dihadiri oleh Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., selaku Staf Khusus Kemendikdasmen Bidang Pembelajaran dan Sekolah Unggul, yang akan memberikan perspektif kebijakan nasional terkait penguatan numerasi dan pendidikan matematika.

Lebih lanjut, Eka Yudha menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna strategis bagi Universitas Malahayati.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati dan diharapkan menjadi momentum strategis untuk semakin memperkuat posisi Universitas Malahayati dalam kancah akademik internasional. Melalui International Professors Summit, kami berupaya menghadirkan sebanyak 11 profesor, tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga melalui kolaborasi dengan akademisi dari luar negeri,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan, penguatan riset, serta perluasan jejaring global.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi sivitas akademika, sekaligus memperkuat jejaring internasional Universitas Malahayati dalam menghadapi tantangan pendidikan di tingkat global,” tutup Eka Yudha.

Melalui penyelenggaraan International Professors Summit, Universitas Malahayati terus berkomitmen mendorong transformasi pendidikan unggul dan berdaya saing internasional.

Penyelenggaraan International Professors Summit dalam rangka Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati menunjukkan langkah strategis kampus dalam merespons tantangan pendidikan global, khususnya pada isu krisis numerasi. Kehadiran profesor dan pakar dari dalam maupun luar negeri tidak hanya memperkaya diskursus akademik, tetapi juga memperkuat posisi Universitas Malahayati sebagai institusi yang aktif membangun kolaborasi internasional.(fkr)

Editor : Fadly KR

UNMAL Ambil Peran Strategis Jawab Tantangan Rendahnya Capaian Akademik melalui International Professors Summit

BandarLampung (malahayati.ac.id): Hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menunjukkan bahwa capaian kompetensi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Lampung masih tergolong rendah, khususnya pada aspek penalaran dan penguasaan akademik dasar. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, sebagai bahan evaluasi bersama dalam peningkatan kualitas pendidikan daerah.

Menanggapi kondisi tersebut, Universitas Malahayati (UNMAL) mengambil peran strategis sebagai bentuk kontribusi nyata dunia pendidikan tinggi dalam mendukung upaya Pemerintah Provinsi Lampung meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan seminar internasional bertajuk “International Professors Summit”.

Kegiatan International Professors Summit ini diselenggarakan dalam rangka rangkaian Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati dan akan dilaksanakan pada Selasa, 7 Januari 2026, bertempat di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Bandar Lampung. Forum ini menjadi momentum strategis bagi sivitas akademika dan para pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat jejaring akademik serta meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis keilmuan global.

Ini merupakan forum ilmiah berskala internasional yang menghadirkan para profesor dan pakar nasional maupun internasional di bidang matematika, optimasi, analisis numerik, serta statistika terapan. Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan, penguatan keilmuan, serta diskusi strategis terkait pengembangan pembelajaran dan peningkatan kualitas akademik.

Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa penyelenggaraan International Professors Summit merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjawab tantangan mutu pendidikan, khususnya pada penguatan kemampuan berpikir kritis, penalaran, dan penguasaan akademik dasar.

“Universitas Malahayati berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Melalui forum akademik internasional ini, kami mendorong kolaborasi keilmuan, penguatan kapasitas pendidik, serta pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Dr. Muhammad Kadafi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan para pakar akademik menjadi kunci penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan International Professors Summit, Universitas Malahayati berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Lampung serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam memajukan pendidikan Indonesia secara berkelanjutan.

Penyelenggaraan International Professors Summit menjadi langkah strategis Universitas Malahayati dalam merespons tantangan mutu pendidikan, khususnya pada penguatan penalaran dan kompetensi akademik dasar. Melalui forum akademik berskala internasional ini, Universitas Malahayati tidak hanya mendorong kolaborasi keilmuan, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.(fkr)

Editor: Fadly KR

UNMAL Gelar Sosialisasi Implementasi Aplikasi Pajak Coretax Bersama DJP

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati (UNMAL) menggelar kegiatan Sosialisasi Implementasi Aplikasi Pajak Coretax sebagai upaya meningkatkan pemahaman dosen dan karyawan terkait sistem perpajakan digital terbaru. Kegiatan ini berlangsung dengan melibatkan langsung tim Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dari wilayah Bengkulu dan Lampung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, siang hari, bertempat di Ruang 1.13 Universitas Malahayati, dan diikuti oleh dosen serta karyawan Universitas Malahayati.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes, Wakil Rektor III Universitas Malahayati, Dr. Eng. Rina Febrina, S.T., M.T, serta Wakil Rektor IV Universitas Malahayati, Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes. Turut hadir pula para dekan, dosen, dan karyawan Universitas Malahayati.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Seksi Bimbingan Penyuluhan dan Pengelolaan Dokumen Direktorat Jenderal Pajak, Julianty Ardiana, beserta jajaran tim DJP Bengkulu dan Lampung.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV Universitas Malahayati, Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap implementasi aplikasi Pajak Coretax sebagai bagian dari transformasi digital di bidang perpajakan.

“Kami menyambut baik pelaksanaan Sosialisasi Implementasi Aplikasi Pajak Coretax ini. Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dosen dan karyawan Universitas Malahayati terhadap sistem perpajakan yang kini semakin terintegrasi secara digital. Kami berharap melalui sosialisasi ini, seluruh civitas akademika dapat lebih tertib administrasi serta patuh terhadap kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Melalui sesi penyampaian materi, tim DJP memberikan penjelasan mengenai fungsi, manfaat, serta tata cara penggunaan aplikasi Pajak Coretax. Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu peserta memahami proses pelaporan dan pengelolaan pajak secara lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara Universitas Malahayati dan Direktorat Jenderal Pajak dalam mendukung edukasi perpajakan serta peningkatan literasi pajak bagi civitas akademika.

sosialisasi ini, Universitas Malahayati menunjukkan komitmennya dalam menerapkan tata kelola administrasi yang tertib, transparan, dan sesuai regulasi. Sinergi antara perguruan tinggi dan Direktorat Jenderal Pajak diharapkan mampu meningkatkan literasi pajak serta mendorong implementasi sistem perpajakan digital secara berkelanjutan di lingkungan akademik.(fkr)

Editor : Fadly KR

UNMAL Gelar Bakti Sosial Khitan Massal 2025 dalam Rangka Dies Natalis ke-32

BANDARLAMPUNG (malahayati.ac.id): Universitas Malahayati (UNMAL) menggelar kegiatan Bakti Sosial Khitan Massal 2025 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 28 Desember 2025, bertempat di Masjid Thoriqul Khoir, Bandar Lampung, dan dimulai sejak pukul 06.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan khitan massal ini merupakan wujud kepedulian sosial Universitas Malahayati terhadap masyarakat sekitar, khususnya dalam memberikan layanan kesehatan gratis bagi anak-anak, sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan lingkungan sekitar.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Malahayati, di antaranya Wakil Rektor III Dr. Eng Rina Febrina, ST., MT, Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes, Ketua PMB Universitas Malahayati Romy J. Utama, S.E., M.Sos, Kepala Humas Universitas Malahayati Emil Tanhar, S.Kom, Kepala Biro Administrasi Umum (BAU) Ahmad Sidiq, ST., MT, serta Ketua Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati Dr. M. Arifki Zainaro, Ns., M.Kep.

Turut hadir pula unsur eksternal, antara lain Fajar Muntoni selaku Lurah Gedong Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Syaugi Rahim Kasim selaku Ketua BKM Masjid Thoriqul Khoir, serta AIPTU Kelopatra selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Gedong Air, yang turut mendukung kelancaran dan keamanan kegiatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan panitia, registrasi peserta, serta pengelolaan parkir dan penerimaan tamu. Acara ceremonial pembukaan berlangsung pada pukul 08.00 WIB yang diawali oleh pembukaan oleh MC.

Dalam sambutannya, Romy J. Utama, S.E., M.Sos juga menyampaikan bahwa Rektor Universitas Malahayati Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., yang juga merupakan Anggota DPR RI Komisi X, berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut. Meski demikian, Rektor Universitas Malahayati menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan Bakti Sosial Khitan Massal ini dan menyetujui serta mendorong agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk pengabdian Universitas Malahayati kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua BKM Masjid Thoriqul Khoir, Syaugi Rahim Kasim, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Universitas Malahayati atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial di lingkungan masjid, yang dinilai sangat membantu masyarakat dan mempererat ukhuwah serta kepedulian sosial.

Selanjutnya, Lurah Gedong Air, Fajar Muntoni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Malahayati atas kepedulian sosial yang diwujudkan melalui kegiatan khitan massal. Ia berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Pelaksanaan khitan massal dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan pemeriksaan awal dan tindakan medis bagi 25 peserta pertama, dilanjutkan dengan sesi pemulihan pascatindakan berupa pemberian obat-obatan, celana khitan, serta uang santunan. Sesi kedua dilaksanakan mulai pukul 10.15 WIB untuk peserta gelombang berikutnya, setelah melalui proses screening lanjutan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, didukung oleh tim medis, panitia, serta pengamanan dari pihak terkait. Acara ditutup dengan pembagian konsumsi makan siang bagi panitia dan tim medis.

Melalui kegiatan Bakti Sosial Khitan Massal ini, Universitas Malahayati berharap dapat terus berkontribusi nyata bagi masyarakat serta memperkuat peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai agen kepedulian sosial yang berkelanjutan.

Kegiatan Bakti Sosial Khitan Massal ini menunjukkan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada ranah akademik, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat. Universitas Malahayati melalui kegiatan ini dinilai berhasil membangun sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah setempat, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial. Jika dilaksanakan secara berkelanjutan, kegiatan serupa berpotensi menjadi program unggulan pengabdian masyarakat yang memberi dampak langsung dan berjangka panjang.(fkr)

Editor: Fadly KR

Bersama Komisi X DPR RI, UNMAL Perkuat Upaya Pencegahan Kekerasan di Kampus

BANDAR LAMPUNG (malahayati.ac.id): Maraknya kasus kekerasan seksual berbasis online di Indonesia menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk pemerintah dan perguruan tinggi. Menyikapi hal tersebut, Universitas Malahayati (UNMAL) menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), bertempat di Gedung Rektorat Universitas Malahayati, Jumat (19/12/2025).

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi X DPR RI Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Malahayati, Wakil Rektor I Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., serta Wakil Rektor II Nirwanto, S.Pd., M.Kes. Turut hadir Plt. Kepala Bagian Kemahasiswaan Rudi Winarno, Ns., M.Kes., Kepala Bagian Humas Emil Tanhar, S.Kom, perwakilan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Lampung Hadori Rosadi, serta para pimpinan fakultas, di antaranya Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Dr. Lolita Sary, S.KM., M.Kes., Dekan Fakultas Teknik Dr. Weka Indra Dharmawan, S.T., M.T., Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Rahyono, S.Sos., M.M., M.C., serta Dekan Fakultas Kedokteran Dr. Tessa Sjahriani, dr., M.Kes.

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Ricko Gunawan, S.Kep., M.Kes., selaku Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan, dipercaya sebagai ketua pelaksana kegiatan, sementara Rika Yulendasari, S.Kep., Ns., M.Kep. bertindak sebagai moderator. Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Tahura Malagono, S.H., M.H., serta Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes. Kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh dekan, ketua program studi, dosen, mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika Universitas Malahayati yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Melalui kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Kampus Aman, Inklusif, dan Bebas Kekerasan” sebagai bentuk komitmen Universitas Malahayati dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika. Melalui kegiatan ini, Universitas Malahayati menegaskan perannya dalam melindungi hak-hak mahasiswa serta mencegah berbagai bentuk kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan pimpinan universitas, dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi dalam dua sesi yang membahas pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan plakat kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan pemaparan materi yang telah disampaikan.

Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H. menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh sivitas akademika. Menurutnya, segala bentuk kekerasan, baik secara langsung maupun melalui media digital, tidak boleh dibiarkan berkembang di lingkungan pendidikan tinggi.

“Kampus merupakan tempat pembentukan karakter dan pengembangan potensi mahasiswa. Oleh karena itu, praktik perundungan dan kekerasan dalam bentuk apa pun harus dicegah sejak dini agar tercipta lingkungan akademik yang sehat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Ricko Gunawan, S.Kep., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman seluruh sivitas akademika mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan kekerasan, khususnya kekerasan seksual berbasis online, di lingkungan perguruan tinggi.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Universitas Malahayati dalam membangun budaya kampus yang aman, inklusif, dan berkeadilan. Menurutnya, keterlibatan aktif mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan sangat penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang bebas dari segala bentuk kekerasan.

Pada sesi pemaparan materi, Wakil Rektor I Universitas Malahayati, Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., mengajak mahasiswa untuk tidak ragu melaporkan apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak kekerasan di lingkungan kampus.

“Universitas Malahayati berkomitmen memberikan ruang yang aman bagi mahasiswa. Setiap laporan yang masuk melalui Satgas PPKPT akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, dan sanksi tegas akan diberikan apabila pelaku terbukti bersalah,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Universitas Malahayati secara konsisten mengimplementasikan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi sebagai upaya menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan korban.

Sementara itu, Tahura Malagono, S.H., M.H., dosen Universitas Mitra Indonesia (Umitra), menyampaikan bahwa kekerasan seksual berbasis online saat ini menempati angka tertinggi dibandingkan bentuk kekerasan lainnya. Berdasarkan data sejak tahun 2019, tercatat sebanyak 7.842 kasus kekerasan seksual difasilitasi oleh penggunaan teknologi digital seperti internet, telepon pintar, dan media sosial.

Ia menjelaskan bahwa kekerasan seksual berbasis online dapat berupa penyebaran konten seksual tanpa persetujuan, pelecehan dan ancaman seksual di dunia maya, pornografi balas dendam, hingga penguntitan siber. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan mental, kehidupan sosial, hingga kondisi fisik korban.

Selain itu, Tahura juga memaparkan berbagai bentuk kekerasan lain yang masih ditemukan di lingkungan perguruan tinggi, seperti kekerasan fisik, verbal, psikologis, perundungan, diskriminasi, serta kebijakan institusi yang berpotensi merugikan sivitas akademika. Dari sisi hukum, ia menegaskan bahwa pelaku kekerasan seksual dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai ruang aman bagi seluruh sivitas akademika. Di tengah meningkatnya kasus kekerasan seksual berbasis online, kehadiran kampus melalui edukasi, regulasi, dan sistem pelaporan yang jelas merupakan bentuk tanggung jawab moral dan institusional. Universitas Malahayati menunjukkan komitmennya tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai institusi yang berpihak pada perlindungan hak, martabat, dan kesejahteraan mahasiswa. Sinergi antara pimpinan universitas, pemerintah, dan sivitas akademika diharapkan mampu menciptakan budaya kampus yang inklusif, berkeadilan, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.(fkr)

Editor: Fadly KR